Friday, 22 April 2016

Bersyukur dan Nikmatilah Apa Yang Ada Pada Diri Kita Hari Ini

PortalRenungan.
Suatu hari di sebuah universitas terkenal. Sekelompok alumnus bertamu di rumah dosen senior, setelah bertahun-tahun mereka lulus. Setelah mereka semua menggapai kesuksesan, kedudukan yang tinggi serta kemapanan ekonomi dan sosial.

Setelah saling menyapa dan berbasa-basi, masing-masing mereka mulai mengeluhkan pekerjaannya. Jadwal yang begitu padat, tugas yang menumpuk dan banyak beban lainnya yang seringkali membuat mereka stress.

Sejenak sang dosen masuk ke dalam. Beberapa saat kemudian, beliau keluar sambil membawa nampan di atasnya teko besar berisikan kopi dan berbagai jenis cangkir.

Ada cangkir-cangkir keramik tiongkok yang mewah. Cangkir-cangkir kristal. Cangkir-cangkir melamin. Dan cangkir-cangkir plastik. 

Sebagian cangkir tersebut luar biasa indahnya. Ukirannya, warnanya dan harganya yang waahh.. Namun ada juga cangkir plastik yang biasanya berada di rumah orang-orang yang amat miskin.

Sang dosen berkata, “Silahkan.. masing-masing menuangkan kopinya sendiri”.

Setelah setiap mahasiswa memegang cangkirnya, sang dosen berkata,

“Tidakkah kalian perhatikan bahwa hanya cangkir-cangkir mewah saja yang kalian pilih? Kalian enggan mengambil cangkir-cangkir yang biasa?

Manusiawi sebenarnya, saat masing-masing dari kalian berusaha mendapatkan yang paling istimewa. Namun seringkali itulah yang membuat kalian menjadi gelisah dan stress.

Sejatinya yang kalian butuhkan adalah kopi, bukan cangkirnya.

Akan tetapi kalian tergiur dengan cangkir-cangkir yang mewah. Terus perhatikanlah, setelah masing-masing kalian memegang cangkir tersebut, kalian akan terus berusaha mencermati cangkir yang dipegang orang lain!

Andaikan kehidupan adalah kopi, maka pekerjaan, harta dan kedudukan sosial adalah cangkir-cangkirnya.

Jadi, hal-hal itu hanyalah perkakas yang membungkus kehidupan. Adapun kehidupan (kopi) itu sendiri, ya tetap itu-itu saja, tidak berubah.

Saat konsentrasi kita tersedot kepada cangkir, maka saat itu pula kita akan kehilangan kesempatan untuk menikmati kopi.

Karena itu ku nasehatkan pada kalian, jangan terlalu memperhatikan cangkir, akan tetapi nikmatilah kopinya…”.

Sejatinya, inilah penyakit yang diderita manusia. Banyak orang yang tidak bersyukur kepada Allah atas apa yang ia miliki, setinggi apapun kesuksesannya. Sebab ia selalu membandingkannya dengan apa yang dimiliki orang lain.

Setelah menikah dengan seorang wanita cantik yang berakhlak mulia, ia selalu berfikir bahwa orang lain menikah dengan wanita yang lebih istimewa dari istrinya.

Sudah tinggal di rumah sendiri, namun selalu membayangkan bahwa orang lain rumahnya lebih mewah dari rumah sendiri.

Ia bukannya menikmati kehidupannya beserta istri dan anak-anaknya. Tapi justru selalu memikirkan apa yang dimiliki orang lain, seraya berkata, “Aku belum punya apa yang mereka punya”.

📚Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengingatkan,

" ﻣَﻦْ ﺃَﺻْﺒَﺢَ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺁﻣِﻨًﺎ ﻓِﻲ ﺳِﺮْﺑِﻪِ، ﻣُﻌَﺎﻓًﻰ ﻓِﻲ ﺟَﺴَﺪِﻩِ، ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻗُﻮﺕُ ﻳَﻮْﻣِﻪِ؛ ﻓَﻜَﺄَﻧَّﻤَﺎ ﺣِﻴﺰَﺕْ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ "

"Barangsiapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya dan memiliki makanan untuk hari itu; seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya". (HR. Tirmidzi dan dinilai hasan oleh al-Albani)

✒Seorang bijak berpetuah,

“Alangkah anehnya kebanyakan manusia! Mereka korbankan kesehatan untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Setelah terkumpul, gantian mereka gunakan harta tersebut untuk mengembalikan kesehatannya yang telah hilang!

Mereka selalu gelisah memikirkan masa depan, namun melupakan hari ini. Akibatnya, mereka tidak menikmati hari ini dan tidak pula hidup di masa datang.

Mereka senantiasa melihat apa yang dimiliki orang lain, namun tidak pernah melihat apa yang dimilikinya sendiri. Akibatnya, ia tidak bisa meraih apa yang dimiliki orang lain dan tidak pula bisa menikmati milik sendiri.

Mereka diciptakan untuk satu tujuan, yakni beribadah. Dunia diciptakan untuk mereka gunakan sebagai sarana beribadah. Namun justru sarana tersebut malah melalaikan mereka dari tujuan utama”.

🌹Maka, mari kita nikmati kopi kehidupan tersebut, apapun cangkirnya…😊

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍﻧْﻈُﺮُﻭﺍ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﻦْ ﻫُﻮَ ﺃَﺳْﻔَﻞَ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻨْﻈُﺮُﻭﺍ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﻦْ ﻫُﻮَ ﻓَﻮْﻗَﻜُﻢْ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺃَﺟْﺪَﺭُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺗَﺰْﺩَﺭُﻭﺍ ﻧِﻌْﻤَﺔَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢ

Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Lihatlah orang yang ada di bawah dari kalian, jangan melihat yang ada di atas kalian, karena yang demikian lebih mendorong untuk tidak mengurangi nikmat Allah atasmu."

*Kisah Secangkir Kopi*
[Ustadz Abdullah Zaen, MA]

Friday, 25 March 2016

Hutang Piutang (Qardh) dan Kerjasama (Mudhorobah, Musyarokah)

PortalRenungan.
Bagi yang masih bingung antara hutang piutang (qardh) dan kerjasama (mudhorobah; musyarokah), silahkan disimak ilustrasi berikut ini:

👳🏽 Gimana kabarnya mbak?
🙎🏻 Sehat dek, alhamdulillah.

👳🏽 Ini saya selain silaturahmi juga ada perlu mbak.
🙎🏻 Apa apa dek...apa yang bisa tak bantu.

👳🏽 Anu..kalau ada uang 20juta saya mau pinjam.
🙎🏻 Dua puluh juta? Banyak sekali. Untuk apa dek?

👳🏽Tambahan modal mbak. Dapat order agak besar, modal saya masih kurang. Bisa bantu mbak?
🙎🏻 Mmm..mau dikembalikan kapan ya?

👳🏽 InsyaAllah dua bulan lagi saya kembalikan.
🙎🏻 Gitu ya. Ini mbak ada sih 20juta. Rencana untuk beli sesuatu. Tapi kalau dua bulan sudah kembali ya gak apa-apa, pakai dulu aja.

👳🏽 Wah, terimakasih mbak.
🙎🏻 Ini nanti mbak dapat bagian dek?

👳🏽 Bagian apa ya mbak?
🙎🏻 Ya kan uangnya untuk usaha, jadi kan ada untungnya tuh. Naa..kalau mbak enggak kasih pinjem kan ya gak bisa jalan usahamu itu, iya kan? tersenyum penuh arti

👳🏽 Oh, bisa-bisa. Boleh saja kalau mbak pengennya begitu. Nanti saya kasih bagi hasil mbak.
🙎🏻Besarannya bisa kita bicarakan. Lha, gitu kan enak. Kamu terbantu, mbak juga dapat manfaat.

👳🏽 Tapi akadnya ganti ya mbak. Bukan hutang piutang melainkan kerjasama.
🙎🏻 Iyaa..gak masalah. Sama aja lah itu. Cuman beda istilah doang.

👳🏽Bukan cuma istilah mbak, tapi pelaksanaannya juga beda.
🙎🏻Maksudnya??

👳🏽Jadi gini mbak: kalau akadnya hutang, maka jika usaha saya lancar atau tidak lancar ya saya tetap wajib mengembalikan uang 20juta itu. Tapi jika akadnya kerjasama, maka kalau usaha saya lancar, mbak akan dapat bagian laba. Namun sebaliknya, jika usaha tidak lancar atau merugi maka mbak juga turut menanggung resiko. Bisa berupa kerugian materi→uangnya tidak bisa saya kembalikan, atau rugi waktu→ kembali tapi lama.

🙎🏻Waduh, kalau gitu ya mending uangnya saya deposito kan tho dek: gak ada resiko apa2, uang utuh, dapat bunga pula.

👳🏽Itulah riba mbak. Salah satu ciri2nya tidak ada resiko dan PASTI untung.
🙎🏻Tapi kalau uangku dipinjam si A untuk usaha ya biasanya aku dapet bagi hasil kok dek. 2% tiap bulan. Jadi kalau dia pinjam 10juta selama dua bulan, maka dua bulan kemudian uangku kembali 10juta+400ribu.

👳🏽Itu juga riba mbak. Persentase bagi hasil ngitungnya dari laba, bukan berdasar modal yang disertakan.Kalau berdasar modal kan mbak gak tau apakah dia beneran untung atau tidak. Dan disini selaku investor berarti mbak tidak menanggung resiko apapun donk. Mau dia untung atau rugi mbak tetep dapet 2%. Lalu apa bedanya sama deposito?
🙎🏻Dia ikhlas lho dek, mbak gak matok harus sekian persen gitu kok.

👳🏽Meski ikhlas atau saling ridho kalau tidak sesuai syariat ya dosa mbak.
🙎🏻Waduh...syariat kok ribet bener ya.

👳🏽Ya karena kita sudah terlanjur terbiasa dengan yang keliru mbak. Memang butuh perjuangan untuk mengikuti aturan yang benar. Banyak kalau tidak berkah bikin penyakit lho mbak.hehe.
🙎🏻Hmmm...ya sudah, ini 20juta nya hutang aja. Mbak gak siap dengan resiko kerjasama. Nanti dikembalikan dalam dua bulan yaa.

👳🏽Iya mbak. Terimakasih banyak mbak. Meski tidak mendapat hasil berupa materi tapi insyaAllah mbak tetap ada hasil berupa pahala Amiiin..

Kalau cuma bicara anti riba, burung beopun juga bisa. Kalau cuma diskusi masalah ekonomi umat, ngobrol sama balita yg baru belajar bicara jauh lebih menarik.

Ayo... hidupkan ekonomi mikro, berikan pancingan bukan ikan, investasi dunia akhirat. Perhatikan dalam bisnis akad kerjasama kah? Atau akad peminjaman uang. Ini 2 hukum islam yang berbeda dan efeknya pun di dunia dan akhirat juga berbeda.

“… Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS.Al-baqarah:275)

Sebenarnya apa sih tujuan islam melarang riba? Seharusnya khan asal saling sepakat, saling rela, tidak kena dosa?

Hukum islam itu dibuat untuk mengatur agar manusia mendapatkan kemaslahatan sebesar-besarnya tanpa manusia merugikan siapapun sekecil-kecilnya. 

Mari kita bahas contoh LABA dan RIBA agar anda mudah untuk memahami dengan bahasa yang umum:

1. Saya membeli sebuah sepeda motor Rp. 10 Juta dan saya hendak menjual dengan mengambil untung dengan bunga 1% perbulan untuk jangka waktu pembayaran 1 tahun.
Transaksi seperti ini tergolong transaksi RIBAWI.

2. Saya membeli sepeda motor Rp. 10 juta, dan saya hendak menjual secara kredit selama setahun dengan harga Rp. 11.200.000,-. Transaksi ini termasuk transaksi SYARIAH.

Apa bedanya? Khan kalau dihitung-hitung ketemunya sama Untungnya Rp. 1.200.000?

Mari kita bahas kenapa transaksi pertama riba dan transaksi kedua syar'i.

TRANSAKSI PERTAMA RIBA karena:
1. Tidak ada kepastian harga, karena menggunakan sistem bunga. Misal dalam contoh diatas, bunga 1% perbulan. Jadi ketika dicicilnya disiplin memang ketemunya untungnya adalah Rp. 1.200.000,-. Tapi coba kalau ternyata terjadi keterlambatan pembayaran, misal ternyata anda baru bisa melunasi setelah 15 bulan, maka anda terkena bunganya menjadi 15% alias labanya bertambah menjadi Rp. 1.500.000,-. 

Jadi semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk melunasi utang, semakin besar yang harus kita bayarkan. 

Bahkan tidak jarang berbagai lembaga leasing ada yang menambahi embel-embel DENDA dan BIAYA ADMINISTRASI, maka semakin riba yang kita bayarkan. Belum lagi ada juga yang menerapkan bunga yang tidak terbayar terakumulasi dan bunga ini akhirnya juga berbunga lagi.

2. Sistem riba seperti diatas jelas2 sistem yang menjamin penjual pasti untung dengan merugikan hak dari si pembeli. Padahal namanya bisnis, harus siap untung dan siap rugi.

TRANSAKSI KEDUA SYARIAH karena:
1. Sudah terjadi akad yang jelas, harga yang jelas dan pasti. Misal pada contoh sudah disepakati harga Rp. 11.200.000,- untuk diangsur selama 12 bulan. 

2. Misal ternyata si pembeli baru mampu melunasi utangnya pada bulan ke-15, maka harga yang dibayarkan juga masih tetap Rp. 11.200.000,- tidak boleh ditambah. Apalagi diistilahkan biaya administrasi dan denda, ini menjadi tidak diperbolehkan. 

Kalau begitu, si penjual jadi rugi waktu dong? Iya, bisnis itu memang harus siap untung siap rugi. Tidak boleh kita pasti untung dan orang lain yang merasakan kerugian. 

Nah, ternyata sistem islam itu untuk melindungi semuanya, harus sama hak dan kewajiban antara si pembeli dan si penjual. Sama-sama bisa untung, sama-sama bisa rugi. Jadi kedudukan mereka setara. Bayangkan dengan sistem ribawi, kita sebagai pembeli ada pada posisi yang sangat lemah. 

Nah, sudah lebih paham hikmahnya Alloh melarang RIBA?

Kalau menurut anda informasi ini akan bermanfaat untuk anda dan orang lain, silakan share status ini, untuk menebar kebaikan. 

Dakwah anda hanya dengan meng-KLIK SHARE/BAGIKAN, maka anda akan mendapatkan pahala dari orang yang membaca dari share anda, dan juga jika dishare lagi anda akan mendapatkan pahala dari orang yang membaca dari share kawan anda. 
Mungkin lebih tepatnya MULTI LEVEL PAHALA, Hehehe

Mudah khan cari pahala? Mudah tapi tak semua yang membaca status ini mau men-share, ada bisikan syetan: "Ga usah dishare, ngapain disuruh share mau aja......" 

Iya, memang syetan dengan bisikan halusnya didalam sanubari kita, mengajak untuk malas untuk menebar kebaikan. Semoga Alloh selalu meridhoi kita semua.

Tuesday, 8 March 2016

Gerhana Matahari Total, Bukan Fenomena Alam Biasa

PortalRenungan.



Gerhana Matahari Total (GMT) akan berlangsung beberapa hari kedepan.., namun sudah tahukah anda apa yang akan terjadi di hari itu..??? Itu adalah suatu moment dimana semua bangsa Ghaib dari Dunia Kegelapan akan keluar dari dalam persembunyiannya..!!! Karena di waktu itulah manusia sedang dalam keadaan sadar, dan bangsa iblis punya sedikit waktu untuk merasuki jiwa manusia yang tersesat... Jika pada umumnya mereka melakukan kegiatannya di malam hari., maka saat itulah mereka berkesempatan keluar dan menggangu jiwa manusia...

Berikut ini penjelasannya;
Jika ilmuwan dan antariksawan banyak yang berlomba-lomba ingin mengabadikan moment tersebut., lalu mereka berusaha mendekati lokasi terjadinya Gerhana untuk menyaksikan fenomena alam tersebut., atau ada sebagian orang yang dengan sengaja membeli kaca mata anti radiasi untuk merekam moment berharga tersebut...

Bagaimanakah seharusnya sikap kita sebagai Muslim..??? 
Maka sebaliknya umat Islam seharusnya menghindari hal tersebut..! Dan disaat peristiwa itu terjadi., diwajibkan bagi kita untuk banyak-banyak melakukan Ibadah., Berdzikir., Membaca Al- Quran dan Berdoa..!!! Anjuran itu disampaikan oleh Baginda Rasulullah SAW. bukan tanpa alasan...

Mengapa..???
Karena pada saat terjadinya Gerhana Matahari Total itu., seketika Langit menjadi gelap dengan sedikit pantulan cahaya karena posisi Matahari sedang di tutupi Bulan..! Pada saat itu salah satu Permukaan Bumi tertutup cahaya Matahari yang seharusnya bersinar di siang hari... Tetapi disaat itu tidak ada Matahari atau wujud Matahari yang biasanya terang benderang berubah menjadi gelap..!

Di moment itu.., bukan hanya hewan-hewan malam (nokturnal) seperti Kelelawar dan Burung Hantu saja yang akan menampakkan diri dan keluar dari persembunyian mereka..! Bahkan semua Makhluk Ghaib dan Halus yang menjadi penghuni Kegelapan juga akan keluar dari persembunyiannya dan berterbangaan di angkasa untuk mencari jiwa-jiwa manusia yang kosong dan tersesat... (anda mungkin pernah melihatnya di salah satu film Hollywood "Harry Potter", dimana kondisi Langit menjadi tertutupi kabut hitam, dan itulah wujud para Makhluk Ghaib itu sedang menguasai wilayah tersebut).

Inilah Moment Langka bagi para pasukan iblis dan syetan muncul ke permukaan untuk menyerang dan menguasai setiap jiwa yang Lalai dari mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk dibawa pada Kesesatan dan Kegelapan..!!! 

Bangsa iblis ini memiliki waktu terbatas bagi mereka untuk segera membawa jiwa-jiwa manusia yang tersesat itu... Mereka bersegera mencari siapa saja yang tidak sedang dalam keadaan Bersuci dan tidak sedang dalam keadaan Berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala... Ditambah lagi pada tanggal 9 maret itu sedang dalam memperingati Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu di seluruh Dunia..! Kebanyakan mereka melakukan ritual berdiam diri di dalam rumah dan melakukan pemanggilan ruh arwah leluhurnya...

Maka dari itu., Rasulullah Muhammad SAW. mengajurkan kepada seluruh umatnya untuk melaksanakan "Shalat Kusuf" ketika Gerhana Matahari itu terjadi... Karena ketika seseorang melaksanakan Shalat Gerhana di waktu terjadinya Gerhana tersebut., maka bangsa iblis tidak akan mampu menguasai Jiwa Manusia..!

Sabda Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam tentang Gerhana.;
Dari sahabat al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu 'anhu., bahwa Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

{إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ, وَلاَ لَحِيَاتِهِ, فَإِذَا رَأَيْتُمُو هُمَا فَادْ عُوا اللهَ وَصَلُّوا حَتَّى تَنْكَشِفَ}

”Sesungguhnya Matahari dan Bulan adalah Dua Ayat (tanda) di antara Ayat-Ayat Allah... Apabila kalian melihat (gerhana) Matahari dan Bulan., maka Berdoalah kepada Allah dan Sholatlah hingga tersingkap kembali.” (HR. Bukhari no.1043, Muslim no.915)

Hadits Baginda Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam di atas itu., menunjukkan kepada kita bahwa Gerhana bukanlah sekedar Fenomena Alam biasa..!

Gerhana itu merupakan Fenomena Alam yang memang Allah Subhanahu wa Ta'ala kehendaki itu menjadi salah satu (tanda) Kebesaran-Nya di alam semesta ini... 

Pada saat terjadi Gerhana itulah Iman manusia di Uji untuk meneguhkan Keyakinannya bahwa atas kejadian Gerhana ini ada Tanda Kebesaran Allah Subhanahu wa Ta'ala di dalamnya...

Maka tatkala terjadi Gerhana., hendaklah umat manusia segera Ingat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meminta Perlindungan dari-Nya, segeralah menyadari bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala sedang Menguji Keimanan kita... 

Dari sini., Jelaslah bagi kita kesalahan kebanyakan orang yang justru menjadikan fenomena Gerhana tersebut bagian dari hiburan modern belaka..! Dan sesungguhnya mereka itulah termasuk dalam Golongan orang yang Tersesat..!!!

Matahari dan Bulan merupakan Dua Makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang sangat akrab dalam pandangan kita... Peredaran dan silih bergantinya yang sangat teratur merupakan Ketetapan aturan Penguasa Jagad Semesta ini...

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya) :
 ”Matahari dan Bulan (beredar) menurut perhitungan.”  (Ar-Rahman : 5)

Maka semua yang menakjubkan dan luar biasa pada Matahari dan Bulan itu menunjukkan akan Keagungan dan Kebesaran serta Kesempurnaan Pencipta-Nya...

Sampaikan berita ini pada saudara-saudara kita yang ada di daerah yang terkena Gerhana Matahari Total., agar supaya disaat kejadian Gerhana pergi dan berkumpul di masjid-masjid untuk melaksanakan "Shalat Kusuf" secara berjamaah hingga selesai... Dan bersyukurlah kepada-Nya. 

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala selalu menjaga kita dari Keburukan dan Tipu-daya syetan..!

Allohumma Aamiin...

LINK eBOOK TERPOPULER:


Friday, 19 February 2016

Hidupku Cerminan dari Sholatku

PortalRenungan.
Alhamdulillah kita masih diberikan kesehatan sehingga masih bisa melaksanakan ibadah kepada Allah SWT.

Berikut ini sedikit gambaran tentang ibadah kita dengan perilaku hidup kita.

📖 Barangsiapa terbiasa menunda sholat, maka ia harus siap tertunda dalam segala urusan kehidupannya : nikah, pekerjaan, keturunan, kesehatan, kemapanan, petunjuk dan lain-lain.

Hasan al-Bashri berkata :
أَيُّ شَيْءٍ يَعِزُّ عَلَيْكَ مِنْ دِينِكَ إِذَا هَانَتْ عَلَيْكَ صَلَاتُكَ وَأَنت أول مَا تسْأَل عَنْهَا يَوْم الْقِيَامَة
.
"Apa yang berharga dari agamamu jika sholatmu saja tidak berharga bagimu? Padahal pertanyaan pertama yang akan ditanyakan kepadamu pada hari kiamat adalah tentang sholat."

📖 Seperti apa kamu mampu memperbaiki sholatmu, seperti itulah kamu akan mampu memperbaiki hidupmu.

📖 Tidakkah kamu tahu bahwa sholat itu bergandengan dengan kesuksesan?
"Hayya 'alas sholah ... hayya 'alal falaah ..." artinya : "Marilah melakukan sholat, marilah meraih kesuksesan."

📖 Bagaimana mungkin kamu minta kesuksesan kepada Allah, sedangkan kamu tidak menunaikan hakNya?
استغفرالله العظيم.

📖 Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang mendirikan sholat tepat pada waktunya. Semoga kita selalu mendapat Ridho & Pertolongan-Nya , Aamiin Aamiin Ya Robbal Aalamiin......

📝 Semoga Menjadi Ilmu yang Barokah dan Bermanfaat, Aamiin.

Thursday, 14 January 2016

Allah adalah Pelindung Orang-orang Saleh

Portal.Renungan.
Bismillãhirrahmãnirrahiim,
Pada materi tadabbur kali ini menegaskan bahwa Allah adalah pelindung orang-orang saleh. Setan telah menyatakan akan selalu menyesatkan dan menggoda manusia untuk berbuat dosa dengan memalingkan manusia dari petunjuk Allah yaitu Al Qur'an.

Allah Al Waly telah memberi petunjuk agar orang-orang mukmin senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan.

📖 Ayat dan Terjemah QS. Al-A'raaf : 196 - 206

إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ  ﴿الأعراف: ١٩٦﴾

196. Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Quran). Dia melindungi orang-orang saleh


وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَكُمْ وَلا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ  ﴿الأعراف: ١٩٧﴾

197. Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak sanggup menolong dirinya sendiri.


وَإِنْ تَدْعُوهُمْ إِلَى الْهُدَى لا يَسْمَعُوا وَتَرَاهُمْ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ وَهُمْ لا يُبْصِرُونَ  ﴿الأعراف: ١٩٨﴾

198. Dan jika kamu menyeru mereka (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, mereka tidak dapat mendengarnya. Dan kamu lihat mereka memandangmu padahal mereka tidak melihat.


خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ  ﴿الأعراف: ١٩٩﴾

199. Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.


وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ  ﴿الأعراف: ٢٠٠﴾

200. Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah.(354) Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

===354. Membaca A’ūzu billāhi minasy-syaițānir-rajīm.


إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ  ﴿الأعراف: ٢٠١﴾

201. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).


وَإِخْوَانُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ فِي الْغَيِّ ثُمَّ لا يُقْصِرُونَ  ﴿الأعراف: ٢٠٢﴾

202. Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu setan-setan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).


وَإِذَا لَمْ تَأْتِهِمْ بِآيَةٍ قَالُوا لَوْلا اجْتَبَيْتَهَا قُلْ إِنَّمَا أَتَّبِعُ مَا يُوحَى إِلَيَّ مِنْ رَبِّي هَذَا بَصَائِرُ مِنْ رَبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ  ﴿الأعراف: ٢٠٣﴾

203. Dan apabila engkau (Muhammad) tidak membacakan suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, “Mengapa tidak engkau buat sendiri ayat itu?” Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. (Al-Quran) ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”


وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ  ﴿الأعراف: ٢٠٤﴾

204. Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.(355)

===355. Jika dibacakan Al-Qur’an kita diwajibkan mendengar dan memperhatikan sambil berdiam diri, baik di dalam salat maupun di luar salat, kecuali dalam salat berjamaah, makmum boleh membaca surat Al-Fātihah sendiri atau mendengarkan saja ketika imam membaca ayat-ayat Al-Qur’an.


وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ  ﴿الأعراف:٢٠٥﴾

205. Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.


إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ  ﴿الأعراف: ٢٠٦﴾

206. Sesungguhnya orang-orang yang ada di sisi Tuhanmu tidak merasa enggan untuk menyembah Allah dan mereka menyucikan-Nya dan hanya kepada-Nya mereka bersujud. (356)

===356. Ini adalah salah satu ayat sajdah yang disunnahkan kita untuk bersujud setelah pembacaannya, atau mendengarnya baik di dalam salat ataupun di luar salat maupun di luar salat. Sujud ini dinamakan sujud tilawah.


💡 Tadabbur 💡

Ayat 196-206 meneruskan kisah dakwah Rasul Saw. kepada kaum musyrikin yang tidak bisa berpikir ilmiah. Rasul Saw. menjelaskan kepada mereka: Sesungguhnya Penolong saya adalah Allah, bukan patung-patung itu. Dia akan menolong orang-orang yang saleh. Patung-patung yang kalian mintakan pertolongan tidak akan pernah mampu menolong dirinya, apalagi menolong kalian. Jika kalian ajak mereka kepada petunjuk, mereka tidak akan mengerti, bahkan melihat saja tidak bisa. Melihat kebodohan kaum musyrikin itu, Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw. agar menjadi pemaaf dan berpaling dari kaum jahiliyah itu.

Jika setan menggoda, maka bacalah: Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk, karena Allah itu Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Orang-orang yang bertakwa cepat mendeteksi godaan setan untuk berbuat dosa. Saat godaan itu muncul, mereka segera ingat pada Allah dan mereka segera bertobat. Adapun orang-orang kafir dan fasik, membantu setan dalam menyesatkan manusia. Mereka mendorong Rasulullah saw. untuk menulis wahyu sendiri. Lalu Rasulullah menjelaskan bahwa beliau hanya mengikuti wahyu. Al-Qur’an ini bukti-bukti nyata dari Allah, sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum mukmin. Ciri-ciri mereka adalah banyak berzikir dan beribadah pada Allah.

↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭
📚 Mushaf Tadabbur
👤 Ustd Fathuddin Ja'far, MA
🏡 Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)
↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭

💐💐🌾🌾💐💐🌾🌾

Thursday, 7 January 2016

Allah Swt memberikan Manusia ketenangan dan ketentraman lahir dan batin

Portal.Renungan.
Bismillãhirrahmãnirrahiim,
Manusia memerlukan ketenangan dan ketentraman lahir dan batin dan Allah Swt memberikan jalan keluar bagi kebutuhan ini, yaitu dalam rumah tangga melalui hubungan suami-istri.

Terhadap segala hak yang kita miliki, kita tidak boleh lupa daratan atau menyombongkan diri, karena itu adalah titipan dan milik Allah.

📖 Ayat dan Terjemah QS. Al-A'raaf : 188 - 195

قُلْ لا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلا ضَرًّا إِلا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ ﴿الأعراف: ١٨٨﴾َ

188. Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku kecuali apa yang dikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Aku hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ فَلَمَّا أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ ﴿الأعراف: ١٨٩﴾َ

189. Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan daripadanya Dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, (istrinya) mengandung kandungan yang ringan (beberapa waktu). Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya (suami-istri) bermohon kepada Allah, Tuhan mereka (seraya berkata), “Jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentunya kami akan selalu bersyukur.”

فَلَمَّا آتَاهُمَا صَالِحًا جَعَلا لَهُ شُرَكَاءَ فِيمَا آتَاهُمَا فَتَعَالَى اللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ﴿الأعراف: ١٩٠﴾َ

190. Maka setelah Dia memberi keduanya seorang anak yang saleh, mereka (352) menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya itu. Maka Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.

===352. Orang-orang musyrik menjadikan sekutu bagi Tuhan dalam menciptakan anak itu dengan arti bahwa anak mereka pandang sebagai hamba pula bagi berhala yang mereka sembah. Karena itulah mereka menamakan anak-anak mereka dengan Abdul Uzza, Abdul Manat, Abdusy Syam, dan sebagainya.

أَيُشْرِكُونَ مَا لا يَخْلُقُ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ ﴿الأعراف: ١٩١﴾َ

191. Mengapa mereka mempersekutukan (Allah dengan) sesuatu (berhala) yang tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun? Padahal (berhala) itu sendiri diciptakan.

وَلا يَسْتَطِيعُونَ لَهُمْ نَصْرًا وَلا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ ﴿الأعراف: ١٩٢﴾َ

192. Dan (berhala) itu tidak dapat memberi pertolongan kepada penyembahnya, dan kepada dirinya sendiri pun mereka tidak dapat memberi pertolongan.

وَإِنْ تَدْعُوهُمْ إِلَى الْهُدَى لا يَتَّبِعُوكُمْ سَوَاءٌ عَلَيْكُمْ أَدَعَوْتُمُوهُمْ أَمْ أَنْتُمْ صَامِتُونَ ﴿الأعراف: ١٩٣﴾َ

193. Dan jika kamu (Wahai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka atau berdiam diri.

إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ عِبَادٌ أَمْثَالُكُمْ فَادْعُوهُمْ فَلْيَسْتَجِيبُوا لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ ﴿الأعراف: ١٩٤﴾َ

194. Sesungguhnya mereka (berhala-berhala) yang kamu seru selain Allah adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah mereka lalu biarkanlah mereka memperkenakan permintaanmu, jika kamu orang yang benar.

أَلَهُمْ أَرْجُلٌ يَمْشُونَ بِهَا أَمْ لَهُمْ أَيْدٍ يَبْطِشُونَ بِهَا أَمْ لَهُمْ أَعْيُنٌ يُبْصِرُونَ بِهَا أَمْ لَهُمْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا قُلِ ادْعُوا شُرَكَاءَكُمْ ثُمَّ كِيدُونِ فَلا تُنْظِرُونِ ﴿الأعراف: ١٩٥﴾َ

195. Apakah mereka (berhala-berhala) mempunyai kaki untuk berjalan, atau mempunyai tangan untuk memegang dengan keras,(353) atau mempunyai mata untuk melihat, atau mempunyai telinga untuk mendengar? Katakanlah (Muhammad), “Panggillah (berhala-berhalamu) yang kamu anggap sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)ku, dan jangan kamu tunda lagi.

===353. Kata Yabțisyūn di sini artinya dengan keras, maksudnya menampar, merusak, memukul dengan kasar, dsb.

💡 Tadabbur 💡

Ayat 188-195 menjelaskan bahwa Allah memerintahkan Rasul Muhammad saw. untuk mengajak manusia berpikir ilmiah agar mereka bisa memahami Islam dengan baik. Memahami kebenaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw. itu bukan dengan cara mengetes beliau tentang waktu terjadi kiamat dan hal-hal yang gaib lainnya. Muhammad Saw. tidak akan tahu, karena hanya Allah yang mengetahuinya. Bahkan untuk menentukan manfaat dan menolak mudarat dari dirinya saja tidak bisa. Semuanya berdasarkan Kehendak Allah semata.

Muhammad saw. hanya seorang rasul Allah yang ditugaskan memberikan kabar gembira dan kabar takut pada manusia. Mengapa manusia tidak percaya kepada Allah, atau percaya tapi menyekutukan-Nya? Dialah yang menciptakan semua manusia ini berasal dari seorang diri, yakni Adam dan dari Adam itu Allah ciptakan pasangannya. Sistem penciptaan seperti ini menyebabkan kaum lelaki merasakan ketenangan jiwa bersama pasangan mereka. Setelah mereka berhubungan badan, lalu sang istri hamil. Mereka pun merindukan seorang anak yang saleh agar mereka bersyukur. Namun, setelah Allah anugerahkan anak, mereka menjadikan anak itu sekutu bagi Allah.

Manusia juga suka menyekutukan Allah dengan berhala-berhala yang tidak dapat menciptakan apa-pun dan berhala itu mereka ciptakan sendiri. Berhala itu juga tidak bisa memberi manfaat atau mudarat, apalagi petunjuk. Ia tetap bisu, diminta atau tidak. Tuhan kaum musyrikin itu adalah makhluk juga sama dengan mereka, tidak akan bisa memenuhi permintaan mereka, tidak bisa berjalan, memukul, melihat dan mendengar. Tipu daya kaum musyrikin itu tidak akan berguna dalam melumpuhkan ajaran-ajaran Islam yang sangat mulia dan ilmiah itu.

↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭
📚 Mushaf Tadabbur
👤 Ustd Fathuddin Ja'far, MA
🏡 Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)
↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭

Thursday, 17 December 2015

Bersyukur untuk Bahagia (Bag 2)

PortalRenungan.
Bagaimana kabarnya Saudaraku di hari ini..? Alhamdulillah, semoga kita dalam keadaan sehat wal'afiyat dan selalu bersemangat untuk menjalankan aktifitas di hari ini. Aamiin. 

Melanjutkan tulisan yang lalu "BERSYUKUR untuk BAHAGIA (Bag 1) ",  dan kita telah sampai pada tulisan berikut ini. 

Jadi mau bahagia??. ya..BERSYUKURLAH... BERSYUKUR dengan apa apa yang kita miliki dan apa apa yang tidak kita     miliki, kita tidak akan selalu mendapatkan apa apa yang kita inginkan kan, maka berbahagialah dengan apa apa yang kita miliki“ 

Mengutip  sebuah  syair lagu "Jagalah hati, jangan kau kotori, Jagalah hati lentera  hidup  ini  "  Jangan biarkan  lentera ini tertutup dedaunan atau kotoran  sekecil  apapun  bentuknya  , karena cahanya akan terhalangi atau nampak  menjadi  redup. Jangan  menutupi  hati  kita, dengan sebuah pikiran buruk, walau  cuma  seujung  kuku. Yukk...Kita SYUKURI apa yang sudah kita miliki, sebagai modal untuk meMULIAkanNYA...Karena hidup adalah : WAKTU  yang  dipinjamkan, dan Harta adalah Amanah yang dipercayakan...semua itu akan di mintai pertanggung jawaban,

Bersyukurlah atas nafas yang masih kita miliki... Bersyukurlah atas keluarga yang kita miliki... Bersyukurlah atas pekerjaan yang kita miliki...  Bersyukur dan selalu bersyukur di dalam segala hal. Insya ALLAH, Jiwa ini akan tetap Sejuk walau berada di tempat panas, Akan tetap Manis walau ada di tempat yang begitu Pahit, akan tetap Tenang walau di tengah badai yang begitu hebat....

Kita  kadang  fokus  pada apa apa yang tidak kita miliki, terus aja mikirin kapan  yah  punya  uang  banyak, kapan yah punya motor baru, kapanyah dapat fasilitas  lebih  dari  kantor, kapan yah punya ini dan itu punya juga gitu-gitu aja koq,  “jadi  maksud  Aa  gak  boleh  punya angan angan gitu ya A” bukan gak boleh,  tapi  ketika  semua  fokus  hanya  tertuju  ke angan-angan itu akan membuat  kita  gak bahagia, uring uringan, gak tenang, kosong lah, hampalah hidup  …  kira  kira pantas gak kita begitu, mikirin yang gak mikirin kita, mending  mensyukuri apa yang kita punya kan,? di tambah dengan kerja keras, usaha  maksimal untuk mencapai tujuan kehidupan kita. Punya uang sedikit yah gak apa-apa yang penting masih bisa  sedekah  sehari  Rp.10.000,-  cuma  bisa makan tempe hari ini yah gak apa-apa,  orang  yang makan daging setiap hari juga belum tentu bahagia koq gak punya istri/suami seperti bintang  film  juga  gak  apa apa, biasa ajalah, toh jadi istrinya/suaminya juga  belum  tentu  bahagia  bukan? heheheh… gak lah, jangan menggantungkan bahagia  pada  manusia, nanti kecewa !!! sip
Bodoh gak sih ketika kita menjual bahagia kita untuk memikirkan semua  yang  tidak  kita miliki sementara yang kita pikirkan seperti mobil, uang,  blackberry  dan  si ganteng/si cantik itu gak mikirin kita koq, jadi  mulai sekarang luruskan  pengertian  bahwa  bahagia  adalah bukan yang berada diluar  sana  tapi  yang berada didalam sini, didalam sepotong daging bernama  HATI  yang  ketika  ia  bahagia  maka  bahagialah  seluruh  raga  ini  

“Tapi  hidup  kan gak selalu bahagia Aa, kadang sedih boleh kan?” boleh lah kita  manusia  toh,  tapi  sedih  kan hanya sewaktu waktu,.. sedih apa sih? kehilangan  kekasih  kan  gak setiap hari kita kehilangan kekasih kan? masa sedihnya  sepanjang  hidup difitnah  orang?  direndahkan  orang disepelekan?  gak  dianggap?  dimaki atasan? kan gak setiap hari juga hal itu terjadi paling hanya satu dua kali sehari, eh salah maksudnya sebulan atau bahkan setahun atau dapat nilai tidak sesuai harapan, menyangka di beri  "B"  eh  malah dapet "S" atau  sebaliknya,   masa  gak  bahagia  terus  karena  mikirin itu, mending diterima  dengan  hati senang, maafkan dan lupakan, ALLAH maha tahu apa dan bagaimana  sesungguhnya  dari  semua  kejadian, gitu aja koq repot 

Bersegeralah berlomba dalam kebaikan di mulai dari sekarang.

Thursday, 10 December 2015

Bersyukur untuk Bahagia (Bag. 1)

PortalRenungan.
Saudaraku yang budiman dan baik hati.
Bagaimana kabarnya di hari ini..? Alhamdulillah, semoga kita dalam keadaan sehat wal'afiyat dan selalu bersemangat untuk menjalankan aktifitas di hari ini. Aamiin.


Alhamdulillah saya bisa kembali menarikan jari jemari ini diatas tuts hitam ini untuk merangkai hikmah yang bertebaran tak bertepi disetiap jengkal kehidupan.


Berbahagialah  bagi  mereka  yang masih memiliki rasa cinta, tentunya cinta karena  ALLAh,  karena  cinta  yang  karena  ALLAH  akan membuat kita mampu melihat  tanpa mata … mendengar tanpa telinga … berbicara tanpa kata. " dan marilah  kita  pupuk  cinta  yang telah ALLAH berikan ini untuk memuja-Nya, memuji-Nya,  membuat-Nya  bahagia, sehingga kita diperkenankan kembali bisa bertemu dengan Nya di surga-Nya, Aamiin...

Catatan  mingguan  kali  ini  saya ingin mengajak diri ini untuk BERSYUKUR. Ngomong  ngomong  nih " Apa sebetulnya yang kita cari dalam hidup ini?". Di saat  kita  hidup  di gunung kita merindukan​ pantai, Di saat kita hidup di pantai  kita  merindukan ​ gunung,  Di  saat kemarau kita tanya kapan hujan datang? Di waktu musim hujan kita tanya kapan kemarau datang?, Di saat diam di  rumah  kita pengennya pergi, dan setelah pergi kita pengennya pulang ke rumah...Waktu   tenang   kita   cari   keramaian...Waktu  ramai  cari  kita ketenangan...

Dulu  disaat  belum  bekerja  kita ngeluh ingin bekerja, saat sudah bekerja kita  ingin istirahat bekerja. Ketika masih bujang mengeluh kepengen nikah, Sudah  berkeluarga,  mengeluh belum punya anak, setelah punya anak mengeluh biaya  hidup  dan  pendidikan... Ternyata SESUATU tampak indah karena belum kita  miliki...Jadi Kapankah kebahagiaa​n akan didapatkan​ kalau kita hanya selalu  memikirkan ​ apa  yang  belum ada, tapi mengabaikan​ apa yang sudah kita miliki...

Yukk  kita BERSYUKUR dengan rahmat  ALLAH yang sudah kita miliki. Coba kita renungkan,  "Mungkinkah  selembar  daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas  ini??..Menutupi  telapak tangan saja sulit, gerutu hati salah seorang pembaca.Tapi kalo daun kecil  ini  nempel  di mata kita, maka tertutupla​h “BUMI" dengan Daun itu. Iya, Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun, maka kitaakan  melihat  keburukan dimana-mana dan bumi inipun akan tampak buruk atau sebaliknya.

Dulu saya pikir bahagia itu adalah semua yang berada diluar diri saya, ketika saya naek ojeg ke kantor maka saya berpikir pasti bahagia ke kantor bawa motor sendiri atau mobil sendiri apalagi kalau COP yah, ternyata ...., dulu saya pikir pasti bahagia banget deh pake BlackBerry atau Apple ketika HP saya hanya HP standard, ternyata ....., dan bodohnya saya juga pernah berpikir pasti bahagia punya istri yang cantik seperti artis-artis Hollywood, dan ternyata....

Ternyata  bahagia itu akan sirna seiring dengan kita memiliki apa yang kita pikir  bisa  membuat kita bahagia, ah sungguh semua sumber kebahagiaan yang berasal  dari  LUAR  diri  adalah  SEMU,  ada umurnya dan akan cepat sekali berlalu. Kebahagiaan adalah sebuah kondisi tanpa syarat harus punya ini dan itu, Kita tidak perlu menyaratkan memiliki apapun untuk berbahagia karena ”


Kita  sudah  memilih  untuk bahagia apapun yang akan terjadi, dalam kondisi apapun”   jadi  pastikan  kita  akan merasa bahagia walaupun tidak memiliki uang  banyak didompet, walaupun hidup ini tidak seperti yang kita rencakan, idamkan,  impikan.  Semua  itu  tidak  akan  mengganggu,  karena kita tidak menempatkan  kebahagiaan  diluar  sana. Bahagia ada didalam diri ini, bukan tergantung  dengan  benda, dengan manusia lain sekalipun, Bagaimana? setuju gak dengan pendapat saya?


Mari kita perhatikan firman ALLAH SWT berikut ini ,:
أَنَّهُ هُوَ أَغْنَى وَأَقْنَى
“dan Dia-lah yang memberikan kekayaan dan kecukupan.” (QS. An-Najm:48).

Sungguh ALLAH tidak memberikan kemiskinan kepada kita tapi kita sendirilah yang menciptakan kemiskinan itu. Dan saat ini kemiskinan menjadi sebuah penyakit akut yang menjangkiti suatu negeri yang disebabkan karena ulah tangan manusia. Hati Hati jangan jangan kita juga tertular nih,...

Betapa  banyak  orang  yang  hidupnya pas-pasan namun ia memiliki kehidupan hati  yang  kaya  dan selalu merasa cukup atas segala yang mereka dapatkan. Begitupun sebaliknya betapa banyak orang yang kaya namun memiliki kehidupan hati  yang  miskin sehingga  ia  terus  berusaha memperkaya diri dan tidak pernah merasa cukup atas segala yang diperolehnya. Bagi  siapapun  yang merasa  hidup  di  garis kemiskinan harusnya ia tetap bersyukur,  bertakwa,  bertawakkal  dan terus berusaha menjemput rezekinya. dan  bagi  siapapun  yang  merasa  hidup di garis kekayaan harusnya ia juga tetap  bersyukur  dan sadar akan setiap harta yang dimilikinya ada hak atas orang lain juga. Semoga  kita  semua  terhindar dari jiwa yang tak pernah puas dan hati yang tak pernah cukup.

Jadi mau bahagia??. ya..BERSYUKURLAH...
BERSYUKUR dengan apa apa yang kita miliki dan apa apa yang tidak kita miliki, kita tidak akan selalu mendapatkan apa apa yang kita inginkan kan, maka berbahagialah dengan apa apa yang kita miliki“  

Thursday, 3 December 2015

Hormati dan hargailah keluarga Kita

PortalRenungan.

Astaghfirullah...Astaghfirullah...Wa atuubu IlaiK Ya Alloh....!!! Ampuni hamba Ya Alloh.

Suatu hari saya bersenggolan dengan seseorang yang tidak saya kenal. “Oh, maafkan saya,” reaksi spontan saya. Ia juga berkata: “Maafkan saya juga.” Orang itu dan saya berlaku sangat sopan. Kami pun berpisah dan mengucapkan salam.

Namun cerita jadi lain, begitu sampai di rumah. Pada hari itu juga, saat saya sedang menelphone salah satu kolega terbaik saya, dengan bahasa sangat lembut dan santun untuk meraih simpati kolega saya itu, tiba2 anak lelaki saya berdiri diam-diam di belakang saya. Saat saya berbalik,
hampir saja membuatnya jatuh. "Minggir!!! Main sana, ganggu saja!!!" teriak saya dengan marah. Ia pun pergi dengan hati hancur dan merajuk.

Saat saya berbaring di tempat tidur malam itu, dengan halus, Tuhan berbisik, "Akan kusuruh malaikat menyabut nyawamu dan mengambil hidupmu sekarang, namun sebelumnya, aku akan izinkan kau melihat lorong waktu sesudah kematianmu. Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan. Tetapi dengan anak yang engkau kasihi, engkau perlakukan dengan sewenang-wenang, akan kuberi lihat setelah kematianmu hari ini, bagaimana keadaan atasanmu, kolegamu, sahabat dunia mayamu, serta keadaan keluargamu"
Lalu aku pun melihat, hari itu saat jenazahku masih diletakkan di ruang keluarga, hanya satu orang sahabat dunia mayaku yg datang, selebihnya hanya mendoakan lewat grup, bahkan jg ada yg tdk komentar apapun atas kepergianku, dan ada yg hanya menulis 3 huruf singkat, 'RIP'.
Lalu teman-temanku sekantor, hampir semua datang, sekejap melihat jenazahku, lalu mereka asik foto-foto dan mengobrol, bahkan ada yg asik membicarakan aibku sambil tersenyum-senyum. Bos yg aku hormati, hanya datang sebentar, melihat jenazahku dalam hitungan menit langsung pulang. Dan kolegaku, tidak ada satupun dari mereka yang aku lihat.
Lalu kulihat anak-anakku menangis dipangkuan istriku, yang kecil berusaha menggapai2 jenazahku meminta aku bangun, namun istriku menghalaunya. istriku pingsan berkali-kali, aku tidak pernah melihat dia sekacau itu. Lalu aku teringat betapa sering aku acuhkan panggilannya yg mengajakku mengobrol, aku selalu sibuk dengan hpku, dengan kolega2 dan teman2 dunia mayaku, lalu aku lihat anak2ku.. Sering kuhardik dan kubentak mereka saat aku sedang asik dengan ponselku, saat mereka ribut meminta ku temani. Oh Ya Allah.. Maafkan aku.

lalu aku melihat tujuh hari sejak kematianku, teman-teman sudah melupakanku, sampai detik ini aku tidak mendengar aku mendapatkan doa mereka untukku, perusahaan telah menggantiku dengan karyawan lain, teman-teman dunia maya masih sibuk dengan lelucon2 digrup, tanpa ada yg mbahasku ataupun bersedih terhadap ketiadaanku di grup mereka.
Namun, aku melihat istriku masih pucat dan menangis, airmatanya selalu menetes saat anak2ku bertanya dimana papah mereka? Aku melihat dia begitu lunglai dan pucat, kemana gairahmu istriku?
Oh Ya Allah Maafkan aku..

Hari ke 40 sejak aku tiada.
Teman FB ku lenyap secara drastis, semua memutuskan pertemanan denganku, seolah tidak ingin lagi melihat kenanganku semasa hidup, bosku, teman2 kerja, tdk ada satupun yang mengunjungiku kekuburan ataupun sekedar mengirimkan doa.
Lalu kulihat keluargaku, istriku sudah bisa tersenyum, tapi tatapannya masih kosong, anak2 masih ribut menanyakan kapan papahnya pulang, yang paling kecil yang paling kusayang, masih selalu menungguku dijendela, menantikan aku datang.

Lalu 15 tahun berlalu.
Kulihat istriku menyiapkan makanan untuk anak2ku, sudah mulai keliatan guratan tua dan lelah diwajahnya, dia tidak pernah lupa mengingatkan anak2 bahwa ini hari jumat, jangan lupa kekuburan papah, jangan lupa berdoa setiap sholat, lalu aku membaca tulisan disecarik kertas milik putriku malam itu, dia menulis.. "Seandainya saja aku punya papah, pasti tidak akan ada laki2 yang berani tidak sopan denganku, tidak akan aku lihat mamah sakit2an mencari nafkah seorang diri buat kami, oh Ya Allah.. Kenapa Kau ambil papahku, aku butuh papahku Ya Allah.." kertas itu basah, pasti karena airmatanya..
Ya Allah maafkanlah aku.. 

Sampai bertahun2 anak2 dan istriku pun masih terus mendoakanku setelah sholat, agar aku selalu berbahagia diakherat sana.

Lalu seketika,, aku terbangun.. Dan terjatuh dari dipan.. Oh Ya Allah Alhamdulillah.. Ternyata aku cuma bermimpi..

Pelan-pelan aku pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, masih aku lihat airmata disudut matanya, kasihan sekali, terlalu kencang aku menghardik mereka..
“Anakku, papah sangat menyesal karena telah berlaku kasar padamu.“Si kecilku pun terbangun dan berkata, “Oh papah, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.”
“Anakku, aku mencintaimu juga. Aku benar-benar mencintaimu, maafkan aku anakku” Dan kupeluk anakku. Kuciumi pipi dan keningnya.
Lalu kulihat istriku tertidur, istriku yang sapaannya sering kuacuhkan, ajakannya bicara sering kali aku sengaja berpura2 tidak mendengarnya, bahkan pesan2 darinya sering aku anggap tak bermakna, maafkan aku istriku, maafkan aku.

Air mataku tak bisaku bendung lagi.
Apakah kita menyadari bahwa jika kita mati besok pagi, perusahaan di mana kita bekerja akan dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Teman2 akan melupakan kita sebagai cerita yang sudah berakhir, beberapa masih menceritakan aib2 yang tidak sengaja kita lakukan. Teman2 dunia maya pun tak pernah membahas lagi seolah, aku tidak pernah mengisi hari2 mereka sebagai badut di grup.
Lalu aku rebahkan diri disamping istriku, ponselku masih terus bergetar, berpuluh puluh notifikasi masuk menyapaku, menggelitik untuk aku buka, tapi tidak.. tidak.. Aku matikan ponselku dan aku pejamkan mata, maaf.. Bukan kalian yang akan membawaku ke surga, bukan kalian yang akan menolongku dari api neraka, tapi ini dia.. Keluargaku.. 
keluarga yang jika kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka.

Friday, 20 November 2015

🕸Ketika Mengalami Mimpi Buruk

PortalRenungan.



Sahabat, mungkin kita semua sering mengalami mimpi. Dan terkadang mimpi tersebut adalah mimpi yang buruk yang membuat hati ini gelisah, gundah, dan terkadang membuat kita khawatir dan was-was, takut-takut mimpi tersebut menimpa dalam kehidupan nyata kita berupa kejadian-kejadian yang tidak mengenakan. Bahkan sering kali kita pun kemudian menceritakan mimpi tersebut kepada orang lain.

Lalu bagaimana seharusnya ketika mimpi buruk tersebut hinggap dalam tidur kita? Tentu saja agama Islam yang sempurna ini tidak luput telah memberi petunjuk bagi kita ketika mengalami mimpi yang tidak mengenakan.

Tentang masalah ini terdapat beberapa hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskannya. Di antaranya,

إِذا رَأَى أَحَدُكُمْ الرُؤْيَا يَكْرَهُهَا، فَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا وَلْيَسَتَعَّذْ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ ثَلَاثًا، وَلْيَتَحَوَّلْ عَنْ جَنْبِهِ الَّذِي كَانَ عَلَيْهِ

☘"Jika salah seorang dari kalian bermimpi dengan sesuatu yang dibenci hendaklah meludah ke kirinya tiga kali, dan hendaknya memohon perlindungan kepada Allah dari setan tiga kali, dan mengubah posisi tidurnya dari posisi semula.” (HR. Muslim)

وإن رأى ما يكره فليتفل عن يساره ثلاثا وليتعوذ بالله من شر الشيطان وشرها، ولا يحدث بها أحدا فإنها لن تضره

“Ketika kalian mengalami mimpi buruk, hendaknya meludah ke kiri tiga kali, dan memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan dan dari dampak buruk mimpi. Kemudian, jangan ceritakan mimpi itu kepada siapapun, maka mimpi itu tidak akan memberikan dampak buruk kepadanya.” (HR. Muslim)

فَإِنْ رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُ فَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ وَلاَ يُحَدِّثْ بِهَا النَّاسِ

“Bila seseorang dari kalian melihat perkara yang dibencinya dalam mimpinya maka hendaklah ia bangkit dari tempat tidurnya (untuk berwudhu) lalu mengerjakan shalat dan jangan ia ceritakan mimpinya itu kepada manusia.” (HR. Muslim)

Dari hadits-hadits nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di atas terdapat petunjuk bagi seorang mukmin, dan kita yakin bahwa sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Bisa disimpulkan bahwa hal-hal yang bisa kita lakukan ketika kita mengalami mimpi buruk adalah sebaik berikut:

✅ Meludah (ringan) ke kirinya tiga kali.
✅ Minta perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan dan kejelekan mimpinya, tiga kali.

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشَرِّهَا

A'uudzubillaahi min syarrisysyaithooni wa syarrihaa
"Aku berlindung kepada Allah dari kejahatan setan dan dari dampak buruk mimpi"

✅ Tidak membicarakan mimpinya kepada orang lain.
✅ Membalikkan tubuhnya (mengubah posisi tidur).

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Friday, 16 October 2015

Amalan di Bulan Dzulhijah

PortalRenungan.



Berikut ini beberapa amalan di Bulan Dzulhijah.
1. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya. 

Salah satunya sabda Nabi ﷺ 

العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة

“Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga”.

2. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut, Atau Pada Sebagiannya, Terutama Pada Hari Arafah. Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. 

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ  bersabda :

ما من عبد يصوم يوماً في سبيل الله ، إلا باعد الله بذلك اليوم وجهه عن النار سبعين خريف

“Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun”. [Hadits Muttafaqun ‘Alaih].

3. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari Tersebut. Sebagaimana firman Allah Ta’ala.

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

“…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan …”. [al-Hajj/22 : 28].

Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma.

فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

“Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid”. [Hadits Riwayat Ahmad].

Ucapannya :

الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر ولله الحمد

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah”.

4. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat Dan Dosa. Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. 

5. Banyak Beramal Shalih. Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur’an, amar ma’ruf nahi munkar dan lain sebagainya. 

Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.

6. Disyariatkan Pada Hari-Hari Itu Takbir Muthlaq Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. 

7. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-Hari Tasyriq. Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta’ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ :

وقد ثبت أن النبي صلى الله عليه وسلم ضحى بكبشين أملحين أقرنين ذبحهما بيده وسمى وكبّر ووضع رجله على صفاحهما

“Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu”. [Muttafaqun ‘Alaihi].

8. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berkurban. Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu ‘anha bahwa Nabi ﷺ  bersabda.

إذا رأيتم هلال ذي الحجة وأراد أحدكم أن يضّحي فليمسك عن شعره وأظفاره

“Jika kamu melihat hilal bulan DzulHijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya”.

Dalam riwayat lain :

فلا يأخذ من شعره ولا من أظفاره حتى يضحي

“Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban”.

Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.

وَلا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّه

“….. dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan…”. [al-Baqarah/2 : 196].

Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.

9. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan Mendengarkan Khutbahnya. 

10. Selain Hal-Hal Yang Telah Disebutkan Diatas. Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan,  memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.

Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. Dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya.

Monday, 14 September 2015

Saat Semuanya Berpaling

PortalRenungan.
Adalah kebahagian bagi kita semua di saat ALLAH SWT masih berkenan membimbing kita, mengarahkan kita dan menunjukan kita kejalan yang di ridhoinya. Alhamdulillah pada hari ini, insya ALLAH kita adalah orang orang yang dikendaiki baik oleh ALLAH, Yukk kita pikirkan yang baik-baik, kita lakukan yang baik-baik dan kita tebarkan yang baik-baik pula, insya ALLAH kita akan bahagia dunia dan akhirat, Aamin.

Hari ini saya ingin mengajak diri ini dan saudaraku semua untuk melihat anugrah ALLAH terindah yang terlupakan. Iya, mungkin kita pernah mengetuk pintu kebaikan kepada manusia, namun mereka tidak menghiraukan kita bahkan mengacuhkannya. Atau kita pernah percaya pada seseorang, namun dia pun mengkhiananti kita. Atau kita pernah berharap pada seseorang yang kita anggap bisa diharapkan, namun ternyata ia mengecewakan kita...Kasian yah...

Mari kita membuka mata hati kita, jika itu terjadi pada kita maka mari kita pahami, sesungguhnya saat itulah ALLAH ingin agar kita kembali dan hanya berharap hanya kepada-Nya saja. Bila ALLAH menginginkan kemudahan bagi hamba-Nya, maka jalan keluar akan datang dari jalan yang tidak disangka-sangka. Orang yang paling berbahagia di dunia ini adalah orang yang menghadapkan wajahnya pada ALLAH. Orang-orang yang paling bahagia di dunia, adalah orang yang menautkan hatinya pada ALLAH. Dirinya yakin bahwa jalan keluar dari berbagai kesulitan akan datang dari ALLAH.

ALLAH SWT memberikan kita gambaran tentang orang yang baik agamanya, seperti yang tertera dalam Al Quran Surat An-Nisa:125

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada ALLAH, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan ALLAH mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya. “

Ketika manusia menghinamu, ketahuilah bahwa mereka tidak dapat membuat engkau mulia atau hina. Ketika engkau memelas kepada manusia namun mereka mengejekmu , Maka ketahuilah bahwa mereka tidak dapat memberi manfaat maupun mudharat padamu. Jika musibah dan hinaan manusia begitu hebatnya, Maka ketahuilah bahwa engkau memiliki ALLAH yang tidak akan pernah mengecewakanmu, engkau memiliki ALLAH yang mendengar segala keluh-kesahmu, engkau memiliki ALLAH yang maha Mengetahui segala yang yang tersembunyi, engkau memiliki ALLAH yang menunjukkan kasih sayang-Nya padamu. Dia suka saat engkau meminta pada-Nya.

Mari kita perhatikan kembali ayat ayat cinta dari ALLAH untuk kita yang tertera dalam Al Quranul Karim.

“Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi ? Apakah ada tuhan selain ALLAH?…” (An-Naml:62)

“dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. (Al-Anbiya : 83)

“Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah ALLAH.“ (Al-Anbiya : 84)

Tidaklah seorang hamba berdoa dengan tulus ketika musibah menimpanya, kecuali ALLAH memberinya satu dari dua perkara: Jika ALLAH mengetahui bahwa kesulitannya lebih baik diangkat, maka Dia akan mengangkatnya segera. Dan jika ALLAH mengetahui bahwa kesulitan tersebut belum saatnya diangkat, maka ALLAH akan mengilhamkan keyakinan, keimanan dan ketundukan pada takdir-Nya. Sehingga dia merasakan musibah itu bagai nikmat yang harus disyukuri. Dan derajatnyapun ditinggikan.

Saat musibah menimpa, justeru saat itu adalah saat yang tepat untuk menyepi dengan ALLAH, membiarkan diri hanyut terbawa dalam lautan munajat. Manusia yang paling bahagia adalah manusia yang hanya mengeluh pada ALLAH, bukan pada maunisa, Manusia yang paling bahagia adalah manusia yang hanya yakin kepada ALLAH bukan pada fulan dan fulan. Bukankah tujuan dari ujian adalah agar kita lari menuju ALLAH…Bukankah tujuan dari ujian adalah agar seorang hamba hanya mengadu pada-Nya dan berpaling dari selain-Nya.

Thursday, 10 September 2015

Keikhlasan

PortalRenungan.
Alhamdulillah segala puja dan puji milik ALLAH semata,..Dialah ALLAH yag telah melimpahkan limpahan nikmatnya, rahmatnya dan karunianya kepada kita semua. Sehingga di pagi yang indah ini, kita semua masih bisa bersungguh sungguh melangkahkan kaki kita menggapai cita, cinta dan harapan. Jangan lupa untuk tengok kiri dan kanan, yuk,..tebarkan senyuman, kepada semua rekan dan teman, semoga akan menambah keberkahan untuk kita semua..Aamiin

Hari ini saya ingin mengajak jiwa ini untuk rehat sejenak, sekedar melepas belenggu kehidupan yang sering kali terasa berat dan menjadikan perjalan ini tidak seindah yang kita harapkan. Iya salah satu hal yang sering kali kita lupakan adalah kesadaran diri ini untuk ikhlas mengahadapi apa pun yang terjadi. Iya IKHLAS...Ikhlas disaat harus berangkat pagi, Ikhlas disaat harus terjebak macet, Ikhlas disaat harus lembur walau ARGO nya tidak secepat sebelumnya, Ikhlas disaat mendapatkan nilai bagus atau sebaliknya, Ikhlas disaat diangkat atau ditunda pengangkatannya...Ikhlas... Ikhlas... Ikhlas... deh pokok nya...

Ikhlas gak ikhlas toh tetap terjadi dan akan kita jalani, kita tidak bisa menyalahkan orang lain disaat kejadian yang tidak meng-enakkan menimpa kita, karena sesungguhnya kejadian yang kita alamai saat ini bisa jadi buah dari sikap kita pada waktu sebelumnya. Disaat kita ikhlas maka semuanya akan menjadi indah bahkan akan menjadi amala shaleh dan menjadi point tersendiri untuk kehidupan kita. Ikhlas dalam bahasa Arab, dalam bahasa kita berari Jernih atau bening. Disaat kita ikhlas, berati kita menghadapai masalah apaun dengan kejernihan atau kebeningnya jiwa, pikiran bahkan hati kita...

Sahabat saya mengatakan bahwa pelajaran yang paling sulit selama proses hidupnya adalah ikhlas...Ikhlas menjadi ilmu tersulit selama perjalanan napas nya, Ia katakan " Saya sulit ikhlas pada saat cinta saya pergi ditelan bumi, saya sulit sekali ikhlas pada saat saya harus menatap punggung cinta saya pergi meninggalkan saya, saya sulit sekali ikhlas pada saat sahabat-sahabat saya pergi membawa warna hidup saya, saya sulit sekali ikhlas pada saat apa yang selama ini saya miliki harus menjadi milik orang lain, saya sulit sekali ikhlas saat saya tidak lagi memiliki apa-apa lagi, saya sulit sekali ikhlas saat jiwa saya harus berada diujung bukit asa yang nyaris pupus, iya saya sulit sekali ikhlas"

Bukankah pada dasarnya yang ada hanya ALLAH, maka semuanya adalah milik ALLAH. Karena semua milik ALLAH, maka semua harus dikembalikan kepada ALLAH. Maka, ikhlas adalah memuarakan semuanya pada ALLAH… Seharusnya kita terima semua kehilangan demi kehilangan, kedatangan demi kedatangan, kemudian serahkan kembali semua kepada ALLAH... “ya ALLAH saya terima cinta ini dan saya kembalikan kepadaMu… ambillah jika memang saya tidak pantas untuk memilikinya”, easy to talk…

Lihatlah "AIR" Air itu ikhlas, karena ia menjalankan perintah Allah untuk mengalir dari atas kebawah mengikuti grafitasi, karena tak ada pilihan lain selain taat pada ALLAH. Bukankah ia adalah nol. Ia milik ALLAH bagaimana ia akan membangkang pemiliknya dan seharusnya kita juga begitu…dan tentunya tidak ada yang tiba-tiba kita miliki , Ikhlas juga butuh waktu, butuh kesabaran, butuh ruang, butuh dorongan jiwa” …

Bagaimanapun kehendak Allah itu; bagaimanapun ketentuan Allah itu; bagaimanapun keputusan Allah itu; bagaimanapun ketetapan Allah itu, tanpa peduli dengan pujian atau makian; dalam keadaan sendirian pun; sunyi, senyap, saya harus SELALU ikhlas….
Ya ALLAH, ya RABB … berikanlah kami keikhlasan yang hakiki, apapun takdirMu untuk kami, apapun…

Friday, 14 August 2015

Ruang Lingkup Kajian Fiqh

PortalRenungan.
Fiqh adalah kata yang cukup akrab bagi setiap Muslim. Tapi apakah sebenarnya fiqh itu? Samakah ia dengan syariat? Kalau tidak apa perbedaan keduanya?


Fiqh menurut bahasa berarti faham. Sedang dalam terminologi Islam fiqh adalah hukum-hukum Islam tentang perilaku dan perbuatan manusia. Sedangkan syari'at adalah keseluruhan hukum yang diperuntukan oleh Allah SWT bagi manusia guna mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Jadi, cakupan kata syari'at lebih luas daripada fiqh. Fiqh hanya membahas tentang perilaku, sedangkan syariat selain membahas perilaku dan perbuatan juga mengulas masalah-masalah aqidah, keimanan dan keyakinan.

Hukum mempelajari fiqh
Mempelajari fiqh mempunyai dua hukum. Fardhu 'ain dan fardhu kifayah. Fardhu 'ain (wajib bagi setiap individu) mempelajari hal-hal yang dibebankan kepada setiap Muslim. Seperti mempelajari tata cara bersuci, shalat, puasa, dan lain-lain. Sedangkan mempelajari selain itu hukumnya adalah fardhu kifayah (wajib bagi sebuah komunitas Muslim, yang jika sebagian sudah melaksanakannya, maka gugurlah kewajiban itu bagi yang lainnya. Tetapi jika tak ada satupun yang melaksanakannya maka keseluruhan anggota komunitas tersebut menanggung dosa), seperti mempelajari tata cara pengurusan jenazah, fiqh politik, dan lain-lain.

Sumber-sumber hukum fiqh
Fiqh adalah produk ijtihad para ulama. Mereka menyarikan hukum-hukum fiqh tersebut dari sumber-sumbernya, yaitu:
Al-Qur'an.

Hadits, yaitu ucapan, perilaku, ketetapan dan sifat-sifat yang dinisbatkan kepada nabi Muhamad SAW. Namun tidak semua hadits dapat dijadikan dalil atau sumber pengambilan hukum. Sebab hanya hadits-hadits yang diyakini berasal dari Rasulullah SAW. atau mempunyai indikasi kuat berasal darinyalah yang dapat dijadikan pedoman.

Ijma', yaitu kesepakatan seluruh ulama-ulama mujtahid pada suatu masa tentang sebuah hukum. 

Qiyas, yaitu menyamakan hukum sesuatu yang tidak ada di dalam Al-Qur'an dan hadits dengan hukum sesuatu yang di atur dalam Al-Qur'an dan hadits karena adanya persamaan kedua hal tersebut. Contoh Al-Qur'an menyebutkan bahwa minuman keras adalah haram. Ekstasi adalah barang baru yang tidak disebut dalam Al-Qur'an maupun hadits. Karena ekstasi bisa menimbulkan efek yang sama dengan minuman keras (memabukkan dan menghilangkan akal) maka hukumnya disamakan dengannya yaitu haram.

Setiap hukum harus mempunyai landasan dari sumber-sumber hukum tersebut. Jika tidak maka itu tidak boleh diamalkan. Contohnya adalah hukum yang memperbolehkan seorang wanita menjadi imam solat bagi makmum laki-laki. Alasannya adalah bahwa laki-laki itu setara dengan wanita. Kalau laki-laki boleh mengimami wanita maka wanitapun juga boleh menjadi imam bagi laki-laki. Karena hukum ini tidak berdasar pada sumber-sumber hukum di atas dan hanya merupakan pertimbangan akal, maka tidak bisa dibenarkan dan karenanya tidak boleh diamalkan.

Ruang lingkup bahasan fiqh
Sesuai dengan definisi fiqh diatas maka seluruh perbuatan dan perilaku manusia merupakan medan bahasan ilmu fiqh. Ruang lingkup yang demikian luas ini biasanya dibagi dalam beberapa kelompok, yaitu:
• Thaharah, yaitu hal ihwal bersuci, baik dari najis maupun dari hadats.
• Ibadah, yang berisi tentang tata cara beribadah seperti sholat, puasa, zakat dan haji.
• Muamalat, yang membahas tentang bentuk-bentuk transaksi dan kegiatan-kegiatan ekonomi.
• Munakahat, yaitu tenatang pernikahan, perceraian dan soal-soal hidup berumah tangga.
• Jinayat, yang mengulas tentang perilaku-perilaku menyimpang (mencuri, merampok, zina dan lain-lain) dan sangsinya
• Faraidh, yang membahas tentang harta warisan dan tata cara pembagiannya kepada yang berhak.
• Siyasat, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan aktifitas politik, peradilan, kepemimpinan dan lain-lain.
• Singkat kata, seluruh perbuaatan manusia, baik yang masuk dalam ketujuh kelompok di atas maupun tidak semuanya mempunyai hukum. Yaitu salah satu diantara lima hukum dibawah ini:

1. Wajib, yaitu sesuatu yang harus dikerjakan. Jika dikerjakan maka pelakunya memperoleh pahala dan jika ditinggalkan maka ia menuai dosa. Kata lain dari wajib adalah fardlu atau hatm. Wajib ini ada dua macam: 

o Wajib 'ain (fardhu 'ain), yaitu kewajiban yang dibebankan kepada setiap individu Muslim. Contoh: sholat, puasa, zakat dan lain-lain. 

o Wajib kifayah (fardhu kifayah), yaitu kewajiban yang dibebankan kepada sebuah komunitas Muslim. Jika salah satu dari anggota komunitas itu sudah melaksanakannya maka gugurlah kewajiban itu ataas yang lain. Tapi jika tak ada satupun yang melaksanakannya maka setiap anggota komunitas tersebut berdosa. Contoh: memandikan mayit, mensholatkan dan menguburkannya.

2. Sunnah, yaitu sesuatu yang jika dikerjakan maka pelakunya mendapat pahala namun jika ditinggalkan ia tidak berdosa. Contoh: Sholat tarawih, puasa Senin Kamis, sholat tahajjud dan lain-lain. 

Mubah, yaitu sesuatu yang boleh dikerjakan dan boleh ditinggalkan tanpa bernilai pahala dan dosa. Contoh: makan, minum, tidur dan lain-lain. Namun hal-hal yang masuk dalam kategori mubah ini bisa benilai pahala jika disertai dengan niat.

3. Makruh, yaitu sesuatu yang jika ditinggalkan pelakunya mendapat pahala namun jika ditinggalkan ia tidak berdosa. Contoh: minum dengan tangan kiri dan lain-lain.
Haram, yaitu sesuatu yang jika ditinggalkan pelakunya mendapat pahala dan jika dikerjakan ia berdosa. Contoh: zina, meminum minuman keras, menggunjing dan lain-lain. Wallahu a'lam bishshowab

Bagaimana Ikhtilaf (Perbedaan/Perselisihan Pendapat) Itu Terjadi?

"Membaca qunut dalam shalat adalah sunnah, dan meninggalkannya pun juga sunnah." Itulah komentar Ibnul Qoyyim tentang perbedaan pendapat para ulama tentang qunut. Sebab, memang di sana ada riwayat yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW membacanya dalam shalat, namun ada juga hadits yang meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW meninggalkannya.

Tapi kenyataan di masyarakat kita berbeda. Berseteru gara-gara qunut bahkan sampai saling mencaki-maki adalah peristiwa yang sering kita dengar. Ironis memang, hanya gara-gara qunut yang sunnah, lantas meninggalkan yang wajib; menjaga persatuan umat dan berbuat baik terhadap sesama muslim.

Perbedaan adalah Fithrah
Tak ada sesuatu yang persis sama di dunia ini. Meski ada, hanyalah terbatas pada beberapa hal kecil saja. Itulah sunnatullah. Bukti kekuasaan Allah SWT yang tak terhingga. Dengan perbedaan, dunia menjadi penuh warna, dimana manusia dapat saling melengkapi satu-sama lain, dan bahkan saling tolong-menolong.

Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang berotak brilian dan ada yang biasa. Karena itu, perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah, bukan hal tercela.

Hal seperti ini juga terjadi pada para ulama. Pengetahuan dan kemampuan yang berbeda-beda akhirnya menghasilkan ijtihad yang berbeda pula. Bagi yang sering mengkaji kitab-kitab perbandingan madzhab, selisih pendapat di antara mereka bukanlah hal asing, karena berbeda pendapat dalam menghukumi sesuatu telah ada sejak zaman shababat ra. Contohnya saja, keputusan Khalifah Abu Bakar untuk memerangi orang-orang yang menolak membayar zakat, disepakati setelah melalui musyawarah yang diwarnai silih beda pendapat. Atau antara Umar ra. dan Utsman ra. dalam masalah pembukuan Al-Qur'an, serta banyak lagi.

Ikhtilaf Dalam Hukum Fiqih
Ikhtilaf atau perbedaan pendapat dalam hukum fiqih disebabkan oleh banyak hal, antara lain :

1. Perbedaan para ulama dalam memahami teks Al-Qur'an dan Hadits
Teks Al-Qu'ran dan Hadits kadang membuka peluang untuk dipahami secara berbeda, misalnya dengan adanya kata yang mempunyai lebih dari satu makna. Perbedaan pemahaman itu melahirkan perbedaan penghukuman. Contohnya kata "la mastum" dalam surah Al-Maidah ayat 6. Kata itu bisa berarti "bersentuhan" dan bisa berarti "hubungan suami istri". Yang mengartikannya, sebagai hubungan suami istri, akan mengeluarkan pendapat bahwa bersentuhan saja dengan wanita tidak membatalkan wudlu, tapi yang mengartikannya sebagai bersentuhan, akan menghukumi batal wudlu, bila kulit wanita dan pria bersinggungan.

2. Perbedaan pengetahuan mereka tentang Hadits
Orang yang paling tahu dan mengerti Hadits-Hadits Rasulullah SAW adalah para shahabat. Sepeninggalan Nabi, para shahabat menyebar ke berbagai daerah untuk mensyiarkan Islam, antara lain Irak, Kufah, Mesir, dll. Kendati begitu, sebagian besar mereka tetap berdomisili di Madinah. Wal hasil, kota yang banyak didiami oleh banyak shahabat lebih menguasai hadits dibanding kota yang hanya memiliki sedikit shahabat, dan ini berdampak pada pengambilan hukum. Ulama-ulama Irak, misalnya, lebih cenderung menggunakan ra'yu (pendapat sendiri) yang tetap sejalan dengan Al-Qur'an karena sedikitnya perbendaharaan hadits mereka dan ditambah pula dengan banyak beredarnya hadits-hadits palsu, ketimbang ulama-ulama Madinah yang kaya perbendaharaan haditsnya. Akibat pengetahuan terhadap hadits yang berbeda-beda inilah akhirnya terlahir ijtihad yang berbeda pula.

3. Perbedaan mereka dalam menilai Hadits
Para ulama kadang berbeda pendapat dalam menilai sebuah hadtis. Imam Malik menyatakan bahwa hadits a itu shahih, namun setelah mengadakan penelitian lebih lanjut, Imam Syafi'i mengatakan bahwa hadits tersebut dhaif, lemah, sehingga tidak dapat dijadikan sandaran hukum.

Salah satu penyebab ikhtilaf tadi adalah perbedaan mereka dalam memverifikasi para perawi hadits. Menurut A si anu (perawi hadits) itu bisa dipercaya (adil), namun B mengatakan ia kurang kredibel. 

Di samping perbedaan dalam menilai keshahihan hadits, kadang mereka juga berbeda pendapat tentang status hadits tertentu. Apakah ia bisa dijadikan hujjah (sandaran hukum) atau tidak. Misalnya hadits mursal tabi'i (hadits yang silsilah perawinya terputus pada tabi'in), Imam Abu Hanifah dan Imam Malik menerimanya untuk dijadikan hujjah, sementara Imam Syafi'i menolak.

4. Perbedaan waktu, tempat dan kondisi
Para ulama hidup pada kurun waktu dan tempat yang berbeda-beda, yang akhirnya melahirkan tabiat dan karakter yang berbeda pula. Dan ini berdampak pada pengambilan hukum. Contohnya Umar bin Abdul Aziz, sewaktu menjadi Gubernur Madinah, ia menerima klaim seseorang hanya dengan satu saksi laki-laki dan sumpah. Tapi ketika ia menjadi khalifah dan tinggal di Syam, tidak menerima klaim seseorang kecuali dengan dua saksi laki-laki atau satu laki-laki dan dua perempuan. Ketika ditanya tentang hal itu, ia menjawab, "Kami sungguh mendapati penduduk Syam berada dalam kondisi dan tradisi yang berbeda dengan Madinah."

5. Perbedaan mereka dalam mensikapi dalil-dalil yang kelihatan kontradiktif

Contohnya hadits-hadits berikut :
a. La sholata illa bifatihatil kitab (tidaklah sah shalat seseorang tanpa membaca surah al-Fatihah).
b. Idza qara'al imamu fa anshitu (jika Imam sedang membaca Al-Qur'an, dengarkanlah).
c. Man kana lahu imam, faqira'atahu lahu qira'ah (barang siapa bersama imam, cukuplah baginya bacaan imam).

Berdasarkan ketiga hadits ini, para ulama berbeda pendapat tentang apakah makmum wajib membaca al-Fatihah atau tidak. Imam Syafi'i berpendapat bahwa makmum wajib membaca al-Fatihah berdasarkan hadits pertama. Imam Hanbali berkata bahwa jika imam membaca keras, makmum tidak perlu membaca al-Fatihah, tapi jika imam tidak membaca keras, makmum wajib membacanya. Dalam hal ini, Imam Hanbali mengkompromikan hadits pertama dan kedua. Sedang menurut Imam Hanafi, seorang makmum tidak wajib membaca apapun berdasarkan hadits yang ketiga.

6. Perbedaan mereka dalam menggunakan dalil-dalil mukhtalaf (yang diperselisihkan.
Sebagian besar ulama sepakat dalam menggunakan Al-Qur;an, al-Hadits, Ijma' dan Qiyas sebagai dalil atau sandara hukum. Namun, selain empat unsur tadi, masih ada dalil-dalil yang diperselisihkan oleh para ulama dalam kaitannya sebagai sumber hukum.

Dalil-dalil mukhtalaf itu antara lain :
a. Perkataan atau pendapat Shahabat.
b. Ijma' penduduk Madinah
c. Istihsan
d. Istishab
e. Mashalih Mursalah
f. Tradisi,. dsb.

Itulah hal-hal yang menyebabkan para ulama berbeda pendapat. Sebuah perbedaan yang timbul karena hal-hal yang sangat manusiawi. Karenanya, perbedaan seperti itu tidak tercela. Bahkan Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa berijtihad dan ia benar, baginya dua pahala. Dan jika salah, baginya satu pahala"

Maka tidak sepatutnya perbedaan pendapat dan madzhab menjadi perpecahan, pertikaian, dan fanatismu (taashshub). Allah berfirman, "Wa'tashimu bihablillah jami'an wa la tafarraqu, " (QS. Ali Imran : 103). Artinya : Berpeganglah kamu semua pada tali Allah dan janganlah berpecah belah. Wallahu 'alam bish-showab.