Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Thursday, 28 November 2019

Inspirasi Pagi

Inspirasi pagi



Merubah alam menjadi pagi saja Allah mampu,
Apalagi kalau cuma merubah nasib kita

Mengatur alam semesta saja mudah bagi Nya,
Apalagi cuma mengatur hidup kita

Menerbitkan mentari di pagi hari saja Allah sanggup, 
Apalagi cuma menumbuhkan harapan baru di jiwa kita

Membagi jatah rezeki kepada semua makhluk saja Allah bisa,
Apalagi cuma memberi rezeki pada kita

Dekati Allah,
Jangan bosan berusaha dan mendekat berdoa.
Allah yang punya HAK & KUASA
Mengubah nasib dan hidup kita

INGAT.....
Berikan kebaikan yang banyak pada hari ini. Untuk mendapatkan kebaikan yang banyak pada hari yang akan datang. Hargai apa yang ada di depan mata, sebelum hilang segala-galanya

Usaha tanpa doa SOMBONG 
Doa tanpa usaha BOHONG
Wassalam

Wednesday, 19 April 2017

Setiap Aktivitas Kebaikan Mulailah Dengan Ucapan Bismillah Agar Menjadi Berkah

PortalRenungan.
Bismillahirrahman. Sobat PR mulailaih segala sesuatu yang baik dengan ucapan Bismillah, mudah-mudahan Allah memberkahi apa yang kita lakulan.



"Diceritakan; Ada seorang wanita yang memiliki suami yang munafiq. Dan adalah si wanita ini selalu memulai aktivitas nya dengan ucapan لبسم الله. Maka berkatalah (didalam hatinya) suaminya yang munafiq; 'Saya akan melakukan perbuatan yang akan membuat istri saya menjadi malu.' Maka si suami itu menyerahkan sebuah kantong kepada istrinya, dan dia berkata; 'Simpanlah kantong ini.' Maka wanita itu menyimpan kantung itu di sebuah tempat dan menutupinya. Maka si suami membuat lupa istrinya akan kantong tersebut dan dia mengambil kantong itu (tanpa sepengetahuan istrinya) dan membuangnya kedalam sumur yang ada didalam rumahnya. Kemudian dia meminta kantong itu kepada istrinya. Maka wanita itu (tanpa curiga) mendatangi tempat penyimpanan kantong itu untuk mengambilnya. dan dia mengucapkan:
لبسم الله الرحمن الرحيم
Maka Allah memerintahkan malaikat Jibril untuk segera turun (untuk mengambil kantong itu didalam sumur) dan mengembalikannya ketempatnya semula. Maka wanita itu menjulurkan tangannya untuk mengambil kantong tersebut, maka dia mendapatkan kantong itu sebagaimana dulu dia simpan. Maka dia mengambil kantong itu dan memberikannya kepada suaminya. Maka suaminya terheran-heran dengan kejadian itu dan akhirnya dia bertaubat kepada Allah dari perbuatan munafiqnya." (Dikutip dari kitab: 'Uqudul Lujain, karya syeikh Nawawie Al-Bantani. hal. 2).

Melalui sabdanya, Rosulullah telah mengingatkan kepada kita semua :

"Setiap aktivitas yang memiliki kebaikan yang tidak dimulai dengan ucapan
لبسم الله الرحمن الرحيم
maka aktivitas itu terputus buntutnya (kurang ke berkahannya) (HR. Abu Daud dari Abi Hurairoh)
Dan dalam sebuah riwayat di katakan :
"Siapa orang yang mengharapkan untuk hidup bahagia dan mati syahid maka sebaiknya dia membaca ; لبسم الله ketika melakukan tiap-tiap sesuatu (yang baik)." (Dikutip dari kitab I'anatut Tholibin. Juz.I. hal. 4)

Mari Kita Mulai Setiap Aktivitas Kebaikan Dengan Ucapan :
لبسم الله الرحمن الرحيم
Agar Memperoleh Limpahan Keberkahan Di Dunia Dan Akhirat. Amiiin

Semoga bermanfa'at! 
Oleh: A.Hasanuddin HR.

Friday, 14 April 2017

Seperti Apakah Umur Manusia yang Hakiki ?

PortalRenungan.
Sahabat PR, secara umum umur manusia adalah lama hidupnya. Namun sesungguhnya umur yang hakiki adalah waktu yang digunakan dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala. Waktu yang digunakan dalam ketaatan inilah umur sebenarnya.


Oleh karena itu, kebaikan dan ketaatan akan menambah umurnya yang sebenarnya dan yang selain itu tidaklah menambah umurnya. 

Dan standar kebaikan bukanlah terletak pada panjang atau pendeknya umur seseorang, tetapi kebaikan itu adalah bagaimana seseorang memanfaatnya umurnya untuk berbuat ketaatan kepada Allah ta’ala, sebagaimana hadits dari ‘Abdurrahman bin Abi Bakroh, dari ayahnya Abu Bakroh bahwa ada seseorang yang bertanya pada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ ». قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ »

“Wahai Rasulullah, manusia mana yang dikatakan baik?” Beliau menjawab, “Yang panjang umurnya dan baik amalnya.” Lalu manusia mana yang dikatakan jelek?”, tanya laki-laki tadi. Beliau menjawab, “Yang panjang umurnya dan jelek amalnya.” (HR. Tirmidzi no. 2330, hasan shahih)

Jika seorang hamba berpaling dari Allah dan gemar melakukan maksiat, maka dia berarti telah menyia-nyiakan umurnya. Atau bisa dikatakan bahwa dia telah mengurangi jatah umur yang diberikan kepadanya yang seharusnya dia manfaatkan untuk mengumpulkan kebaikan.

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “Ketahuilah bahwa maksiat dapat mengurangi umur dan pasti dapat pula mengurangi keberkahannya, sebagaimana pula amalan kebaikan dapat menambah keberkahan. 

Friday, 7 April 2017

Kisah Sahabat Rosulullah, Ukasyah

PortalRenungan.
Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum wafat. Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga kondisi beliau sangat lemah.


Pada suatu hari Rasulullah SAW meminta Bilal memanggil semua sahabat datang ke Masjid. Tidak lama, penuhlah Masjid dengan para sahabat. Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendapat taushiyah dari Rasulullah SAW.

Beliau duduk dengan lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat, menahan sakit yg tengah dideritanya.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Wahai sahabat-sahabatku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu, bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu-satunya Tuhan yang layak di sembah?"

Semua sahabat menjawab dengan suara bersemangat, " Benar wahai Rasulullah, Engkau telah sampaikan kepada kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang layak disembah."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
"Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka."

Kemudian Rasulullah bersabda lagi, dan setiap apa yg Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.

Akhirnya sampailah kepada satu pertanyaan yg menjadikan para sahabat sedih dan terharu. 

Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya, aku akan pergi menemui Allah. Dan sebelum aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua. Adakah aku berhutang kepada kalian? Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut. Karena aku tidak mau bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dg manusia."

Ketika itu semua sahabat diam, dan dalam hati masing2 berkata "Mana ada Rasullullah SAW berhutang dengan kita? Kamilah yang banyak berhutang kepada Rasulullah".

Rasulullah SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.

Tiba-tiba bangun seorang lelaki yang bernama UKASYAH, seorang sahabat mantan preman sblm masuk Islam, dia berkata:

"Ya Rasulullah! Aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap hutang, maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa".

Rasulullah SAW berkata: "Sampaikanlah wahai Ukasyah".

Maka Ukasyah pun mulai bercerita: "Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cambuk ke belakang kuda. Tetapi cambuk tsb tidak kena belakang kuda, tapi justru terkena dadaku, karena ketika itu aku berdiri dibelakang kuda yg engkau tunggangi wahai Rasulullah".

Mendengar itu, Rasulullah SAW berkata: "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yg sama."

Dengan suara yang agak tinggi, Ukasyah berkata: "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah"

Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian. 

Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah pd Ukasyah. "Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. bukankah Baginda sedang sakit..!?"

Ukasyah tidak menghiraukan semua itu. Rasulullah SAW meminta Bilal mengambil cambuk di rumah anaknya Fatimah.

Bilal meminta cambuk itu dari Fatimah, kemudian Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?"

Bilal menjawab dg nada sedih: "Cambuk ini akan digunakan Ukasyah utk memukul Rasulullah"

Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata: "Kenapa Ukasyah hendak pukul ayahku Rasulullah? Ayahku sdg sakit, kalau mau mukul, pukullah aku anaknya".

Bilal menjawab: "Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".

Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikan kepada Ukasyah.
Setelah mengambil cambuk, Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah. 

Tiba-tiba Abu bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata: "Ukasyah..! kalau kamu hendak memukul, pukullah aku. Aku orang yg pertama beriman dg apa yg Rasulullah SAW sampaikan. Akulah sahabatnya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak memukul, pukullah aku".

Rasulullah SAW: "Duduklah wahai Abu Bakar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".

Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah. Kemudian Umar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata:

"Ukasyah..! pukullah aku. Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya, itu dulu. Sekarang tidak boleh ada seorangpun yg boleh menyakiti Rasulullah Muhammad. Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah, maka langkahi dulu mayatku..!."

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dg Ukasyah".

Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah, tiba2 berdiri Ali bin Abu Talib sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW.

Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata:
"Ukasyah, pukullah aku saja. Darah yg sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah".

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Ali, ini urusan antara aku dg Ukasyah" .

Ukasyah semakin dekat dg Rasulullah. Tiba2 tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rasulullah SAW yaitu Hasan dan Husen. 

Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon. "Wahai Paman, pukullah kami. Kakek kami sedang sakit. Sesungguhnya kami ini cucu kesayangan Rasulullah, dengan memukul kami sesungguhnya itu sama dg menyakiti kakek kami."

Lalu Rasulullah SAW berkata: "Wahai cucu2 kesayanganku duduklah kalian. Ini urusan Kakek dengan Paman Ukasyah".

Begitu sampai di tangga mimbar, dg lantang Ukasyah berkata:

"Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini."

Rasulullah SAW memang manusia terbaik. Kekasih Allah itu meminta bbrp sahabat memapahnya ke bawah. Rasulullah didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata lagi:

"Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah"

Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.
Tanpa berlama-lama dalam keadaan lemah, Rasulullah membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yang sangat indah, sedang beberapa batu terikat di perut Rasulullah pertanda Rasulullah sedang menahan lapar.

Kemudian Rasulullah SAW berkata:
"Wahai Ukasyah, segeralah dan janganlah kamu berlebih2an. Nanti Allah akan murka padamu."

Ukasyah langsung menghambur menuju Rasulullah SAW, cambuk di tangannya ia buang jauh2, kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW seerat-eratnya. Sambil menangis sejadi2nya.

Ukasyah berkata:
"Ya Rasulullah, ampuni aku, maafkan aku, mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu. 

Seumur hidupku aku ber-cita-cita dapat memelukmu. Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka. 

Dan sungguh aku takut dengan api neraka. Maafkan aku ya Rasulullah..."

Rasulullah SAW dengan senyum berkata: "Wahai sahabat-sahabatku semua, kalau kalian ingin melihat ahli Surga, maka lihatlah Ukasyah..!"

Semua sahabat meneteskan air mata. Kemudian para sahabat bergantian memeluk Rasulullah SAW.

Semoga dengan membaca ini bila ada air mata ini membuktikan kecintaan kita kepada kekasih Allah SWT.

Allahumma sholli 'alaa Muhammad. 
Allahumma sholli 'alayhi wasallam
Semoga Allah Swt. selalu meridloi kita semua, Amin.

Monday, 20 March 2017

Rahasia Tentang Sakit

PortalRenungan.
Suatu hari Rasulullah  SAW kedatangan seorang bapak dan anak gadisnya. Bapak tersebut meminta Rasulullah SAW untuk menikahi anak gadisnya dan mengatakan bahwa anak gadisnya merupakan anak yang sangat luar biasa dimana anaknya sejak kecil sampai sekarang tidak pernah sakit.

Rasulullah SAW tersenyum dan beliau diberitahu oleh Malaikat Jibril untuk menolaknya karena tidak ada kebaikan dalam diri anak gadis itu.

Sungguh luar biasa makna dari sakit, ternyata dengan datangnya penyakit pada diri kita itu mendatangkan berbagai kebaikan. Bahkan sebagian ulama mengatakan orang yang sedang sakit dipastikan orang tersebut sedang dicintai Allah...

Sakit kalau kita sikapi dengan positif:

Sakit itu "Zikrullah"
Orang yang sedang sakit akan lebih sering menyebut Asma Allah dibandingkan ketika dalam sehatnya.

Sakit itu "Istighfar"
Orang yang sedang sakit akan teringat dosa-dosa yang pernah diperbuat, sehingga lisan akan terbimbing untuk selalu beristigfar dan memohon ampunan kepada Allah.

Sakit itu "Tauhid"
Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, kalimat thoyyibah yang akan terus digetar?

Sakit itu "Muhasabah"
Orang yang sedang sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri, menghitung-hitung bekal apa yang telah dikumpulkan untuk kembali menghadap Illahi.

Sakit itu "Jihad"
Orang yang sedang sakit tidak diperbolehkan hanya pasrah akan tetapi diwajibkan terus berusaha dan berikhtiar untuk mencapai kesembuhan.

Sakit itu "Ilmu"
Bukankah ketika sakit, kita akan memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri utk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit.

Sakit itu "Nasihat"
Orang sakit mengingatkan yang sehat untuk jaga diri. Yang sehat menghibur yang sakit agar mau bersabar. Allah cinta dan sayang keduanya.

Sakit itu "Silaturrahim"
Saat jenguk, bukankah keluarga yang jarang bertemu akhirnya datang membesuk, penuh senyum dan rindu mesra? Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah.

Sakit itu "Penggugur Dosa"
Orang yang sedang sakit sesungguhnya dia sedang dicintai sang Pencipta sekaligus sedang diberi ujian..tentu kalau diterima dengan sabar dan tawaqal akan merontokan dosa-dosa.

Sakit itu "Mustajab Do'a"
Sesungguhnya doa orang yang sedang sakit mustajab, maka saat kita menengok yang sakit disamping kita mendoakan maka mintalah doanya.
Imam As-Suyuthi  selalu keliling kota mencari orang sakit lalu beliau minta dido'akan.

Sakit itu salah satu keadaan yang "Menyulitkan Syaitan"
Orang yang sedang sakit diajak maksiat tak mampu dan tak mau. Dosa yang lalu disesali dan mohon ampunan.

Sakit itu membuat "Sedikit tertawa dan banyak menangis"
Satu sikap ke-Insyaf-an yang disukai Nabi dan para makhluk langit.

Sakit meningkatkan kualitas "Ibadah"
Rukuk - Sujud lebih khusyuk,
Tasbih - Istighfar lebih sering,
Bermunajat - Do'a jadi lebih lama.

Sakit itu memperbaiki "Akhlak"
Kesombongan terkikis, sifat tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut dan tawadhu'.

Dan pada akhirnya "SAKIT" membawa kita untuk selalu ingat akan "KEMATIAN"


Sunday, 19 March 2017

Putraku Malaikat Surgaku

PortalRenungan.
Putraku bukan si juara umum di sekolah, bukan bintang utama di pengajian, juga bukan pemain inti di lapangan futsal, dan tidak juga juara melukis ataupun pemenang lomba beladiri.

Dia adalah anak-anak sepuluh tahun , kelas lima SD, yang senang bermain tiada henti, menikmati keciprak air hujan, mengayuh sepeda menantang angin, dan tak terlalu suka belajar (belajar dalam pengertian umum orang Indonesia, yaitu membaca buku pelajaran sampai hafal titik koma nya).

Ini menyebabkan rumahku tak punya banyak piala.

Terkadang, sebongkah kecewa bergayut di hati, kecewa  pada  nilai  matematikanya yg tak sempurna padahal soalnya  gampang, kecewa  pada hafalan surat pendek al quran yang masih salah, kecewa pada kegagalan gol karena tendangannya yg lemah.

Mana pialamu , duhai kesayanganku?

Allah, Tuhan yang kuimani berbisik lembut.

“Kamu adalah ibu yang sangaaaaaaaaat jauh dari sempurna, dan putramu tak pernah menuntut lebih, dia ikhlas, tak melayangkan protes atas segala kekuranganmu, lalu kenapa kamu tak membalasnya dengan cara serupa? Kamu sedemikian banyak menuntut dari putramu,” aku terkesiap.

Sekawanan awan sedemikian rendah, gelap,  hujan memberi aba-aba mau turun, aku tergopoh  mencari jilbab, berlari ke jemuran. Dan disana…. putraku sedang  membungkuk memungut jemuran yg berjatuhan, sebelum kusuruh.

Aku tertidur pulas, terbangun mendengar suara berisik di kamar mandi, ternyata putraku sedang memandikan adik bungsunya, berjongkok menyabuni jari-jari kaki adiknya, tanpa kuminta.

Aku heran, kenapa rumah sedemikian damai, tak ada pekikan berebut mainan, ternyata putraku sedang bersimpuh di sudut kamar, membuatkan kapal-kapalan kertas secara adil untuk ketiga adiknya.

Embun dimataku mendesak keluar, ketika hujan turun deras dan  putraku  dilindungi payung lebar, berjalan ke rumah tetangga kemudian kembali dengan membawa daun sirsak untuk peningkat daya tahan tubuhku.

“Empat belas lembar, udah kupilihin yang bagus-bagus, biar mama cepet sembuh” tangannya terulur menyerahkan daun sirsak, , aku terkapar lemah kala itu.

Mataku menghangat, kuterima dengan seksama, seperti pak presiden menerima bendera pusaka.

Terimakasih putraku, engkau telah memberi piala, dan ini adalah sebenar-benarnya piala, piala yang sesungguhnya untukku.

Nak, ijinkan aku mencium tanganmu, sebagai wujud permohonan maaf atas segala tuntutanku...

Putra putri yang shalih- shalihah... juara yg sesungguhnya. 

Oleh: Dr. Hj. Netty Prasetiyani Heryawan (Isteri Kang AHER- Gubernur Jawa Barat).

Saturday, 18 March 2017

Kisah Abdul Rahman bin Auf dengan Kurma Busuk

PortalRenungan.
Mudah-mudahan menjadi inspirasi kita akan Abdul Rahman bin Auf dengan kisah kurma busuknya. 

Kata Rasulullah saw, Abdul Rahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya. Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.  Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun memutar kepala berfikir, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin lagi supaya dapat masuk syurga lebih awal. 

Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh. Abdul Rahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat r.hum tadi  dengan harga kurma bagus. 

Semuanya bersyukur..Alhamdulillah..kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdul Rahman bin Auf. Sahabat gembira. Abdul Rahman bin Auf r.a pun gembira. Semua happy!

Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.Abdul Rahman bin Auf r.a gembira juga sebab...jatuh miskin! 

MasyaAllah..hebat. Coba kalau kita? Usaha goyang dikit, udah teriak tak tentu arah. Abdul Rahman bin Auf r.a berasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin. 

Namun.. Subhanallah..Rencana Allah itu memang terbaik.. Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk. Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang bisa menyembuhkannya adalah KURMA BUSUK !

Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdul Rahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat harga kurma biasa. 

Allahuakbar.. Jadi..yang banyak memberi rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk? 

ALLAH swt lah yang Memberi Rezeki. 

Ibroh dari kisah ini sangat special buat kita, sebab ini membuat kiya harus YAKIN bahwa rezeki itu totally dari Allah. Bukan hanya karna usaha kita itu sudah cukup bagus atau produk kita yang terbaik yang akan memberi kita omzet yang banyak. Kadang-kadang, KEYAKINAN dalam hati kita itu yang belum cukup kuat dan bulat...

We plan, but Allah has also planned everything for us. So, If something goes wrong, it went wrong for a good reason. 

Semoga kisah ini dapat menyuntik kembali semangat dalam diri kita semua,  yang sedang diuji dalam pekerjaan dan usaha kita.

Friday, 17 March 2017

Bereskan Hubunganmu dengan Allah, dan Biarkan Dia Membereskan Urusan Duniamu

PortalRenungan.
Kita sering menghadapi keruwetan persoalan dalam kehidupan. Kita pusing memikirkan besok mau makan apa. Kita bingung bagaimana nasib anak-anak kita nanti. Kita juga ingin agar suatu persoalan yang sedang mengganjal bisa cepat selesai agar kita tidak lagi disulitkan olehnya.

Banyak orang menjadi frustasi dalam persoalan yang dia hadapi karena semakin kuat dia berusaha untuk menyelesaikan, semakin kuat pula persoalan itu melilitnya. Seolah-oleh seluruh energi dan waktu yang dihabiskan tetap tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Hal ini tidak jarang membuat seseorang putus asa dan merasa Tuhan tidak adil kepada dirinya.

Barangsiapa membereskan hubungan antara dirinya dengan Allah, niscaya Allah akan membereskan hubungan antara dia dan manusia semuanya.

Lantas bagaimanakah seharusnya menghadapi urusan-urusan dunia yang menyulitkan tersebut? Apakah kita bisa menghindarinya? Atau apakah semua itu memang harus dijalani?

Dalam pandangan Allah, segala urusan yang kita khawatirkan dan takutkan adalah mudah bagi-Nya. Seringkali kita berusaha menjalani itu semua dengan kekuatan diri sendiri, merasa sebagai superman yang mampu menghadapi segala-galanya. Dan Allah ingin menunjukkan bahwa sebenarnya kita tidak bisa apa-apa.

Dalam kitab Nahjul Balaghah, Ali bin Abi Thalib mengajarkan kepada kita:

“Barangsiapa membereskan hubungan antara dirinya dengan Allah, niscaya Allah akan membereskan hubungan antara dia dan manusia semuanya. Barangsiapa membereskan urusan akhiratnya, niscaya Allah akan membereskan baginya urusan dunianya. Barangsiapa selalu menjadi penasihat yang baik bagi dirinya, niscaya Allah akan menjaganya dari segala bencana.”

Mengutip kata-kata di atas, kunci dari segala persoalan yang menimpa diri kita adalah rusaknya hubungan dengan Allah. Kita terputus dengan-Nya sehingga merasa apa yang kita hadapi tidak terhubung. Padahal segala sesuatu dalam pengetahuan-Nya dan Allah dengan mudah akan membalikkan segala urusan kita dalam sekejap mata.

Karenanya jika ditimpa persoalan yang membuat sulit seakan dunia mau runtuh, periksalah hubungan kita dengan Allah. Apakah ada hak-hak-Nya yang kita langgar? Perintahnya yang kita langgar? Atau larangan-Nya yang terus menerus kita lakukan? Perbaikilah persoalan kita dengan Allah dan niscaya Dia dengan mudah akan membereskan segala urusan dunia kita. Apa yang tidak mungkin dilakukan oleh Raja dari segala Raja?

Semoga kita senantiasa diberikan karunia untuk selalu memeriksa sejauh mana hubungan kita dengan Sang Maha Pengatur Segala Urusan.

Muhammad Noer, 11 Mei 2009.
https://goo.gl/qa1SZf***

Friday, 3 March 2017

Ujian Terberat adalah Kesenangan

PortalRenungan.
Sahabat... 
Seorang arif berkata dalam sebuah buku yang ditulis oleh Ustadz Said Hawa di dalam bukunya "Mensucikan Jiwa".

Di sana tertulis: "Musibah bisa dihadapi dengan sabar oleh orang Mukmin, tetapi kesenangan tidak dapat dihadapi dengan sabar kecuali orang yang mencapai derajat Shiddiq"

Sungguh terasa benar sekali apa yang dikatakan orang arif itu. Bersabar terhadap kesenangan memang jauh lebih berat daripada bersabar terhadap musibah.

Para Sahabat Rasul pun mengatakan demikian : "Kami telah diuji dengan ujian kesulitan lalu kami bersabar, dan sekarang kami diuji dengan ujian kesenangan maka kami tidak bisa bersabar."

Masya Allah...!!!

Itulah kenapa Allah mengingatkan kita akan begitu banyaknya fitnah dunia. Agar harta, suami, istri, anak-anak kita tidak melenakan kita dari mengingat-Nya.

Hingga Allah berfirman : "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu, dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah" (Q.S. Al Munafiqun: 9)

Ketika kita diberikan ujian kesulitan, ada baiknya kita tidak mengeluhkan keadaan. Justru, semua itu seharusnya membuat kita semakin sabar dan semakin dekat dengan Allah. 

Namun sebaliknya, bila kita diberi ujian kesenangan, kita lupa. Lupa kalau setiap kesenangan itu adalah pemberian Allah, bukan hanya karena usaha kita sendiri. Hal inilah yang seringkali membuat kita lupa untuk bersyukur. Malah membuat kita takabur dan lalai.

Sahabat...
Mari terus belajar mengukur kapasitas diri. Sebab Allah Maha Mengetahui apa-apa yang pantas dan sanggup kita hadapi.

Semoga Allah senantiasa menjaga kita dari segala fitnah dunia... Semoga kita juga mampu melewati ujian apapun yang Allah berikan dengan sabar dan syukur...

Aamiin Allahumma aamiin

Monday, 20 February 2017

Mencuri Uang Anak Sendiri

PortalRenungan.
Airmata Rasulullah menetes krn kejadian dibawah ini.

Seorang lelaki datang kpd Rasulullah SAW utk mengadukan ayahnya yg menghabiskan uang miliknya tanpa meminta izin terlebih dahulu kepadanya .

Rasulullah SAW memanggil ayah orang itu ke hadapan beliau. Ketika lelaki jompo itu datang dgn tertatih-tatih bersandar pada tongkatnya, Rasulullah SAW bertanya: 

“Betulkah kamu telah mengambil uang anakmu tanpa seizinnya ?”

“Wahai Nabi Allah,” lelaki itu menangis, “ketika aku kuat & anakku lemah, ketika aku kaya & dia miskin, aku tidak membelanjakan uangku kecuali utk memberi makan dia, bahkan terkadang aku membiarkan diriku kelaparan asalkan dia bisa makan." 

"Sekarang aku telah tua & lemah, sementara anakku tumbuh kuat. Aku telah jatuh miskin sementara anakku menjadi kaya. Dia mulai menyembunyikan uangnya dariku"

"Dahulu aku menyediakan makan utknya tp sekarang dia hanya menyiapkan makan utk dirinya. Aku tak pernah seperti dia memperlakukan aku." 

"Jika saja aku masih sekuat dulu, aku masih akan merelakan uangku untuk dia.”

Ketika mendengar hal ini, air mata Rasulullah SAW jatuh berlinang seperti untaian mutiara menimpa janggutnya yg suci . 

“Baiklah,” maka Rasulullah SAW bersabda, “Habiskan seluruh uang anakmu sekehendak hatimu. Uang itu milikmu…”

Anta wa maaluka li abika ( al hadits ).. 
Engkau & seluruh hartamu adalah kepunyaan kedua orangtuamu.

Apakah orang tua kita masih hidup ??
Mungkin kesempatan kita utk berbakti kpd mereka tdk begitu lama lagi.  

Sangat dianjurkan kita yg tinggal jauh dr orang tua, pulanglah.
Temui & pandang wajah mereka dgn penuh cinta yg tulus, krn boleh jadi wajah itu tdk akan lama lagi menghilang dari pandangan kita utk selama-lamanya.. .

Semoga bermanfaat

Friday, 3 February 2017

Sudah Baik Kah Saya ... ?

PortalRenungan.
"Baik kah saya" karena saya selalu sholat 5 waktu serta tepat pada waktunya..?
"Baik kah saya" karena saya telah ber Haji & Umroh beberapa kali..?
"Baik kah saya" karena saya telah bersedekah setiap hari..?
"Baik kah saya" karena saya sehari-hari memberi nasihat dan teguran kpd orang lain yang berbuat salah..?
"Baik kah saya" karena saya sudah pakai jubah, berjenggot dan menutup aurat dengan sempurna..?
"Baik kah saya" karena setiap malam saya shalat Tahajjud, Witir, Hajat dan dzikir..?
"Baik kah saya" karena saya setiap hari ke masjid atau musholla utk shalat & menambah ilmu..?
"Baik kah saya" karena setiap saat saya update status berunsur nasihat dan dakwah..?
"Baik kah saya" karena setiap saat saya menolong orang lain..?

Al-Quran, Surah An-Najm, Ayat 32:

فلا تُزٓكُّوْا آنْفُسٓكُمْ هُوٓ آعْلٓمُ بِمٓنْ اتّٓقٓى

"Janganlah kamu menganggap diri kamu suci (orang baik) karena Allah lah yang lebih mengetahui siapa yang benar-benar bertaqwa.

Seorang Ahli hikmah ditanya orang: "Siapakah orang yang buruk..?". Dijawab olehnya: "Yaitu orang yang merasa dirinya baik".
Beliau ditanya lagi: "Siapakah orang yang baik..?"Maka dijawab: "Yaitu orang yang merasa dirinya buruk".

JANGAN MERASA DIRI KITA LEBIH BAIK DARI PADA ORANG LAIN ...

Karena kita takkan pernah tahu dimanakah dan bilakah saat HATI kita IKHLAS melakukan amalan-amalan soleh, menasihati orang serta beramal ibadah lain yang bakal diterima oleh Allah SWT ...

KITA TAK TAHU ... AMAL KITA MANAKAH YANG ALLAH TERIMA ...

Selalu letakkan diri kita dalam keadaan :
"Aku banyak kekurangan dan kelemahan ... Semua orang lain lebih baik dari aku karena hati manusia masing-masing hanya diketahui Allah"

"Akulah yang paling buruk dikalangan manusia ... Aku sedang perbaiki diri ku dan mencoba bantu orang lain untuk menjadi lebih baik"

🔸 Wujudkan KEIKHLASAN
🔹 Hindari IRI & DENGKI
🔸 Selalu mengharapkan RIDHO  ALLAH
🔹 Latih diri agar selalu TAWADHU
🔸 Jauhkan dari penyakit UJUB & TAKABUR

Selalu perbaiki diri serta orang lain dengan kelembutan dan kasih sayang.

Mari kita sama-sama belajar untuk menjadi lebih DEWASA karena Kedewasaan bukan dilihat dari umur tetapi dari Sikap, Tindakan dan Tingkah Laku

Hanya Allah yang akan terus memberi kita PETUNJUK serta JALAN KEBENARAN

Ingatlah❗... Dengan Sisa Usia Kita kalau kita tidak bisa membuat orang lain Senang... Jangan membuat hati orang lain Tersakiti karena Ucapan atau Tulisan kita.

Berdzikirlah selalu ... Semoga setiap hari Allah selalu membimbing kita semua... Aamiin Yaa Robbal Aalamiin ...

Friday, 23 December 2016

Inikah Makna Barokah ?

PortalRenungan.



Al Kisah.., pada suatu hari Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi membeli buah semangka untuk istrinya. Saat disantapnya ternyata buah semangka tersebut terasa hambar. Dan sang isteri pun marah.

Syeikh al-Imam Syaqiq menanggapi dengan tenang amarah istrinya itu, setelah selesai di dengarkan amarahnya, beliau bertanya dengan halus: 

"Kepada siapakah kau marah wahai istriku? Kepada pedagang buahnya kah? atau kepada pembelinya? atau kepada petani yang menanamnya? ataukah kepada yang Menciptakan Buah Semangka itu?" Tanya Syeikh al-Imam Syaqiq.

Istri beliau terdiam. Sembari tersenyum., Syeikh Syaqiq melanjutkan perkataannya: "Seorang pedagang tidak menjual sesuatu kecuali yang terbaik... Seorang pembeli pun pasti membeli sesuatu yang terbaik pula..! Begitu pula seorang petani, tentu saja ia akan merawat tanamannya agar bisa menghasilkan yang terbaik..! Maka sasaran kemarahanmu berikutnya yang tersisa, tidak lain hanya kepada yang Menciptakan Semangka itu..!"

Pertanyaan Syeikh al-Imam Syaqiq menembus ke dalam hati sanubari istrinya. Terlihat butiran air mata menetes perlahan di kedua pelupuk matanya...

Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi pun melanjutkan ucapannya: "Bertaqwalah wahai istriku...Terimalah apa yang sudah menjadi Ketetapan-Nya. Agar Alloh memberikan keberkahan pada kita”

Mendengar nasehat suaminya itu... Sang istri pun sadar, menunduk dan menangis mengakui kesalahannya dan ridho dengan apa yang telah Alloh Subhanallohu Wa Ta'ala tetapkan."

Pelajaran terpenting buat kita adalah bahwa, setiap keluhan yg terucap sama saja kita tidak ridho dengan ketetapan Alloh SWT, sehingga barokah Alloh jauh dari kita. Karena Barokah bukanlah serba cukup dan mencukupi saja, akan tetapi barokah ialah bertambahnya ketaatan kita kepada Alloh dengan segala keadaan yang ada, baik yang kita sukai atau sebaliknya.

Barokah itu: "... bertambahnya ketaatanmu kepada Alloh SWT.

Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan yang mampu membuat yang memakannya menjadi lebih taat setelah memakannya.

Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub, sakitnya menjadikannya bertambah taat kepada Alloh SWT.

Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab bin Umair.

Tanah yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan Alloh...tiada banding....tiada tara.

Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, akan tetapi yang barokah ialah ilmu yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama Alloh.

Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar dan berlimpah, tetapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rejeki bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.

Anak-anak yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan yang hebat, tetapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Robb-Nya dan kelak mereka menjadi lebih shalih dari kita & tak henti-hentinya mendo'akan kedua Orangtuanya.

Semoga kita semua selalu dianugrahi kekuatan untuk senantiasa bersyukur padaNYA, agar kita mendapatkan keberkahanNYA.

Wallahu A'lam Bisshowab....

LINK eBOOK TERPOPULER:



Thursday, 15 December 2016

Warnai Hidup Kita dengan Syukur dan Sabar

PortalRenungan.



Syukur Alhamdulillah selalu kita panjatkan kepada Allah. Karena sampai saat ini kita masih bisa menghirup udara segar kehidupan ini.

Sahabat...
Kesulitan merupakan bagian dari kehidupan yang harus kita jalani, untuk mengatasinya kita harus membuat sukses-sukses kecil dengan membuat tahapan untuk mengatasinya tahap demi tahap.

Sikap sabar adalah kunci dalam tahapan pemecahan masalah, sabar bukan berarti hanya diam atau pasrah, lebih jauh adalah kegigihan untuk tetap berpegang pada ketetapan Allah, proses aktif yang melibatkan akal dan iman dalam hati disertai ikhtiar mengharap keridhaan Allah SWT.

Sahabat....
Salah satu ciri kita termasuk orang beriman adalah kita mempunyai semangat, keikhlasan dan kestabilan jiwa, baik ketika mengalami kesenangan maupun ujian dan kesulitan hidup. 

Yakinlah, dengan kesulitan yang menimpa kita maka merupakan kesempatan bagi kita untuk membuktikan ketaatan dan kekuatan iman kepada Allah. Kita harus sadar bahwa saat-saat sulit merupakan saat khusus yang diciptakan Allah untuk membedakan orang yang tulus ikhlas dalam beriman kepadaNya dan sebaliknya.

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang  dikerjakannya" (Q.S Al-Baqarah :286)

Sahabat....
Sebagai seorang muslim, tidak ada kata gagal, karena bila kita mendapatkan  sesuatu yang kita harapkan maka kita harus bersyukur, begitu juga sebaliknya maka kita harus bersabar.

Kesabaran akan memberikan kedamaian dan ketenangan daripada kesedihan, dan ketabahan dapat mendatangkan hal-hal yang positif daripada kelemahan.

Yuk, jadikan syukur dan sabar selalu mewarnai hidup kita, agar Allah makin sayang dan hidup kita makin tenang.  Tetap semangat dan yakinlah akan keajaiban dari Allah yang akan muncul dalam detik hidup kita.

Semangat !!!

LINK eBOOK TERPOPULER:



Tuesday, 13 December 2016

Perbedaan Orang Baik Dengan Penyeru Kebaikan

PortalRenungan.


Sekedar jadi ORANG BAIK pasti bisa BANYAK TEMAN & bagi PENYERU KEBAIKAN malah bisa jadi BANYAK MUSUHnya.

ما الفرق بين الصالح والمصلح ؟
                   
Apa bedanya Orang Baik (Shalih) dan  Penyeru Kebaikan  (Muslih)

 ..?الصالح خيره لنفسه والمصلح خيره لنفسه ولغيره.

Orang Baik (Shalih), melakukan kebaikan untuk dirinya,  sedangkan Penyeru Kebaikan (Muslih) mengerjakan kebaikan utk dirinya dan orang lain.

الصالح تحبُه الناس. والمصلح تعاديه الناس 

Orang Baik dicintai manusia. Penyeru Kebaikan dimusuhi manusia.

.لماذا !!!؟؟
Kok gitu...?!?

الحبيب المصطفى(صلى الله عليه وسلم) قبل البعثة أحبه قومه لأنه صالح .

Rosululloh Saw sebelum diutus, beliau dicintai oleh kaumnya karena beliau adalah Orang Baik..

ولكن لما بعثه الله تعالى صار مصلحًا فعادوه وقالوا ساحر كذاب مجنون.

Namun ketika Alloh ta'ala mengutusnya sebagai Penyeru Kebaikan, kaumnya langsung memusuhinya dengan menggelarinya : Tukang Sihir, Pendusta, Gila.

ما السبب؟ لأن المصلح يصطدم بصخرةأهواء من يريد أن يصلح من فسادهم .

Apa sebabnya..? Karena Penyeru Kebaikan 'menyikat' batu besar nafsu angkara dan memperbaikinya dari kerusakan.

ولذا أوصى لقمان ابنه بالصبر حين حثه على الإصلاح لأنه سيقابل بالعداوة.

Itulah sebabnya kenapa Luqman menasihati anaknya agar BERSABAR ketika melakukan perbaikan, karena dia pasti akan menghadapi permusuhan...!

يا بني أقم الصلاة وأمر بالمعروف وانهَ عن المنكر واصبر على ما أصابك

Hai anakku, tegakkan sholat, perintahkan kebaikan, laranglah kemungkaran, dan bersabarlah atas apa yg menimpamu.

قال أهل الفضل والعلم : مصلحٌ واحدٌ أحب إلى الله من آلاف الصالحين

Berkata ahli ilmu : Penyeru Kebaikan lebih dicintai Alloh daripada ribuan Orang Baik...

لأن المصلح يحمي الله به أمة ،والصالح يكتفي بحماية نفسه

Karena melalui Penyeru Kebaikan itulah, Alloh jaga umat ini...

Sedang Orang Baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri !

فقد قال الله عزَّ و جلَّ في محكم التنزيل :

Alloh Subhanahu wa ta'alaa berfirman: 

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُون َ

"Dan tidaklah Tuhanmu membinasakan 1 negeri dengan dzalim padahal penduduknya adalah Penyeru Kebaikan (Muslih)".

ولم يقل صالحون

Alloh tidak berfirman dg memakai istilah Orang Baik (Sholih).

كونوا مصلحين ولا تكتفوا بأن تكونوا صالحين

Maka jadilah PENYERU KEBAIKAN (MUSLIH), jangan hanya merasa puas sebagai ORANG SHOLIHSHOLIH

Oleh :Satria Hadi Lubis

LINK eBOOK POPULER:


Sunday, 11 December 2016

Rosulullah Muhammad, Contoh Terbaik Sepanjang Zaman

PortalRenungan.



بسم الله الرحمن الرحيم

```Bila aku tak suka pada rasa makananku, aku teringat pada baginda Muhammad yang pernah meletakkan batu pada keliling perutnya untuk menahan lapar```

```Bila aku merasa pakaian ku cuma sedikit, aku teringat pada baginda Muhammad ﷺyang hanya punya dua helai baju seumur hidupnya```

```Bila aku merasa tidak nyaman akan tempat pembaringan ku, aku teringat pada baginda Muhammad ﷺyang tidur hanya beralas pelepah kurma dan kain kasar dalam hidupnya```

```Apabila aku menjadi begitu kikir untuk memberi dan berbagi dengan orang lain.., aku teringat pada baginda Muhammad ﷺyang pernah memberi segala-galanya sehingga dia hampir tiada apa-apa untuk dirinya```

```Bila aku fikir betapa miskinnya hidupku, aku teringat pada baginda Muhammad ﷺyang begitu cinta pada orang miskin dan ingin bersama si miskin di syurga, ia menaikkan semangatku```

```Bila aku kecewa pada mereka yg banyak menyakiti aku, aku teringat pada baginda Muhammad ﷺyang senantiasa memaafkan sesiapa saja yg berbuat jahat padanya```

```Bila aku berfikir tentang mereka yg membenci aku, aku teringat pada baginda Muhammad ﷺyang senantiasa berdoa untuk orang-orang yang telah menghina nya

```Bila orang lain tidak berterima kasih pada tiap kebaikan yang aku lakukan pada mereka, aku teringat pada baginda Muhammad ﷺyang mengingatkan aku bahawa ganjaran yg hebat hanya dari Allah SWT

```Bila tiada orang yang  menyayangi aku, aku teringat pada baginda Muhammad yang mencintaiku semenjak beribu tahun dulu``

```Apabila aku berfikir betapa sengsaranya hidup aku..., aku teringat pada Baginda Muhammad ﷺyang menempuh segala kesulitan hidup demi nikmat Iman dan Islam pada ummatnya yg dicintai & itu bagai cas positif yang menguatkan aku !```

Assalamualaika ya Rasulullah
Assalamualaika ya habiballah

Selawat dan salam ke atas baginda junjungan besar , contoh terbaik sepanjang zaman. Terima Kasih Ya Rasulullah untuk nikmat iman dan islam . Syafaatkan daku di akhirat nanti

Kerinduan padamu takkan pernah padam selamanya pada mu Ya Habiballah Muhammad s.a.w.

اللهم صل على محمد وآل محمد

Ebook Mendidik Anak Sholeh
Untuk pemesanan bisa langsung klik disini

Friday, 9 December 2016

Berhati-hatilah Menapaki Kehidupan

PortalRenungan.



Berhati-hati menjadi perisai diri kala mengarungi perjalanan yang akan bertepi. Hingga Hasan Al Bisri memberikan sebuah nasihat.... "Masalah kita di akhirat kelak itu lebih berat dibanding masalah kita yang ada di dunia".

Saatnya kita kembali menata hati dan tabiat agar perangai nampak elok di mata kerabat dan sahabat. Bersikap baik menjadi keharusan hingga cinta manusia bisa kita rasakan. Semua mempunyai nilai di hadapan Allah SWT dan menjadi perhitungan kelak di Yaumul Mizan.

Dalam kitab Al Mughirah ada sebuah nasihat yang indah.... "Sebesar apa cintamu pada Allah sebesar itulah cinta manusia terhadapmu.  Setakut apa diri ini kepada Allah SWT sesegan itulah manusia kala bersikap kepadamu."

Bersikap baik salah satu kunci untuk kita meraih kemuliaan. Kenyamanan kita dalam kebersamaan menempuhi perjalanan bisa jadi gambaran kehidupan kita di kemudian. Cintailah saudara kita sepenuh hati kita agar mereka menjadi saksi untuk kita ketika tak ada lagi yang bisa kita bawa selain amal yang sudah dikumpulkan...

Semoga kita menjadi pribadi yang hati-hati. Pribadi yang saling mencintai sepenuh hati karena Ilahi. Bukan pribadi yang penuh benci lantaran emosi diri yang tiada terkendali.
Supaya layak menikmati reuni di Jannah nanti.

Aamiin ya Rabb.

Oleh: Rochma Yulika 


Thursday, 8 December 2016

Mencari Surga dengan Kerja

PortalRenungan.

"Untuk apa bekerja?" Bila ada yang menjawab: untuk mendapat gaji, salahkah? Tidak. Justru Rasulullah menyalahkan para majikan yang memperkerjakan seseorang tapi enggan memberikan hak pekerja: gaji. 

Dalam Shahih Bukhari disebutkan sabda Nabi shallallahu `alaihi wa sallama; Bahwa di antara musuh Nabi kelak pada hari kiamat adalah orang yang memperkerjakan orang lain, tapi setelah selesai tugasnya, si pekerja tidak diberikan gajinya.

Apakah hanya gaji yang menjadi tujuan? Pernah saat mengajar di depan kelas, saya bertanya kepada para mahasiswa. Bila kelak kalian bekerja, apa tujuan anda? Jawabannya beragam yang bermuara pada: mencari uang dan mengembangkan profesi. Tapi, ada yang menarik. Dari sekitar 35 mahasiswa ada satu orang yang menjawab: Ibadah.

Bekerja adalah ibadah. Logika ibadah dalam kerja hanya dimiliki oleh Islam. Kerja profesi tidak diukur dengan standar materi. Berbeda dengan masyarakat kapitalis yang cenderung materialis, mekanisme kerja tidak bisa dilepaskan dengan materi. Bahkan materi menjadi ukuran kesuksesan.

Ukuran kerja sebagai ibadah adalah mardhatillah dan mahabbatullah. Apakah kerja profesi yang ditekuni mampu mengundang ridha dan cinta Allah? Itulah Syumuliyatu al ibadah (ibadah dalam makna yang integral). Itulah makna pengabdian seutuhnya, 

”Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Al An`am: 162)

Bagaimana agar kerja menjadi ibadah dan berbuah surga? Dalam buku Al Ibadah fi al Islam disebutkan bahwa kerja yang bersifat duniawi, profesi, dan materi akan menjadi ibadah apabila memenuhi lima hal:

- Pertama, pekerjaan itu masyru` (legal) dalam pandangan Islam. Adapun profesi dan pekerjaan yang tidak selaras dengan Islam bahkan yang bertentangan dengan Islam, tidak dianggap ibadah. Karena Allah itu baik dan hanya menerima yang baik.

- Kedua, pekerjaan itu diiringi dengan niat yang baik. Niat menjaga kehormatan diri. Niat memenuhi kebutuhan keluarga. Niat memberi manfaat bagi umat. Dan niat memakmurkan bumi.

- Ketiga, pekerjaan itu ditunaikan dengan sebaik mungkin, profesional atau itqan. Karena Allah menyukai hamba yang bekerja dengan itqan.

- Keempat, menjaga batas dan aturan Allah dalam pekerjaan dan profesi yang ditekuni. Tidak berbuat dhalim. Tidak mengkhianati mitra. Tidak menipu. Dan tidak melanggar hak orang lain.

- Kelima, kesibukan kerja dan menekuni profesi tidak membuat diri melupakan kewajiban kepada Allah. Meskipun sibuk bekerja, ia tetap berdizikir, ia tetap shalat bila waktunya tiba, tetap berzakat saat hartanya mencapai nishab.

Itulah kerja yang tergolong ibadah dan berbuah surga bi idznillah.

Dengan harapan terkabulnya doa Nabi: “Ya Allah, berkahilah umat-ku di waktu pagi mereka ....”(HR. Ibnu Majah, Shahih)

Oleh: Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA.

Berhati-hatilah dalam Menjaga Hati

PortalRenungan.


Maka berhati-hatilah menjaga hati. Ia bagai angin kala tenang, bertiup sepoi-sepoi akan hadirkan kesejukan. Namun bila bertiup kencang bahkan berputar arah maka akan porak-porandalah kehidupan.

Perubahannya, gejolaknya, letupannya tidak butuh waktu lama untuk menjadi seperti apa. Apakah akan menjadi hati yang muthma’inah atau hati yang lawwamah.

Apakah hati kita selalu bersih hingga mampu untuk menjadi cermin bagi kita. Atau membiarkan hati kita kotor hingga tak ada cahaya yang bisa menampakkan bayangan kala kita becermin.

Inilah seni menata hati. Inilah pilihan yang ada di hadapan kita. Tinggal bagaimana kita menyikapi segala yang ditawarkan. Karena tawaran yang ada cukup membuat kita sulit untuk mengelak dan seolah ada magnet yang sangat kuat yang bisa menarik kita ke dalam cengkeramannya.

Kadang kita harus terluka dalam pertarungan itu. Sedemikian dahsyatnya godaan itu hingga kadang tersandung, tersungkur, bahkan terjerembap. Tak sedikit energi yang kita keluarkan untuk melawannya, melawan pertentangan dalam diri.

Adanya daya tarik menarik yang kuat antara harapan dan kenyataan yang dihadapi. Bahkan kala habis energi kita untuk melawannya, habis pula diri kita dan hancurlah masa depan kita. Masa depan dunia kita apalagi akhirat kita.

Bila hati terbuai pesona dunia atau mendendam pada deritanya dan kita tak kuasa membendungnya, hanya cahaya-Nya yang kita harapkan hadir pasti, bila bukan karena penjagaan-Nya hati kita sesungguhnya rapuh dan mudah hancur berkeping-keping. Derai air mata pun tak mampu menjadi gambaran derita jiwa yang berjuang menghadapi kenyataan.

Dalam hati yang tersandung tak ada duka yang abadi, Saudariku, semua pasti kan berlalu. Semua di dunia hanya sementara. Sedih dan gembira, duka dan tawa, nestapa dan bahagia. Semua kan datang silih berganti.

Inilah fenomena kehidupan yang tak satu orang pun melewatkan. Maka bersabarlah. Dan badai pun pasti berlalu. Namun bila badai tak kunjung berlalu, nikmatilah badai itu dan menarilah di bawah pusarannya.

Dalam hati yang tersandung. Bila air mata enggan menyusut, pergilah bersujud. Bila gulana jiwa tak mampu tertahan dalam rasa, berdoalah pada yang Mahakuasa. Masih ada istighfar bila kita tak mampu untuk tegar. Masih ada tahmid bila hati kita masih terasa sakit. Masih ada tasbih bila hati kita masih terasa perih. Dan masih ada tahlil bila kita merasa terkucil. Bersabar dan ikhlas menjadikan semua yang hadir tampak indah.

Wahai Muslimah tangguh.... Dari sekian banyak penyebab hati menjadi tersandung adalah fitnah dunia. Fitnah di sini artinya ujian, cobaan.

Seperti Allah bahasakan dalam Al-Qur`an Surat Ali ‘Imran [3]:14, “Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.”

Oleh: Rochma Yulika.




Monday, 5 December 2016

Renungan Pagi, Kisah Seekor Siput

PortalRenungan.
Ada seekor siput selalu memandang sinis terhadap katak. Suatu hari, katak yang kehilangan kesabaran akhirnya berkata kepada siput:

"Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan, sehingga Anda begitu membenci saya?"

Siput menjawab:
"Kalian kaum katak mempunyai empat kaki & bisa melompat ke sana ke mari, tapi saya mesti membawa cangkang yang berat ini, merangkak di tanah, jadi saya merasa sangat sedih"

Katak menjawab:
"Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing-masing, hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami (katak)"

Dan seketika, ada seekor elang besar yang terbang ke arah mereka, siput dengan cepat memasukkan badannya ke dalam cangkang, sedangkan katak dimangsa oleh elang...

Siput terharu..., Akhirnya baru sadar..., ternyata cangkang yang di milikinya bukan merupakan suatu beban..., tetapi adalah kelebihannya...

Nikmatilah kehidupanmu... Tidak perlu dibandingkan dengan orang lain. Kehidupan kita ini hanyalah sawang sinawang. Rejeki tidak selalu berupa emas, permata,mutiara atau uang yang banyak, bukan pula saat kita di rumah mewah & pergi bermobil. Rejeki sebenarnya adalah jiwa dan hati yang tenang... 

Karena ketenangan dan kebahagiaan itu amat sangat mahal..."Karena bukan kebahagiaan yang menjadikan kita ber-SYUKUR... Tetapi ber-SYUKURlah yang akan menjadikan hidup kita bahagia.

Baarakallahu Fiikum.
Semoga bermanfaat

Sunday, 4 December 2016

Sabarlah, Ujian ini hanya Sebagian Kecil Cinta Allah Padamu

PortalRenungan.
Alhamdulillah sampai dengan hari ini kita masih diberikan kekuatan untuk menjalani kehidupan dunia ini. Ya kita harus sabar menjalani setiap langkah kehidupan ini.

Itulah kenapa sabar memiliki banyak tantangan. Banyak manusia mengatakan "Apasih sabar-sabar, ente kan ga ngalamin apa yang ane hadapi."

Sabar...
Sabar itu memiliki keutamaan yang sangat besar namun sulit di lakukan. Kenapa sulit?. Karena ganjarannya adalah surga. Dan tahapannya yang luar biasa: *Sabar aja*, *Sabar dulu*, *Sabar lagi.*

"...Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai  orang-orang yang sabar.
[QS. Ali 'Imran: Ayat 146]

"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,
[QS. Al-Baqarah: Ayat 155]

"Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."
[QS. Al-Baqarah: Ayat 157]

Dan orang yang sabar karena mengharap keridaan TuhanNya, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).
[QS. Ar-Ra'd: Ayat 22]

Dengan sikap sabar, kita selalu bersama Allah, pahala tanpa batas dan kedudukan yang mulia.

Seharusnya hal ini menjadikan kita seseorang yang berkeinginan kuat dan semangat untuk mewujudkan kesabaran itu sendiri, yakni kesabaran yang tiada batas. Maka miliki surga yang paling atas.

Perbanyaklah rasa syukurmu, maka nikmatilah kesabaran mu.

Semoga kita tidak menjadi KUFUR NIKMAT dengan terlalu MELEBIH-LEBIHKAN keluh kesah terhadap ujian ALLAH...

Wallahu a'lam bishowab

Oleh : Rayen el Shirazy