Showing posts with label Kisah. Show all posts
Showing posts with label Kisah. Show all posts

Wednesday, 19 April 2017

Setiap Aktivitas Kebaikan Mulailah Dengan Ucapan Bismillah Agar Menjadi Berkah

PortalRenungan.
Bismillahirrahman. Sobat PR mulailaih segala sesuatu yang baik dengan ucapan Bismillah, mudah-mudahan Allah memberkahi apa yang kita lakulan.



"Diceritakan; Ada seorang wanita yang memiliki suami yang munafiq. Dan adalah si wanita ini selalu memulai aktivitas nya dengan ucapan لبسم الله. Maka berkatalah (didalam hatinya) suaminya yang munafiq; 'Saya akan melakukan perbuatan yang akan membuat istri saya menjadi malu.' Maka si suami itu menyerahkan sebuah kantong kepada istrinya, dan dia berkata; 'Simpanlah kantong ini.' Maka wanita itu menyimpan kantung itu di sebuah tempat dan menutupinya. Maka si suami membuat lupa istrinya akan kantong tersebut dan dia mengambil kantong itu (tanpa sepengetahuan istrinya) dan membuangnya kedalam sumur yang ada didalam rumahnya. Kemudian dia meminta kantong itu kepada istrinya. Maka wanita itu (tanpa curiga) mendatangi tempat penyimpanan kantong itu untuk mengambilnya. dan dia mengucapkan:
لبسم الله الرحمن الرحيم
Maka Allah memerintahkan malaikat Jibril untuk segera turun (untuk mengambil kantong itu didalam sumur) dan mengembalikannya ketempatnya semula. Maka wanita itu menjulurkan tangannya untuk mengambil kantong tersebut, maka dia mendapatkan kantong itu sebagaimana dulu dia simpan. Maka dia mengambil kantong itu dan memberikannya kepada suaminya. Maka suaminya terheran-heran dengan kejadian itu dan akhirnya dia bertaubat kepada Allah dari perbuatan munafiqnya." (Dikutip dari kitab: 'Uqudul Lujain, karya syeikh Nawawie Al-Bantani. hal. 2).

Melalui sabdanya, Rosulullah telah mengingatkan kepada kita semua :

"Setiap aktivitas yang memiliki kebaikan yang tidak dimulai dengan ucapan
لبسم الله الرحمن الرحيم
maka aktivitas itu terputus buntutnya (kurang ke berkahannya) (HR. Abu Daud dari Abi Hurairoh)
Dan dalam sebuah riwayat di katakan :
"Siapa orang yang mengharapkan untuk hidup bahagia dan mati syahid maka sebaiknya dia membaca ; لبسم الله ketika melakukan tiap-tiap sesuatu (yang baik)." (Dikutip dari kitab I'anatut Tholibin. Juz.I. hal. 4)

Mari Kita Mulai Setiap Aktivitas Kebaikan Dengan Ucapan :
لبسم الله الرحمن الرحيم
Agar Memperoleh Limpahan Keberkahan Di Dunia Dan Akhirat. Amiiin

Semoga bermanfa'at! 
Oleh: A.Hasanuddin HR.

Friday, 7 April 2017

Kisah Sahabat Rosulullah, Ukasyah

PortalRenungan.
Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum wafat. Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga kondisi beliau sangat lemah.


Pada suatu hari Rasulullah SAW meminta Bilal memanggil semua sahabat datang ke Masjid. Tidak lama, penuhlah Masjid dengan para sahabat. Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendapat taushiyah dari Rasulullah SAW.

Beliau duduk dengan lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat, menahan sakit yg tengah dideritanya.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Wahai sahabat-sahabatku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu, bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu-satunya Tuhan yang layak di sembah?"

Semua sahabat menjawab dengan suara bersemangat, " Benar wahai Rasulullah, Engkau telah sampaikan kepada kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang layak disembah."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
"Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka."

Kemudian Rasulullah bersabda lagi, dan setiap apa yg Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.

Akhirnya sampailah kepada satu pertanyaan yg menjadikan para sahabat sedih dan terharu. 

Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya, aku akan pergi menemui Allah. Dan sebelum aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua. Adakah aku berhutang kepada kalian? Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut. Karena aku tidak mau bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dg manusia."

Ketika itu semua sahabat diam, dan dalam hati masing2 berkata "Mana ada Rasullullah SAW berhutang dengan kita? Kamilah yang banyak berhutang kepada Rasulullah".

Rasulullah SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.

Tiba-tiba bangun seorang lelaki yang bernama UKASYAH, seorang sahabat mantan preman sblm masuk Islam, dia berkata:

"Ya Rasulullah! Aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap hutang, maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa".

Rasulullah SAW berkata: "Sampaikanlah wahai Ukasyah".

Maka Ukasyah pun mulai bercerita: "Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cambuk ke belakang kuda. Tetapi cambuk tsb tidak kena belakang kuda, tapi justru terkena dadaku, karena ketika itu aku berdiri dibelakang kuda yg engkau tunggangi wahai Rasulullah".

Mendengar itu, Rasulullah SAW berkata: "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yg sama."

Dengan suara yang agak tinggi, Ukasyah berkata: "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah"

Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian. 

Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah pd Ukasyah. "Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. bukankah Baginda sedang sakit..!?"

Ukasyah tidak menghiraukan semua itu. Rasulullah SAW meminta Bilal mengambil cambuk di rumah anaknya Fatimah.

Bilal meminta cambuk itu dari Fatimah, kemudian Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?"

Bilal menjawab dg nada sedih: "Cambuk ini akan digunakan Ukasyah utk memukul Rasulullah"

Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata: "Kenapa Ukasyah hendak pukul ayahku Rasulullah? Ayahku sdg sakit, kalau mau mukul, pukullah aku anaknya".

Bilal menjawab: "Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".

Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikan kepada Ukasyah.
Setelah mengambil cambuk, Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah. 

Tiba-tiba Abu bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata: "Ukasyah..! kalau kamu hendak memukul, pukullah aku. Aku orang yg pertama beriman dg apa yg Rasulullah SAW sampaikan. Akulah sahabatnya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak memukul, pukullah aku".

Rasulullah SAW: "Duduklah wahai Abu Bakar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".

Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah. Kemudian Umar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata:

"Ukasyah..! pukullah aku. Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya, itu dulu. Sekarang tidak boleh ada seorangpun yg boleh menyakiti Rasulullah Muhammad. Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah, maka langkahi dulu mayatku..!."

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dg Ukasyah".

Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah, tiba2 berdiri Ali bin Abu Talib sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW.

Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata:
"Ukasyah, pukullah aku saja. Darah yg sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah".

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Ali, ini urusan antara aku dg Ukasyah" .

Ukasyah semakin dekat dg Rasulullah. Tiba2 tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rasulullah SAW yaitu Hasan dan Husen. 

Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon. "Wahai Paman, pukullah kami. Kakek kami sedang sakit. Sesungguhnya kami ini cucu kesayangan Rasulullah, dengan memukul kami sesungguhnya itu sama dg menyakiti kakek kami."

Lalu Rasulullah SAW berkata: "Wahai cucu2 kesayanganku duduklah kalian. Ini urusan Kakek dengan Paman Ukasyah".

Begitu sampai di tangga mimbar, dg lantang Ukasyah berkata:

"Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini."

Rasulullah SAW memang manusia terbaik. Kekasih Allah itu meminta bbrp sahabat memapahnya ke bawah. Rasulullah didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata lagi:

"Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah"

Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.
Tanpa berlama-lama dalam keadaan lemah, Rasulullah membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yang sangat indah, sedang beberapa batu terikat di perut Rasulullah pertanda Rasulullah sedang menahan lapar.

Kemudian Rasulullah SAW berkata:
"Wahai Ukasyah, segeralah dan janganlah kamu berlebih2an. Nanti Allah akan murka padamu."

Ukasyah langsung menghambur menuju Rasulullah SAW, cambuk di tangannya ia buang jauh2, kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW seerat-eratnya. Sambil menangis sejadi2nya.

Ukasyah berkata:
"Ya Rasulullah, ampuni aku, maafkan aku, mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu. 

Seumur hidupku aku ber-cita-cita dapat memelukmu. Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka. 

Dan sungguh aku takut dengan api neraka. Maafkan aku ya Rasulullah..."

Rasulullah SAW dengan senyum berkata: "Wahai sahabat-sahabatku semua, kalau kalian ingin melihat ahli Surga, maka lihatlah Ukasyah..!"

Semua sahabat meneteskan air mata. Kemudian para sahabat bergantian memeluk Rasulullah SAW.

Semoga dengan membaca ini bila ada air mata ini membuktikan kecintaan kita kepada kekasih Allah SWT.

Allahumma sholli 'alaa Muhammad. 
Allahumma sholli 'alayhi wasallam
Semoga Allah Swt. selalu meridloi kita semua, Amin.

Saturday, 18 March 2017

Kisah Abdul Rahman bin Auf dengan Kurma Busuk

PortalRenungan.
Mudah-mudahan menjadi inspirasi kita akan Abdul Rahman bin Auf dengan kisah kurma busuknya. 

Kata Rasulullah saw, Abdul Rahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya. Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.  Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun memutar kepala berfikir, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin lagi supaya dapat masuk syurga lebih awal. 

Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh. Abdul Rahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat r.hum tadi  dengan harga kurma bagus. 

Semuanya bersyukur..Alhamdulillah..kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdul Rahman bin Auf. Sahabat gembira. Abdul Rahman bin Auf r.a pun gembira. Semua happy!

Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.Abdul Rahman bin Auf r.a gembira juga sebab...jatuh miskin! 

MasyaAllah..hebat. Coba kalau kita? Usaha goyang dikit, udah teriak tak tentu arah. Abdul Rahman bin Auf r.a berasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin. 

Namun.. Subhanallah..Rencana Allah itu memang terbaik.. Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk. Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang bisa menyembuhkannya adalah KURMA BUSUK !

Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdul Rahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat harga kurma biasa. 

Allahuakbar.. Jadi..yang banyak memberi rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk? 

ALLAH swt lah yang Memberi Rezeki. 

Ibroh dari kisah ini sangat special buat kita, sebab ini membuat kiya harus YAKIN bahwa rezeki itu totally dari Allah. Bukan hanya karna usaha kita itu sudah cukup bagus atau produk kita yang terbaik yang akan memberi kita omzet yang banyak. Kadang-kadang, KEYAKINAN dalam hati kita itu yang belum cukup kuat dan bulat...

We plan, but Allah has also planned everything for us. So, If something goes wrong, it went wrong for a good reason. 

Semoga kisah ini dapat menyuntik kembali semangat dalam diri kita semua,  yang sedang diuji dalam pekerjaan dan usaha kita.

Monday, 20 February 2017

Mencuri Uang Anak Sendiri

PortalRenungan.
Airmata Rasulullah menetes krn kejadian dibawah ini.

Seorang lelaki datang kpd Rasulullah SAW utk mengadukan ayahnya yg menghabiskan uang miliknya tanpa meminta izin terlebih dahulu kepadanya .

Rasulullah SAW memanggil ayah orang itu ke hadapan beliau. Ketika lelaki jompo itu datang dgn tertatih-tatih bersandar pada tongkatnya, Rasulullah SAW bertanya: 

“Betulkah kamu telah mengambil uang anakmu tanpa seizinnya ?”

“Wahai Nabi Allah,” lelaki itu menangis, “ketika aku kuat & anakku lemah, ketika aku kaya & dia miskin, aku tidak membelanjakan uangku kecuali utk memberi makan dia, bahkan terkadang aku membiarkan diriku kelaparan asalkan dia bisa makan." 

"Sekarang aku telah tua & lemah, sementara anakku tumbuh kuat. Aku telah jatuh miskin sementara anakku menjadi kaya. Dia mulai menyembunyikan uangnya dariku"

"Dahulu aku menyediakan makan utknya tp sekarang dia hanya menyiapkan makan utk dirinya. Aku tak pernah seperti dia memperlakukan aku." 

"Jika saja aku masih sekuat dulu, aku masih akan merelakan uangku untuk dia.”

Ketika mendengar hal ini, air mata Rasulullah SAW jatuh berlinang seperti untaian mutiara menimpa janggutnya yg suci . 

“Baiklah,” maka Rasulullah SAW bersabda, “Habiskan seluruh uang anakmu sekehendak hatimu. Uang itu milikmu…”

Anta wa maaluka li abika ( al hadits ).. 
Engkau & seluruh hartamu adalah kepunyaan kedua orangtuamu.

Apakah orang tua kita masih hidup ??
Mungkin kesempatan kita utk berbakti kpd mereka tdk begitu lama lagi.  

Sangat dianjurkan kita yg tinggal jauh dr orang tua, pulanglah.
Temui & pandang wajah mereka dgn penuh cinta yg tulus, krn boleh jadi wajah itu tdk akan lama lagi menghilang dari pandangan kita utk selama-lamanya.. .

Semoga bermanfaat

Friday, 23 December 2016

Inikah Makna Barokah ?

PortalRenungan.



Al Kisah.., pada suatu hari Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi membeli buah semangka untuk istrinya. Saat disantapnya ternyata buah semangka tersebut terasa hambar. Dan sang isteri pun marah.

Syeikh al-Imam Syaqiq menanggapi dengan tenang amarah istrinya itu, setelah selesai di dengarkan amarahnya, beliau bertanya dengan halus: 

"Kepada siapakah kau marah wahai istriku? Kepada pedagang buahnya kah? atau kepada pembelinya? atau kepada petani yang menanamnya? ataukah kepada yang Menciptakan Buah Semangka itu?" Tanya Syeikh al-Imam Syaqiq.

Istri beliau terdiam. Sembari tersenyum., Syeikh Syaqiq melanjutkan perkataannya: "Seorang pedagang tidak menjual sesuatu kecuali yang terbaik... Seorang pembeli pun pasti membeli sesuatu yang terbaik pula..! Begitu pula seorang petani, tentu saja ia akan merawat tanamannya agar bisa menghasilkan yang terbaik..! Maka sasaran kemarahanmu berikutnya yang tersisa, tidak lain hanya kepada yang Menciptakan Semangka itu..!"

Pertanyaan Syeikh al-Imam Syaqiq menembus ke dalam hati sanubari istrinya. Terlihat butiran air mata menetes perlahan di kedua pelupuk matanya...

Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi pun melanjutkan ucapannya: "Bertaqwalah wahai istriku...Terimalah apa yang sudah menjadi Ketetapan-Nya. Agar Alloh memberikan keberkahan pada kita”

Mendengar nasehat suaminya itu... Sang istri pun sadar, menunduk dan menangis mengakui kesalahannya dan ridho dengan apa yang telah Alloh Subhanallohu Wa Ta'ala tetapkan."

Pelajaran terpenting buat kita adalah bahwa, setiap keluhan yg terucap sama saja kita tidak ridho dengan ketetapan Alloh SWT, sehingga barokah Alloh jauh dari kita. Karena Barokah bukanlah serba cukup dan mencukupi saja, akan tetapi barokah ialah bertambahnya ketaatan kita kepada Alloh dengan segala keadaan yang ada, baik yang kita sukai atau sebaliknya.

Barokah itu: "... bertambahnya ketaatanmu kepada Alloh SWT.

Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan yang mampu membuat yang memakannya menjadi lebih taat setelah memakannya.

Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub, sakitnya menjadikannya bertambah taat kepada Alloh SWT.

Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab bin Umair.

Tanah yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan Alloh...tiada banding....tiada tara.

Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, akan tetapi yang barokah ialah ilmu yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama Alloh.

Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar dan berlimpah, tetapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rejeki bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.

Anak-anak yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan yang hebat, tetapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Robb-Nya dan kelak mereka menjadi lebih shalih dari kita & tak henti-hentinya mendo'akan kedua Orangtuanya.

Semoga kita semua selalu dianugrahi kekuatan untuk senantiasa bersyukur padaNYA, agar kita mendapatkan keberkahanNYA.

Wallahu A'lam Bisshowab....

LINK eBOOK TERPOPULER:



Monday, 12 December 2016

Biografi Kehidupan Muhammad Rosulullah SAW

PortalRenungan.

Berikut ini biografi singkat Rosulullah SAW;

KELAHIRAN
Nama :Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalibs bin Hashim. Tarikh lahir :Subuh hari Isnin, 12 Rabiulawal bersamaan 20 April 571 Masehi (dikenali sebagai Tahun Gajah; karena peristiwa tentara bergajah. Abrahah yang menyerang kota Ka'bah). Tempat lahir :Di rumah Abu Thalib, Makkah Al-Mukarramah. Nama bapak : Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hashim. Nama ibu :Aminah binti Wahab bin Abdu Manaf. Pengasuh pertama :Barakah Al-Habsyiyyah (digelar Ummu Aiman. Hamba perempuan bapak Rasulullah SAW). Ibu susu pertama : Thuwaibah (hamba perempuan Abu Lahab). Ibu susu kedua : Halimah binti Abu Zuaib As-Sa'diah (lebih dikenali Halimah As-Sa'diah, suaminya bernama Abu Kabsyah).

USIA 5 TAHUN
Peristiwa pembelahan dada Rasulullah SAW yang dilakukan oleh dua malaikat untuk mengeluarkan bahagian syaitan yang wujud di dalam hatinya.

USIA 6 TAHUN
Ibunya Aminah binti Wahab ditimpa sakit dan meninggal dunia_ di Al-Abwa ' (sebuah kampung yang terletak di antara Makkah dan Madinah, baginda dipelihara oleh Ummu Aiman (hamba perempuan bapak Rasulullah SAW) dan dibiayai oleh datuknya Abdul Muththalib.

USIA 8 TAHUN
Datuknya, Abdul Muththalib pula meninggal dunia. Baginda dipelihara pula oleh bapak saudaranya, Abu Thalib.

USIA 9 TAHUN (Setengah riwayat mengatakan pada usia 12 tahun).
Bersama bapak saudaranya, Abu Thalib bermusafir ke Syam atas urusan perniagaan. Di kota Busra, negeri Syam, seorang pendeta Nasrani bernama Bahira (Buhaira) telah bertemu ketua-ketua rombongan untuk menceritakan tentang pengutusan seorang nabi di kalangan bangsa Arab yang akan lahir pada masa itu.

USIA 20 TAHUN
Terlibat dalam peperangan Fijar. Ibnu Hisyam di dalam kitab 'Sirah', jilid1, halaman 184-187 menyatakan pada ketika itu usia Muhammad SAW ialah 14 atau 15 tahun. Baginda menyertai peperangan itu beberapa hari dan berperanan mengumpulkan anak-anak panah sahaja.

Menyaksikan ' perjanjian Al-Fudhul ' ; perjanjian damai untuk memberi pertolongan kepada orang yang didzalimi di Makkah.

USIA 25 TAHUN
Bermusafir kali kedua ke Syam atas urusan perniagaan barangan Khadijah binti Khuwailid Al-Asadiyah. Perjalanan ke Syam ditemani oleh Maisarah; lelaki suruhan Khadijah.

Baginda SAW bersama-sama Abu Thalib dan beberapa orang bapak saudaranya yang lain pergi berjumpa Amru bin Asad (bapak saudara Khadijah) untuk meminang Khadijah yang berusia 40 tahun ketika itu.

Mas kawin baginda kepada Khadijah adalah sebanyak 500 dirham.

USIA 35 TAHUN
Banjir besar melanda Makkah dan meruntuhkan dinding Ka'bah.

Pembinaan semula Ka'bah dilakukan oleh pembesar-pembesar dan penduduk
Makkah.

Rasulullah SAW diberi kemuliaan untuk meletakkan 'Hajarul-Aswad' ke
tempat asal dan sekaligus meredakan pertelingkahan berhubung perletakan
batu tersebut.

USIA 40 TAHUN
Menerima wahyu di gua Hira' sebagai pelantikan menjadi Nabi dan Rasul akhir zaman.

USIA 53 TAHUN
Berhijrah ke Madinah Al-Munawwarah dengan ditemani oleh Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq.

Sampai ke Madinah pada tanggal 12 Rabiulawal / 24 September 622M.

USIA 63 TAHUN
Kewafatan Rasulullah SAW di Madinah Al-Munawwarah pada hari Isnin, 12 Rabiulawal tahun 11Hijrah / 8 Juni 632 Masehi.

ISTERI-ISTERI RASULULLAH SAW
-Khadijah Binti Khuwailid.
-Saudah Binti Zam'ah.
-Aisyah Binti Abu Bakar (anak Sayyidina Abu Bakar).
-Hafsah binti 'Umar (anak Sayyidina 'Umar bin Al-Khattab).
-Ummi Habibah Binti Abu Sufyan.
-Hindun Binti Umaiyah (digelar Ummi Salamah).
-Zainab Binti Jahsy.
-Maimunah Binti Harith.
-Safiyah Binti Huyai bin Akhtab.
-Zainab Binti Khuzaimah (digelar 'Ummu Al-Masakin', Ibu Orang Miskin).

ANAK-ANAK RASULULLAH SAW
1. Qasim
2. Abdullah
3. Ibrahim
4. Zainab
5. Ruqaiyah
6. Ummi Kalthum
7. Fatimah Al-Zahra'

ANAK TIRI RASULULLAH SAW
Halah bin Hind bin Habbasy bin Zurarah at-Tamimi (anak kepada Sayyidatina Khadijah bersama Hind bin Habbasy. Ketika berkahwin dengan Rasulullah, Khadijah adalah seorang janda).

SAUDARA SESUSU RASULULLAH SAW
IBU SUSUAN/SAUDARA SUSUAN
1. Thuwaibah → Hamzah
2. Abu Salamah → Abdullah bin Abdul Asad

SAUDARA SUSUAN
1. Halimah Al-Saidiyyah → Abu Sufyan bin Harith bin Abdul Muthallib
2. Abdullah bin Harith bin Abdul ' Uzza
3. Syaima ' binti Harith bin Abdul ' Uzza
4. 'Aisyah binti Harith bin abdul ' Uzza

BAPAK DAN IBU SAUDARA RASULULLAH SAW
( ANAK-ANAK KEPADA ABDUL MUTHTHALIB)
1. Al-Harith
2. Muqawwam
3. Zubair
4. Hamzah ***
5. Al-Abbas ***
6. Abu Talib
7. Abu Lahab (nama asalnya Abdul Uzza)
8. Abdul Ka'bah
9. Hijl
10. Dhirar
11. Umaimah
12. Al-Bidha (Ummu Hakim)
13. Atiqah ##
14. Arwa ##
15. Umaimah
16. Barrah
17. Safiyah (ibu kepada Zubair Al-Awwam) ***

*** masuk Islam.
## Ulama berselisih pendapat tentang Islamnya.

Sabda Rasulullah SAW:
"Sesiapa yang menghidupkan sunnahku, maka sesungguhnya dia telah mencintai aku. Dan sesiapa yang mencintai aku niscaya dia bersama-samaku di dalam syurga" (Riwayat Al-Sajary daripada Anas )

اللهم صلى وسلم على سيدنا محمد وعلى آله واصحابه وسلم

KENALI NABI MUHAMMAD S.A.W. SECARA LAHIRIAH
Begitu indahnya sifat fizikal Baginda, sehinggakan seorang ulama Yahudi yang pada pertama kalinya bertemu muka dengan Baginda lantas melafazkan keislaman dan mengaku akan kebenaran apa yang disampaikan oleh Baginda.

Di antara kata-kata apresiasi para sahabat ialah:
Aku belum pernah melihat lelaki yang segagah Rasulullah saw..
Aku melihat cahaya dari lidahnya.
Seandainya kamu melihat Baginda, seolah-olah kamu melihat matahari
terbit.
Rasulullah jauh lebih cantik dari sinaran bulan.
Rasulullah umpama matahari yang bersinar.
Aku belum pernah melihat lelaki setampan Rasulullah.
Apabila Rasulullah berasa gembira, wajahnya bercahaya spt bulan purnama.
Kali pertama memandangnya sudah pasti akan terpesona.
Wajahnya tidak bulat tetapi lebih cenderung kepada bulat.
Wajahnya seperti bulan purnama.
Dahi baginda luas, raut kening tebal, terpisah di tengahnya.
Urat darah kelihatan di antara dua kening dan nampak semakin jelas semasa marah.
Mata baginda hitam dengan bulu mata yang panjang.
Garis-garis merah di bahagian putih mata, luas kelopaknya, kebiruan asli di bahagian sudut.
Hidungnya agak mancung, bercahaya penuh misteri, kelihatan luas sekali pertama kali melihatnya.
Mulut baginda sederhana luas dan cantik.
Giginya kecil dan bercahaya, indah tersusun, renggang di bahagian depan.
Apabila berkata-kata, cahaya kelihatan memancar dari giginya.
Janggutnya penuh dan tebal menawan.
Lehernya kecil dan panjang, terbentuk dengan cantik seperti arca.
Warna lehernya putih seperti perak, sangat indah.
Kepalanya besar tapi terlalu elok bentuknya.
Rambutnya sedikit ikal.
Rambutnya tebal kdg-kdg menyentuh pangkal telinga dan kdg-kdg mencecah
bahu tapi disisir rapi.
Rambutnya terbelah di tengah.
Di tubuhnya tidak banyak rambut kecuali satu garisan rambut menganjur
dari dada ke pusat.
Dadanya bidang dan selaras dgn perut. Luas bidang antara kedua bahunya lebih daripada biasa.
Seimbang antara kedua bahunya.
Pergelangan tangannya lebar, lebar tapak tangannya, jarinya juga besar
dan tersusun dgn cantik.
Tapak tangannya bagaikan sutera yang lembut.
Perut betisnya tidak lembut tetapi cantik.
Kakinya berisi, tapak kakinya terlalu licin sehingga tidak melekat air.
Terlalu sedikit daging di bahagian tumit kakinya.
Warna kulitnya tidak putih seperti kapur atau coklat tapi campuran coklat dan
putih.
Warna putihnya lebih banyak.
Warna kulit baginda putih kemerah-merahan.
Warna kulitnya putih tapi sehat.
Kulitnya putih lagi bercahaya.
Binaan badannya sempurna, tulang-temulangnya besar dan kokoh.
Badannya tidak gemuk.
Badannya tidak tinggi dan tidak pula rendah, kecil tapi berukuran sederhana lagi gagah.
Perutnya tidak buncit.
Badannya cenderung kepada tinggi, semasa berada di kalangan org ramai
baginda kelihatan lebih tinggi drpd mereka.

KESIMPULANNYA :
Nabi Muhammad sa.w adalah manusia agung yang ideal dan sebaik-baik contoh sepanjang zaman. Baginda adalah semulia-mulia insan di dunia.

Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan RasulNya mencintai.

wallahu'alam
Semoga bermanfaat bermanfaat.

LINK eBOOK POPULER:



Monday, 5 December 2016

Renungan Pagi, Kisah Seekor Siput

PortalRenungan.
Ada seekor siput selalu memandang sinis terhadap katak. Suatu hari, katak yang kehilangan kesabaran akhirnya berkata kepada siput:

"Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan, sehingga Anda begitu membenci saya?"

Siput menjawab:
"Kalian kaum katak mempunyai empat kaki & bisa melompat ke sana ke mari, tapi saya mesti membawa cangkang yang berat ini, merangkak di tanah, jadi saya merasa sangat sedih"

Katak menjawab:
"Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing-masing, hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami (katak)"

Dan seketika, ada seekor elang besar yang terbang ke arah mereka, siput dengan cepat memasukkan badannya ke dalam cangkang, sedangkan katak dimangsa oleh elang...

Siput terharu..., Akhirnya baru sadar..., ternyata cangkang yang di milikinya bukan merupakan suatu beban..., tetapi adalah kelebihannya...

Nikmatilah kehidupanmu... Tidak perlu dibandingkan dengan orang lain. Kehidupan kita ini hanyalah sawang sinawang. Rejeki tidak selalu berupa emas, permata,mutiara atau uang yang banyak, bukan pula saat kita di rumah mewah & pergi bermobil. Rejeki sebenarnya adalah jiwa dan hati yang tenang... 

Karena ketenangan dan kebahagiaan itu amat sangat mahal..."Karena bukan kebahagiaan yang menjadikan kita ber-SYUKUR... Tetapi ber-SYUKURlah yang akan menjadikan hidup kita bahagia.

Baarakallahu Fiikum.
Semoga bermanfaat

Friday, 24 June 2016

Kisah Syahidnya Tiga Panglima Perang Mu’tah

PortalRenungan.



Terukir pula dalam sejarah, syair Abdullah bin Rawahah menjelang syahidnya :

Aku bersumpah, Wahai jiwaku
Masuklah engkau, masuklah ke medan perang
Atau kupaksakan padamu
Bila semua orang telah  berbaris berteriak , MAJU …!
Mengapa masih juga membenci surga ?
Sudah lama hidupmu dalam ketenangan
Engkau tidaklah lebih dari setetes mani tua.”

Bangunan Islam tegak pertama  kali melalui usaha Rasul yang mulia, dimulai dengan masuknya manusia pilihan  ke dalam dinul Islam satu demi satu, lalu mereka dihadapkan hidup di atas panasnya bara ujian dan di atas situasi yang sangat sulit. Dihadapannya batu penggiling yang menggiling dan melumat urat syaraf, dalam hidup dan nafas mereka. Mereka hidup di atas penderitaan dan kesulitan. Melalui situasi seperti inilah tergembleng mental elemen elemen pertama yang kuat yang menjadi penopang bagi tegaknya bangunan Islam yang pertama.

Rasul sebagai pemimpin dakwah tegak berdiri menyeru manusia agar meyakini tauhid, tauhid dengan segala jenisnya. Dia mendidik dan menggembleng para pengikutnya  bukan dengan cara teori dan kajian belaka, tapi mendidik dan menggembleng mereka meyakini prinsip tauhid secara amal melalui berbagai kejadian dan peristiwa. Dimana kejadian dan peristiwa yang mereka hadapi itulah yang menjadi ajang  untuk membuktikan keyakinan mereka terhadap prinsip tauhid.  Tak mungkin bagi generasi pertama yang menjadi sentral berhimpunnya umat Islam, diberi kekuasaan di atas dunia jika tidak  di gembleng lebih dulu dengan berbagai kesulitan, ujian dan cobaan. Oleh karena itu, ketika Imam As Syafi’i ditanya , “mana yang lebih layak bagi seorang hamba diberi kekuasaaan atau diuji?” maka beliau menjawab, “tidak akan mungkin dia diberi kekuasaan hingga dia diuji lebih dahulu.”

Cobaan, kemiskinan, kesengsaraan pun menghampiri dan menghimpit dada golongan muslim dan pemimpinnya, Muhammad SAW , sehingga hati mereka naik menyesak sampai ke tenggorokan, sampai sampai Rasul SAW yang begitu tegar pun berkata , “Bilakah pertolongan Allah tiba?”

Ya Allah, cobaan cobaan demikian berat itu sampai mendorong nabi SAW berkata , “Kapankah pertolongan Allah itu tiba?” … bagaimana dengan kita…?

Begitulah kondisi pengemblengan Rasulullah dengan para sahabatnya, banyak kisah yang dapat diambil ibrahnya, guna membekali keimanan yang harus kita jaga sebaik mungkin di akhir zaman ini.

Teguhnya keyakinan Tauhid yang terangkat oleh amal soleh menuju Rabb nya untuk menjawab ujian dan godaan syetan  yang mereka alami.  Kisah ini tercatat dalam sejarah perang mu'tah.

Saat itu Rasulullah SAW telah mengirimkan pasukannya ke Mu’tah dibawah komando Zaid bin Haritsah. Pesan beliau bila dia gugur hendaklah digantikan oleh Jafar bin Abu Thalib, dan kalau ia gugur maka diambil alih oleh Abdullah bin Rawahah, pasukan ketika itu berjumlah 3.000 orang, dan pasukan romawi kala itu berkisar 100.000 prajurit , suatu jumlah yang tak berimbang. Suatu jumlah secara matematis pastilah pasukan kaum muslimin akan hancur luluh lantak  , bayangkan 1:33 , berarti kalaupun pertempuran dianggap imbang/seri berarti setiap prajurit mukmin yang terbunuh atau tidak terbunuh haruslah bisa membunuh 33 orang musuh !!!

Rasulullah sendiri membayangkan perang yang akan dihadapi akan menjadi luar biasa dasyat, karena itu beliau sendiri mengantarkan pasukannya hingga sejauh mungkin, seolah olah beliau hantarkan pasukan yang tak pernah kembali lagi dengan beliau, mengantarkan sesuatu yang akan terpisah di alam dunia, beliau antarkan sampai ke area Taniyah Al Wada…

Beberapa hari kemudian, ketika pasukan ini tiba di suatu dusun bernama Ma’an, mereka mendengar berita bahwa pasukan romawi telah berada di Ma’ab di daerah Al Balqa dengan 100.000 prajurit.

Mendengar itu semua, ada ketakutan dan keraguan di antara pasukan, sehingga pasukan muslimin memaksa tinggal selama dua malam di Ma’an  , waktu persiapan tersebut digunakan untuk menyusun dan memikirkan langkah strategi  selanjutnya, karena lawan yang dihadapi sangat besar dan tangguh dalam jumlah dan peralatan perangnya.

Hingga diantara mereka ada yang mengusulkan, ”kita laporkan saja kepada Rasulullah SAW agar dikirimkan bantuan atau diturunkan perintah untuk kita laksanakan,”

Tapi melihat kondisi adanya indikasi keraguan akan kekuatan pasukan muslimin, berdirilah Abdullah bin Rawahah membangkitkan semangat pasukan , dan ia berujar ,

“Wahai kaumku, demi Allah , sesuatu yang tidak kalian senangi tapi saat ini kalian keluar untuknya hanyalah untuk mati syahid. Kita memerangi musuh bukan berdasarkan jumlah prajurit atau kekuatan senjata, kita tidak berperang kecuali demi agama , yang dengan ini Allah melimpahkan karuniaNya kepada kita. Oleh karena itu, mari kita hadapi mereka bersama sama. Perang ini akan memberi kita satu dari dua kebaikan, kemenangan atau kematian sebagai syuhada.”

Ketika perang pecah di Mu’tah, Rasulullah sedang duduk di mimbar. Sementara mata beliau sembab tergenang air mata. Tergambar di mata beliau pertempuran sengit di Syam itu rupanya, sehingga beliau berkata,

“ Zaid sedang membawa panji-panji kemudian setan datang merayunya agar cinta dunia dan takut mati. Dia memarahi dirinya, ”sekarang, saat datang ujian atas iman, engkau hendak menyukai dunia?! Lalu ia maju bertempur dengan ganas sampai menemui ajalnya.

Rasulullah kemudian melakukan sholat ghaib untuk Zaid, setelah itu beliau melanjutkan ceritanya, “beristighfarlah untuknya. Dia telah masuk surga sebagai syuhada.

Kini panji panji dipegang oleh Jafar bin Abu Thalib, setan kembali menggoda dengan cinta dunia, senang hidup, dan benci mati, lalu dia berkata,”sekarang di saat iman diuji di hati mukminin, engkau datang pula merayu rayu!” dia maju sampai gugur sebagai syuhada.

Rasulullah melakukan sholat ghaib baginya dan berkata, “Doakanlah saudaramu ini, dia masuk surga dengan sepasang sayap.”

Beliau melanjutkan , “Panji panji itu sekarang beralih ke tangan Abdullah bin Rawahah. Dia pun akhirnya gugur, lalu pergi ke surga dengan mundur.” Golongan Anshar cemas mendengar itu dan bertanya, “Mengapa demikian , ya Rasulullah?

“pada saat dia cedera, ia menyalahkan dirinya dan sempat putus asa. Tapi kemudian semangat juangnya kembali berkobar dan berjuang sampai syahid dan masuk surga.”

ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR  gemuruh menyambut kabar syahidnya para sahabat , saudara mereka sesama muslim memasuki surga tanpa hisab…. Suatu gambaran yang indah dan penuh haru, karena  para sahabat yang saat itu hadir didepan mimbar tersebut rindu sekali dan ingin sekali meraih surga seperti ketiga panglima perang yang dikabarkan oleh Rasul tercintanya.

Begitulah bila iman sudah meresap di dalam hati mereka, yang dihadapan mereka hanya indahnya surga, walau mereka masih didunia. Segala godaan dan ujian dunia mereka hempaskan, mereka buang jauh jauh godaan tersebut. Mereka tidak menimbang faktor dunia sebagai penentu langkah perjuangannya, dan mereka tidak mundur dan tidak berbalik melihat jumlah pasukan yang tidak imbang, atau bahkan karena disebabkan kurangnya dan habisnya logistik, mereka tidak lari kebelakang,  mereka tidak memikirkan kepentingan pribadi mereka sendiri, mereka bersatu kala ancaman datang kepada mereka. Mereka hanya ada satu harapan yaitu mereka ingin masuk surga.

Semoga kita yang  mengaku ingin berjuang untuk Islam tidak terbuai dengan banyaknya dunia yang kita miliki  sehingga tujuan dakwah menjadi menyimpang atau sebaliknya merasa lemah karena kurangnya atau habisnya logistik perjuangan sehingga meninggalkan jalan dakwah…

Semoga Allah berikan ketegaran dan kesabaran dalam menjalani pahit manisnya jalan dakwah ini yang penuh liku dan mengikuti jejak para Nabi, para sahabat, dan para mujahid dakwah hingga akhir zaman  menuju surgaNya Allah… 

Semoga Ramadhan tahun ini menjadi momen yang membahagiakan untuk berhijrah untuk menjadi pribadi yang indah... 

Aamiin


Ebook Panduan Mendidik Anak
Atau bisa langsung order di sini

Friday, 17 June 2016

Allahlah yang Menilai Perbuatan dan Amal Manusia

PortalRenungan.
Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah karena sampai dengan detik ini kita masih diberikan kehidupan, yang berarti Allah masih memberikan kepada kita waktu untuk berbuat kebaikan.

Berikut ini ada sebuah kisah yang bisa memacu semangat kita untuk berbuat baik, walaupun sekecil apapun kebaikan tersebut. Karena hanya Allah yang Maha Tahu amal mana yang Allah terima.

Dahulu......, ada seorang lelaki yang beribadah selama 60 tahun lamanya. Lalu ia terfitnah oleh seorang wanita, dan berzina dengannya selama 6 hari.  Lalu ia sadar dan bertaubat. 

Ia pun pergi meninggalkan tempat ibadahnya, lalu ia singgah di sebuah masjid, dan tinggal di sana selama tiga hari tidak ada makanan. 

Suatu ketika, ada orang yang memberinya roti. Ketika ia hendak memakannya, ia melihat dua orang yang amat membutuhkan. Ia pun memotong roti tersebut dan memberikannya kepada keduanya. Sementara ia tidak makan. 

Maka Allah memerintahkan malaikat untuk menimbang antara amalannya selama 60 tahun dan zinanya selama 6 hari. Ternyata lebih berat zina selama 6 hari. Lalu Allah memerintahkan menimbang zinanya 6 hari dengan dua potong roti yang ia berikan kepada orang yang membutuhkan tersebut. Ternyata timbangannya lebih berat dua potong roti.

Kisah ini diriwayatkan oleh Nadlr bin Syumail dari perkataan ibnu Mas'ud dan ibnu Abu Nuaim meriwayatkan juga kisah yang sama dari Abu Musa Al Asy'ari dengan sanad yang shahih.

Wahai saudaraku, lihatlah dalam kisah diatas ibadah 60 tahun dikalahkan oleh zina 6 hari..
tidakkah menjadi takut hati kita untuk berbuat maksiat kepada Allah?.

Wahai saudaraku, lihatlah juga ternyata berinfak di saat kita butuh, nilainya menurut Allah melebihi ibadah selama 60 tahun.

Namun tentunya itu tidaklah mudah, karena jiwa amat mencintai harta. Kecuali orang yang Allah berikan kekuatan padanya.

Mudah-mudahan kisah diatas menginspirasi kita untuk selalu berbuat baik, walaupun menurut kita perbuatan tersebut kecil nilainya, tetapi bisa jadi besar nilainya menurut Allah.

Amin ya Rabbal 'alamin

Share, yuk! Semoga saudara-saudara kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal-amal kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Friday, 22 April 2016

Bersyukur dan Nikmatilah Apa Yang Ada Pada Diri Kita Hari Ini

PortalRenungan.
Suatu hari di sebuah universitas terkenal. Sekelompok alumnus bertamu di rumah dosen senior, setelah bertahun-tahun mereka lulus. Setelah mereka semua menggapai kesuksesan, kedudukan yang tinggi serta kemapanan ekonomi dan sosial.

Setelah saling menyapa dan berbasa-basi, masing-masing mereka mulai mengeluhkan pekerjaannya. Jadwal yang begitu padat, tugas yang menumpuk dan banyak beban lainnya yang seringkali membuat mereka stress.

Sejenak sang dosen masuk ke dalam. Beberapa saat kemudian, beliau keluar sambil membawa nampan di atasnya teko besar berisikan kopi dan berbagai jenis cangkir.

Ada cangkir-cangkir keramik tiongkok yang mewah. Cangkir-cangkir kristal. Cangkir-cangkir melamin. Dan cangkir-cangkir plastik. 

Sebagian cangkir tersebut luar biasa indahnya. Ukirannya, warnanya dan harganya yang waahh.. Namun ada juga cangkir plastik yang biasanya berada di rumah orang-orang yang amat miskin.

Sang dosen berkata, “Silahkan.. masing-masing menuangkan kopinya sendiri”.

Setelah setiap mahasiswa memegang cangkirnya, sang dosen berkata,

“Tidakkah kalian perhatikan bahwa hanya cangkir-cangkir mewah saja yang kalian pilih? Kalian enggan mengambil cangkir-cangkir yang biasa?

Manusiawi sebenarnya, saat masing-masing dari kalian berusaha mendapatkan yang paling istimewa. Namun seringkali itulah yang membuat kalian menjadi gelisah dan stress.

Sejatinya yang kalian butuhkan adalah kopi, bukan cangkirnya.

Akan tetapi kalian tergiur dengan cangkir-cangkir yang mewah. Terus perhatikanlah, setelah masing-masing kalian memegang cangkir tersebut, kalian akan terus berusaha mencermati cangkir yang dipegang orang lain!

Andaikan kehidupan adalah kopi, maka pekerjaan, harta dan kedudukan sosial adalah cangkir-cangkirnya.

Jadi, hal-hal itu hanyalah perkakas yang membungkus kehidupan. Adapun kehidupan (kopi) itu sendiri, ya tetap itu-itu saja, tidak berubah.

Saat konsentrasi kita tersedot kepada cangkir, maka saat itu pula kita akan kehilangan kesempatan untuk menikmati kopi.

Karena itu ku nasehatkan pada kalian, jangan terlalu memperhatikan cangkir, akan tetapi nikmatilah kopinya…”.

Sejatinya, inilah penyakit yang diderita manusia. Banyak orang yang tidak bersyukur kepada Allah atas apa yang ia miliki, setinggi apapun kesuksesannya. Sebab ia selalu membandingkannya dengan apa yang dimiliki orang lain.

Setelah menikah dengan seorang wanita cantik yang berakhlak mulia, ia selalu berfikir bahwa orang lain menikah dengan wanita yang lebih istimewa dari istrinya.

Sudah tinggal di rumah sendiri, namun selalu membayangkan bahwa orang lain rumahnya lebih mewah dari rumah sendiri.

Ia bukannya menikmati kehidupannya beserta istri dan anak-anaknya. Tapi justru selalu memikirkan apa yang dimiliki orang lain, seraya berkata, “Aku belum punya apa yang mereka punya”.

📚Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengingatkan,

" ﻣَﻦْ ﺃَﺻْﺒَﺢَ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺁﻣِﻨًﺎ ﻓِﻲ ﺳِﺮْﺑِﻪِ، ﻣُﻌَﺎﻓًﻰ ﻓِﻲ ﺟَﺴَﺪِﻩِ، ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻗُﻮﺕُ ﻳَﻮْﻣِﻪِ؛ ﻓَﻜَﺄَﻧَّﻤَﺎ ﺣِﻴﺰَﺕْ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ "

"Barangsiapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya dan memiliki makanan untuk hari itu; seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya". (HR. Tirmidzi dan dinilai hasan oleh al-Albani)

✒Seorang bijak berpetuah,

“Alangkah anehnya kebanyakan manusia! Mereka korbankan kesehatan untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Setelah terkumpul, gantian mereka gunakan harta tersebut untuk mengembalikan kesehatannya yang telah hilang!

Mereka selalu gelisah memikirkan masa depan, namun melupakan hari ini. Akibatnya, mereka tidak menikmati hari ini dan tidak pula hidup di masa datang.

Mereka senantiasa melihat apa yang dimiliki orang lain, namun tidak pernah melihat apa yang dimilikinya sendiri. Akibatnya, ia tidak bisa meraih apa yang dimiliki orang lain dan tidak pula bisa menikmati milik sendiri.

Mereka diciptakan untuk satu tujuan, yakni beribadah. Dunia diciptakan untuk mereka gunakan sebagai sarana beribadah. Namun justru sarana tersebut malah melalaikan mereka dari tujuan utama”.

🌹Maka, mari kita nikmati kopi kehidupan tersebut, apapun cangkirnya…😊

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍﻧْﻈُﺮُﻭﺍ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﻦْ ﻫُﻮَ ﺃَﺳْﻔَﻞَ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻨْﻈُﺮُﻭﺍ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﻦْ ﻫُﻮَ ﻓَﻮْﻗَﻜُﻢْ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺃَﺟْﺪَﺭُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺗَﺰْﺩَﺭُﻭﺍ ﻧِﻌْﻤَﺔَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢ

Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Lihatlah orang yang ada di bawah dari kalian, jangan melihat yang ada di atas kalian, karena yang demikian lebih mendorong untuk tidak mengurangi nikmat Allah atasmu."

*Kisah Secangkir Kopi*
[Ustadz Abdullah Zaen, MA]