Friday, 9 August 2019

Sholat Merupakan Tolak Ukur Semua Amal

Sholat Merupakan Tolak Ukur Semua Amal

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
” إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : انَظَرُوْا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ؟ فَيُكْمَلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ ” . وَفِي رِوَايَةٍ : ” ثُمَّ الزَّكَاةُ مِثْلُ ذَلِكَ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ حَسَبَ ذَلِكَ ” .

“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi.Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala  mengatakan, ’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”



Dalam riwayat lainnya, ”Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalan lainnya akan dihisab seperti itu pula.” (HR. Abu Daud no. 864, Ahmad 2: 425, Hakim 1: 262, Baihaqi, 2: 386. Al Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih dan tidak dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim, penilaian shahih ini disepakati oleh Adz Dzahabi)

Pelajaran yang terdapat dalam hadist

1- Shalat adalah tiang Islam. Islam seseorang tidaklah tegak kecuali dengan shalat.

2- Shalat adalah amalan yang pertama kali akan dihisab. Amalan seseorang bisa dinilai baik buruknya dinilai dari shalatnya.

3- Sholat sunnah akan menyempurnakan shalat wajib.

4- Perkara terakhir yang hilang dari manusia adalah shalat.

5- Shalat adalah akhir wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

6- Jangan Meremehkan Shalat 
من ضيعها فهو لما سواها أضيع
Barang siapa yang berani meremehkan sholat maka dia dengan yang lainnya akan lebih berani meremehkannya(Umar bin Khotob radhiallahu anhu)

Imam Ahmad –rahimahullah- juga mengatakan perkataan yang serupa, “Setiap orang yang meremehkan perkara shalat, berarti telah meremehkan agama. Seseorang memiliki bagian dalam Islam sebanding dengan penjagaannya terhadap shalat lima waktu. 

Seseorang yang dikatakan semangat dalam Islam adalah orang yang betul-betul memperhatikan shalat lima waktu. Kenalilah dirimu, wahai hamba Allah. Waspadalah! Janganlah engkau menemui Allah, sedangkan engkau tidak memiliki bagian dalam Islam. Kadar Islam dalam hatimu, sesuai dengan kadar shalat dalam hatimu.”..

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran
1- Allah membuka amalan seorang muslim dengan shalat dan mengakhirinya pula dengan shalat. Ini juga yang menunjukkan ditekankannya amalan shalat.

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (3) وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ (4) وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (5) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (6) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (7) وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ (8) وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (9)

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.” (QS. Al Mu’minun: 1-9).

2- Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam  dan umatnya untuk memerintahkan keluarga mereka supaya menunaikan shalat.

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaha: 132).

Monday, 22 April 2019

Hukum Berburuk Sangka Dan Mencari-cari Kesalahan

Hukum Berburuk Sangka Dan Mencari-cari Kesalahan

حَدِيْثُ أَبِي هُرَيْرَةَ ر.ض : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص.م قَالَ: إِيَّاكُمْ وَالظَّنِّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ. وَلاَ تَحَسَّسُوْا، وَلاَ تَجَسَّسُوْا، وَلاَ تَنَاجَشُوْا، وَلاَ تَحَاسَدُوْا، وَلاَ تَبَاغَضُوْا، وَلاَ تَدَابَرُوْا، وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا.

أخرجه البخارى في: 78. كتاب الأدب 

Artinya: “Hadits Abu Hurairah r.a.: Sesungguhnya Rasulullah SAW. bersabda: Berhati-hatilah kalian dari buruk sangka, sesungguhnya buruk sangka adalah sedusta-dustanya cerita/berita. Janganlah menyelidiki, janganlah memata-matai hal orang lain, janganla tawar-menawar untuk menjerumuskan orang lain, jangan saling menghasut, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jadilah kalian sebagai hamba Allah yang bersaudara.” (Diriwayatkan Imam Bukhori, 78. Kitab Adab)

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1- Berburuk sangka adalah salah satu akhlak yang tercela dan sangat dibenci oleh islam.

2- Janganlah kita berprasangka terhadap perkataan yang keluar dari saudara kita yang mukmin kecuali dengan persangkaan yang baik. Dan hendaknya kita selalu membawa perkataannya itu kepada prasangka-prasangka yang baik. 

3- Hati-hatilah kita terhadap perkataan yang sekalipun benar kita tidak diberi pahala, namun apabila kita salah kalian berdosa. Perkataan tersebut adalah berprasangka buruk terhadap saudaramu. 

4- Apabila ada berita tentang tindakan saudara kita yang tidak kita sukai, maka berusaha keraslah mancarikan alasan untuknya. Apabila kamu tidak mendapatkan alasan untuknya, maka katakanlah kepada diri kita sendiri, “Saya kira saudaraku itu mempunyai alasan yang tepat sehingga melakukan perbuatan tersebut".

5- Rasulullah senantiasa memberi peringatan kepada umatnya dari perkara-perkara yang mendatangkan kemudharatan atau menimbulkan keretakan ukhuwah islamiyah antara kaum muslimin. Dalam hadits tersebut Nabi mewaspadai umatnya dari sifat buruk sangka terhadap saudaranya karena hal ini akan membawa kerusakan bagi mereka.

6- Larangan berprasangka buruk tanpa ada faktor penguat atau qorinah tertentu. 

7- Prasangka buruk merupakan sedusta-dustanya perkataan. 

8- Semoga kita selalu bisa berprasangka baik kepada  saudara kita muslim karena berprasangka buruk adalah perbuatan dosa. 

Tema hadist yang  berkaitan dengan al-qur'an :

- Perintah untuk menjauhi kebanyakan berprasangka, karena sebagian tindakan berprasangka ada yang merupakan perbuatan dosa. Dalam ayat ini juga terdapat larangan berbuat tajassus. Tajassus ialah mencari-cari kesalahan-kesalahan atau kejelekan-kejelekan orang lain, yang biasanya merupakan efek dari prasangka yang buruk.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah dari banyak berprasangka; Sesungguhnya sebahagian dari sangkaan itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan dan keaiban orang, dan janganlah setengah kamu mengumpat setengahnya yang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang mengumpat sebahagian yang lain. Adakah di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. (Oleh itu, patuhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertaqwalah kamu kepada Allah; Sesungguhnya Allah Penerima taubat, lagi Maha Mengasihani.”
[Al-Hujurat : 12]

Thursday, 8 November 2018

Dzikir Pagi dan Petang

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas nikmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw, keluarga dan sahabatnya.



Pertama, meminta dengan nama Allah yang agung Al-Hayyu Al-Qayyum dalam do’a
عَنْ أَنَسٍ أَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- جَالِسًا وَرَجُلٌ يُصَلِّى ثُمَّ دَعَا اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ.

فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « لَقَدْ دَعَا اللَّهَ بِاسْمِهِ الْعَظِيمِ الَّذِى إِذَا دُعِىَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى »

Dari Anas, ia pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dalam keadaan duduk lantas ada seseorang yang shalat, kemudian ia berdo’a,

“Allahumma inni as-aluka bi-anna lakal hamda, laa ilaha illa anta al-mannaan badii’us samaawaati wal ardh, yaa dzal jalali wal ikram, yaa hayyu yaa qayyum [artinya: Ya Allah, aku meminta pada-Mu karena segala puji hanya untuk-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, Yang Banyak Memberi Karunia, Yang Menciptakan langit dan bumi, Wahai Allah yang Maha Mulia dan Penuh Kemuliaan, Ya Hayyu Ya Qayyum –Yang Maha Hidup dan Tidak Bergantung pada Makhluk-Nya-].”

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh ia telah berdo’a pada Allah dengan nama yang agung di mana siapa yang berdo’a dengan nama tersebut, maka akan diijabahi. Dan jika diminta dengan nama tersebut, maka Allah akan beri.” (HR. Abu Daud no. 1495 dan An-Nasa’i no. 1301. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Kedua, nama Allah Al-Hayyu Al-Qayyum dalam dzikir pagi petang
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada Fatimah (puterinya), “Apa yang menghalangimu untuk mendengar wasiatku atau yang kuingatkan padamu setiap pagi dan petang yaitu ucapkanlah:

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

“Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan [artinya: Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya].” (HR. Ibnu As Sunni dalam ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah no. 46, An-Nasa’i dalam Al-Kubra 381: 570, Al-Bazzar dalam musnadnya 4/ 25/ 3107, Al-Hakim 1: 545. Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 227).

Ketiga, ketika dirundung duka
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا كَرَبَهُ أَمْرٌ قَالَ « يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ »

Dari Anas bin Malik, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika dapat masalah berat, beliau membaca: Yaa Hayyu Yaa Qayyum, bi rahmatika as-taghiits [artinya: Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan].” (HR. Tirmidzi no. 3524. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Ada juga doa yang lafazhnya hampir mirip dengan lafazh di atas dari hadits Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

دَعَوَاتُ الْمَكْرُوبِ اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِى إِلَى نَفْسِى طَرْفَةَ عَيْنٍ وَأَصْلِحْ لِى شَأْنِى كُلَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Doa orang yang dirundung duka: Allahumma rahmataka arjuu fa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin wa ash-lihlii sya’nii kullahu laa ilaha illa anta [artinya: Ya Allah, dengan rahmat-Mu, aku berharap, janganlah Engkau sandarkan urusanku pada diriku walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku seluruhnya, tidak ada ilah yang berhak disembah selain Engkau].” (HR. Abu Daud no. 5090, Ahmad 5: 42. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan karena mengingat adanya penguat).

Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua_

Tuesday, 11 September 2018

Minum Air Hangat Baik untuk Kesehatan

MINUM AIR HANGAT BISA SELAMATKAN NYAWA

HARAP BERBAGI INFO INI DENGAN  KELUARGA, TEMAN-TEMAN, SANGAT PENTING DAN BISA MENYELAMATKAN KEHIDUPAN.


Sekelompok Dokter Jepang menegaskan bahwa air hangat adalah 100% efektif dalam menyelesaikan beberapa masalah kesehatan seperti : 
  
1. Migrain
2. Tekanan darah tinggi
3. Tekanan darah rendah
4. Nyeri sendi
5. Peningkatan dan penurunan detak jantung secara tiba-tiba
6. Epilepsi
7. Meningkatkan kadar kolesterol
8. Batuk
9. Ketidaknyamanan tubuh
10. Nyeri gout
11. Asma
12. Batuk terus menerus
13. Penyumbatan pembuluh darah
14. Penyakit yang terkait dengan Uterus & Urine
15. Masalah perut
16. Nafsu makan yang buruk
17. Juga semua penyakit yang berkaitan dengan mata, telinga & tenggorokan.
18. Sakit kepala

BAGAIMANA CARA MEMAKAI AIR HANGAT

Bangun pagi-pagi dan minum sekitar  2 gelas air hangat ketika perut kosong. Anda mungkin tidak dapat membuat 2 gelas di awal tetapi perlahan-lahan.

CATATAN:

JANGAN makan apa pun 45 menit setelah mengambil air.

Terapi air hangat akan menyelesaikan masalah kesehatan dalam jangka waktu yang wajar seperti:

✔ Diabetes dalam 30 hari
✔ Tekanan darah dalam 30 hari
✔ Masalah perut dalam 10 hari
✔ Semua jenis Kanker dalam 9 bulan
✔ Penyumbatan pembuluh darah dalam 6 bulan
✔ Nafsu makan yang buruk dalam 10 hari
✔ Uterus dan penyakit terkait dalam 10 hari
✔ Masalah Hidung, Telinga, dan Tenggorokan dalam 10 hari
✔ Masalah wanita dalam 15 hari
✔ Penyakit jantung dalam 30 hari
✔ Sakit kepala / migrain dalam 3 hari
✔ Kolesterol dalam 4 bulan
✔ Epilepsi dan kelumpuhan terus menerus dalam 9 bulan
✔ Asma dalam 4 bulan

AIR DINGIN ITU TIDAK BAIK UNTUK ANDA !!!

Jika air dingin tidak mempengaruhi Anda pada usia muda, akan membahayakan Anda di usia tua.

Air dingin menutup 4 urat-urat jantung dan menyebabkan serangan jantung. Minuman dingin adalah alasan utama untuk serangan jantung.

Ini juga menciptakan masalah di hati karena membuat lemak terjebak di hati. Kebanyakan orang yang menunggu transplantasi hati adalah korban minum air dingin.

Air dingin mempengaruhi dinding internal lambung,Ini mempengaruhi usus besar dan menghasilkan Kanker.

Friday, 12 May 2017

Bagaimanakah Seharusnya Kita Menyiapkan Diri Menyambut Ramadhan?

Portal Renungan.
Tak terasa kita telah memasuki bulan Sya’ban. Sebentar lagi kita akan kedatangan bulan Ramadhan. Setelah sekian lama berpisah, kini Ramadhan kembali akan hadir di tengah-tengah kita. Bagi seorang muslim, tentu kedatangan bulan Ramadhan akan disambut dengan rasa gembira dan penuh syukur, karena Ramadhan merupakan bulan maghfirah, rahmat dan menuai pahala serta sarana menjadi orang yang muttaqin.


Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita melakukan persiapan diri untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan, agar Ramadhan kali ini benar-benar memiliki nilai yang tinggi dan dapat mengantarkan kita menjadi orang yang bertaqwa.

Tentu saja persiapan diri yang dimaksud di sini bukanlah dengan memborong berbagai macam makanan dan minuman lezat di pasar untuk persiapan makan sahur dan balas dendam ketika berbuka puasa. Juga bukan dengan mengikuti berbagai program acara televisi yang lebih banyak merusak dan melalaikan manusia dari mengingat Allah Swt dari pada manfaat yang diharapkan, itupun kalau ada manfaatnya. Bukan pula pergi ke pantai menjelang Ramadhan untuk rekreasi, makan-makan dan bermain-main.

Jadi, bagaimana sebenarnya cara kita menyambut Ramadhan? Apa yang mesti kita persiapkan dalam hal ini? Untukk menyambut kedatangan Ramadhan yang dipersiapkan , yaitu:

1.Berdoa kepada Allah Swt, sebagaimana yang dicontohkan para ulama salafusshalih. Mereka berdoa kepada Allah Swt dengan sungguh-sungguh agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan sejak enam bulan sebelumnya dan selama enam bulan berikutnya mereka berdoa agar puasanya diterima Allah Swt, karena berjumpa dengan bulan ini merupakan nikmat yang besar bagi orang-orang yang dianugerahi taufik oleh Allah Swt. Mu’alla bin al-Fadhl berkata, “Dulunya para salaf berdoa kepada Allah Ta’ala (selama) enam bulan agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan, kemudian mereka berdoa kepada-Nya (selama) enam bulan berikutnya agar Dia menerima (amal-amal shaleh) yang mereka kerjakan” (Lathaif Al-Ma’aarif: 174)

Di antara doa mereka itu adalah: ”Ya Allah, serahkanlah aku kepada Ramadhan dan serahkan Ramadhan kepadaku dan Engkau menerimanya kepadaku dengan kerelaan”.  Dan doa yang populer: ”Ya Allah, berkatilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan”.

2.Menuntaskan puasa tahun lalu. Sudah seharusnya kita mengqadha puasa sesegera mungkin sebelum datang Ramadhan berikutnya. Namun kalau seseorang mempunyai kesibukan atau halangan tertentu untuk mengqadhanya seperti seorang ibu yang sibuk menyusui anaknya, maka hendaklah ia menuntaskan hutang puasa tahun lalu pada bulan Sya’ban.

 Sebagaimana Aisyah r.a  tidak bisa mengqadha puasanya kecuali pada bulan Sya’ban. Menunda qadha puasa dengan sengaja tanpa ada uzur syar’i  sampai masuk Ramadhan berikutnya adalah dosa, maka kewajibannya adalah tetap mengqadha, dan ditambah kewajiban membayar fidyah menurut sebagian ulama.

3.Persiapan keilmuan (memahami fikih puasa). Mu’adz bin Jabal r.a berkata: ”Hendaklah kalian memperhatikan ilmu, karena mencari ilmu karena Allah adalah ibadah”. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah mengomentari atsar diatas, ”Orang yang berilmu mengetahui tingkatan-tingkatan ibadah, perusak-perusak amal, dan hal-hal yang menyempurnakannya dan apa-apa yang menguranginya”.

Oleh karena itu, suatu amal perbuatan tanpa dilandasi ilmu, maka kerusakannya lebih banyak daripada kebaikannya. Maka dalam hal ini, hanya dengan ilmu kita dapat mengetahui cara berpuasa yang benar sesuai dengan petunjuk Rasulullah saw. 

Begitu juga ilmu sangat diperlukan dalam melaksanakan  ibadah lainnya seperti wudhu, shalat, haji dan sebagainya. Maka, menjelang Ramadhan ini sudah sepatutnya kita untuk membaca buku fiqhus shiyam (fikih puasa) dan ibadah lain yang berkaitan dengan Ramadhan seperti shalat tarawih, i’tikaf dan membaca al-Quran.

4.Persiapan jiwa dan spiritual. Persiapan yang dimaksud di sini adalah mempersiapkan diri lahir dan batin untuk melaksanakan ibadah puasa dan ibadah-ibadah agung lainnya di bulan Ramadhan dengan sebaik-sebaiknya, yaitu dengan hati yang ikhlas dan praktek ibadah yang sesuai dengan petunjuk dan sunnah Rasulullah Saw.

Persiapan jiwa dan spiritual merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam upaya untuk memetik manfaat sepenuhnya dari ibadah puasa. Penyucian jiwa (Tazkiayatun nafs) dengan berbagai amal ibadah dapat melahirkan keikhlasan, kesabaran, ketawakkalan, dan amalan-amalan hati lainnya yang akan menuntun seseorang kepada jenjang ibadah yang berkualitas. Salah satu cara untuk mempersiapkan jiwa dan spritual untuk menyambut Ramadhan adalah dengan jalan melatih dan memperbanyak ibadah di bulan sebelumnya, minimal di bulan Sya’ban ini seperti memperbanyak puasa Sunnat.

Memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban merupakan sunnah Rasul saw. Aisyah ra, ia berkata, “Aku belum pernah melihat Nabi saw berpuasa sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan, dan aku belum pernah melihat Nabi saw berpuasa sebanyak yang ia lakukan di bulan Sya’ban. (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat lain, dari Usamah bin Zaid r.a ia berkata, aku bertanya, “Wahai Rasulullah, aku belum pernah melihatmu berpuasa pada bulan-bulan lain yang sesering pada bulan Sya’ban”. Beliau bersabda, “Itu adalah bulan yang diabaikan oleh orang-orang, yaitu antara bulan Ra’jab dengan Ramadhan. Padahal pada bulan itu amal-amal diangkat dan dihadapkan kepada Rabb semesta alam, maka aku ingin amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa.” (HR. Nasa’i dan Abu Daud serta dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).

Adapun pengkhususan puasa dan shalat sunat seperti shalat tasbih pada malam nisfu sya’ban (pertengahan Sya’ban) dengan menyangka bahwa ia memiliki keutamaan, maka hal itu tidak ada dalil shahih yang mensyariatkannya.. 

Menurut para ulama besar, dalil yang dijadikan sandaran mengenai keutamaan nisfu sya’ban adalah hadits dhaif (lemah) yang tidak bisa dijadikan hujjah dalam persoalan ibadah, bahkan maudhu’ (palsu). Oleh Sebab itu, Imam Ibnu Al-Jauzi memasukkan hadits-hadits mengenai keutamaan nishfu Sya’ban ke dalam kitabnya Al-Maudhu’at (hadits-hadits palsu).

Syaikh Shalih bin Fauzan berkata, “Adapun hadits-hadits yang terdapat dalam masalah ini, semuanya adalah hadits palsu sebagaimana dikemukakan oleh para ulama. Akan tetapi bagi orang yang memiliki kebiasaan berpuasa pada ayyamul bidh (tanggal 14, 15, 16), maka ia boleh melakukan puasa pada bulan Sya’ban seperti bulan-bulan lainnya tanpa mengkhususkan hari itu saja.”

Syaikh Sayyid Sabiq berkata, “Mengkhususkan puasa pada hari nisfu Sya’ban dengan menyangka bahwa hari-hari tersbut memiliki keutamaan dari pada hari lainnya, tidak memiliki dalil yang shahih” (Fiqh As-Sunnah: 1/416).

5.Persiapan dana (finansial). Sebaiknya aktivitas ibadah di bulan Ramadhan harus lebih mewarnai hari-hari ketimbang aktivitas mencari nafkah atau yang lainnya.

 Pada bulan ini setiap muslim dianjurkan memperbanyak amal shalih seperti infaq, shadaqah dan ifthar (memberi bukaan). Karena itu, sebaiknya dibuat sebuah agenda maliah (keuangan) yang mengalokasikan dana untuk shadaqah, infaq serta memberi ifhtar selama bulan ini. 

Moment Ramadhan merupakan moment yang paling tepat dan utama untuk menyalurkan ibadah maliah kita. Ibnu Abbas r.a berkata, ”Nabi Saw adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan.” (H.R Bukhari dan Muslim).

 Termasuk dalam persiapan maliah adalah mempersiapkan dana agar dapat beri’tikaf dengan tanpa memikirkan beban ekonomi untuk keluarga.

6.Persiapan fisik yaitu menjaga kesehatan. Persiapan fisik agar tetap sehat dan kuat di bulan Ramadhan sangat penting. Kesehatan merupakan modal utama dalam beribadah. 

Orang yang sehat dapat melakukan ibadah dengan baik. Namun sebaliknya bila seseorang sakit, maka ibadahnya terganggu. Rasul saw bersabda, “Pergunakanlah kesempatan yang lima sebelum datang yang lima; masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al-Hakim)

 Maka, untuk meyambut Ramadhan kita harus menjaga kesehatan dan stamina dengan cara menjaga pola makan yang sehat dan bergizi, dan istirahat cukup.

7. Menyelenggarakan tarhib Ramadhan. Disamping persiapan secara individual, kita juga hendaknya melakukan persiapan secara kolektif, seperti melakukan tarhib Ramadhan yaitu mengumpulkan kaum muslimin di masjid atau di tempat lain untuk diberi pengarahan mengenai puasa Ramadhan, adab-adab, syarat dan rukunnya, hal-hal yang membatalkannya atau amal ibadah lainnya.

Menjelang bulan Ramadhan tiba, Rasul saw memberikan pengarahan mengenai puasa kepada para shahabat. Beliau juga memberi kabar gembira akan kedatangan bulan Ramadhan dengan menjelaskan berbagai keutamaannya. 

Abu Hurairah ra berkata, “menjelang kedatangan bulan Ramadhan, Rasulullah saw bersabda, “Telah datang kepada kamu syahrun mubarak (bulan yang diberkahi). Diwajibkan kamu berpuasa padanya. Pada bulan tersebut pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, syaithan-syaithan dibelunggu. Padanya juga terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalang kebaikan pada malam itu, maka ia telah terhalang dari kebaikan tersebut.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi). 

Hal ini dilakukan oleh Rasulullah saw untuk memberi motivasi dan semangat kepada para sahabat dan umat Islam setelah mereka dalam beribadah di bulan Ramadhan.

Akhirnya, kami mengajak seluruh umat Islam untuk menyambut bulan Ramadhan yang sudah di ambang pintu ini dengan gembira dan  mempersiapkan diri untuk beribadah dengan optimal. Selain itu kita berharap kepada Allah Swt agar ibadah kita diterima, tentu dengan ikhlas dan sesuai Sunnah Rasul saw. 

Semoga kita dipertemukan dengan Ramadhan dan dapat meraih berbagai keutamaannya.

Thursday, 11 May 2017

Periksalah Berita Terlebih Dahulu Agar Tidak Menjadi Pembohong Tanpa Sadar

PortalRenungan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujurat: 6).


Imam Asy Syaukani rahimahullah berkata, “Yang dimaksud dengan tabayyun adalah memeriksa dengan teliti dan yang dimaksud dengan tatsabbut adalah berhati-hati dan tidak tergesa-gesa, melihat dengan keilmuan yang dalam terhadap sebuah peristiwa dan kabar yang datang, sampai menjadi jelas dan terang baginya.” (Fathul Qadir, 5:65).

Semoga Allah Ta'ala ampuni saya, Anda, dan Saudara-saudara seiman yang memudah-mudahkan diri dalam meneruskan perkataan atas sebuah kejadian (retweet, share, dll) tanpa memeriksa kebenaran beritanya.

Sesungguhnya setiap kata ada pertanggungjawabannya. Begitu pula atas setiap nukilan atau perkataan orang lain yang kita teruskan. Tiap-tiap perkataan kita atau ucapan orang lain yang kita ceritakan ulang (share, forward, retweet, broadcast) akan mendekatkan kita ke surga atau neraka.

Di antara yang mengkhawatirkan dari meneruskan perkataan tanpa memeriksa kebenarannya terlebih dahulu adalah menjadi pembohong tanpa sadar. 

Mari kita ingat sejenak peringatan Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam:

كفى بالمرء كذبا أن يحدث بكل ما سمع

“Cukuplah seseorang dianggap pendusta jika ia mengatakan setiap apa yang ia dengar.” (HR. Muslim).

Maka, tidakkah kita khawatir jika termasuk golongan para pembohong sementara kita tidak menyadari? Ataukah kita memang telah bergelimang dusta yang sangat besar? 

Marilah Kita Berdoa Kepada Allah.

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى، وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى، وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى

Allaahumma innii a'uudzu bika min syarri sam'ii, wa min syarri bashorii, wa min syarri lisaanii, wa min syarri qolbii, wa min syarri maniyyii.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pada pendengaranku, kejelekan pada penglihatanku, kejelekan pada lisanku, kejelekan pada hatiku, dan kejelekan pada  kemaluanku. (HR. An-Nasa’i no. 5446)

Aamiin Ya Robbal 'Aalamiin.

Tuesday, 9 May 2017

Bagaimanakah Seharusnya Kaum Laki-Laki Harus Bersikap, Bahwa Ia Sebagai Pemimpin Kaum Perempuan?

PortalRenungan.
{الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ}

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebahagian dari harta mereka.” (QS. An Nisa’: 34)


Makna “pemimpin bagi kaum perempuan” adalah penegak (urusan) mereka dengan mewajibkan bagi mereka untuk menunaikan hak-hak Allah, dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban (yang) Allah (tetapkan), dan melarang mereka dari perbuatan-perbuatan yang merusak (maksiat), serta mendidik mereka untuk meluruskan kebengkokan mereka.

Kewajiban seorang laki-laki sejati selepas menikahi seorang perempuan adalah menjaga kehormatannya, bahkan kalau perlu dengan mempertaruhkan nyawanya. Sebab istri (utamanya istri yang shalihah) adalah harta yang paling berharga di dunia ini bagi seorang laki-laki. Jauh lebih berharga dari trilyunan uang, ribuan investasi, luasnya tanah dan kebun. 

Kecemburuan laki-laki harusnya dahsyat. Karena Allah lebih cemburu dari itu. Maka sungguh mengherankan bila ada laki-laki yang mengizinkan istrinya memperlihatkan auratnya di depan umum, ayah yang mengizinkan anak-anak perempuannya untuk berlenggak-lenggok di depan umum, ayah yang membiarkan anak perempuannya dibawa pergi oleh laki-laki asing. Laki-laki yang tidak cemburu ketika istri dan anak perempuannya diperlakukan demikian adalah laki-laki yang paling lemah. Ketika laki-laki tidak lagi memiliki rasa bahwa “ini istriku, ini anak perempuanku, maka harus aku jaga harkat dan martabatnya sampai mati!”. Perasaan laki-laki yang kosong, tak merasakan apapun atas tanggungjawabnya, ialah laki-laki yang paling lemah!

Perjanjian kuat dalam pernikahan membuat laki-laki sudah harus menyadari tugasnya. Tugas utamanya untuk meneruskan penjagaan tersebut. Dan semua itu dibayar dengan nyawa, bukan dengan lisan semata. 

Kalau laki-laki tidak memiliki kecemburuan, merasa biasa-biasa saja ketika istrinya difoto dengan gamblang kemudian dijadikan pajangan (hiasan) untuk menghibur orang lain. Naudzubillahimindalik. Ia tidak layak untuk perempuan shalihah. 

Laki-laki haruslah menjadi pelindung, menjadikan istri dan anak-anaknya merasa aman. Hingga tak ada orang lain yang berani merendahkan mereka. Sungguh mulia agama ini menempatkan kehormatan perempuan. 

Semoga kita berhasil mengalahkan setiap godaan yang menghancurkan kehormatan kita sendiri. Semoga setiap perempuan menyadari betapa berharga dirinya. Semoga setiap laki-laki mengerti bahwa tugasnya tidak sederhana. Berhentilah bercanda dan bermain-main. Sebab tanggungjawab besar itu sudah menanti dipelupuk mata.

Jagalah kehormatan perempuan-perempuan tercintamu. Ibumu, saudara perempuanmu, istrimu, anak-anak perempuanmu. Jagalah dengan nyawamu.

Marilah kita berdoa kepada Allah agar diberikan keturunan yang baik,

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Robbi hab lii mil-ladunka dzurriyyatan thoyyibah, innaka samii'ud-du'aa'.

Ya Rabb-ku, berilah aku dari sisi Engkau keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa. (Ali Imran [3]: 38).


Saturday, 6 May 2017

Berlapangdadalah Untuk Menerima Islam

PortalRenungan.
{فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلإسْلامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ}

“Barangsiapa yang Allah kehendaki untuk Allah berikan petunjuk kepadanya, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (menerima agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki kelangit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman” (QS al-An’aam: 125).

Ayat ini menunjukkan bahwa tanda kebaikan dan petunjuk Allah Ta’ala bagi seorang hamba adalah dengan Allah Ta’ala menjadikan dadanya lapang dan lega menerima Islam, maka hatinya akan diterangi cahaya iman, hidup dengan sinar keyakinan, sehingga jiwanya akan tentram, hatinya akan mencintai amal shaleh dan jiwanya akan senang mengamalkan ketaatan, bahkan merasakan kelezatannya dan tidak merasakannya sebagai beban yang memberatkan.


Bila hari ini kamu gagal, bisa jadi ada yang kurang atas usahamu. Bukan semata-mata hanya gerak raga, atau kerja keras otakmu.

Melainkan doa-doa pada Allah sudah sejauh mana kamu hadirkan? Bakti pada kedua orangtuamu sudah seberapa langkah kamu kerjakan? Atau seseorang yang pernah menyakitimu, sudahkah semuanya dimaafkan?

Kita terkadang lupa, bahwa hambatan itu ada. Kadang tak terlihat oleh kedua mata, karena hati kita terlalu buta.

Dan seringkali hati memang harus belajar rela. Pasrah bukan menyerah, namun mengalah. Mengikhlaskan apa yang memang tidak berhak kita dapatkan.

Berusaha lapang meski kerap berkata semua ada batasnya. Dan akan selalu ada kata, bahwa Allah tak pernah lepas dari jangkauan kita. Bisa jadi, Ia tengah mempersiapkan gantinya.

Thursday, 4 May 2017

Sesungguhnya Jika Kamu Bersyukur, Pasti Aku Akan Menambah Nikmat Kepadamu

PortalRenungan.
Iman itu terdiri atas dua bagian: syukur dan sabar. Syukur adalah pencarian terbaik orang-orang yang berbahagia. Kedudukannya di dalam agama sangat mulia. Kadang Allah Subhanahu wata’ala menggandengkannya dengan zikir atau dengan keimanan. Bahkan, Allah Subhanahu wata’ala mengaitkan adanya tambahan karena adanya syukur, sebagaimana firman-Nya,


وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim)

Semoga hati kita memiliki samudera kesabaran dan samudera kesyukuran. Mungkin luasnya cukup sedemikian, sebagai manusia. Mungkin dalamnya cukup sedemikian, sebagai hamba.

Kalau ada setitik noda jatuh di atasnya, akan lenyap seketika. Kalau ada badai di salah satu lautnya, tidak akan mampu membuat gejolak di dasar samuderanya. Semoga kesabaran seluas samudera cukup untuk menjadi bekal. Dan rasa syukur dengan luas yang sama, cukup untuk menjadi senjata.

Meski kita tahu, ujian itu seluas alam semesta, tidak akan berhenti sampai kita dipanggil-Nya.

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Robbi auzi'nii an asykuro ni'matakallatii an'amta 'alayya wa 'alaa waalidayya wa an a'mala shoolihan tardhoohu, wa ad-khilnii birohmatika fii 'ibaadikash-shoolihiin.

Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal shaleh yang Engkau ridhai. Masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh. (An-Naml [27]: 19).

Aamiin


Wednesday, 3 May 2017

Do'a Iblis Saja Dikabulkan, Mengapa Do'a Kita Tidak Dikabulkan?

PortalRenungan.
Ada sedikit pertanyaan yang mengusik hati kia. Apa yang membuat kita enggan untuk berdoa? Apakah keraguan tidak terkabulnya doa? Atau merasa tak layak karena berlumur dosa? 


Teringat perkataan Sufyan bin 'Uyainah, seorang Imam Sunni dan ahli hadits di tanah haram Mekkah, beliau berkata, "Janganlah kamu meninggalkan doa. Jangan sampai yang kamu ketahui dari dirimu itu menghalangi kamu berdoa. Sesungguhnya, Allah Ta'ala telah mengabulkan permintaan Iblis, padahal dia adalah makhluk yang paling jahat, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an: 

"Ia (Iblis) berkata, 'Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka berilah penangguhan kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan.' Allah berfirman, '(Baiklah) maka sesungguhnya kamu termasuk yang diberi penangguhan, sampai hari yang telah ditentukan (kiamat).'" (QS Al-Hijr ayat 36-38) 

Bila Iblis saja dikabulkan doanya, mengapa kita manusia malah enggan merayu dan memohon pada-Nya? Karena bisa jadi, suatu ketika kita sangat enggan berdoa karena merasa memiliki banyak dosa, padahal disanalah iblis sedang menggoda kita dan membisikkan keraguan bahwa Allah tidak akan mendengar dan mengabulkan doa-doa kita yang bertumpuk dosa ini. Semoga kita terlindung dari kejahatan iblis dan para pengikutnya. 

Ingatlah janji Allah dalam firman-Nya Surah Ghafir ayat 60, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu." 

Jangan lupa pula untuk tetap menjaga adab kita saat berdoa, sehingga doa tak sekadar permintaan semata, melainkan dialog mesra bersama Pencipta. 🙏🏽🙏🏽

Monday, 1 May 2017

Sesungguhnya Allah Bersama Orang-orang Yang Sabar

PortalRenungan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imron [3] : 200).


Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Sholihin ketika menjelaskan ayat di atas, beliau rahimahullah mengatakan, ”(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memerintahkan orang-orang mukmin sesuai dengan konsekuensi dan besarnya keimanannya dengan 4 hal yaitu: shobiru, shoobiru, robithu, dan bertakwalah pada Allah.

Shobiru berarti menahan diri dari maksiat. Shoobiruu berarti menahan diri dalam melakukan ketaatan. Roobithu adalah banyak melakukan kebaikan dan mengikutkannya lagi dengan kebaikan. Sedangkan takwa mencakup semua hal tadi.”

https://goo.gl/DCTrXD

"Sesungguhnya Allah membersamai orang-orang yang sabar". Berkali-kali frasa ini Allah ulang di dalam Alquran, sebagai hiburan dan penyemangat bagi kita

Sebab bagi mereka yang sedang memperjuangkan kalimat Allah, teman terbaik mereka adalah kesabaran. Dan tak ada batas dalam upaya kesabaran itu.

Dalam musibah kita diperintahkan sabar, saat menghadapi siksaan pun kita diminta untuk sabar, saat menanti pertolongan kita juga tetap diminta untuk sabar.

Sabar itu bukan proses pasrah tanpa aktivitas, sebab sabar adalah proses aktif, sabar itu tak goyah berada dalam ketaatan, walau maksiat itu sangat menggoda.

Menghadapi saudara seiman pun kita harus banyak-banyak sabar, sebab Allah pun sudah memberikan arahan bahwa bisa jadi saudara lebih menuntut kesabaran.

Maka bersabarlah laksana Zaid bin Haritsah, yang merangsek ke barisan musuh dengan panji Rasulullah terhunus di tangan, tak gentar menjemput syahid.

Maka bersabarlah layaknya Ja'far bin Abu Thalib yang rela menyerahkan kedua lengannya demi membela panji Rasulullah, kemudian diganti dengan sayap di surga.

Maka bersabarlah seperti Abdullah bin Rawahah, yang bersyair lalu memaksa kakinya maju ke medan jihad, dan mendapatkan kemuliaan dua sahabat yang mendahuluinya

Bersabarlah layaknya ketiga syuhada yang sudah dijanjikan Rasulullah pada malam sebelum ekspedisi Mu'tah, mereka sabar dalam ketaatan, walau maut menanti.

Sabarlah dalam meninggikan kalimat syahadat, mengibarkan panji Rasulullah buat semua manusia. Sebab sabar itu tiada batas balasannya, sebab Allah bersama yang sabar.

Maka pantaskah kita mengeluh saat kita diuji? Padahal kita tahu itu adalah kesempatan bagi kita untuk bersama dengan Allah? Sabarlah dalam ketaatan, Allah bersama kita.

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Robbanaa afrigh 'alainaa shobron, wa tsabbit aqdaamanaa, wan-shurnaa 'alal qoumil kaafiriin.

Ya Rabb kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, dan teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir. 
(Al Baqarah [2]: 250).

Saturday, 29 April 2017

Amalan Apakah Yang Disunnahkan Di Bulan Sya'ban?

PortalRenungan.
Alhamdulillah sekarang kita sudah masuk bulan Sya'ban 1438 H. Artinya satu bulan lagi menjelang Ramadhan, maka kita dianjurkan memperbanyak amalan sunnah di bulan Sya'ban diantaranya berpuasa sunnah.

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (Muttafaqun'alahi).


Dimana diantara hikmahnya sebagaimana disebutkan oleh nabi shalallahu'alaihi wassalam;

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

“Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.” (HR. An Nasa’i, Ahmad, dan sanadnya dihasankan Syaikh Al Albani)

Semoga Allah memberikan taufiq untuk beramal di bulan ini hingga sampai pada bulan ramadhan. 

اللهم بارك لنا في شعبان و بلغنا رمضانرمضان

Ya Allah berkahilah kami di bulan Sya'ban ini dan sampaikan kami pada bulan Ramadhan. Amin.

Friday, 28 April 2017

Hal-hal Yang Harus Diketahui Dan Dipersiapkan Sebelum Donor Darah

PortalRenungan.
Mendonasikan darah adalah tindakan yang mulia. Satu orang yang mendonasikan darah secara rutin dapat menyelamatkan sekitar 1.000 nyawa seumur hidupnya. Menurut data WHO, sebanyak 25 persen dari kita akan membutuhkan transfusi darah di beberapa titik dalam hidupnya. Itulah mengapa mendonasikan darah menjadi sangat penting karena dengan demikian, manusia bisa saling membantu sesamanya.

Untuk bisa mendonasikan darah, hendaknya seseorang harus memeriksakan kesehatannya. Mempertahankan kadar zat besi. Hindari latihan berat, dan ingat untuk minum banyak cairan setelah mendonasikan darah. Hindari juga minuman berkafein atau beralkohol karena mereka mengurangi kadar cairan tubuh.



Berikut ini persyaratan yang harus dipenuhi bagi calon pendonor darah;
1. Umur 17 - 60 tahun.
2. Berat badan minimum 45 kg.
3. Temperatur tubuh 36.6 -37.5 0C (oral).
4. Tekanan darah baik, yaitu Sistole = 110 -160 mm Hg, Diastole =70 - 100 mm Hg.
5. Denyut nadi teratur 50 - 100 kali/menit.
6. Hemoglobin Wanita minimal = 12 gr%, Pria minimal = 12.5 gr%
7. Jumlah penyumbangan pertahun paling banyak 5 kali, dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan. Keadaan ini harus sesuai dengan keadaan umum donor.
8. Tidak dalam keadaan haid (untuk wanita) dan sudah beristirahat sebelumnya minimal 4 jam.

Jadi sebelum donor darah tubuh kita harus sehat, segar & bugar, untuk itu sebaiknya dipersiapkan terlebih dulu.
Semoga bermanfaat.

Thursday, 27 April 2017

Bagaimanakah Caranya Bergabung Menjadi Afiliasi Dewaweb?

PortalRenungan.
Dewaweb adalah penyedia jasa layanan Hosting dan Domain. Dewaweb juga menyediakan program afiliasi. Program afiliasi Dewaweb terbuka untuk Anda yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan dari Internet dengan mudah, tanpa harus membeli paket hosting yang Dewaweb sediakan. Setiap pelanggan Dewaweb pun bisa langsung bergabung dengan program ini.


Apa sajakah yang akan Anda dapatkan jika bergabung menjadi afiliasi Dewaweb ?

1. Komisi Langsung Rp. 100.000,- saat Anda bergabung.
2. Komisi 20% dari setiap penjualan cloud hosting (min paket Hunter).
3. Passive Income, komisi berlaku seterusnya selama akun hosting yang dibeli tersebut aktif (lifetime commissions).
4. Materi Promosi, siap pakai (banner, ad text, dll).
5. Promo Spesial dari Dewaweb.

Bagaimanakah cara mempromosikannya?

1. Link Afiliasi. Pasang link afiliasi ke Dewaweb di website Anda, blog, iklan baris, email, forum, dan social media (Facebook, Twitter, Google+, dll).
2. Review/Info.Tambahkan review atau info tentang Dewaweb sehingga lebih menarik orang untuk klik link tersebut.
3. Email. Kirim email langsung ke teman-teman Anda untuk merekomendasikan mereka ke Dewaweb.
4. Link pada Signature. Tambahkan link ini pada signature di akhir email atau posting Anda di forum.





Syarat dan Ketentuan:

• Dewaweb tidak mengijinkan link ditaruh di website yang melanggar hukum Republik Indonesia (situs porno, judi, dll).
• Dewaweb tidak mengijinkan promosi menggunakan email spamming atau cara-cara lain yang illegal atau merugikan reputasi Dewaweb.
• Link afiliasi tidak boleh dipakai untuk order paket hosting yang akan dipakai sendiri di account yang sama.
• Pelanggaran terhadap ketentuan ini akan mengakibatkan akun afiliasi Anda ditutup secara sepihak tanpa memberikan komisi yang sudah terkumpul.


Bagaimanakah caranya bergabung menjadi afiliasi Dewaweb? Silahkan ikuti petunjuk ini:

1. Jika Anda belum memiliki account di Dewaweb, silahkan buat account baru dulu disini.
2. Jika Anda sudah menjadi pelanggan waweb, silahkan langsung login.
3. Klik pada menu “Affiliate”.
4. Klik tombol “Aktivasi Affiliate Program”.
5. Pasang banner atau link di website Anda dan arahkan ke link yang diberikan. Silahkan pilih yang paling menarik dan cocok untuk website Anda dan taruh di lokasi yang mudah dilihat.
6. Ketika ada pengunjung yang meng-klik banner tersebut dan memesan paket hosting di Dewaweb (minimal paket Hunter), Anda akan menerima email notifikasi dan menerima komisi 20% dari nilai nominal yang dibayarkan untuk paket hosting tersebut. Komisi harus menunggu selama 90 hari sebelum bisa dicairkan (untuk  memastikan pembeli tidak membatalkan akun hostingnya tiba-tiba).
 7. Komisi yang sudah melewati masa tunggu 90 hari bisa dicairkan ketika totalnya mencapai minimal Rp. 300.000. Tinggal klik tombol “Permohonan Penarikan” di halaman Affiliate Program dan komisi akan ditransfer ke rekening bank Anda dalam 2 hari kerja.