Saturday, 18 March 2017

Kisah Abdul Rahman bin Auf dengan Kurma Busuk

PortalRenungan.
Mudah-mudahan menjadi inspirasi kita akan Abdul Rahman bin Auf dengan kisah kurma busuknya. 

Kata Rasulullah saw, Abdul Rahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya. Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.  Maka mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun memutar kepala berfikir, bagaimana agar bisa kembali menjadi miskin lagi supaya dapat masuk syurga lebih awal. 

Setelah Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh. Abdul Rahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat r.hum tadi  dengan harga kurma bagus. 

Semuanya bersyukur..Alhamdulillah..kurma yang dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras! Diborong semuanya oleh Abdul Rahman bin Auf. Sahabat gembira. Abdul Rahman bin Auf r.a pun gembira. Semua happy!

Sahabat lain gembira sebab semua dagangannya laku.Abdul Rahman bin Auf r.a gembira juga sebab...jatuh miskin! 

MasyaAllah..hebat. Coba kalau kita? Usaha goyang dikit, udah teriak tak tentu arah. Abdul Rahman bin Auf r.a berasa sangat lega, sebab tahu akan bakal masuk surga dulu, sebab sudah miskin. 

Namun.. Subhanallah..Rencana Allah itu memang terbaik.. Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, Raja Yaman mencari kurma busuk. Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang bisa menyembuhkannya adalah KURMA BUSUK !

Utusan Raja Yaman berniat memborong semua kurma Abdul Rahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat harga kurma biasa. 

Allahuakbar.. Jadi..yang banyak memberi rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk? 

ALLAH swt lah yang Memberi Rezeki. 

Ibroh dari kisah ini sangat special buat kita, sebab ini membuat kiya harus YAKIN bahwa rezeki itu totally dari Allah. Bukan hanya karna usaha kita itu sudah cukup bagus atau produk kita yang terbaik yang akan memberi kita omzet yang banyak. Kadang-kadang, KEYAKINAN dalam hati kita itu yang belum cukup kuat dan bulat...

We plan, but Allah has also planned everything for us. So, If something goes wrong, it went wrong for a good reason. 

Semoga kisah ini dapat menyuntik kembali semangat dalam diri kita semua,  yang sedang diuji dalam pekerjaan dan usaha kita.

Friday, 17 March 2017

Bereskan Hubunganmu dengan Allah, dan Biarkan Dia Membereskan Urusan Duniamu

PortalRenungan.
Kita sering menghadapi keruwetan persoalan dalam kehidupan. Kita pusing memikirkan besok mau makan apa. Kita bingung bagaimana nasib anak-anak kita nanti. Kita juga ingin agar suatu persoalan yang sedang mengganjal bisa cepat selesai agar kita tidak lagi disulitkan olehnya.

Banyak orang menjadi frustasi dalam persoalan yang dia hadapi karena semakin kuat dia berusaha untuk menyelesaikan, semakin kuat pula persoalan itu melilitnya. Seolah-oleh seluruh energi dan waktu yang dihabiskan tetap tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Hal ini tidak jarang membuat seseorang putus asa dan merasa Tuhan tidak adil kepada dirinya.

Barangsiapa membereskan hubungan antara dirinya dengan Allah, niscaya Allah akan membereskan hubungan antara dia dan manusia semuanya.

Lantas bagaimanakah seharusnya menghadapi urusan-urusan dunia yang menyulitkan tersebut? Apakah kita bisa menghindarinya? Atau apakah semua itu memang harus dijalani?

Dalam pandangan Allah, segala urusan yang kita khawatirkan dan takutkan adalah mudah bagi-Nya. Seringkali kita berusaha menjalani itu semua dengan kekuatan diri sendiri, merasa sebagai superman yang mampu menghadapi segala-galanya. Dan Allah ingin menunjukkan bahwa sebenarnya kita tidak bisa apa-apa.

Dalam kitab Nahjul Balaghah, Ali bin Abi Thalib mengajarkan kepada kita:

“Barangsiapa membereskan hubungan antara dirinya dengan Allah, niscaya Allah akan membereskan hubungan antara dia dan manusia semuanya. Barangsiapa membereskan urusan akhiratnya, niscaya Allah akan membereskan baginya urusan dunianya. Barangsiapa selalu menjadi penasihat yang baik bagi dirinya, niscaya Allah akan menjaganya dari segala bencana.”

Mengutip kata-kata di atas, kunci dari segala persoalan yang menimpa diri kita adalah rusaknya hubungan dengan Allah. Kita terputus dengan-Nya sehingga merasa apa yang kita hadapi tidak terhubung. Padahal segala sesuatu dalam pengetahuan-Nya dan Allah dengan mudah akan membalikkan segala urusan kita dalam sekejap mata.

Karenanya jika ditimpa persoalan yang membuat sulit seakan dunia mau runtuh, periksalah hubungan kita dengan Allah. Apakah ada hak-hak-Nya yang kita langgar? Perintahnya yang kita langgar? Atau larangan-Nya yang terus menerus kita lakukan? Perbaikilah persoalan kita dengan Allah dan niscaya Dia dengan mudah akan membereskan segala urusan dunia kita. Apa yang tidak mungkin dilakukan oleh Raja dari segala Raja?

Semoga kita senantiasa diberikan karunia untuk selalu memeriksa sejauh mana hubungan kita dengan Sang Maha Pengatur Segala Urusan.

Muhammad Noer, 11 Mei 2009.
https://goo.gl/qa1SZf***

Friday, 10 March 2017

Agar diberikan Keturunan yang baik dan Sholeh

PortalRenungan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلا أَوْلادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمْ الْخَاسِرُونَ

“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al Munafiqun: 9)

Ayat-ayat di atas bukan berarti memerintahkan kita untuk meninggalkan anak-anak kita atau menganjurkan kita agar memohon kepada Allah agar tidak memberikan kita anak, bukan demikian maksudnya. Maksudnya adalah agar kita memohon kepada Allah keturunan yang baik dan shaleh, sebagaimana permintaan Nabi Zakariya ‘alaihissalam,nsn

Friday, 3 March 2017

Ujian Terberat adalah Kesenangan

PortalRenungan.
Sahabat... 
Seorang arif berkata dalam sebuah buku yang ditulis oleh Ustadz Said Hawa di dalam bukunya "Mensucikan Jiwa".

Di sana tertulis: "Musibah bisa dihadapi dengan sabar oleh orang Mukmin, tetapi kesenangan tidak dapat dihadapi dengan sabar kecuali orang yang mencapai derajat Shiddiq"

Sungguh terasa benar sekali apa yang dikatakan orang arif itu. Bersabar terhadap kesenangan memang jauh lebih berat daripada bersabar terhadap musibah.

Para Sahabat Rasul pun mengatakan demikian : "Kami telah diuji dengan ujian kesulitan lalu kami bersabar, dan sekarang kami diuji dengan ujian kesenangan maka kami tidak bisa bersabar."

Masya Allah...!!!

Itulah kenapa Allah mengingatkan kita akan begitu banyaknya fitnah dunia. Agar harta, suami, istri, anak-anak kita tidak melenakan kita dari mengingat-Nya.

Hingga Allah berfirman : "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu, dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah" (Q.S. Al Munafiqun: 9)

Ketika kita diberikan ujian kesulitan, ada baiknya kita tidak mengeluhkan keadaan. Justru, semua itu seharusnya membuat kita semakin sabar dan semakin dekat dengan Allah. 

Namun sebaliknya, bila kita diberi ujian kesenangan, kita lupa. Lupa kalau setiap kesenangan itu adalah pemberian Allah, bukan hanya karena usaha kita sendiri. Hal inilah yang seringkali membuat kita lupa untuk bersyukur. Malah membuat kita takabur dan lalai.

Sahabat...
Mari terus belajar mengukur kapasitas diri. Sebab Allah Maha Mengetahui apa-apa yang pantas dan sanggup kita hadapi.

Semoga Allah senantiasa menjaga kita dari segala fitnah dunia... Semoga kita juga mampu melewati ujian apapun yang Allah berikan dengan sabar dan syukur...

Aamiin Allahumma aamiin

Monday, 20 February 2017

Mencuri Uang Anak Sendiri

PortalRenungan.
Airmata Rasulullah menetes krn kejadian dibawah ini.

Seorang lelaki datang kpd Rasulullah SAW utk mengadukan ayahnya yg menghabiskan uang miliknya tanpa meminta izin terlebih dahulu kepadanya .

Rasulullah SAW memanggil ayah orang itu ke hadapan beliau. Ketika lelaki jompo itu datang dgn tertatih-tatih bersandar pada tongkatnya, Rasulullah SAW bertanya: 

“Betulkah kamu telah mengambil uang anakmu tanpa seizinnya ?”

“Wahai Nabi Allah,” lelaki itu menangis, “ketika aku kuat & anakku lemah, ketika aku kaya & dia miskin, aku tidak membelanjakan uangku kecuali utk memberi makan dia, bahkan terkadang aku membiarkan diriku kelaparan asalkan dia bisa makan." 

"Sekarang aku telah tua & lemah, sementara anakku tumbuh kuat. Aku telah jatuh miskin sementara anakku menjadi kaya. Dia mulai menyembunyikan uangnya dariku"

"Dahulu aku menyediakan makan utknya tp sekarang dia hanya menyiapkan makan utk dirinya. Aku tak pernah seperti dia memperlakukan aku." 

"Jika saja aku masih sekuat dulu, aku masih akan merelakan uangku untuk dia.”

Ketika mendengar hal ini, air mata Rasulullah SAW jatuh berlinang seperti untaian mutiara menimpa janggutnya yg suci . 

“Baiklah,” maka Rasulullah SAW bersabda, “Habiskan seluruh uang anakmu sekehendak hatimu. Uang itu milikmu…”

Anta wa maaluka li abika ( al hadits ).. 
Engkau & seluruh hartamu adalah kepunyaan kedua orangtuamu.

Apakah orang tua kita masih hidup ??
Mungkin kesempatan kita utk berbakti kpd mereka tdk begitu lama lagi.  

Sangat dianjurkan kita yg tinggal jauh dr orang tua, pulanglah.
Temui & pandang wajah mereka dgn penuh cinta yg tulus, krn boleh jadi wajah itu tdk akan lama lagi menghilang dari pandangan kita utk selama-lamanya.. .

Semoga bermanfaat

Friday, 3 February 2017

Sudah Baik Kah Saya ... ?

PortalRenungan.
"Baik kah saya" karena saya selalu sholat 5 waktu serta tepat pada waktunya..?
"Baik kah saya" karena saya telah ber Haji & Umroh beberapa kali..?
"Baik kah saya" karena saya telah bersedekah setiap hari..?
"Baik kah saya" karena saya sehari-hari memberi nasihat dan teguran kpd orang lain yang berbuat salah..?
"Baik kah saya" karena saya sudah pakai jubah, berjenggot dan menutup aurat dengan sempurna..?
"Baik kah saya" karena setiap malam saya shalat Tahajjud, Witir, Hajat dan dzikir..?
"Baik kah saya" karena saya setiap hari ke masjid atau musholla utk shalat & menambah ilmu..?
"Baik kah saya" karena setiap saat saya update status berunsur nasihat dan dakwah..?
"Baik kah saya" karena setiap saat saya menolong orang lain..?

Al-Quran, Surah An-Najm, Ayat 32:

فلا تُزٓكُّوْا آنْفُسٓكُمْ هُوٓ آعْلٓمُ بِمٓنْ اتّٓقٓى

"Janganlah kamu menganggap diri kamu suci (orang baik) karena Allah lah yang lebih mengetahui siapa yang benar-benar bertaqwa.

Seorang Ahli hikmah ditanya orang: "Siapakah orang yang buruk..?". Dijawab olehnya: "Yaitu orang yang merasa dirinya baik".
Beliau ditanya lagi: "Siapakah orang yang baik..?"Maka dijawab: "Yaitu orang yang merasa dirinya buruk".

JANGAN MERASA DIRI KITA LEBIH BAIK DARI PADA ORANG LAIN ...

Karena kita takkan pernah tahu dimanakah dan bilakah saat HATI kita IKHLAS melakukan amalan-amalan soleh, menasihati orang serta beramal ibadah lain yang bakal diterima oleh Allah SWT ...

KITA TAK TAHU ... AMAL KITA MANAKAH YANG ALLAH TERIMA ...

Selalu letakkan diri kita dalam keadaan :
"Aku banyak kekurangan dan kelemahan ... Semua orang lain lebih baik dari aku karena hati manusia masing-masing hanya diketahui Allah"

"Akulah yang paling buruk dikalangan manusia ... Aku sedang perbaiki diri ku dan mencoba bantu orang lain untuk menjadi lebih baik"

🔸 Wujudkan KEIKHLASAN
🔹 Hindari IRI & DENGKI
🔸 Selalu mengharapkan RIDHO  ALLAH
🔹 Latih diri agar selalu TAWADHU
🔸 Jauhkan dari penyakit UJUB & TAKABUR

Selalu perbaiki diri serta orang lain dengan kelembutan dan kasih sayang.

Mari kita sama-sama belajar untuk menjadi lebih DEWASA karena Kedewasaan bukan dilihat dari umur tetapi dari Sikap, Tindakan dan Tingkah Laku

Hanya Allah yang akan terus memberi kita PETUNJUK serta JALAN KEBENARAN

Ingatlah❗... Dengan Sisa Usia Kita kalau kita tidak bisa membuat orang lain Senang... Jangan membuat hati orang lain Tersakiti karena Ucapan atau Tulisan kita.

Berdzikirlah selalu ... Semoga setiap hari Allah selalu membimbing kita semua... Aamiin Yaa Robbal Aalamiin ...

Wednesday, 4 January 2017

Perbedaan Orang Benar dan Orang Yang Merasa Benar

PortalRenungan.



Menjadi benar itu penting, namun merasa benar itu tidak baik. Kearifan akan membuat seorang menjadi benar, bukan merasa benar.

Perbedaan orang benar dan orang yang merasa benar : orang benar, tidak akan berpikiran bahwa ia adalah yg paling benar. Sebaliknya orang yang merasa benar, di dalam pikirannya hanya dirinyalah yang paling benar.

Orang benar, bisa menyadari kesalahannya. Sedangkan orang yang merasa benar, merasa tidak perlu untuk mengaku salah.

Orang benar, setiap saat akan introspeksi diri dan bersikap rendah hati. Tetapi orang yang merasa benar, merasa tidak perlu introspeksi. Karena merasa sudah benar, mereka cenderung tinggi hati.

Orang benar memiliki kelembutan hati. Ia dapat menerima masukan dan kritikan dari siapa saja, sekalipun itu dari anak kecil. Orang yang merasa benar, hatinya Keras, ia sulit untuk menerima nasihat dan masukan apalagi kritikan.

Orang benar akan selalu menjaga perkataan dan perilakunya, serta berucap penuh kehati-hatian. Orang yang merasa benar : berpikir, berkata, dan berbuat sekehendak hatinya, tanpa pertimbangan/pedulikan perasaan orang lain.

Pada akhirnya, orang benar akan dihormati, dicintai dan disegani oleh hampir semua orang. Sedangkan orang yang merasa benar sendiri hanya akan disanjung oleh mereka yang berpikiran sempit, dan yang sepemikiran dengannya, atau mereka yang hanya sekedar ingin memanfaatkan dirinya.

Mari terus memperbaiki diri untuk bisa menjadi benar, agar tidak selalu merasa benar.

Bila kita sudah termasuk tipe orang benar, bertahanlah dan tetaplah dalam kebenaran dan rendah hati serta berupaya untuk memberi keberkahan.

Habib Dr. Salim Segaf Al-Jufri M.AA

LINK eBOOK TERPOPULER:




Friday, 23 December 2016

Inikah Makna Barokah ?

PortalRenungan.



Al Kisah.., pada suatu hari Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi membeli buah semangka untuk istrinya. Saat disantapnya ternyata buah semangka tersebut terasa hambar. Dan sang isteri pun marah.

Syeikh al-Imam Syaqiq menanggapi dengan tenang amarah istrinya itu, setelah selesai di dengarkan amarahnya, beliau bertanya dengan halus: 

"Kepada siapakah kau marah wahai istriku? Kepada pedagang buahnya kah? atau kepada pembelinya? atau kepada petani yang menanamnya? ataukah kepada yang Menciptakan Buah Semangka itu?" Tanya Syeikh al-Imam Syaqiq.

Istri beliau terdiam. Sembari tersenyum., Syeikh Syaqiq melanjutkan perkataannya: "Seorang pedagang tidak menjual sesuatu kecuali yang terbaik... Seorang pembeli pun pasti membeli sesuatu yang terbaik pula..! Begitu pula seorang petani, tentu saja ia akan merawat tanamannya agar bisa menghasilkan yang terbaik..! Maka sasaran kemarahanmu berikutnya yang tersisa, tidak lain hanya kepada yang Menciptakan Semangka itu..!"

Pertanyaan Syeikh al-Imam Syaqiq menembus ke dalam hati sanubari istrinya. Terlihat butiran air mata menetes perlahan di kedua pelupuk matanya...

Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi pun melanjutkan ucapannya: "Bertaqwalah wahai istriku...Terimalah apa yang sudah menjadi Ketetapan-Nya. Agar Alloh memberikan keberkahan pada kita”

Mendengar nasehat suaminya itu... Sang istri pun sadar, menunduk dan menangis mengakui kesalahannya dan ridho dengan apa yang telah Alloh Subhanallohu Wa Ta'ala tetapkan."

Pelajaran terpenting buat kita adalah bahwa, setiap keluhan yg terucap sama saja kita tidak ridho dengan ketetapan Alloh SWT, sehingga barokah Alloh jauh dari kita. Karena Barokah bukanlah serba cukup dan mencukupi saja, akan tetapi barokah ialah bertambahnya ketaatan kita kepada Alloh dengan segala keadaan yang ada, baik yang kita sukai atau sebaliknya.

Barokah itu: "... bertambahnya ketaatanmu kepada Alloh SWT.

Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan yang mampu membuat yang memakannya menjadi lebih taat setelah memakannya.

Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub, sakitnya menjadikannya bertambah taat kepada Alloh SWT.

Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab bin Umair.

Tanah yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan Alloh...tiada banding....tiada tara.

Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, akan tetapi yang barokah ialah ilmu yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama Alloh.

Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar dan berlimpah, tetapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rejeki bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.

Anak-anak yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan yang hebat, tetapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Robb-Nya dan kelak mereka menjadi lebih shalih dari kita & tak henti-hentinya mendo'akan kedua Orangtuanya.

Semoga kita semua selalu dianugrahi kekuatan untuk senantiasa bersyukur padaNYA, agar kita mendapatkan keberkahanNYA.

Wallahu A'lam Bisshowab....

LINK eBOOK TERPOPULER:



Tuesday, 20 December 2016

Jadilah Termasuk Orang-orang Muslihun

PortalRenungan.


Sahabat, ketauhilah bahwa tidak ada yang dapat menjaga keamanan suatu negeri dari adzab Allah ta'ala melebih para da'i yang senantiasa berbuat kebaikan di muka bumi. Hal ini sebagaimana yang Allah ta'ala firmankan,

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

"Dan Rabbmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara dzalim, sedang penduduknya orang-orang mengadakan perbaikan." (QS. Hud: 117)

Sahabat, mari kita perhatikan ayat yang mulia di atas. Pada ayat tersebut Allah ta'ala tidak mengatakan,

وَأَهْلُهَا صَالِحُوْنَ

"Sedang penduduknya adalah orang-orang baik (sholihun)"

☘Akan tetapi Allah ta'ala mengatakan,

وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

"Sedang penduduknya adalah orang-orang yang MENGADAKAN PERBAIKAN (muslihun)"

الصالح خيره لنفسه والمصلح خيره لنفسه ولغيره

Orang yang SHOLIH yaitu orang yang berbuat kebaikan untuk dirinya sendiri, sedangkan MUSLIHUN adalah orang yang berbuat kebaikan untuk dirinya dan juga orang lain.

Wahai sahabat maka jadilah muslihun, yaitu orang-orang yang tidak hanya beramal sholih sendiri, tetapi juga sekaligus mengajak orang lain untuk berbuat kesholihan dan mengingatkan orang lain agar tidak terjatuh ke dalam kemaksiatan.

Oleh karena itu, Allah ta'ala memerintahkan umat yang mulia ini agar ada di antara mereka yang memerintahkan kepada yang ma'ruf dan melarang dari yang mungkar. (Shahih Tafsir Ibnu Katsir, IV/589)


LINK eBOOK TERPOPULER:


Monday, 19 December 2016

Mengapa Kita Kadang Iri dengan Orang Kaya?

PortalRenungan.


Sifat iri/hasad yaitu benci ketika melihat seseorang mendapatkan suatu nikmat bahkan yang lebih parah kebencian tersebut diiringi dengan menginginkan hilangnya nikmat tersebut dari orang lain. Iri/hasad model ini secara umum tercela. 

Namun ada satu sifat yang mirip dengan hasad tapi sebenarnya bukan hasad yaitu apa yang disebut dengan istilah ghibthoh, ingin agar semisal dengan orang lain, namun tidak menginginkan nikmat orang lain tersebut hilang. 

Sahabat, iri model ghibtoh ini diperbolehkan untuk dua hal. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِى الْحَقِّ ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ ، فَهْوَ يَقْضِى بِهَا وَيُعَلِّمُهَا

☘"Tidak boleh hasad (ghibtoh) kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah), ia menunaikan dan mengajarkannya." HR. Bukhari no. 73 dan Muslim no. 816

Oleh karena itu, jangan pernah iri dengan orang kaya karena semata-mata kekayaannya, tetapi irilah pada orang kaya yang menginfakkan hartanya. Bukan iri dengan orang kaya yang dengan kekayaannya dia menikmati berbagai kesenangan dunia.

Pun demikian kalau sekiranya kita adalah orang yang kaya, jangan berbangga diri karena semata-mata kekayaan kita. Karena hal tersebut bukanlah hal yang istimewa. Orang yang beriman tidak akan meng-iri-kan hal tersebut. Ia akan menjadi istimewa ketika dengan kekayaannya tersebut ia sangat ringan di dalam berinfak di jalan kebaikan.

Sahabat, mari kita lihat bagaimana terkadang sebagian sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam iri (ghibtoh) dengan orang kaya di antara mereka.

Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dia berkata, "Orang-orang miskin (dari para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) pernah datang menemui beliau shallallahu 'alaihi wasallam, lalu mereka berkata, 'Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, orang-orang (kaya) yang memiliki harta yang berlimpah bisa mendapatkan pahala (dari harta mereka), kedudukan yang tinggi (di sisi Allah Ta’ala) dan kenikmatan yang abadi (di surga), karena mereka melaksanakan shalat seperti kami melaksanakan shalat dan mereka juga berpuasa seperti kami berpuasa, tapi mereka memiliki kelebihan harta yang mereka gunakan untuk menunaikan ibadah haji, umrah, jihad dan sedekah, sedangkan kami tidak memiliki harta…'". HR. al-Bukhari (no. 807 dan 5970) dan Muslim (no. 595)

LINK eBOOK TERPOPULER:



Saturday, 17 December 2016

Keteladanan dalam Beramar Ma'ruf Nahy Munkar

PortalRenungan.



Keteladanan adalah cara yang paling baik untuk mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Karena ketika kita akan mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan, tentunya kita harus mampu mengajak diri kita berbuat baik pula. 

Ada Ulama berkata, "Mulailah dari diri sendiri, mulailah dari yang kecil dan mulailah sekarang juga." 

Hal ini mengisyaratkan pada kita untuk selalu mengevaluasi akhlaq kita sendiri dan apa yang sudah kita lakukan untuk kebaikan umat ini.

Keteladanan dan perbaikan diri seorang Dai adalah laksana dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Ketika perbaikan diri selalu kita lakukan, maka apa yang dilakukan bisa menjadi contoh bagi orang-orang yang kita ajak menuju kebenaran. Kita mengajak mereka dengan perkataan dan perbuatan. 

Ar-Razi berkata bahwa qudwah bermakna uswah. Uswah ada dua macam. Pertama, uswah hasanah (teladan yang baik). Tentang hal ini Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat Allah dan kedatangan) hari kiamat." (QS. Al-Ahzâb: 21)

Kedua, uswah sayyi’ah (teladan yang buruk), seperti yang dikatakan oleh orang-orang musyrik ketika diajak memeluk Islam oleh para Rasul, "Sesungguhnya kami mendapati Bapak-Bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami orang-orang yang dapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka." (QS. Az-Zukhruf: 22)

Jika seorang Dai perbuatannya tidak sesuai dengan apa yang ia katakan, niscaya dakwah yang ia lakukan bisa menjadi bumerang bagi dirinya, karena sebagai Dai, ia harus mampu mempertanggungjawabkan setiap kalimat yang ia lontarkan. 

Bahkan bisa jadi, orang-orang yang sedianya menerima ajakan kebenaran itu akan berpaling dan kemungkinan malah mencerca Sang Dai. Ibarat lilin yang menerangi kegelapan, tetapi lilin itu membakar dirinya sendiri. 

Mereka adalah orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain sementara dirinya melupakan apa yang seharusnya ia lakukan. 

Hal ini diisyaratkan dalam Al-Quran surah As-Shaf ayat 2 dan 3: 
"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan."

Al-Hasan Al-Bashri berkata, "Nasihatilah manusia dengan perbuatanmu dan jangan beri nasihat dengan ucapanmu." Beliau juga mengatakan, "Yang disebut al-wa’idz, pemberi nasihat, adalah 5 yang memberi nasihat kepada manusia dengan perbuatannya, tidak dengan ucapannya. 

Hal ini menjadi sifat dirinya. Apabila hendak memerintahkan sesuatu, ia memulai dari dirinya sendiri, dengan melakukannya. Apabila hendak melarang sesuatu maka terlebih dahulu menghindarinya. 

Barang siapa mengabaikan dirinya dan menjadi budak nafsunya maka tidak mungkin baginya dapat mencegah orang lain."

Seorang dai akan senantiasa mengevaluasi dirinya setiap saat dari apa yang telah ia perbuat. Dan mampu menjadikan dirinya suri teladan kebaikan bagi umat manusia.

Semoga bermanfaat. 

Oleh: Rochma Yulika

LINK eBOOK TERPOPULER:




Thursday, 15 December 2016

Warnai Hidup Kita dengan Syukur dan Sabar

PortalRenungan.



Syukur Alhamdulillah selalu kita panjatkan kepada Allah. Karena sampai saat ini kita masih bisa menghirup udara segar kehidupan ini.

Sahabat...
Kesulitan merupakan bagian dari kehidupan yang harus kita jalani, untuk mengatasinya kita harus membuat sukses-sukses kecil dengan membuat tahapan untuk mengatasinya tahap demi tahap.

Sikap sabar adalah kunci dalam tahapan pemecahan masalah, sabar bukan berarti hanya diam atau pasrah, lebih jauh adalah kegigihan untuk tetap berpegang pada ketetapan Allah, proses aktif yang melibatkan akal dan iman dalam hati disertai ikhtiar mengharap keridhaan Allah SWT.

Sahabat....
Salah satu ciri kita termasuk orang beriman adalah kita mempunyai semangat, keikhlasan dan kestabilan jiwa, baik ketika mengalami kesenangan maupun ujian dan kesulitan hidup. 

Yakinlah, dengan kesulitan yang menimpa kita maka merupakan kesempatan bagi kita untuk membuktikan ketaatan dan kekuatan iman kepada Allah. Kita harus sadar bahwa saat-saat sulit merupakan saat khusus yang diciptakan Allah untuk membedakan orang yang tulus ikhlas dalam beriman kepadaNya dan sebaliknya.

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang  dikerjakannya" (Q.S Al-Baqarah :286)

Sahabat....
Sebagai seorang muslim, tidak ada kata gagal, karena bila kita mendapatkan  sesuatu yang kita harapkan maka kita harus bersyukur, begitu juga sebaliknya maka kita harus bersabar.

Kesabaran akan memberikan kedamaian dan ketenangan daripada kesedihan, dan ketabahan dapat mendatangkan hal-hal yang positif daripada kelemahan.

Yuk, jadikan syukur dan sabar selalu mewarnai hidup kita, agar Allah makin sayang dan hidup kita makin tenang.  Tetap semangat dan yakinlah akan keajaiban dari Allah yang akan muncul dalam detik hidup kita.

Semangat !!!

LINK eBOOK TERPOPULER:



Wednesday, 14 December 2016

Biarlah Allah yang Menyelesaikan Skenario Nya

PortalRenungan.
Keterbatasan diri mengerti apa yang akan terjadi mengajarkan kepada kita untuk menyandarkan segala urusan hanya pada Ilahi.  Iman mendidik kita agar kita yakin bahwa apa yang ada di kemudian hari, Allah senantiasa datangkan banyak kemudahan. 


Meski begitu kita pun harus siap apabila kenyataan hadir tak sama dengan apa yang menjadi harapan. Tabiat kehidupan selayaknya pergantian siang dan malam mengisyaratkan pada kita seperti itulah sunnatullahnya. 

Bergantinya nikmat dan ujian justru menjadikan setiap mukmin belajar menikmati setiap rasa yang dipergilirkan. Ridla akan ketetapan Nya. Tabah jalani takdir Nya.  Tegar tapaki titah Nya.

Iman mengajarkan tentang bagaimana kita bersyukur kala ujian melanda.  Bagaimana tidak bersyukur, saat-saat sulit itulah kesempatan kita sampaikan harap.

Ketika Allah merindukan hamba Nya, Allah mengirimkan kado istimewa untuk hamba Nya melalui malaikat Jibril yg isinya adalah UJIAN.

Dalam Hadits Qudsi Allah berfirman: "Pergilah pada hamba Ku lalu timpakan berbagai ujian biar Aku mendengar rintihannya" [HR Thabrani dari Umamah]

Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya: "Tidaklah suatu perkara yang menimpa seorang muslim baik berupa kelelahan, penyakit, gangguan orang lain, kesedihan yang mendalam, sampai duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menggugurkan dosa-dosanya dengan sebab itu". [HR. Bukhari no. 5641 & Muslim no. 2573]

Apa pun kenyataan yang kita hadapi yakinlah bahwa Allah pemilik skenario terindah. Tak ada kemadharatan dari setiap rencana bagi hamba Nya.  Kewajiban kita menerima dengan lapang dada dari kenyataan yang ada di depan mata. Tersenyumlah dan hati akan mengikutinya. Hiburlah diri dengan karunia-karunia yang pernah kita rasakan sebagai wujud kemurahan Nya.

Maka bersyukurlah.... Rasa syukur senantiasa ada di hati hamba-hamba yang mau bertafakur. Bila karunia hadir tak akan ada hati yang takabur. Hidup pun jauh dari sifat kufur. Perjalanan hidup pun senantiasa tertata dan teratur. Hingga akhirnya sepi sendiri di alam kubur. 

“Barangiapa mensyukuri nikmat-Ku, maka akan Ku tambahkan nikmat baginya. Dan barangsiapa kufur terhadap nikmatKu, sesungguhnya adzab-Ku amat pedih.”
(Q.S. Ibrahim : 7)

Oleh: Bunda Rochma Yulika

LINK eBOOK TERPOPULER:


Tuesday, 13 December 2016

Perbedaan Orang Baik Dengan Penyeru Kebaikan

PortalRenungan.


Sekedar jadi ORANG BAIK pasti bisa BANYAK TEMAN & bagi PENYERU KEBAIKAN malah bisa jadi BANYAK MUSUHnya.

ما الفرق بين الصالح والمصلح ؟
                   
Apa bedanya Orang Baik (Shalih) dan  Penyeru Kebaikan  (Muslih)

 ..?الصالح خيره لنفسه والمصلح خيره لنفسه ولغيره.

Orang Baik (Shalih), melakukan kebaikan untuk dirinya,  sedangkan Penyeru Kebaikan (Muslih) mengerjakan kebaikan utk dirinya dan orang lain.

الصالح تحبُه الناس. والمصلح تعاديه الناس 

Orang Baik dicintai manusia. Penyeru Kebaikan dimusuhi manusia.

.لماذا !!!؟؟
Kok gitu...?!?

الحبيب المصطفى(صلى الله عليه وسلم) قبل البعثة أحبه قومه لأنه صالح .

Rosululloh Saw sebelum diutus, beliau dicintai oleh kaumnya karena beliau adalah Orang Baik..

ولكن لما بعثه الله تعالى صار مصلحًا فعادوه وقالوا ساحر كذاب مجنون.

Namun ketika Alloh ta'ala mengutusnya sebagai Penyeru Kebaikan, kaumnya langsung memusuhinya dengan menggelarinya : Tukang Sihir, Pendusta, Gila.

ما السبب؟ لأن المصلح يصطدم بصخرةأهواء من يريد أن يصلح من فسادهم .

Apa sebabnya..? Karena Penyeru Kebaikan 'menyikat' batu besar nafsu angkara dan memperbaikinya dari kerusakan.

ولذا أوصى لقمان ابنه بالصبر حين حثه على الإصلاح لأنه سيقابل بالعداوة.

Itulah sebabnya kenapa Luqman menasihati anaknya agar BERSABAR ketika melakukan perbaikan, karena dia pasti akan menghadapi permusuhan...!

يا بني أقم الصلاة وأمر بالمعروف وانهَ عن المنكر واصبر على ما أصابك

Hai anakku, tegakkan sholat, perintahkan kebaikan, laranglah kemungkaran, dan bersabarlah atas apa yg menimpamu.

قال أهل الفضل والعلم : مصلحٌ واحدٌ أحب إلى الله من آلاف الصالحين

Berkata ahli ilmu : Penyeru Kebaikan lebih dicintai Alloh daripada ribuan Orang Baik...

لأن المصلح يحمي الله به أمة ،والصالح يكتفي بحماية نفسه

Karena melalui Penyeru Kebaikan itulah, Alloh jaga umat ini...

Sedang Orang Baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri !

فقد قال الله عزَّ و جلَّ في محكم التنزيل :

Alloh Subhanahu wa ta'alaa berfirman: 

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُون َ

"Dan tidaklah Tuhanmu membinasakan 1 negeri dengan dzalim padahal penduduknya adalah Penyeru Kebaikan (Muslih)".

ولم يقل صالحون

Alloh tidak berfirman dg memakai istilah Orang Baik (Sholih).

كونوا مصلحين ولا تكتفوا بأن تكونوا صالحين

Maka jadilah PENYERU KEBAIKAN (MUSLIH), jangan hanya merasa puas sebagai ORANG SHOLIHSHOLIH

Oleh :Satria Hadi Lubis

LINK eBOOK POPULER:


Monday, 12 December 2016

Biografi Kehidupan Muhammad Rosulullah SAW

PortalRenungan.

Berikut ini biografi singkat Rosulullah SAW;

KELAHIRAN
Nama :Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalibs bin Hashim. Tarikh lahir :Subuh hari Isnin, 12 Rabiulawal bersamaan 20 April 571 Masehi (dikenali sebagai Tahun Gajah; karena peristiwa tentara bergajah. Abrahah yang menyerang kota Ka'bah). Tempat lahir :Di rumah Abu Thalib, Makkah Al-Mukarramah. Nama bapak : Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hashim. Nama ibu :Aminah binti Wahab bin Abdu Manaf. Pengasuh pertama :Barakah Al-Habsyiyyah (digelar Ummu Aiman. Hamba perempuan bapak Rasulullah SAW). Ibu susu pertama : Thuwaibah (hamba perempuan Abu Lahab). Ibu susu kedua : Halimah binti Abu Zuaib As-Sa'diah (lebih dikenali Halimah As-Sa'diah, suaminya bernama Abu Kabsyah).

USIA 5 TAHUN
Peristiwa pembelahan dada Rasulullah SAW yang dilakukan oleh dua malaikat untuk mengeluarkan bahagian syaitan yang wujud di dalam hatinya.

USIA 6 TAHUN
Ibunya Aminah binti Wahab ditimpa sakit dan meninggal dunia_ di Al-Abwa ' (sebuah kampung yang terletak di antara Makkah dan Madinah, baginda dipelihara oleh Ummu Aiman (hamba perempuan bapak Rasulullah SAW) dan dibiayai oleh datuknya Abdul Muththalib.

USIA 8 TAHUN
Datuknya, Abdul Muththalib pula meninggal dunia. Baginda dipelihara pula oleh bapak saudaranya, Abu Thalib.

USIA 9 TAHUN (Setengah riwayat mengatakan pada usia 12 tahun).
Bersama bapak saudaranya, Abu Thalib bermusafir ke Syam atas urusan perniagaan. Di kota Busra, negeri Syam, seorang pendeta Nasrani bernama Bahira (Buhaira) telah bertemu ketua-ketua rombongan untuk menceritakan tentang pengutusan seorang nabi di kalangan bangsa Arab yang akan lahir pada masa itu.

USIA 20 TAHUN
Terlibat dalam peperangan Fijar. Ibnu Hisyam di dalam kitab 'Sirah', jilid1, halaman 184-187 menyatakan pada ketika itu usia Muhammad SAW ialah 14 atau 15 tahun. Baginda menyertai peperangan itu beberapa hari dan berperanan mengumpulkan anak-anak panah sahaja.

Menyaksikan ' perjanjian Al-Fudhul ' ; perjanjian damai untuk memberi pertolongan kepada orang yang didzalimi di Makkah.

USIA 25 TAHUN
Bermusafir kali kedua ke Syam atas urusan perniagaan barangan Khadijah binti Khuwailid Al-Asadiyah. Perjalanan ke Syam ditemani oleh Maisarah; lelaki suruhan Khadijah.

Baginda SAW bersama-sama Abu Thalib dan beberapa orang bapak saudaranya yang lain pergi berjumpa Amru bin Asad (bapak saudara Khadijah) untuk meminang Khadijah yang berusia 40 tahun ketika itu.

Mas kawin baginda kepada Khadijah adalah sebanyak 500 dirham.

USIA 35 TAHUN
Banjir besar melanda Makkah dan meruntuhkan dinding Ka'bah.

Pembinaan semula Ka'bah dilakukan oleh pembesar-pembesar dan penduduk
Makkah.

Rasulullah SAW diberi kemuliaan untuk meletakkan 'Hajarul-Aswad' ke
tempat asal dan sekaligus meredakan pertelingkahan berhubung perletakan
batu tersebut.

USIA 40 TAHUN
Menerima wahyu di gua Hira' sebagai pelantikan menjadi Nabi dan Rasul akhir zaman.

USIA 53 TAHUN
Berhijrah ke Madinah Al-Munawwarah dengan ditemani oleh Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq.

Sampai ke Madinah pada tanggal 12 Rabiulawal / 24 September 622M.

USIA 63 TAHUN
Kewafatan Rasulullah SAW di Madinah Al-Munawwarah pada hari Isnin, 12 Rabiulawal tahun 11Hijrah / 8 Juni 632 Masehi.

ISTERI-ISTERI RASULULLAH SAW
-Khadijah Binti Khuwailid.
-Saudah Binti Zam'ah.
-Aisyah Binti Abu Bakar (anak Sayyidina Abu Bakar).
-Hafsah binti 'Umar (anak Sayyidina 'Umar bin Al-Khattab).
-Ummi Habibah Binti Abu Sufyan.
-Hindun Binti Umaiyah (digelar Ummi Salamah).
-Zainab Binti Jahsy.
-Maimunah Binti Harith.
-Safiyah Binti Huyai bin Akhtab.
-Zainab Binti Khuzaimah (digelar 'Ummu Al-Masakin', Ibu Orang Miskin).

ANAK-ANAK RASULULLAH SAW
1. Qasim
2. Abdullah
3. Ibrahim
4. Zainab
5. Ruqaiyah
6. Ummi Kalthum
7. Fatimah Al-Zahra'

ANAK TIRI RASULULLAH SAW
Halah bin Hind bin Habbasy bin Zurarah at-Tamimi (anak kepada Sayyidatina Khadijah bersama Hind bin Habbasy. Ketika berkahwin dengan Rasulullah, Khadijah adalah seorang janda).

SAUDARA SESUSU RASULULLAH SAW
IBU SUSUAN/SAUDARA SUSUAN
1. Thuwaibah → Hamzah
2. Abu Salamah → Abdullah bin Abdul Asad

SAUDARA SUSUAN
1. Halimah Al-Saidiyyah → Abu Sufyan bin Harith bin Abdul Muthallib
2. Abdullah bin Harith bin Abdul ' Uzza
3. Syaima ' binti Harith bin Abdul ' Uzza
4. 'Aisyah binti Harith bin abdul ' Uzza

BAPAK DAN IBU SAUDARA RASULULLAH SAW
( ANAK-ANAK KEPADA ABDUL MUTHTHALIB)
1. Al-Harith
2. Muqawwam
3. Zubair
4. Hamzah ***
5. Al-Abbas ***
6. Abu Talib
7. Abu Lahab (nama asalnya Abdul Uzza)
8. Abdul Ka'bah
9. Hijl
10. Dhirar
11. Umaimah
12. Al-Bidha (Ummu Hakim)
13. Atiqah ##
14. Arwa ##
15. Umaimah
16. Barrah
17. Safiyah (ibu kepada Zubair Al-Awwam) ***

*** masuk Islam.
## Ulama berselisih pendapat tentang Islamnya.

Sabda Rasulullah SAW:
"Sesiapa yang menghidupkan sunnahku, maka sesungguhnya dia telah mencintai aku. Dan sesiapa yang mencintai aku niscaya dia bersama-samaku di dalam syurga" (Riwayat Al-Sajary daripada Anas )

اللهم صلى وسلم على سيدنا محمد وعلى آله واصحابه وسلم

KENALI NABI MUHAMMAD S.A.W. SECARA LAHIRIAH
Begitu indahnya sifat fizikal Baginda, sehinggakan seorang ulama Yahudi yang pada pertama kalinya bertemu muka dengan Baginda lantas melafazkan keislaman dan mengaku akan kebenaran apa yang disampaikan oleh Baginda.

Di antara kata-kata apresiasi para sahabat ialah:
Aku belum pernah melihat lelaki yang segagah Rasulullah saw..
Aku melihat cahaya dari lidahnya.
Seandainya kamu melihat Baginda, seolah-olah kamu melihat matahari
terbit.
Rasulullah jauh lebih cantik dari sinaran bulan.
Rasulullah umpama matahari yang bersinar.
Aku belum pernah melihat lelaki setampan Rasulullah.
Apabila Rasulullah berasa gembira, wajahnya bercahaya spt bulan purnama.
Kali pertama memandangnya sudah pasti akan terpesona.
Wajahnya tidak bulat tetapi lebih cenderung kepada bulat.
Wajahnya seperti bulan purnama.
Dahi baginda luas, raut kening tebal, terpisah di tengahnya.
Urat darah kelihatan di antara dua kening dan nampak semakin jelas semasa marah.
Mata baginda hitam dengan bulu mata yang panjang.
Garis-garis merah di bahagian putih mata, luas kelopaknya, kebiruan asli di bahagian sudut.
Hidungnya agak mancung, bercahaya penuh misteri, kelihatan luas sekali pertama kali melihatnya.
Mulut baginda sederhana luas dan cantik.
Giginya kecil dan bercahaya, indah tersusun, renggang di bahagian depan.
Apabila berkata-kata, cahaya kelihatan memancar dari giginya.
Janggutnya penuh dan tebal menawan.
Lehernya kecil dan panjang, terbentuk dengan cantik seperti arca.
Warna lehernya putih seperti perak, sangat indah.
Kepalanya besar tapi terlalu elok bentuknya.
Rambutnya sedikit ikal.
Rambutnya tebal kdg-kdg menyentuh pangkal telinga dan kdg-kdg mencecah
bahu tapi disisir rapi.
Rambutnya terbelah di tengah.
Di tubuhnya tidak banyak rambut kecuali satu garisan rambut menganjur
dari dada ke pusat.
Dadanya bidang dan selaras dgn perut. Luas bidang antara kedua bahunya lebih daripada biasa.
Seimbang antara kedua bahunya.
Pergelangan tangannya lebar, lebar tapak tangannya, jarinya juga besar
dan tersusun dgn cantik.
Tapak tangannya bagaikan sutera yang lembut.
Perut betisnya tidak lembut tetapi cantik.
Kakinya berisi, tapak kakinya terlalu licin sehingga tidak melekat air.
Terlalu sedikit daging di bahagian tumit kakinya.
Warna kulitnya tidak putih seperti kapur atau coklat tapi campuran coklat dan
putih.
Warna putihnya lebih banyak.
Warna kulit baginda putih kemerah-merahan.
Warna kulitnya putih tapi sehat.
Kulitnya putih lagi bercahaya.
Binaan badannya sempurna, tulang-temulangnya besar dan kokoh.
Badannya tidak gemuk.
Badannya tidak tinggi dan tidak pula rendah, kecil tapi berukuran sederhana lagi gagah.
Perutnya tidak buncit.
Badannya cenderung kepada tinggi, semasa berada di kalangan org ramai
baginda kelihatan lebih tinggi drpd mereka.

KESIMPULANNYA :
Nabi Muhammad sa.w adalah manusia agung yang ideal dan sebaik-baik contoh sepanjang zaman. Baginda adalah semulia-mulia insan di dunia.

Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan RasulNya mencintai.

wallahu'alam
Semoga bermanfaat bermanfaat.

LINK eBOOK POPULER:



Sunday, 11 December 2016

Rosulullah Muhammad, Contoh Terbaik Sepanjang Zaman

PortalRenungan.



بسم الله الرحمن الرحيم

```Bila aku tak suka pada rasa makananku, aku teringat pada baginda Muhammad yang pernah meletakkan batu pada keliling perutnya untuk menahan lapar```

```Bila aku merasa pakaian ku cuma sedikit, aku teringat pada baginda Muhammad ﷺyang hanya punya dua helai baju seumur hidupnya```

```Bila aku merasa tidak nyaman akan tempat pembaringan ku, aku teringat pada baginda Muhammad ﷺyang tidur hanya beralas pelepah kurma dan kain kasar dalam hidupnya```

```Apabila aku menjadi begitu kikir untuk memberi dan berbagi dengan orang lain.., aku teringat pada baginda Muhammad ﷺyang pernah memberi segala-galanya sehingga dia hampir tiada apa-apa untuk dirinya```

```Bila aku fikir betapa miskinnya hidupku, aku teringat pada baginda Muhammad ﷺyang begitu cinta pada orang miskin dan ingin bersama si miskin di syurga, ia menaikkan semangatku```

```Bila aku kecewa pada mereka yg banyak menyakiti aku, aku teringat pada baginda Muhammad ﷺyang senantiasa memaafkan sesiapa saja yg berbuat jahat padanya```

```Bila aku berfikir tentang mereka yg membenci aku, aku teringat pada baginda Muhammad ﷺyang senantiasa berdoa untuk orang-orang yang telah menghina nya

```Bila orang lain tidak berterima kasih pada tiap kebaikan yang aku lakukan pada mereka, aku teringat pada baginda Muhammad ﷺyang mengingatkan aku bahawa ganjaran yg hebat hanya dari Allah SWT

```Bila tiada orang yang  menyayangi aku, aku teringat pada baginda Muhammad yang mencintaiku semenjak beribu tahun dulu``

```Apabila aku berfikir betapa sengsaranya hidup aku..., aku teringat pada Baginda Muhammad ﷺyang menempuh segala kesulitan hidup demi nikmat Iman dan Islam pada ummatnya yg dicintai & itu bagai cas positif yang menguatkan aku !```

Assalamualaika ya Rasulullah
Assalamualaika ya habiballah

Selawat dan salam ke atas baginda junjungan besar , contoh terbaik sepanjang zaman. Terima Kasih Ya Rasulullah untuk nikmat iman dan islam . Syafaatkan daku di akhirat nanti

Kerinduan padamu takkan pernah padam selamanya pada mu Ya Habiballah Muhammad s.a.w.

اللهم صل على محمد وآل محمد

Ebook Mendidik Anak Sholeh
Untuk pemesanan bisa langsung klik disini

Anak, adalah Perhiasan sekaligus Ujian

PortalRenungan.



Alangkah indahnya minum teh dengan ditemani sepiring pisang goreng beserta istri, sambil melihat anak-anak bermain riang gembira. Sulit digambarkan dengan kata-kata! Ya, tidak diragukan lagi bahwa anak merupakan salah satu perhiasan dunia terindah. Rasa penat bekerja seharian seakan lenyap tak berbekas, saat pulang ke rumah bercengkerama dan bersenda gurau dengan anak-anak. Itulah perhiasan dunia!

“الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا”

Artinya :
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia”. [QS. Al-Kahfi (18): 46].

Namun waspadalah, sebab di sisi lain, anak juga merupakan ujian bagi kita.

“إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ”

Artinya :
“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan sisi Allah-lah pahala yang besar”. [QS. At-Taghabun (64): 15].

Maka berhati-hatilah, jangan sampai kita terpedaya. Sebab terkadang anak membuat seorang hamba menjadi angkuh dan tidak mensyukuri nikmat Allah.

Anak, kerap juga mendorong sang ayah untuk menghalalkan cara yang haram. Seperti menyuap demi kelulusan si buah hati. Demi masa depan anak, katanya...

Anak, kadang membuat seorang insan menjadi kikir dan penakut. Saat ingin bersedekah, setan datang memprovokasi, “Barusan anakmu minta ini dan itu!”. Akhirnya iapun urung menginfakkan hartanya di jalan Allah. Padahal yang diminta anaknya bukanlah suatu kebutuhan primer. Benarlah sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,

“إِنَّ الْوَلَدَ مَبْخَلَةٌ، مَجْبَنَةٌ، مَحْزَنَةٌ”

“Sesungguhnya anak bisa membuat seseorang menjadi bakhil, penakut dan bersedih”. [HR. Al-Hakim dan dinilai sahih oleh beliau juga al-Albany].

Ketika anak jatuh sakit, rasa iba mendorong orang tua bertindak bodoh dan melanggar syariat agama. Ia pun membawa anaknya berobat ke dukun, padahal agama telah melarang dengan tegas hal itu.

Lalu bagaimana caranya agar kita terhindar dari godaan tersebut?

Caranya adalah dengan mendahulukan kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya di atas segalanya, termasuk terhadap anak-anak. Kemudian senantiasa bertakwa dalam mengurus mereka.

Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam menjelaskan bahwa di antara amalan yang bisa menghapus keburukan akibat godaan anak, adalah mengerjakan shalat, berpuasa, bersedekah dan beramar ma’ruf nahi mungkar. Beliau bersabda,

“فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِى أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَنَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَجَارِهِ؛ يُكَفِّرُهَا الصِّيَامُ وَالصَّلاَةُ وَالصَّدَقَةُ وَالأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْىُ عَنِ الْمُنْكَرِ”.

“Gangguan yang menimpa seseorang akibat keluarga, harta, diri, anak dan tetangganya, dapat dihapus dengan puasa, shalat, shadaqah dan amar ma’ruf nahi mungkar”. [HR. Bukhari dan Muslim].

Oleh : Ustadz Abdullah Zaen MA

Ebook Mendidik Anak Sholeh
Atau bisa langsung isi form berikut

Saturday, 10 December 2016

Renungan, Setetes Madu Jatuh di Atas Tanah

PortalRenungan.

Ada setetes madu yang jatuh ke tanah. Datanglah seekor semut kecil, perlahan-lahan dicicipinya madu tersebut. Hmmm, manis. Lalu dia beranjak hendak pergi.

Namun rasa manis madu sudah terlanjur memikat hatinya. Dia pun kembali untuk mencicipi lagi, sedikit saja. Setelah itu barulah dia akan pergi.

Namun ternyata dia merasa tidak puas hanya mencicipi madu dari pinggir tetesannya. Dia pikir, kenapa tidak sekalian saja masuk dan menceburkan diri agar bisa menikmati manisnya, lagi dan lagi. Maka masuklah sang semut, tepat di tengah tetesan madu.

Ternyata? Badan mungilnya malah tenggelam penuh madu, kakinya lengket dengan tanah dan tentu saja tak bisa bergerak. Malangnya, dia terus seperti itu hingga akhir hayatnya. Mati dalam kubangan setetes madu.

Demikianlah analogi sederhana tentang dunia dan pecinta dunia, sebagaimana diperumpamakan dalam sebuah pepatah Arab.

"Hakikat apa-apa dari kenikmatan dunia melainkan bagai setetes besar dari madu. Maka siapa yang hanya mencicipinya sedikit, ia akan selamat. Namun siapa yang menceburkan diri ke dalamnya, ia akan binasa."

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” ( Q.S. Al- rAn'am : 32 )

Semoga tulisan ini dapat memberikan hikmah, baik kepada penyampai maupun kepada pembaca, AamiinAamiin.

Dapatkan Ebook Tumbuh Kembang Anak:
Atau silahkan pesan melalui form berikut ini

Friday, 9 December 2016

Memberi untuk Berbagi

PortalRenungan.



Jangan berpikir dalam memberi karena sesungguhnya yang kita berikan itulah harta yang sejati, sebab harta bukan yang bisa kita kumpulkan, tapi apa yang bisa memberikan untuk kebaikan.

Banyaknya harta bukan penentu kebaikan, tapi keberkahan pada harta itulah kebaikan, karena barakah artinya bertambahnya kebaikan, itulah harta yang hakiki.

(QS Al Baqarah : 274)
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

(QS.Al Baqarah:276)
Allah memusnahkan RIBA & menyuburkan SEDEKAH. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, & selalu berbuat dosa.

(QS Al Baqarah :280 )
Dan jika (orang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

“Barangsiapa meringankan sebuah kesusahan (kesedihan) seorang mukmin di dunia, Allah akan meringankan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan seseorang yang dalam keadaan sulit, Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutup ‘aib seseorang, Allah pun akan menutupi ‘aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699) 

Keutamaan seseorang yang memberi utang terdapat dalam hadits yang mulia yaitu pada sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam: Barangsiapa memudahkan urusan seseorang yang dalam keadaan sulit, Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. 

(QS.An Nisaa':8)
Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, ANAK YATIM & ORANG MISKIN, maka BERILAH MEREKA DARI HARTA ITU harta itu (sekedarnya) & ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.

(QS An Nisaa' :39 )
Apakah kemudaratannya bagi mereka, kalau mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menafkahkan sebahagian rezeki yang telah diberikan Allah kepada mereka? Dan adalah Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.

(QS An Nisaa' 114)
Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

Ingin mendapatkan
atau langsung isi form berikut

Berhati-hatilah Menapaki Kehidupan

PortalRenungan.



Berhati-hati menjadi perisai diri kala mengarungi perjalanan yang akan bertepi. Hingga Hasan Al Bisri memberikan sebuah nasihat.... "Masalah kita di akhirat kelak itu lebih berat dibanding masalah kita yang ada di dunia".

Saatnya kita kembali menata hati dan tabiat agar perangai nampak elok di mata kerabat dan sahabat. Bersikap baik menjadi keharusan hingga cinta manusia bisa kita rasakan. Semua mempunyai nilai di hadapan Allah SWT dan menjadi perhitungan kelak di Yaumul Mizan.

Dalam kitab Al Mughirah ada sebuah nasihat yang indah.... "Sebesar apa cintamu pada Allah sebesar itulah cinta manusia terhadapmu.  Setakut apa diri ini kepada Allah SWT sesegan itulah manusia kala bersikap kepadamu."

Bersikap baik salah satu kunci untuk kita meraih kemuliaan. Kenyamanan kita dalam kebersamaan menempuhi perjalanan bisa jadi gambaran kehidupan kita di kemudian. Cintailah saudara kita sepenuh hati kita agar mereka menjadi saksi untuk kita ketika tak ada lagi yang bisa kita bawa selain amal yang sudah dikumpulkan...

Semoga kita menjadi pribadi yang hati-hati. Pribadi yang saling mencintai sepenuh hati karena Ilahi. Bukan pribadi yang penuh benci lantaran emosi diri yang tiada terkendali.
Supaya layak menikmati reuni di Jannah nanti.

Aamiin ya Rabb.

Oleh: Rochma Yulika 


Thursday, 8 December 2016

Mencari Surga dengan Kerja

PortalRenungan.

"Untuk apa bekerja?" Bila ada yang menjawab: untuk mendapat gaji, salahkah? Tidak. Justru Rasulullah menyalahkan para majikan yang memperkerjakan seseorang tapi enggan memberikan hak pekerja: gaji. 

Dalam Shahih Bukhari disebutkan sabda Nabi shallallahu `alaihi wa sallama; Bahwa di antara musuh Nabi kelak pada hari kiamat adalah orang yang memperkerjakan orang lain, tapi setelah selesai tugasnya, si pekerja tidak diberikan gajinya.

Apakah hanya gaji yang menjadi tujuan? Pernah saat mengajar di depan kelas, saya bertanya kepada para mahasiswa. Bila kelak kalian bekerja, apa tujuan anda? Jawabannya beragam yang bermuara pada: mencari uang dan mengembangkan profesi. Tapi, ada yang menarik. Dari sekitar 35 mahasiswa ada satu orang yang menjawab: Ibadah.

Bekerja adalah ibadah. Logika ibadah dalam kerja hanya dimiliki oleh Islam. Kerja profesi tidak diukur dengan standar materi. Berbeda dengan masyarakat kapitalis yang cenderung materialis, mekanisme kerja tidak bisa dilepaskan dengan materi. Bahkan materi menjadi ukuran kesuksesan.

Ukuran kerja sebagai ibadah adalah mardhatillah dan mahabbatullah. Apakah kerja profesi yang ditekuni mampu mengundang ridha dan cinta Allah? Itulah Syumuliyatu al ibadah (ibadah dalam makna yang integral). Itulah makna pengabdian seutuhnya, 

”Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Al An`am: 162)

Bagaimana agar kerja menjadi ibadah dan berbuah surga? Dalam buku Al Ibadah fi al Islam disebutkan bahwa kerja yang bersifat duniawi, profesi, dan materi akan menjadi ibadah apabila memenuhi lima hal:

- Pertama, pekerjaan itu masyru` (legal) dalam pandangan Islam. Adapun profesi dan pekerjaan yang tidak selaras dengan Islam bahkan yang bertentangan dengan Islam, tidak dianggap ibadah. Karena Allah itu baik dan hanya menerima yang baik.

- Kedua, pekerjaan itu diiringi dengan niat yang baik. Niat menjaga kehormatan diri. Niat memenuhi kebutuhan keluarga. Niat memberi manfaat bagi umat. Dan niat memakmurkan bumi.

- Ketiga, pekerjaan itu ditunaikan dengan sebaik mungkin, profesional atau itqan. Karena Allah menyukai hamba yang bekerja dengan itqan.

- Keempat, menjaga batas dan aturan Allah dalam pekerjaan dan profesi yang ditekuni. Tidak berbuat dhalim. Tidak mengkhianati mitra. Tidak menipu. Dan tidak melanggar hak orang lain.

- Kelima, kesibukan kerja dan menekuni profesi tidak membuat diri melupakan kewajiban kepada Allah. Meskipun sibuk bekerja, ia tetap berdizikir, ia tetap shalat bila waktunya tiba, tetap berzakat saat hartanya mencapai nishab.

Itulah kerja yang tergolong ibadah dan berbuah surga bi idznillah.

Dengan harapan terkabulnya doa Nabi: “Ya Allah, berkahilah umat-ku di waktu pagi mereka ....”(HR. Ibnu Majah, Shahih)

Oleh: Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA.

Berhati-hatilah dalam Menjaga Hati

PortalRenungan.


Maka berhati-hatilah menjaga hati. Ia bagai angin kala tenang, bertiup sepoi-sepoi akan hadirkan kesejukan. Namun bila bertiup kencang bahkan berputar arah maka akan porak-porandalah kehidupan.

Perubahannya, gejolaknya, letupannya tidak butuh waktu lama untuk menjadi seperti apa. Apakah akan menjadi hati yang muthma’inah atau hati yang lawwamah.

Apakah hati kita selalu bersih hingga mampu untuk menjadi cermin bagi kita. Atau membiarkan hati kita kotor hingga tak ada cahaya yang bisa menampakkan bayangan kala kita becermin.

Inilah seni menata hati. Inilah pilihan yang ada di hadapan kita. Tinggal bagaimana kita menyikapi segala yang ditawarkan. Karena tawaran yang ada cukup membuat kita sulit untuk mengelak dan seolah ada magnet yang sangat kuat yang bisa menarik kita ke dalam cengkeramannya.

Kadang kita harus terluka dalam pertarungan itu. Sedemikian dahsyatnya godaan itu hingga kadang tersandung, tersungkur, bahkan terjerembap. Tak sedikit energi yang kita keluarkan untuk melawannya, melawan pertentangan dalam diri.

Adanya daya tarik menarik yang kuat antara harapan dan kenyataan yang dihadapi. Bahkan kala habis energi kita untuk melawannya, habis pula diri kita dan hancurlah masa depan kita. Masa depan dunia kita apalagi akhirat kita.

Bila hati terbuai pesona dunia atau mendendam pada deritanya dan kita tak kuasa membendungnya, hanya cahaya-Nya yang kita harapkan hadir pasti, bila bukan karena penjagaan-Nya hati kita sesungguhnya rapuh dan mudah hancur berkeping-keping. Derai air mata pun tak mampu menjadi gambaran derita jiwa yang berjuang menghadapi kenyataan.

Dalam hati yang tersandung tak ada duka yang abadi, Saudariku, semua pasti kan berlalu. Semua di dunia hanya sementara. Sedih dan gembira, duka dan tawa, nestapa dan bahagia. Semua kan datang silih berganti.

Inilah fenomena kehidupan yang tak satu orang pun melewatkan. Maka bersabarlah. Dan badai pun pasti berlalu. Namun bila badai tak kunjung berlalu, nikmatilah badai itu dan menarilah di bawah pusarannya.

Dalam hati yang tersandung. Bila air mata enggan menyusut, pergilah bersujud. Bila gulana jiwa tak mampu tertahan dalam rasa, berdoalah pada yang Mahakuasa. Masih ada istighfar bila kita tak mampu untuk tegar. Masih ada tahmid bila hati kita masih terasa sakit. Masih ada tasbih bila hati kita masih terasa perih. Dan masih ada tahlil bila kita merasa terkucil. Bersabar dan ikhlas menjadikan semua yang hadir tampak indah.

Wahai Muslimah tangguh.... Dari sekian banyak penyebab hati menjadi tersandung adalah fitnah dunia. Fitnah di sini artinya ujian, cobaan.

Seperti Allah bahasakan dalam Al-Qur`an Surat Ali ‘Imran [3]:14, “Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.”

Oleh: Rochma Yulika.




Wednesday, 7 December 2016

Ingat Mati atau Ingat Hidup

PortalRenungan.



انا لله و انا اليه راجعون 
Belakangan menjadi sering sekali mendengar berita ulama juga kerabat, meninggal dunia.

Khalifah `Umar bin ‘Abdul Aziz berkata;
“Apakah tidak engkau lihat bahwa dirimu mempersiapkan perbekalan untuk orang yang pergi kepada Allah setiap pagi atau petang dan engkau kubur ia di bawah tanah, sementara ia meninggalkan sahabat-sahabat dan karib kerabatnya serta meninggalkan harta dan miliknya selama-lamanya?”

Saudara syurgaku...
Sesungguhnya... diri selalu dalam keadaan berbahaya, karena kematian tiada batas waktu yang diketahui.

Terkadang seorang insan keluar dari rumahnya dan tidak kembali kepadanya (karena mati), terkadang insan duduk di atas kursi dan tidak dapat bangun lagi (karena meninggal), terkadang insan tidur di atas kasurnya, akan tetapi ia malah dibawa dari kasurnya ke tempat pemandian (karena meninggal). 

Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yg nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".
[QS. Al-Jumu`ah:8]

Sebuah perkara yang menghantar diri untuk menggunakan sebaik-baik anugerah usia, berbuat baik, berlomba mendekat pada amalan menuju Rabb serta menyegerakan diri bertaubat atas alpa dan lalai diri.

"Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling (dari akhirat)."
[QS Al-Anbiya : 1]

Kembali, Kembalilah...
Menuju fokus diri yang sesungguhnya.
Menghadap kepada Rabb.
Hingga saat datang ajal, 
Diri dalam keadaan terbaik.
Berjumpa Rabb dalam keadaan lapang dan bercahaya.

"Wahai manusia! Sungguh, janji Allah itu benar, maka janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah." [QS Al-Fatir :5]

Percayalah, HIDUP INGAT MATI itu lebih membahagiakan daripada MATI INGAT HIDUP.

Oleh : Fauziah Harlest Sari