Friday, 24 April 2015

Atas Nama Cinta Kepada Allah

Pernah terlintas dalam pikiran ini hidup adalah berpindah dari satu waktu sholat ke waktu sholat yang lain, bahwa sholat adalah saat kita bertemu dengan pemilik jiwa kita. Dengan NYA kita akan mengungkapkan apa yang terjadi dari satu waktu sholat ke waktu sholat yang lain, ketika sholat Dhuha misalnya, maka waktunya menceritakan apa yang akan kita lakukan sepanjang hari ini, berharap semua menjadi mudah karena ada tangan ALLAH yang akan selalu membimbing kita.

Ketika Sholat Dhuhur tiba maka waktunya mengadu kepada pemilik jiwa kita apa yang sudah kita lakukan sepanjang pagi ini, kesulitan yang kita temui, setan yang bernama malas yang hinggap membuat semua niat kita terbengkalai dan kita akan mohon ampunan jika yang kita lakukan sepanjang matahari bersinar pagi ini adalah sebuah kesalahan sambil terus bermohon agar ALLAH menjadi pendamping kita agar tak salah langkah yang kita ambil.

Ketika waktu Ashar tiba... kita akan kembali menghadap kekasih kita ALLAH untuk bercerita dan berceloteh apa yang sudah kita lakukan sepanjang Zuhur ke Ashar, dan shalat di pergantian antara siang dan malam [waktu senja] ini adalah hal yang luar biasa “ya ALLAH sebentar lagi siangMU akan berlalu dan malamMU akan datang maka berilah kami ampunan dan sayangi kami ya ALLAH, berilah kami kemudahan dalam mengisi napas yang ENGKAU titipkan ini, jadikan siang kami bermanfaat untuk umatMU dan jadikan malam kami penuh dengan kasih sayangMU"

Ketika Maghrib tiba... meski waktu ini sangat singkat tapi mari kita usahakan sedapat mungkin bisa berjamaah, inilah saat berlalunya siang dan di sambut dengan datangnya malam, saat setelah indahnya mentari senja menyusup di pelabuhannya, Alangkah bahagianya seandainya saat itu kita berada di masjid, bersama para pencinta ALLAH berjamaah mendengarkan suara imam nan indah mengalun memasuki telinga, membacakan ayat ayat cinta milik ALLAH, surat surat indah yang melebihi indahnya bahasa pujangga akan memecah antar bumi dan langit, menggema direlung hati yang paling dalam.

Ketika Isya datang, sungguh inilah puncak dari kelelahan kita sepanjang hari ini... dan inilah waktu terpanjang untuk berdua dengan ALLAH iatas sajadah cinta, meletakan kening bersujud, bertakbir dan mengagungkan namaNYA dengan segenap cinta dan lelah yang tak ada habisnya, inilah akhir dari dunia hari ini. Inilah akhir dari pengisian kerasnya hidup dan waktunya melepas semua lelah dan penat dengan mengadukan kepada pemilik hidup tentang hari ini.

Tahajud... We Love ALLAH, tak ada yang lebih di cintai bagi hamba ALLAH selain menikmati pukul 2:30 bersama kekasihnya, memindahkan segala resah, berharap ampunan, dan meletakan semua asa kepada pemilik segala harapan, tak ada yang tak mungkin bagi ALLAH untuk mengabulkan semua doa doa di penghujung malam ini, ditengah tiupan sepoi angin yang mengibas kening, bermuhasabah dan bermunajat.

Ketika Adzan Subuh menggema dan memecah kesunyian malam, ketika kalimat assahllatu khairun minannaum menggema dan membangunkan seluruh persendian kita, subuh adalah waktu terbening untuk kita, dinginnya indah, anginnya lembut, dan sapuan air wudhu lebih terasa maknyusss !! setiap tetesnya membangun harapan untuk kita, harapan baru diatas napas yang baru saja ALLAH titipkan.

Sholat adalah percakapan paling dalam dan mesra antara pecinta dengan yang di cintai.
Saudaraku... Atas nama cinta kita menemui ALLAH di setiap waktu sholat kita, kalau bukan ALLAH yang kita rindukan, maka kemana lagi kerinduan akan di labuhkan.

Kita Bisa Karena Biasa

Apa kabar, semoga sehat selalu, bahagia dan insya ALLAH menjadi insan mulia dan terhormat... Aamiin.
Saudaraku karena ALLAH...
ALLAH maha mendengar (As-Sami'), sekarang kita mengerti mengapa ALLAH menciptakan manusia dengan dua telinga dan satu mulut??? mungkin diantara hikmahnya adalah agar kita harus lebih banyak mendengar dari pada berbicara.

Jika ALLAH maha mendengar, mendengar suara jiwa yang tak terucap atau terucap meski tanpa suara, maka yg terlintas dalam benak saya kemudian adalah semestinya kitas sangat takut mengucapkan kata kata yang tidak benar, takut berbicara yang menyakiti hati orang lain, takut menfitnah, takut kata kata kita akan menggoreskan luka dan takut sekali untaian kata yang keluar dari lisan ini, tidak bermakna karena kita seharusnya tahu bahwa kata kata kita bahkan gumaman kita didengar, iya sedang didengar oleh ALLAH bahkan dicatat dan akan diperdengarkan kepada kita pada mahkamah ALLAH nanti... bagaimana ya... Ahh ga bisa bayangin...

Saudaraku...
ALLAH pasti mendengar apapun yang disuarakan oleh makhluk-makhluk NYA, dalam bisikan yang paling halus sekalipun, dan dalam hiruk pikuk kegaduhan, ALLAH pun maha mendengar orang yang hatinya berdzikir (pasti...), walaupun di tempat tersembunyi atau di pangkalan pesawat terbang yang sangat bising, yang manusia tak mampu mendengar tapi ALLAH dipastikan mendengar.

Jika ALLAH maha mendengar bahkan yang tak terucap seharusnya kita mampu untuk berhati-hati dalam menjaga lisan. Jangan bicara kecuali benar dan bermanfaat, karena setiap patah kata akan didengar oleh ALLAH dan harus kita pertanggungjawabkan di akhirat kelak, tak akan luput bahkan yang hanya terbit diujung hati kita ALLAH telah mendengar, dan niat kita tentunya...

Jadi rasanya tidak salah jika kita berfikir dan menimbang sebelum bicara. Bertanyalah selalu, pantaskah kitabicara seperti ini? Benarkah perkataan ini kalau kita ucapkan? Karena ada perkataan yang benar tapi tidak tepat situasi dan kondisinya… mungkin kata kata kita benar tapi tak tepat waktu untuk diucapkan maka hancurlah semua yang nampak benar tadi, “terus apa kita harus berpikir dulu, sebelum ngomong??, lama deh" bukan, bukan begitu maksudnya tapi kita harus melatih lisan kita untuk berkata yang baik-baik saja, maka yang keluarpun akan yang baik-baik saja, bukankah bisa karena biasa.

Saudaraku...
Mulai sekarang mari kita sama-sama bertekad, bahwa kita hanya ingin ALLAH mendengar semua yang baik-baik saja, tak ada sumpah serapah, tak ada dusta, tak ada caci maki, tak ada umpatan, tak ada bisik-bisik membicarakan keburukan orang dan tak ada lagi ucapan-ucapan yang melukai pendengar. Kita akan lebih banyak mendengar dari pada bicara banyak yang hanya mengumbar kata-kata saja.

Thursday, 23 April 2015

Cinta Kepada Allah Jadikan Week End Anda Lebih Bermakna

Saat bertemu malam minggu (Week End), maka jiwa sentimentil dan romantisme ini terkadang mendadak kambuh di jiwa ini. Jika saya ingin di cintai seseorang maka saya harus mencintainya pula, maka malam minggu waktunya mengirim sms cinta, bbm cinta, waktunya menelepon sekedar mendengar suara mesra diujung sana, atau waktunya mengirimkan setangkai mawar merah dengan kartu berwarna pink bertuliskan "Mawar ini adalah saya, hanya ingin kamu tahu bahwa I Love You and I do love you" halah.....

Kemudian jika cinta ini kita tujukan hanya untuk ALLAH, bagaimana ya caranya membuat DIA semakin mencintai kita?. Kembali teringat dengan sebuah nasihat mengenai PDKT kepada ALLAH. Kalau PDKT kepada manusia sih gampang bukan? dan mungkin diantara pembaca ada yang sudah menjadi pakar di bidang ini. Nah ketika yang ingin kita cintai adalah ALLAH pasti butuh perjuangan, "jadi gimana dong?" Inilah cara PDKT kepada ALLAH, mudah-mudahan menjadi inspirasi yang baik untuk kita semua.

Membaca Al-Qur'an dengan merenungi maknanya. Jadi kalau malam minggu gak ngapa-ngapain mendingan baca surat cinta dari ALLAH untuk kita dalam Al-Qur'an, jangan lupa pahami artinya yah, semoga kerinduan yang membuncah akan terobati, bukankah kita membaca sms kekasih kita kalo kangen dan dia gak ada atau gak akan pernah ada, dan ALLAH sudah menitipkan surat cinta ini untuk kita, Al-Qur'anul Karim, Yuk kita baca...

Taqarub kepada ALLAH (amalan yang mendekatkan diri kepada ALLAH), melalui ibadah-ibadah sunnah setelah melakukan ibadah-ibadah fardhu. Ibadah-ibadah sunnah untuk mendekatkan diri kepada ALLAH, diantaranya adalah sholat-sholat sunnah, puasa-puasa sunnah, sedekah sunnah, dan amalan-amalan sunnah lainnya.

Sering-sering memanggil namaNYA melalui dzikir, kekasih mana yang tidak bahagia jika namanya selalu di sebut, pasti melelehlah, selain itu harus mendendangkan dzikir kepada ALLAH dalam segala tingkah laku, melalui lisan, kalbu, amal dan perilaku. Kadar kecintaan seseorang kepada ALLAH tergantung kepada kadar dzikirnya kepadaNYA. Dzikir kepada ALLAH merupakan syiar bagi mereka yang mencintai ALLAH dan orang yang dicintai ALLAH...indahnya cinta.

Bergaul dengan orang- orang yang mencintai ALLAH, maka kita akan mendapatkan cinta ALLAH, masih ingat dong kalau kita ingin dekat dengan yang kita taksir pasti kita juga mendekati sahabat-sahabatnya agar dapat info sebanyak-banyaknya tentang si doi, begini pulalah ketika kita hendak di cintai ALLAH maka bersahabatlah dengan orang-orang yang lebih dahulu dekat denganNYA.

Dan terakhir, menjauhi sebab-sebab yang menghalangi komunikasi kalbu dengan ALLAH, jadi jauhi dari menduakan cintaNYA, jauhi segala yang membuatNYA murka.

Jadi kira-kira sanggup gak ya kalau mulai malam ini kita melakukan PDKT kepada pemilik nafas kita, kepada pemilik semua cinta, kepada yang maha memberi dan mengambil cinta dan sang penggenggam semua hati.

Saudaraku... Coba tanyakan mengapa kita harus mencintai ALLAH?. Ya karena ALLAH sudah memberikan kita mata yang dapat melihat, telinga yang dapat mendengar, wajah yang lengkap dengan hidung yang masih ada... Masih tidak merasa perlukah kita untuk mencintai ALLAH. MUsti ingat bahwa pencinta akan di cintai, kalau ALLAH tidak cinta terus kemana kita melabuhkan jiwa ini, kesehatan untuk meneruskan hidup besok, dan kenyataan ALLAH selalu mencintai kita, dan sebagai bagian dari syukur maka jadilah kekasihNYA, jadi...tunggu apalagi untuk melakukan PDKT kepada ALLAH.

Pilih Surga Atau Neraka

"Barang siapa yang mampu melawan hawa nafsunya, maka separuh surga berada dalam genggamannya, dan bagi siapapun yang tidak mampu maka separuh neraka berada dalam genggamannya".

Saudaraku... Ada satu bagian dalam diri kita yang membutuhkan effort besar untuk kita taklukkan yaitu hawa nafsu, nafsu sahwat, nafsu amarah, nafsu untuk tidak melukai hati orang lain, nafsu untuk bersenang-senang di dunia dan melalaikan akhirat, nafsu berghibah, nafsu-nafsu yang condong pada kejahatan. Maka tepat sekali apa yang dikatakan syekh Imam Al-Ghazali "musuh kita yang paling berat adalah melawan hawa nafsu yang berada di rongga dada".

Iya, nafsu diperintahkan untuk mencondongkan diri kita pada hal-hal yang jahat, dan dilain sisi ALLAH memerintahkan kita untuk melawan atau lebih tepatnya mengendalikan hawa nafsu tersebut, dan karenanya kita diberikan akal dan pikiran, ada hati nurani juga yang kesemuanya menjadi tools untuk mengendalikan hawa nafsu terutama nafsu amarah yang kerap kali singgah dalam keseharian kita, apalagi dikala kita sudah merasa hebat, merasa layak tuk dihormati, merasa lebih tinggi kastanya dan merasa-merasa yang lainnya.

Kemudian yang terbersit di pikiran kita, mampukah diri ini melawan amarah untuk tidak membalas amarah orang lain, mampukah diri ini mengendalikan nafsu, menegur diri sendiri agar tidak ikut ikutan menjadi hamba setan dengan memperturutkan hawa nafsu mampukah diri ini ketika melihat orang lain salah, kemudian melihat ke diri sendiri dan bertanya “patutkah saya marah atas kesalahan orang itu?”Jiika diperturutkan maka bara api neraka saya genggam, sekaligus membuat setan tertawa terbahak bahak... enggak deh, stop amarah!!!

Saudara... Mungkin memang sulit ninggalin kebiasaan marah-marah atau kebiasaan mengumbar hawa nafsu, sulit memang tapi untuk mereka yang mau memperbaiki diri nothing impossible and impossible is nothing, gak ada yang gak mungkin tuh. Jika seminggu ini marah setiap hari, maka kurangilah menjadi seminggu sekali saja, perbanyaklah ibadah, shalat yang wajib ditambah dengan yang sunah, puasa senin kamis juga dapat mengendalikan nafsu juga, Ehemm katanya ampuh banget. Yuk kita mencobanya.

Dengan perut keroncongan mana bisa marah, dengan rasa haus mana bisa membentak orang, lagi puasa mana enak godain yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng...he he he.

Seseorang bilang, setiap kali engkau melakukan kesalahan katakan pada diri sendiri "ya ALLAH, jadikanlah ini dosa terakhir saya" dan jika masih terjadi lagi berjanjilah dengan ALLAH "Demi ALLAH, ini adalah dosa terkhir saya" kira-kira kalau sudah janji seperti ini, masih berani gak melakukan kesalahan? betul manusia tempatnya salah dan ingatlah ALLAH maha pengampun, jika terjadi lagi maka hukumlah diri, tebus dengan istighfar, mohon ampun, cambuklah diri dengan melawan kantuk dan melakukan shalat tahajud serta berdzikir semalaman kalo perlu... indahnya ampunan ALLAH.

Jadi tegurlah diri kita selalu, hukumlah jika melakukan kesalahan, berhentilah menunjuk orang lain salah. Apa gak malu sama ALLAH karena kita semua punya salah, berhentilah memandang orang lain kecil dan merasa diri kita besar malulah sama ALLAH. Karena ketika kita merasa malu sama ALLAH, maka gugurlah segala kesombongan, segala amarah, segala nafsu...

Terbayang tidak ketika mau bohong ada ALLAH yang melihat dan mendengar, ketika mau marah mencak-mencak ada ALLAH yang menyaksikan, ketika mau berantem adu fisik ada ALLAH yang maha besar, mau iri dengki gak sopan sama ALLAH yang memberi rizki lebih kepada orang lain kok kita yang marah, kan kita punya rizki sendiri... malulah sama ALLAH. Ingat ketika suatu kesalahan kita lempar, itu akan ada pihak yang tersakiti dan itu tak akan hilang, bekas paku di tembok akan tetap bolong.

Ayo belajar menegur diri sebelum setan menjadikan kita pengikutnya, hamba sahayanya... nauzubillahimindzalik.

Wednesday, 22 April 2015

Kekosongan Hati

Bagaimana kabarmu hari ini...? Alhamdulillah, yang pasti kita sudah menikmati jamuan ALLAH di hari ini, entah itu berbentuk makanan, minuman atau udara yang segar dan lain-lainnya... Terima kasih ya ALLAH atas nikmat-nikmat MU.

"Pernahkah kau merasa, Hatimu Hampa... Pernahkah kau merasa, Hatimu Kosong"

Saudaraku... Sebagian kita pasti pernah mendengar lagu lagu dari Ungu, syair yang saya tulis di atas kalau tidak salah judulnya "Hampa". Jiwa ini terusik dengan kata kosong, menurut saya pengertian kosong adalah tanpa isi, kosong adalah tidak memiliki siapa-siapa dan apa-apa, kosong adalah hampa, kosong adalah nol, kosong adalah tidak laku-laku. he he he ...

Kosong bagi sebagian orang memang bermakna negatif, identik dengan semua yang tidak menyenangkan. Kosong itu menyiksa, hampa itu menakutkan, tiada itu mengerikan. Dan memang begitu adanya, jika alat ukur yang digunakan hanyalah apa yang terlihat oleh mata, namun pernahkah terbayang jika alam semesta ini semua terisi yang terlihat, pohon, mobil, gunung, bahkan udarapun tidak memiliki tempat untuk bersemayam? Lalu apa yang akan kita hirup untuk menyambung hidup?.

Seseorang pernah menuliskan, "Bagi saya kosong itu adalah isi saudaraku, kosong adalah sebuah ruang yang sangat saya butuhkan, saya butuh jiwa yang kosong agar saya dapat mengisinya, melempar kesombongan dijiwa saya agar saya dapat mengisi jiwa saya dengan ilmu, jika kesombongan mengisi jiwa saya, bagaimana saya bisa menerima ilmu baru? acap kali belajar saya harus memulai dari kata bahwa saya tidak tahu apa apa, karena ketika diawal belajar saya sudah merasa penuh, merasa sudah bisa, maka yang diajarkan oleh guru mengaji saya akan saya anggap tiada, "ah kalau cuma begitu saya juga bisa" jadi kosong adalah waktunya untuk mengisi."

Saudaraku... Mungkin kita pernah berada pada satu titik jenuh, titik merasa hidup hanya ini ini saja, gak maju, mati tak mau hidup juga enggan, lalu kita merenung, mau sampai kapan diri ini berada di titik penat ini, mungkin karena jiwa ini dipenuhi dengan keinginan-keinginan dunia yang tanpa ujung, lalu bagaimana kita bisa memikirkan akhirat jika jiwa kita penuh oleh keinginan dunia, sesak berdesakan.

Barangkali kita juga pernah berada pada satu kondisi rasanya hidup ini kok hanya pindah dari satu masalah ke masalah yang lain,"derita kok gak ada akhirnya",... pikiran yang kacau kan? itu karena kita sok pintar, merasa hebat, merasa diri TUHAN, mencoba menyelesaikan masalah sendiri, tanpa berbagi dengan ALLAH yang maha menyelesaikan masalah, kita lupa mengadu, kita lupa curhat dengan ALLAH. Sok sok an sih..., akhirnya penat sendiri, maka kosong menjadi begitu indah ketika penat dunia kita tukar dengan kasih sayang ALLAH di tengah malam yang juga kosong dari hiruk pikuk dunia.

"Ya ALLAH, hamba terima ujian ini dan hamba kembalikan semua padaMU karena ENGKAUlah pemilik segala jalan keluar" enteng kan...? inilah kosong yang indah.

Saudaraku..."Seindah apapun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?” gimana membacanya kalau tak ada spasi bagaimana jiwa ini bisa mengingat ALLAH jika tidur saja masih memikirkan dunia, memikirkan uang tinggal berapa didompet, memikirikan sang kekasih yang gak mikirin kita, mikirin mutasi, mikirin jabatan yang belum kesampaian, dll deh!! jadi memang harus kosong dari urusan dunia,agar urusan akhirat bisa masuk.
Jiwa manusia itu memang unik saudaraku. Ketika sudah "penuh" yang terjadi adalah kejenuhan, saat itulah perlu "dikosongkan". Ketika sudah "kosong", tidak bisa dibiarkan terlalu lama, Harus "diisi kembali". Tafakur deh...mau dibawa kemana hidup ini, mau diisi dengan apa, dan untuk mengisinya maka harus kosong dulu (artinya ada ruang untuk mengisinya).

Kosong adalah isi, selalu kosongkan bagi dengan yang lain, berbagilah dengan pemilik jiwa dan rasanya memang hidup akan enteng kembali, ketika setiap kita menjadikan tahajud sebagai sarana pengosongan jiwa, terbayang gak pagi berikutnya kita akan hidup dengan jiwa yang tenang dan indah.

Secara sederhana ALLAH mengajarkan kita untuk mengosongkan jiwa, mengisi dengan yang baru... jangan takut menjadi kosong, tapi pikirkanlah dengan apa akan mengisinya, dengan yang lebih baik, dengan yang lebih indah, dengan yang diridhoi ALLAH.

Kalau begitu ,"selamat menempuh hidup baru itu bukan hanya milik mereka yang baru menikah tapi milik setiap kita yang setiap hari mengosongkan jiwa, agar dapat menempuh hidup baru, luka kemaren tinggalkan, kosongkan. Tahajudlah dan selamat menempuh hidup baru..."

Tuesday, 21 April 2015

Ujian Adalah Bagian Dari Cinta Allah

Sebagian besar kita pernah disibukkan dengan mendampingi anak-anak kita belajar karena memang sedang melakukan ujian sekolah, dan kalau kita cermati, ternyata semua orang tua ingin agar anaknya bisa ujian dan lulus ujian, meskipun ia harus membayar uang SPP terlebih dahulu agar anaknya bisa ikut ujian, karena mereka mengerti dengan ujian tersebut anaknya akan naik kelas yang lebih tinggi, agar bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi, dan begitulah seterusnya. Subhanalloh... Bagaimana dengan ujian kehidupan kita, apakah kita juga merasa senang saat diuji atau justru kita merasa takut dan tidak mau di uji...

Saudaraku... Seperti halnya juga dengan kendaraan, ada uji emisi, alhasil kendaraan yang tidak mau di uji, selain ia tidak tahu apakah emisi gas buangnya bagus atau tidak, ia juga tidak ada peluang untuk mendapat sertifikat uji emisi dan tentunya kendaraan tersebut menjadi berbatas lingkup geraknya. Kalau hal itu kita kaitkan dengan kehidupan kita, sebenarnya kita butuh ujian untuk mengukur setinggi apa iman yang kita miliki, atau sedalam apa keyakinan kita kepada ILAHI. Walaupun demikian kita tidak boleh minta di uji oleh ALLAH, karena sesungguhnya ALLAH maha tahu hamba-hamba yang mana yang layak untuk diuji keimanannya.

Nah bicara ujian, saya ingin berbagi sesuatu yang di dapat dari mereka yang tertimpa ujian yang begitu tegar dalam menghadapinya...
"Tahu gak, bahwa ujian itu tanda cinta ALLAH kepada kita, kalau DIA gak cinta maka kita akan di cuekin, gak dikasih ujian dan gak naik-naik kelas, jadi kalaupun nanti masuk surga, ya surganyapun di kelas yang paling rendah. Dan tahu gak setiap kali kita menghadapi masa sulit, masa yang membuat kita menanyakan keberadaan ALLAH, bertanya dimana ALLAH mengapa saya menderita, mengapa rezeki saya jauh, mengapa kekasih saya pergi, mengapa saya diberi penyakit, mengapa jodoh saya tak kunjung tiba, mengapa dan mengapa, masa dimana kita merasa ALLAH meninggalkan kita, masa dimana semua pintu seperti tertutup untuk kita, masa dimana kita menangis meraung-raung bak luka tersayat, hati berdarah-darah, itulah masa-masa dimana ke-Imanan kita diuji.

Saat itulah sebenarnya ALLAH sedang menunjukkan rasa sayangNYA kepada kita. ALLAH sedang memberi kita lembar-lembar persoalan yang harus kita selesaikan, ya lembaran ujian, bahwa ALLAH sedang berdiri mengawasi kita seperti pengawas ujian sepenmaru atau umptn. ALLAH sedang menjaga kita dari gangguan makhluk lain, bahkan gangguan dari orang-orang terkasih kita agar ujian kita tak terganggu, mungkin ALLAH menempel tulisan "sssttt...harap tenang... ujian sedang berlangsung" di depan pintu kita, makanya orang-orang disekitar kita memang diusir ALLAH, yang karena cintaNYA kita dibiarkan hening, hanya berdua dengan ALLAH saja, bayangkan berdua dengan pemilik segalanya lho..."

Subhanalloh, saudara kita ini telah mampu memaknai ujian sebagai bagian dari cinta ALLAH. Padahal dulunya ia adalah orang yang berada di titik NOL, kemudian putar arah dan menemukan ALLAH untuk mulai menapaki hari demi hari,... dan ia berhasil.

Ya ALLAH, jangan biarkan kemilau dunia ini menghalangi hamba untuk mencintaiMU, jangan biarkan pula penderitaan dunia ini menghentikan langkah hamba menggapai cintaMU, jangan biarkan luka dunia ini menjauhkan hamba dariMU ya ALLAH.
Rabbana aatina fiddunya hasanah, wafilakhirati hasanah waqinaa adzaabannaar...

Monday, 20 April 2015

Keajaiban Sebuah Senyuman

Di sebuah kampung nun jauh di sana ada seorang anak, sebutlah "si bolang", bocah kecil dari kampung, bocah ini selalu tersenyum kepada siapa saja yang ia temui, bahkan dia membalas mata Ibunya yang melotot saat mainannya berantakan juga dengan senyum, kenakalannya bahkan tak mampu membuat siapapun marah, senyumnya mampu meluluhlantak kan hati setiap yang melihatnya, keajaiban senyum sungguh...atau tepatnya bahasa senyum.

Belajar dari bocah kecil ini, saya mulai paham bahwa apa yang guru mengaji katakan senyum itu ibadah sungguh benar adanya, senyum adalah obat duka hati yang tak perlu di tebus di apotik, sesuatu yang sulit menjadi mudah karenanya. Teringat ketika seorang polisi memberhentikan mobil sahabat saya karena sedikit melanggar aturan, kemudian tanpa sengaja sahabat saya tersenyum sekedar menertawakan kebodohannya melakukan kesalahan itu, alhasil pak polisi batal mengeluarkan surat tilang dan hanya bilang "lain kali hati-hati ya mbak", ah padahal katanya senyum ketika itu tidak sengaja loh, tetapi tetap mampu mengurai amarah.

Saudaraku...
Menurut saya senyum itu adalah bahasa jiwa, meluruhkan resah, ketika kita resah maka senyum orang terdekat kita akan membantu kita melewati masa-masa resah artinya ibadah bagi yang memberikan senyum karena membantu meringankan beban sang pemilik resah, bahkan ketika kita tidak memiliki apa-apa yang bisa kita sedekahkan untuk mengumpulkan pahala hari ini, senyum adalah salah satu cara mendapatkan pahala.

Subhanalloh, sudah hati bahagia dapat pahala pula, terbayang gak ketika kita di hisab di akhirat nanti kita akan terkaget-kaget karena pahala kita banyak sekali, ternyata itu semua dari senyum yang mungkin tanpa sengaja kita berikan.

Saudaraku...
Rosulullah SAW senantiasa berwajah ceria, beliau pernah bersabda "Janganlah terlalu membebani jiwamu dengan segala kesungguhan hati". Hiburlah dirimu dengan hal-hal yang ringan dan lucu sebab bila hati terus dipaksakan memikul beban-beban yang berat ia akan menjadi buta.
Ya, semua kita diberi bibir yang indah oleh ALLAH maka jadikanlah bibir indah ini ladang ibadah, wajah cantik/tampan akan menjadi buruk rupa ketika terhias kesombongan hanya gara-gara pelit senyum, masalahnya sang pemilik wajah tidak menggunakan bibirnya sebagai ladang ibadah... Ketika ujian demi ujian ALLAH datang dan kita masih bisa tersenyum ini adalah bagian dari sabar, bagian dari tidak mengeluh dan bagian dari ikhlas.

Jadi mulai hari ini jadikan senyum sebagai ladang ibadah, meluluhlantakkan bumi yang kian hari kian panas dan jangan kaget ketika di akhirat nanti timbangan amal kita menjadi berat dan bahkan mungkin mampu menghapus timbangan dosa-dosa kita, maka itu insya ALLAH dari senyum tulus yang kita berikan...

Ya, secara sederhana Islam mengajarkan kita lewat si bolang, gampangkan mengumpulkan pahala? dari pada cemberut, udah bikin wajah cepet tua, orang juga males lihatnya, gak dapat pahala lagi, rudi deh !!! padahal di dunia ini tidak ada yang sulit kalau kita memandang semua masalah dengan senyum, he he he...
Gak punya duit senyum, dapat nilai A senyum, dapat nilai D ya tetap senyum,... Jadi jangan katakan betapa besarnya masalah yang ALLAH hadirkan tetapi katakan betapa maha besarnya ALLAH yang akan menyelesaikan segala masalah... senyum saja dulu, setelah itu minta di ringankan oleh ALLAH, minta diberi jalan keluar dan senyum juga kepada ALLAH, jangan cemberut ke ALLAH apalagi marah kepada ALLAH, Astaghfirullohal 'adzim....

Untukmu Ibu Tercinta

PortalRenungan
Mungkin kita pernah bermimpi bertemu dengan ibunda kita... Ibu yang sekian lama kita tinggalkan di kampung halaman dimana kita dilahirkannya dan dibesarkan dengan cinta dan kasih sayangnya, atau ibundanya telah pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya yang tak sempat kita balas senyumnya dengan senyum manis kita, yang tak sempat kita suapi makannya dari tangan kita. Ibu yang selalu ada meski tak ada di samping kita. Ya ALLAH titip salam untuk ibu, katakan pada Ibu bahwa anaknya ini sangat merindukan pelukan Ibu.

"Apabila seorang manusia meninggal dunia maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah, anak yang sholeh yang mendo'akannya atau ilmu yang bermanfaat sesudahnya" (HR Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, Nasa'i dan Ahmad)

Ya, do'a dari anak yang sholeh yang akan sampai ke Ibu dan Ayah kita. Allah menekankan do'a anak yang sholeh bukan anak-anak sang Ibu/Ayah!. Itu artinya tidak semua do'a akan diterima apalagi dikabulkan, jadi untuk dapat menyampaikan do'a yang tulus maka kita harus sholeh/sholehah, itu syaratnya. Mutlak jika ingin do'anya dikabulkan, karena bagaimana ALLAH akan mendengar dan mengabulkan do'a kita jika malamnya kita sibuk dugem bukan ngaji, bagaimana kita bisa berkata-kata lembut saat memohon do'a jika kita terbiasa memaki. Bagaimana ALLAH akan melihat ketulusan hati kita saat berdo'a ketika kita biarkan hati ini hitam oleh kebutuhan dipuji, hati ini sibuk mencari nafkah untuk dibelanjakan di mall bukan disedekahkan...

ALLAH sungguh Maha Mendengar, tetapi siapa yang akan didengar itu adalah masalah lain, do'a anak yang mana yang akan di dengar oleh ALLAH... Tidak semua...

Saya teringat dengan saudara saya telah ditinggalkan ibunda tercinta untuk selamanya, dalam tafakurnya ia katakan "Terbayang ketika pipi Ibu yang cantik telah menyentuh liang lahat, terbayang dalam kesendirian Ibu disana maka hanya doa saya, yang sangat Ibu harapkan, dan ketika saya berdoa dalam keadaan tidak shalih maka doa saya hanya akan tertiup angin, maka akan sia sia literan airmata saya, namun ketika saya berdoa dalam keadaan shalih, maka kegelapan Ibu di bawah lipatan tanah akan terterangi cahaya, kesendirian Ibu akan ditemani oleh suara indah anaknya yang membacakan Al Fatihah untuk Ibu, yang membaca shalawat agar Ibu mendapat syafa’at dari setiap shalawat yang keluar dari bibir anaknya tercintanya dan ALLAH akan menempatkan Ibu di tempat yang sangat indah, berteman dengan bunga-bunga, di taman bergemericik air bukan di dalam lipatan tanah yang sempit dan angker yang isinya ulat."

"Ya ALLAH sungguh, jika kini hanya do'a yang bisa hamba titipkan untuk Ibu yang kini menetap abadi di surgaMU, maka itu yang akan selalu hamba lakukan setiap kali rindu datang menyeruak ke relung hati hamba yang paling dalam. Jika hanya do'a dari anak yang sholeh yang akan menerangi kediaman Ibu di sana, maka kuatkan hamba untuk terus menjadi seperti yang ENGKAU dan Ibu inginkan, ya ALLAH titip salam untuk Ibu."

Saat ini kita adalah orang tua dari anak-anak kita, atau bagi yang belum menikah suatu hari nanti saudarapun akan menjadi orang tua, suatu hari nanti kita akan berada di bawah lipatan tanah yang gelap dan do'a dari anak-anak kitalah yang akan menemani kita, jika sekarang kita berdo'a untuk Ibu dan Ayah kita maka harapan kita pastilah suatu hari anak-anak kita akan menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah agar do'a nya sampai kepada kita... Hanya do'a ini yang kita harapkan kelak ketika diri ini berpulang, begitu juga orang tua kita sekarang. Maka mulailah dari sekarang berdo'a untuk orang tua kita, esok mungkin terlambat...

Dari Abu Hurairoh Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rosulullah bersabda: "Sesungguhnya ALLAH pasti mengangkat derajat bagi hambaNYA yang sholeh ke surga, maka ia bertanya,'Ya ALLAH, bagaimana itu bisa terjadi?' ALLAH menjawab, 'Berkat istigfar anakmu untukmu." (HR Ahmad)

Peta Sudah Ditangan Tapi Tetap Nyasar

PortalRenungan
Sewaktu kecil dulu, mungkin kita sering mendengar kalimat ini, "Nak pulangnya tepat waktu ya". Ya itulah mungkin kalimat yang sering di sisipkan oleh orang tua kita setiap hari sebelum kita keluar rumah, ya setiap orang tua selalu mengingatkan kita untuk pulang tepat waktu. Dan kali ini saya ingin mengatakan betapa kalimat itu memiliki arti yang subhanallah, luar biasa, "bukankah makna pulang itu identik dengan kembali".

Ya, pulang adalah kembali, setelah bepergian kita akan kembali ke rumah, setelah perjalanan panjang diri ini akan kembali kepada pemilik jiwa ini, setelah terkena matahari selama puluhan tahun kitaakan kembali ke tanah, setelah khilaf demi khilaf kita lakukan kita akan kembali mencari ampunan dan begitu seterusnya..

Ketika kita lupa pulang itu artinya nyasar, tersesat, dan semakin jauh tersesat, semakin jauh dari rumah, semakin jauh pula dari jalan kembali, atau mungkin jika ini kita biarkan dan tidak cepat-cepat pulang maka kita akan selamanya tersesat, dan sebelum terlanjur jauh tersesat maka kita harus segera pulang.

Yang terpikir oleh saya kemudian adalah bagaimana agar diri ini tidak terlambat pulang, kalau dijalan dan tersesat mungkin yang pertama kali dicari adalah Peta. Iya, peta adalah pentunjuk jalan, dan ketika jiwa ini yang tersesat, dan kita hendak kembali kejalan yang benar maka peta kita sebagai seorang muslim tentunya adalan Al-Quran, disana jelas tertulis dan bukan lagi peta yang masih harus diduga duga dimensinya, disana tertulis lengkap jalan mana yang harus kita ambil dan jalan mana yang harus kita hindari agar tidak nyasar.

Dan kini peta itu sudah di tangan kita. Sudah waktunya kita untuk pulang mengikuti peta itu, karena kalau kita tersesat kemudian malah cari penginapan dan tidur dulu di sana di tambah ada plus-plusnya, kapan kita sampai rumah dong... dan mulai sekarang yang harus kita lakukan adalah tidak lagi kembali ke jalan yang sesat.

Bila selama ini kita membicarakan hal-hal yang tidak berguna, maka sudahilah. Bila selama ini kita berdusta maka pulanglah dengan mengobati hati dengan kejujuran. Bila selama ini kita menggantungkan kebahagiaan kepada manusia lain maka berhentilah dan bergantunglah hanya pada ketentuan ALLAH. Bila selama ini kita mengikuti saja kemana hawa nafsu membawa diri ini maka cukuplah sampai disini, dan berhentilah di titik ini kemudian putar arah dan pulang.

Ayo, putar arah tinggalkan gemerlap dunia yang menyesatkan dan jangan terlambat pulang, bacalah peta yang diberikan oleh ALLAH.
Kalau kata peta itu berzina adalah dosa ya jangan berzina, kalau kata peta itu menyakiti dan mendzalimi orang lain itu menyesatkan, ya jangan di jalankan dong, kalau kata peta itu berjilbab adalah wajib, ya dipakai dong jilbabnya, kalau kata peta itu jadikan ikhlas, sabar, tawakal adalah jalan yang lurus agar selamat, ya silahkan diikuti.

Jangan peta sudah di tangan tetapi tetap nyasar, karena petanya cuma di pegang gak dibaca, ya pasti nyasarlah. Ketika peta sudah di tangan tapi kita malah asik muter-muter dan lebih jauh lagi nyasar yah itu artinya akalnya tidak di pakai.

Sunday, 19 April 2015

Cinta Allah Bukan Cinta Biasa "Special"

PortalRenungan
Saudaraku yang budiman dan baik hati.
Ketika kita bicara romantis, pastilah yang terlintas di pikiran kita adalah cinta, namun cinta yang ingin saya gambarkan memang "bukan cinta biasa", karena kita tidak lagi menyandarkan cinta ini kepada manusia, tetapi di sandarkan cinta ini kepada pemilik keabadian cinta, ALLAH. Seharusnya hati ini bergetar ketika kita menyebut namaNYA, apalagi ketika ALLAH memanggil kita untuk menemuinya melalui adzan yang menggema, dan di bangunkannya diri ini di 3:00 malam. Sungguh semua ini tak akan terjadi tanpa cinta, ketika kita mampu bangun, artinya cinta ini terjawab, karena tahajud bukan hanya masalah keinginan manusia, tapi juga maukah ALLAH bertemu dengan hamba-hamba pilihanNYA, makanya tahajud memang berat kalo hati ini kelam, gimana ALLAH mau memberi cahaya kedalam hati, kalau hati ini hitam, jendela ditutup debu saja sudah ga bisa lihat cahaya tuh..!!!

Dan bagaimana ALLAH mau menjawab cinta kita, kalau hati ini penuh dengan cinta dunia, sempitlah berdesak-desakan, jadi pilihlah ALLAH.
Terbayang gak betapa bahagianya hidup ketika kita mendapat jawaban cinta dari sang maha pemilik cinta, subhanallah.

Mari bicara cinta dunia sebentar, ketika kita jatuh cinta, kemudian kita hendak menitipkan hati ini kepada sang gadis/jejaka, kemudian kita menanti jawaban dari kekasih kita apakah cinta ini akan terima ataukah kita hanya akan bertepuk sebelah tangan, pasti nya segala cara akan kita lakukan untuk terus memberi sinyal bahwa kita cinta, PDKT lah bahasa gampangnya, demikian juga ketika kita mengharap balasan cinta dari ALLAH, tentu kita harus mendekatkan diri bukan? gimana ALLAH akan mencintai diri ini kalau kita terus menjauh, kalau kita melakukan hal hal yang membuat marah sang pemilik cinta, gagal lah PDKT, mau sampe muntah darah bilang cinta juga gak diterima karena yang diucapkan beda dengan yang dilakukan.

Artinya di mulut ini bilang cinta tapi perbuatan menyatakan sebaliknya, jadi kira-kira diterima gak cinta model begini? Ya, enggak lah....!

Allah semakin dekat, semakin dekat, semakin dekat kepada hamba-hamba yang disaat sepertiga malam terakhir semakin dekat mencari cinta ALLAH, dekat tanpa sentuhan dan jauh tanpa jarak.

ALLAH tidak sama dengan segala sesuatu.....
Sebagai manusia, ketika kita bangun jam 3;00 kemudian kirim sms dan bilang sayang kepada kekasih dunia kita, duhai indahnya dunia, dan terbayang gak ketika sepertiga malam ALLAH yang kirim sms dan turun mendekat kepada hamba-hambaNYA, membukakan kesempatan terbesar, dan ALLAH menanti para kekasihNYA, iya, hanya kekasihnya karena sholat malam itu bukan hanya keinginan manusia, tapi juga cinta ALLAH, kita harus bertanya kepada diri sendiri ketika kita tak terbangun tahajud kira-kira dosa apa yang tadi kita lakukan sehingga ALLAH tak mau bertemu dengan kita, gak bangun tuh malam walau alarm krang-kring....

ALLAH hanya menanti hamba-hamba yang merindukanNYA, yang mau mengganti dunia demi sujudnya di hadapan ALLAH, yang mau mengorbankan waktu istirahatnya beberapa menit untuk menjadikan bukti cinta dan rindunya kepada ALLAH. Bayangkan betapa indahnya cinta, rasanya saya mulai kehilangan kata-kata jika becara cinta, belibet rasanya, intinya semua karena cinta, dan cinta ALLAH hanya untuk mereka yang hatinya bersih.
Jadi kalau mau memperoleh jawaban cinta dari ALLAH, bersihkan dulu hati, jauhi sombong, dusta, amarah, menyakiti hati dengan kata dan perbuatan sekecil apapun.

Ketika seorang hamba meningat ALLAH di dalam dirinya maka ALLAH mengingat sang hamba di dalam diriNYA, ketika sang hamba mengingat ALLAH di tempat yang ramai, ALLAH mengingat sang hamba dihadapan malaikatul muqorrobin.

Bayangkan ALLAH mengingat kita di tengah keramaian, kekasih kita saja lupa sama kita kalau sudah sibuk dengan urusan dunia. Sungguh besar cinta ALLAH, sungguh luar biasa indahnya. Ya ALLAH pulangkan kami saat cinta ini hanya cinta kepadaMU, cinta yang tidak menyisakan ruang untuk cinta-cinta yang lain.

Menyambut Undangan Ke Surga Allah

PortalRenungan
Ketika kita mengawali hari kita dengan bersyukur, maka pastilah disekeliling kita akan bertabur berbagai kebahagiaan, karena hati yang bersyukurlah yang akan mampu menangkap sinyal kebahagiaan itu walaupun sekecil apapun.

Ada beberapa hal yang membuat sahabat saya ini begitu kuat untuk tidak lagi menghabiskan malam minggunya di luar rumah, dulu ia pikir bahagia itu asa di luar sana, ternyata ia tetap merasa sepi ditengah keramaian. Kemudian ia mencari jawaban mulai dari membaca buku-buku yang telah dibelinya, dan kemudian mendatangi guru mengajinya yang lama ditinggalkannya. Dari beliau sedikit demi sedikit ia tinggalkan dunia luar sana dan mengembalikan jiwanya kepada Allah, beliau sebut ini sebagai undangan ke surga. Subhanallah bayangkan siapa yang tidak bahagia mendapat undangan ke surga.

Kembali ke jalan yang lurus adalah undangan Allah menuju surga NYA, dan pesan beliau selanjutnya "Ambil undangan Allah dan jangan sia-siakan, karena tidak setiap manusia memperoleh keistimewaan ini, surga Allah. Bayangkan berada di dalam surga darussalam yang penuh nikmat, surga adalah tempat tinggal abadi yang di dalamnya sarat dengan kesenangan hakiki, bukan kesenangan menipu seperti yang kita alami kemaren. Subhanallah.

Disaat Allah menjadi tujuan hidup kita di dunia, masih sanggupkah kita menukarnya dengan kesenangan pindah dari satu kafe ke kafe yang lain dan mengisinya dengan berghibah, tertawa terbahak-bahak hingga memecah langit dan bumi, sementara kita memecah langit dengan dzikir di rumah, dengan suara indah kita membaca Al Qur'an dan malam minggu ditemani pemilik jiwa ini adalah bahagia yang luar biasa.

Masih kuatkah kita berjalan dari mall ke mall sekedar melihat baju-baju bagus perhiasan dunia plus cuci mata, masih kuatkah kita antri tiket di bioskop sementara kaki ini masih sanggup kita langkahkan untuk mencari masjid dan shotal magrib hingga isya di rumah Allah, di masjid kita antri untuk mendapatkan tiket ke surga.

Sampai kapan kita akan menggunakan nikmat mata yang Allah titipkan ini untuk menikmati senyum manis si cantik jelita/si tampan rupawan yang dilemparkan kepada kita di mall mall atau di kantin waktu makan siang, sampai kapan diri ini sanggup memenuhi kebutuhan raga ini yang akan musnah dimakan cacing tanah ini dengan kesenangan dunia, sementara jiwa kita kering kerontang.
Mau sampai kapan kita akan terus terlena, lelah..! usia beranjak, waktu berputar, kesempatan semakin sempit, dunia semakin penuh kesenangan, cinta makhluk menjadi berhala yang kita bela mati matian untuk mendapatkannya.

Sudah seharusnya kita tinggalkan yang fana demi yang abadi, harus kita tinggalkan kerontang cinta yang telah meluluh lantakan iman ini menuju cinta yang mendamaikan hidup kita. tapi kan kita juga harus mikirin dunia loh..jangan munafik deh!..kata sahabat saya, betul dunia tetap ada dan kenyataannya kita masih berdiri di bumi yang fana ini, tapi marilah kita isi tapakan dengan cara-cara yang Allah ridho, bukan lagi mengisinya dengan kesenangan dunia yang justru penuh dengan fatamorgana, berserakan amarah di luar sana, berkeliaran janji-janji palsu. Astaghfirullah.

Aku persiapkan untuk hamba-hambaku yang sholeh apa yang tak pernah terlihat mata, terdengar telinga, dan terlintas dalam hati. Hadist Qudsy riwayat Imam Muslim.
Tujuh hari dalam seminggu, hidup penuh warna, ku coba mendekatiMu memberi tanda cinta. SurgaMu mengalihkan duniaku.

Saturday, 18 April 2015

Menggapai Ending Yang Indah

PortalRenungan
Mungkin hal yang akan saya tulis ini pernah kita alami bahkan sering kita alami. Tepat jam 3:00 alarm HP kita berbunyi, alarm itu kita pasang untuk membangunkan kita segera berwudlu, gelar sajadah dan sholat tahajud, menemui Allah dengan niat menggapai cintaNYA, itu niat kita. Tapi yang terjadi setiap kali alarm itu berbunyi adalah niatnya yang hilang dan kembali menarik selimut, kembali memeluk guling dan merapihkan bantal yang mulai bergeser dari kepala kita.

Seolah ada bisikan halus ditelinga kita bak angin sepoi-sepoi,"ehm masih ngantuk, masih enak-enaknya bobo, diluar sepi dan dingin sekali, lagian kan tahajud gak wajib, besok masih ada kegiatan jadi capek banget, plus hari ini baru pulang agak larut malam, jadi butuh istirahat" Setan itu memang pintar cari-cari kesempatan untuk menjadikan diri ini termasuk golongannya!! Naudhubilahmindalik.

Kemudian apakah kita harus menyerah dan mengikuti bisikan tadi ketika kita tahu ada yang lebih indah dari sekedar tidur, ada yang lebih hangat dari sekedar kehangatan selimut, ada yang lebih lembut dari bantal ini. Ya. Ada yang lebih indah ketika kita mampu mengalahkan bisikan halus dari makhluk tak berujud tadi. Serem..

Sholat wajib saja tidak akan cukup untuk menjemput cinta Allah. Haruslah kita tambahkan tahajud setiap malam, tahajud karena mencintai Allah, tahajud karena rindu denganNYA dan bukan tahajud paksaan agar mendapatkan jodoh, agar nilainya bagus, agar cepat naik jabatan dan lainnya. Tahajud cinta seorang hamba adalah cerminan cinta, tautan kerinduan, inilah saat ending yang paling indah dalam hidup kita selama dua puluh empat jam setiap hari. Kalaulah ini ending hidup kita setiap hari, maka terbayangkan ending yang bagaimana saat ending napas kita...ending yang indah, yang saat sakarotul maut dengan mudah kita lafalkan LAA ILAAHA ILLALLAH karena bibir kita terbiasa melafalkan itu saat tahajud, ending dengan wajah yang berseri karena wajah kita terbiasa berbasuh wudlu.

Kata guru; "Kalau kita rajin tahajud karena mencari ridlo Allah, maka hidup kita akan berakhir dengan akhir yang indah. Kita akan di panggil oleh ALLAH dengan panggilan pulang yang sangat mesra karena ALLAH mencintai kita. Saudara, seorang hamba yang berhasil dalam hidupnya, adalah hamba yang pada akhir hayatnya dipanggil oleh ALLAH dengan panggilan yang sangat mesra.

Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kamu pada Tuhanmu dengan hati puas lagi di ridhoiNYA. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKU dan masuklah ke dalam surgaKU.Qs Al Fajr: 27-30.

Inilah tanda cinta yang sebenar-benarnya cinta. Jadi ketika alarm tahajud berbunyi, lemparkan selimut, paksa diri turun dari ranjang yang empuk, basuh wajah dengan air bening milik Allah. Buatlah wajah bercahaya karena cinta Allah, coba rasakan betapa indahnya ketika dingin bening air inimemasuki rongga mulut, dan membersihkan dari dosa-dosa kata dan dusta, ketka air bening nan dingin ini masuk ke dalam gendang telinga dan membersihkan dari mendengar yang tidak penting, ketka air ini membasuh dosa dari tangan dan kaki yang kita lakukan hari ini,...ya tetesan-tetesan air ini bukan hanya air, tetapi membawa luruh seluruh kesalahan hari ini karena cinta ALLAH kepada hambaNYA yang mampu mengusir bisikan setan dan menukar dengan berduaan, bermesraan dengan pemilik segala cinta, Subhanallah.

Jadi, jika kita terbiasa mengakhiri hari dengan cinta ALLAH maka dijamin akhir dari nafas kita akan sangat indah, berpulang dengan panggilan terindah...inilah seharusnya cara berpulang yang kita pilih, berpulang dengan cinta, siap dan ga takut lagi, kan nafas pasti akan berhenti kan, hanya masalah waktu.