Friday, 24 June 2016

Kisah Syahidnya Tiga Panglima Perang Mu’tah

PortalRenungan.



Terukir pula dalam sejarah, syair Abdullah bin Rawahah menjelang syahidnya :

Aku bersumpah, Wahai jiwaku
Masuklah engkau, masuklah ke medan perang
Atau kupaksakan padamu
Bila semua orang telah  berbaris berteriak , MAJU …!
Mengapa masih juga membenci surga ?
Sudah lama hidupmu dalam ketenangan
Engkau tidaklah lebih dari setetes mani tua.”

Bangunan Islam tegak pertama  kali melalui usaha Rasul yang mulia, dimulai dengan masuknya manusia pilihan  ke dalam dinul Islam satu demi satu, lalu mereka dihadapkan hidup di atas panasnya bara ujian dan di atas situasi yang sangat sulit. Dihadapannya batu penggiling yang menggiling dan melumat urat syaraf, dalam hidup dan nafas mereka. Mereka hidup di atas penderitaan dan kesulitan. Melalui situasi seperti inilah tergembleng mental elemen elemen pertama yang kuat yang menjadi penopang bagi tegaknya bangunan Islam yang pertama.

Rasul sebagai pemimpin dakwah tegak berdiri menyeru manusia agar meyakini tauhid, tauhid dengan segala jenisnya. Dia mendidik dan menggembleng para pengikutnya  bukan dengan cara teori dan kajian belaka, tapi mendidik dan menggembleng mereka meyakini prinsip tauhid secara amal melalui berbagai kejadian dan peristiwa. Dimana kejadian dan peristiwa yang mereka hadapi itulah yang menjadi ajang  untuk membuktikan keyakinan mereka terhadap prinsip tauhid.  Tak mungkin bagi generasi pertama yang menjadi sentral berhimpunnya umat Islam, diberi kekuasaan di atas dunia jika tidak  di gembleng lebih dulu dengan berbagai kesulitan, ujian dan cobaan. Oleh karena itu, ketika Imam As Syafi’i ditanya , “mana yang lebih layak bagi seorang hamba diberi kekuasaaan atau diuji?” maka beliau menjawab, “tidak akan mungkin dia diberi kekuasaan hingga dia diuji lebih dahulu.”

Cobaan, kemiskinan, kesengsaraan pun menghampiri dan menghimpit dada golongan muslim dan pemimpinnya, Muhammad SAW , sehingga hati mereka naik menyesak sampai ke tenggorokan, sampai sampai Rasul SAW yang begitu tegar pun berkata , “Bilakah pertolongan Allah tiba?”

Ya Allah, cobaan cobaan demikian berat itu sampai mendorong nabi SAW berkata , “Kapankah pertolongan Allah itu tiba?” … bagaimana dengan kita…?

Begitulah kondisi pengemblengan Rasulullah dengan para sahabatnya, banyak kisah yang dapat diambil ibrahnya, guna membekali keimanan yang harus kita jaga sebaik mungkin di akhir zaman ini.

Teguhnya keyakinan Tauhid yang terangkat oleh amal soleh menuju Rabb nya untuk menjawab ujian dan godaan syetan  yang mereka alami.  Kisah ini tercatat dalam sejarah perang mu'tah.

Saat itu Rasulullah SAW telah mengirimkan pasukannya ke Mu’tah dibawah komando Zaid bin Haritsah. Pesan beliau bila dia gugur hendaklah digantikan oleh Jafar bin Abu Thalib, dan kalau ia gugur maka diambil alih oleh Abdullah bin Rawahah, pasukan ketika itu berjumlah 3.000 orang, dan pasukan romawi kala itu berkisar 100.000 prajurit , suatu jumlah yang tak berimbang. Suatu jumlah secara matematis pastilah pasukan kaum muslimin akan hancur luluh lantak  , bayangkan 1:33 , berarti kalaupun pertempuran dianggap imbang/seri berarti setiap prajurit mukmin yang terbunuh atau tidak terbunuh haruslah bisa membunuh 33 orang musuh !!!

Rasulullah sendiri membayangkan perang yang akan dihadapi akan menjadi luar biasa dasyat, karena itu beliau sendiri mengantarkan pasukannya hingga sejauh mungkin, seolah olah beliau hantarkan pasukan yang tak pernah kembali lagi dengan beliau, mengantarkan sesuatu yang akan terpisah di alam dunia, beliau antarkan sampai ke area Taniyah Al Wada…

Beberapa hari kemudian, ketika pasukan ini tiba di suatu dusun bernama Ma’an, mereka mendengar berita bahwa pasukan romawi telah berada di Ma’ab di daerah Al Balqa dengan 100.000 prajurit.

Mendengar itu semua, ada ketakutan dan keraguan di antara pasukan, sehingga pasukan muslimin memaksa tinggal selama dua malam di Ma’an  , waktu persiapan tersebut digunakan untuk menyusun dan memikirkan langkah strategi  selanjutnya, karena lawan yang dihadapi sangat besar dan tangguh dalam jumlah dan peralatan perangnya.

Hingga diantara mereka ada yang mengusulkan, ”kita laporkan saja kepada Rasulullah SAW agar dikirimkan bantuan atau diturunkan perintah untuk kita laksanakan,”

Tapi melihat kondisi adanya indikasi keraguan akan kekuatan pasukan muslimin, berdirilah Abdullah bin Rawahah membangkitkan semangat pasukan , dan ia berujar ,

“Wahai kaumku, demi Allah , sesuatu yang tidak kalian senangi tapi saat ini kalian keluar untuknya hanyalah untuk mati syahid. Kita memerangi musuh bukan berdasarkan jumlah prajurit atau kekuatan senjata, kita tidak berperang kecuali demi agama , yang dengan ini Allah melimpahkan karuniaNya kepada kita. Oleh karena itu, mari kita hadapi mereka bersama sama. Perang ini akan memberi kita satu dari dua kebaikan, kemenangan atau kematian sebagai syuhada.”

Ketika perang pecah di Mu’tah, Rasulullah sedang duduk di mimbar. Sementara mata beliau sembab tergenang air mata. Tergambar di mata beliau pertempuran sengit di Syam itu rupanya, sehingga beliau berkata,

“ Zaid sedang membawa panji-panji kemudian setan datang merayunya agar cinta dunia dan takut mati. Dia memarahi dirinya, ”sekarang, saat datang ujian atas iman, engkau hendak menyukai dunia?! Lalu ia maju bertempur dengan ganas sampai menemui ajalnya.

Rasulullah kemudian melakukan sholat ghaib untuk Zaid, setelah itu beliau melanjutkan ceritanya, “beristighfarlah untuknya. Dia telah masuk surga sebagai syuhada.

Kini panji panji dipegang oleh Jafar bin Abu Thalib, setan kembali menggoda dengan cinta dunia, senang hidup, dan benci mati, lalu dia berkata,”sekarang di saat iman diuji di hati mukminin, engkau datang pula merayu rayu!” dia maju sampai gugur sebagai syuhada.

Rasulullah melakukan sholat ghaib baginya dan berkata, “Doakanlah saudaramu ini, dia masuk surga dengan sepasang sayap.”

Beliau melanjutkan , “Panji panji itu sekarang beralih ke tangan Abdullah bin Rawahah. Dia pun akhirnya gugur, lalu pergi ke surga dengan mundur.” Golongan Anshar cemas mendengar itu dan bertanya, “Mengapa demikian , ya Rasulullah?

“pada saat dia cedera, ia menyalahkan dirinya dan sempat putus asa. Tapi kemudian semangat juangnya kembali berkobar dan berjuang sampai syahid dan masuk surga.”

ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR  gemuruh menyambut kabar syahidnya para sahabat , saudara mereka sesama muslim memasuki surga tanpa hisab…. Suatu gambaran yang indah dan penuh haru, karena  para sahabat yang saat itu hadir didepan mimbar tersebut rindu sekali dan ingin sekali meraih surga seperti ketiga panglima perang yang dikabarkan oleh Rasul tercintanya.

Begitulah bila iman sudah meresap di dalam hati mereka, yang dihadapan mereka hanya indahnya surga, walau mereka masih didunia. Segala godaan dan ujian dunia mereka hempaskan, mereka buang jauh jauh godaan tersebut. Mereka tidak menimbang faktor dunia sebagai penentu langkah perjuangannya, dan mereka tidak mundur dan tidak berbalik melihat jumlah pasukan yang tidak imbang, atau bahkan karena disebabkan kurangnya dan habisnya logistik, mereka tidak lari kebelakang,  mereka tidak memikirkan kepentingan pribadi mereka sendiri, mereka bersatu kala ancaman datang kepada mereka. Mereka hanya ada satu harapan yaitu mereka ingin masuk surga.

Semoga kita yang  mengaku ingin berjuang untuk Islam tidak terbuai dengan banyaknya dunia yang kita miliki  sehingga tujuan dakwah menjadi menyimpang atau sebaliknya merasa lemah karena kurangnya atau habisnya logistik perjuangan sehingga meninggalkan jalan dakwah…

Semoga Allah berikan ketegaran dan kesabaran dalam menjalani pahit manisnya jalan dakwah ini yang penuh liku dan mengikuti jejak para Nabi, para sahabat, dan para mujahid dakwah hingga akhir zaman  menuju surgaNya Allah… 

Semoga Ramadhan tahun ini menjadi momen yang membahagiakan untuk berhijrah untuk menjadi pribadi yang indah... 

Aamiin


Ebook Panduan Mendidik Anak
Atau bisa langsung order di sini

Friday, 17 June 2016

Allahlah yang Menilai Perbuatan dan Amal Manusia

PortalRenungan.
Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah karena sampai dengan detik ini kita masih diberikan kehidupan, yang berarti Allah masih memberikan kepada kita waktu untuk berbuat kebaikan.

Berikut ini ada sebuah kisah yang bisa memacu semangat kita untuk berbuat baik, walaupun sekecil apapun kebaikan tersebut. Karena hanya Allah yang Maha Tahu amal mana yang Allah terima.

Dahulu......, ada seorang lelaki yang beribadah selama 60 tahun lamanya. Lalu ia terfitnah oleh seorang wanita, dan berzina dengannya selama 6 hari.  Lalu ia sadar dan bertaubat. 

Ia pun pergi meninggalkan tempat ibadahnya, lalu ia singgah di sebuah masjid, dan tinggal di sana selama tiga hari tidak ada makanan. 

Suatu ketika, ada orang yang memberinya roti. Ketika ia hendak memakannya, ia melihat dua orang yang amat membutuhkan. Ia pun memotong roti tersebut dan memberikannya kepada keduanya. Sementara ia tidak makan. 

Maka Allah memerintahkan malaikat untuk menimbang antara amalannya selama 60 tahun dan zinanya selama 6 hari. Ternyata lebih berat zina selama 6 hari. Lalu Allah memerintahkan menimbang zinanya 6 hari dengan dua potong roti yang ia berikan kepada orang yang membutuhkan tersebut. Ternyata timbangannya lebih berat dua potong roti.

Kisah ini diriwayatkan oleh Nadlr bin Syumail dari perkataan ibnu Mas'ud dan ibnu Abu Nuaim meriwayatkan juga kisah yang sama dari Abu Musa Al Asy'ari dengan sanad yang shahih.

Wahai saudaraku, lihatlah dalam kisah diatas ibadah 60 tahun dikalahkan oleh zina 6 hari..
tidakkah menjadi takut hati kita untuk berbuat maksiat kepada Allah?.

Wahai saudaraku, lihatlah juga ternyata berinfak di saat kita butuh, nilainya menurut Allah melebihi ibadah selama 60 tahun.

Namun tentunya itu tidaklah mudah, karena jiwa amat mencintai harta. Kecuali orang yang Allah berikan kekuatan padanya.

Mudah-mudahan kisah diatas menginspirasi kita untuk selalu berbuat baik, walaupun menurut kita perbuatan tersebut kecil nilainya, tetapi bisa jadi besar nilainya menurut Allah.

Amin ya Rabbal 'alamin

Share, yuk! Semoga saudara-saudara kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal-amal kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Friday, 20 May 2016

Siapakah Golongan Orang yang akan di Do'akan Malaikat?

PortalRenungan.
Alhamdulillah kita masih bisa merasakan kenikmatan yang Allah berikan. Berikut ini tulisan mengenai golongan-golongan yang didoakan oleh malaikat:

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa; Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena tidur dalam keadaan suci."
(HR. Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu sholat.
"Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu sholat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya; Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia."
(HR. Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim: 469)

3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam sholat berjamaah.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan."
(HR. Imam Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dari Barra' bin 'Azib)

4. Orang yang menyambung shaf sholat berjamaah (tidak membiarkan kosong di dalam shaf).
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf."
(HR. Imam Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

5. Para malaikat mengucapkan "aamiin" ketika seorang Imam selesai membaca Al-Fatihah.
"Jika seorang Imam membaca; ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh-dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian "aamiin", karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu."
(HR. Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 782)

6. Orang yang duduk di tempat sholatnya setelah melakukan sholat.
"Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat sholat di mana ia melakukan sholat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata; Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia."
(HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 8106)

7. Orang-orang yang melakukan sholat shubuh dan ashar secara berjama'ah.
"Para malaikat berkumpul pada saat sholat shubuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu sholat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga sholat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, "Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?", mereka menjawab; kami datang sedangkan mereka sedang melakukan sholat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan sholat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat."
(HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 9140)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata;  "aamiin" dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan."
(HR. Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim: 2733)

9. Orang-orang yang berinfak.
"Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, "Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak", dan lainnya berkata, "Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit (bakhil)".
(HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 1442 dan Shahih Muslim: 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk di saat sahur untuk puasa "sunnah".
(HR. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath-Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
" Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh."
(HR. Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al-Musnad: 754)

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.*
"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain."
(Al-Hadits dari Abu Umamah Al-Bahily).

Semoga kita bisa mendapatkan keuntungan ini di dunia maupun di akhirat..
Aamiin.

Semoga Bermanfaat.

Friday, 22 April 2016

Bersyukur dan Nikmatilah Apa Yang Ada Pada Diri Kita Hari Ini

PortalRenungan.
Suatu hari di sebuah universitas terkenal. Sekelompok alumnus bertamu di rumah dosen senior, setelah bertahun-tahun mereka lulus. Setelah mereka semua menggapai kesuksesan, kedudukan yang tinggi serta kemapanan ekonomi dan sosial.

Setelah saling menyapa dan berbasa-basi, masing-masing mereka mulai mengeluhkan pekerjaannya. Jadwal yang begitu padat, tugas yang menumpuk dan banyak beban lainnya yang seringkali membuat mereka stress.

Sejenak sang dosen masuk ke dalam. Beberapa saat kemudian, beliau keluar sambil membawa nampan di atasnya teko besar berisikan kopi dan berbagai jenis cangkir.

Ada cangkir-cangkir keramik tiongkok yang mewah. Cangkir-cangkir kristal. Cangkir-cangkir melamin. Dan cangkir-cangkir plastik. 

Sebagian cangkir tersebut luar biasa indahnya. Ukirannya, warnanya dan harganya yang waahh.. Namun ada juga cangkir plastik yang biasanya berada di rumah orang-orang yang amat miskin.

Sang dosen berkata, “Silahkan.. masing-masing menuangkan kopinya sendiri”.

Setelah setiap mahasiswa memegang cangkirnya, sang dosen berkata,

“Tidakkah kalian perhatikan bahwa hanya cangkir-cangkir mewah saja yang kalian pilih? Kalian enggan mengambil cangkir-cangkir yang biasa?

Manusiawi sebenarnya, saat masing-masing dari kalian berusaha mendapatkan yang paling istimewa. Namun seringkali itulah yang membuat kalian menjadi gelisah dan stress.

Sejatinya yang kalian butuhkan adalah kopi, bukan cangkirnya.

Akan tetapi kalian tergiur dengan cangkir-cangkir yang mewah. Terus perhatikanlah, setelah masing-masing kalian memegang cangkir tersebut, kalian akan terus berusaha mencermati cangkir yang dipegang orang lain!

Andaikan kehidupan adalah kopi, maka pekerjaan, harta dan kedudukan sosial adalah cangkir-cangkirnya.

Jadi, hal-hal itu hanyalah perkakas yang membungkus kehidupan. Adapun kehidupan (kopi) itu sendiri, ya tetap itu-itu saja, tidak berubah.

Saat konsentrasi kita tersedot kepada cangkir, maka saat itu pula kita akan kehilangan kesempatan untuk menikmati kopi.

Karena itu ku nasehatkan pada kalian, jangan terlalu memperhatikan cangkir, akan tetapi nikmatilah kopinya…”.

Sejatinya, inilah penyakit yang diderita manusia. Banyak orang yang tidak bersyukur kepada Allah atas apa yang ia miliki, setinggi apapun kesuksesannya. Sebab ia selalu membandingkannya dengan apa yang dimiliki orang lain.

Setelah menikah dengan seorang wanita cantik yang berakhlak mulia, ia selalu berfikir bahwa orang lain menikah dengan wanita yang lebih istimewa dari istrinya.

Sudah tinggal di rumah sendiri, namun selalu membayangkan bahwa orang lain rumahnya lebih mewah dari rumah sendiri.

Ia bukannya menikmati kehidupannya beserta istri dan anak-anaknya. Tapi justru selalu memikirkan apa yang dimiliki orang lain, seraya berkata, “Aku belum punya apa yang mereka punya”.

📚Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengingatkan,

" ﻣَﻦْ ﺃَﺻْﺒَﺢَ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺁﻣِﻨًﺎ ﻓِﻲ ﺳِﺮْﺑِﻪِ، ﻣُﻌَﺎﻓًﻰ ﻓِﻲ ﺟَﺴَﺪِﻩِ، ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻗُﻮﺕُ ﻳَﻮْﻣِﻪِ؛ ﻓَﻜَﺄَﻧَّﻤَﺎ ﺣِﻴﺰَﺕْ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ "

"Barangsiapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya dan memiliki makanan untuk hari itu; seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya". (HR. Tirmidzi dan dinilai hasan oleh al-Albani)

✒Seorang bijak berpetuah,

“Alangkah anehnya kebanyakan manusia! Mereka korbankan kesehatan untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Setelah terkumpul, gantian mereka gunakan harta tersebut untuk mengembalikan kesehatannya yang telah hilang!

Mereka selalu gelisah memikirkan masa depan, namun melupakan hari ini. Akibatnya, mereka tidak menikmati hari ini dan tidak pula hidup di masa datang.

Mereka senantiasa melihat apa yang dimiliki orang lain, namun tidak pernah melihat apa yang dimilikinya sendiri. Akibatnya, ia tidak bisa meraih apa yang dimiliki orang lain dan tidak pula bisa menikmati milik sendiri.

Mereka diciptakan untuk satu tujuan, yakni beribadah. Dunia diciptakan untuk mereka gunakan sebagai sarana beribadah. Namun justru sarana tersebut malah melalaikan mereka dari tujuan utama”.

🌹Maka, mari kita nikmati kopi kehidupan tersebut, apapun cangkirnya…😊

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍﻧْﻈُﺮُﻭﺍ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﻦْ ﻫُﻮَ ﺃَﺳْﻔَﻞَ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻨْﻈُﺮُﻭﺍ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﻦْ ﻫُﻮَ ﻓَﻮْﻗَﻜُﻢْ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺃَﺟْﺪَﺭُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺗَﺰْﺩَﺭُﻭﺍ ﻧِﻌْﻤَﺔَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢ

Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Lihatlah orang yang ada di bawah dari kalian, jangan melihat yang ada di atas kalian, karena yang demikian lebih mendorong untuk tidak mengurangi nikmat Allah atasmu."

*Kisah Secangkir Kopi*
[Ustadz Abdullah Zaen, MA]

Friday, 25 March 2016

Hutang Piutang (Qardh) dan Kerjasama (Mudhorobah, Musyarokah)

PortalRenungan.
Bagi yang masih bingung antara hutang piutang (qardh) dan kerjasama (mudhorobah; musyarokah), silahkan disimak ilustrasi berikut ini:

👳🏽 Gimana kabarnya mbak?
🙎🏻 Sehat dek, alhamdulillah.

👳🏽 Ini saya selain silaturahmi juga ada perlu mbak.
🙎🏻 Apa apa dek...apa yang bisa tak bantu.

👳🏽 Anu..kalau ada uang 20juta saya mau pinjam.
🙎🏻 Dua puluh juta? Banyak sekali. Untuk apa dek?

👳🏽Tambahan modal mbak. Dapat order agak besar, modal saya masih kurang. Bisa bantu mbak?
🙎🏻 Mmm..mau dikembalikan kapan ya?

👳🏽 InsyaAllah dua bulan lagi saya kembalikan.
🙎🏻 Gitu ya. Ini mbak ada sih 20juta. Rencana untuk beli sesuatu. Tapi kalau dua bulan sudah kembali ya gak apa-apa, pakai dulu aja.

👳🏽 Wah, terimakasih mbak.
🙎🏻 Ini nanti mbak dapat bagian dek?

👳🏽 Bagian apa ya mbak?
🙎🏻 Ya kan uangnya untuk usaha, jadi kan ada untungnya tuh. Naa..kalau mbak enggak kasih pinjem kan ya gak bisa jalan usahamu itu, iya kan? tersenyum penuh arti

👳🏽 Oh, bisa-bisa. Boleh saja kalau mbak pengennya begitu. Nanti saya kasih bagi hasil mbak.
🙎🏻Besarannya bisa kita bicarakan. Lha, gitu kan enak. Kamu terbantu, mbak juga dapat manfaat.

👳🏽 Tapi akadnya ganti ya mbak. Bukan hutang piutang melainkan kerjasama.
🙎🏻 Iyaa..gak masalah. Sama aja lah itu. Cuman beda istilah doang.

👳🏽Bukan cuma istilah mbak, tapi pelaksanaannya juga beda.
🙎🏻Maksudnya??

👳🏽Jadi gini mbak: kalau akadnya hutang, maka jika usaha saya lancar atau tidak lancar ya saya tetap wajib mengembalikan uang 20juta itu. Tapi jika akadnya kerjasama, maka kalau usaha saya lancar, mbak akan dapat bagian laba. Namun sebaliknya, jika usaha tidak lancar atau merugi maka mbak juga turut menanggung resiko. Bisa berupa kerugian materi→uangnya tidak bisa saya kembalikan, atau rugi waktu→ kembali tapi lama.

🙎🏻Waduh, kalau gitu ya mending uangnya saya deposito kan tho dek: gak ada resiko apa2, uang utuh, dapat bunga pula.

👳🏽Itulah riba mbak. Salah satu ciri2nya tidak ada resiko dan PASTI untung.
🙎🏻Tapi kalau uangku dipinjam si A untuk usaha ya biasanya aku dapet bagi hasil kok dek. 2% tiap bulan. Jadi kalau dia pinjam 10juta selama dua bulan, maka dua bulan kemudian uangku kembali 10juta+400ribu.

👳🏽Itu juga riba mbak. Persentase bagi hasil ngitungnya dari laba, bukan berdasar modal yang disertakan.Kalau berdasar modal kan mbak gak tau apakah dia beneran untung atau tidak. Dan disini selaku investor berarti mbak tidak menanggung resiko apapun donk. Mau dia untung atau rugi mbak tetep dapet 2%. Lalu apa bedanya sama deposito?
🙎🏻Dia ikhlas lho dek, mbak gak matok harus sekian persen gitu kok.

👳🏽Meski ikhlas atau saling ridho kalau tidak sesuai syariat ya dosa mbak.
🙎🏻Waduh...syariat kok ribet bener ya.

👳🏽Ya karena kita sudah terlanjur terbiasa dengan yang keliru mbak. Memang butuh perjuangan untuk mengikuti aturan yang benar. Banyak kalau tidak berkah bikin penyakit lho mbak.hehe.
🙎🏻Hmmm...ya sudah, ini 20juta nya hutang aja. Mbak gak siap dengan resiko kerjasama. Nanti dikembalikan dalam dua bulan yaa.

👳🏽Iya mbak. Terimakasih banyak mbak. Meski tidak mendapat hasil berupa materi tapi insyaAllah mbak tetap ada hasil berupa pahala Amiiin..

Kalau cuma bicara anti riba, burung beopun juga bisa. Kalau cuma diskusi masalah ekonomi umat, ngobrol sama balita yg baru belajar bicara jauh lebih menarik.

Ayo... hidupkan ekonomi mikro, berikan pancingan bukan ikan, investasi dunia akhirat. Perhatikan dalam bisnis akad kerjasama kah? Atau akad peminjaman uang. Ini 2 hukum islam yang berbeda dan efeknya pun di dunia dan akhirat juga berbeda.

“… Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS.Al-baqarah:275)

Sebenarnya apa sih tujuan islam melarang riba? Seharusnya khan asal saling sepakat, saling rela, tidak kena dosa?

Hukum islam itu dibuat untuk mengatur agar manusia mendapatkan kemaslahatan sebesar-besarnya tanpa manusia merugikan siapapun sekecil-kecilnya. 

Mari kita bahas contoh LABA dan RIBA agar anda mudah untuk memahami dengan bahasa yang umum:

1. Saya membeli sebuah sepeda motor Rp. 10 Juta dan saya hendak menjual dengan mengambil untung dengan bunga 1% perbulan untuk jangka waktu pembayaran 1 tahun.
Transaksi seperti ini tergolong transaksi RIBAWI.

2. Saya membeli sepeda motor Rp. 10 juta, dan saya hendak menjual secara kredit selama setahun dengan harga Rp. 11.200.000,-. Transaksi ini termasuk transaksi SYARIAH.

Apa bedanya? Khan kalau dihitung-hitung ketemunya sama Untungnya Rp. 1.200.000?

Mari kita bahas kenapa transaksi pertama riba dan transaksi kedua syar'i.

TRANSAKSI PERTAMA RIBA karena:
1. Tidak ada kepastian harga, karena menggunakan sistem bunga. Misal dalam contoh diatas, bunga 1% perbulan. Jadi ketika dicicilnya disiplin memang ketemunya untungnya adalah Rp. 1.200.000,-. Tapi coba kalau ternyata terjadi keterlambatan pembayaran, misal ternyata anda baru bisa melunasi setelah 15 bulan, maka anda terkena bunganya menjadi 15% alias labanya bertambah menjadi Rp. 1.500.000,-. 

Jadi semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk melunasi utang, semakin besar yang harus kita bayarkan. 

Bahkan tidak jarang berbagai lembaga leasing ada yang menambahi embel-embel DENDA dan BIAYA ADMINISTRASI, maka semakin riba yang kita bayarkan. Belum lagi ada juga yang menerapkan bunga yang tidak terbayar terakumulasi dan bunga ini akhirnya juga berbunga lagi.

2. Sistem riba seperti diatas jelas2 sistem yang menjamin penjual pasti untung dengan merugikan hak dari si pembeli. Padahal namanya bisnis, harus siap untung dan siap rugi.

TRANSAKSI KEDUA SYARIAH karena:
1. Sudah terjadi akad yang jelas, harga yang jelas dan pasti. Misal pada contoh sudah disepakati harga Rp. 11.200.000,- untuk diangsur selama 12 bulan. 

2. Misal ternyata si pembeli baru mampu melunasi utangnya pada bulan ke-15, maka harga yang dibayarkan juga masih tetap Rp. 11.200.000,- tidak boleh ditambah. Apalagi diistilahkan biaya administrasi dan denda, ini menjadi tidak diperbolehkan. 

Kalau begitu, si penjual jadi rugi waktu dong? Iya, bisnis itu memang harus siap untung siap rugi. Tidak boleh kita pasti untung dan orang lain yang merasakan kerugian. 

Nah, ternyata sistem islam itu untuk melindungi semuanya, harus sama hak dan kewajiban antara si pembeli dan si penjual. Sama-sama bisa untung, sama-sama bisa rugi. Jadi kedudukan mereka setara. Bayangkan dengan sistem ribawi, kita sebagai pembeli ada pada posisi yang sangat lemah. 

Nah, sudah lebih paham hikmahnya Alloh melarang RIBA?

Kalau menurut anda informasi ini akan bermanfaat untuk anda dan orang lain, silakan share status ini, untuk menebar kebaikan. 

Dakwah anda hanya dengan meng-KLIK SHARE/BAGIKAN, maka anda akan mendapatkan pahala dari orang yang membaca dari share anda, dan juga jika dishare lagi anda akan mendapatkan pahala dari orang yang membaca dari share kawan anda. 
Mungkin lebih tepatnya MULTI LEVEL PAHALA, Hehehe

Mudah khan cari pahala? Mudah tapi tak semua yang membaca status ini mau men-share, ada bisikan syetan: "Ga usah dishare, ngapain disuruh share mau aja......" 

Iya, memang syetan dengan bisikan halusnya didalam sanubari kita, mengajak untuk malas untuk menebar kebaikan. Semoga Alloh selalu meridhoi kita semua.

Tuesday, 8 March 2016

Gerhana Matahari Total, Bukan Fenomena Alam Biasa

PortalRenungan.



Gerhana Matahari Total (GMT) akan berlangsung beberapa hari kedepan.., namun sudah tahukah anda apa yang akan terjadi di hari itu..??? Itu adalah suatu moment dimana semua bangsa Ghaib dari Dunia Kegelapan akan keluar dari dalam persembunyiannya..!!! Karena di waktu itulah manusia sedang dalam keadaan sadar, dan bangsa iblis punya sedikit waktu untuk merasuki jiwa manusia yang tersesat... Jika pada umumnya mereka melakukan kegiatannya di malam hari., maka saat itulah mereka berkesempatan keluar dan menggangu jiwa manusia...

Berikut ini penjelasannya;
Jika ilmuwan dan antariksawan banyak yang berlomba-lomba ingin mengabadikan moment tersebut., lalu mereka berusaha mendekati lokasi terjadinya Gerhana untuk menyaksikan fenomena alam tersebut., atau ada sebagian orang yang dengan sengaja membeli kaca mata anti radiasi untuk merekam moment berharga tersebut...

Bagaimanakah seharusnya sikap kita sebagai Muslim..??? 
Maka sebaliknya umat Islam seharusnya menghindari hal tersebut..! Dan disaat peristiwa itu terjadi., diwajibkan bagi kita untuk banyak-banyak melakukan Ibadah., Berdzikir., Membaca Al- Quran dan Berdoa..!!! Anjuran itu disampaikan oleh Baginda Rasulullah SAW. bukan tanpa alasan...

Mengapa..???
Karena pada saat terjadinya Gerhana Matahari Total itu., seketika Langit menjadi gelap dengan sedikit pantulan cahaya karena posisi Matahari sedang di tutupi Bulan..! Pada saat itu salah satu Permukaan Bumi tertutup cahaya Matahari yang seharusnya bersinar di siang hari... Tetapi disaat itu tidak ada Matahari atau wujud Matahari yang biasanya terang benderang berubah menjadi gelap..!

Di moment itu.., bukan hanya hewan-hewan malam (nokturnal) seperti Kelelawar dan Burung Hantu saja yang akan menampakkan diri dan keluar dari persembunyian mereka..! Bahkan semua Makhluk Ghaib dan Halus yang menjadi penghuni Kegelapan juga akan keluar dari persembunyiannya dan berterbangaan di angkasa untuk mencari jiwa-jiwa manusia yang kosong dan tersesat... (anda mungkin pernah melihatnya di salah satu film Hollywood "Harry Potter", dimana kondisi Langit menjadi tertutupi kabut hitam, dan itulah wujud para Makhluk Ghaib itu sedang menguasai wilayah tersebut).

Inilah Moment Langka bagi para pasukan iblis dan syetan muncul ke permukaan untuk menyerang dan menguasai setiap jiwa yang Lalai dari mengingat Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk dibawa pada Kesesatan dan Kegelapan..!!! 

Bangsa iblis ini memiliki waktu terbatas bagi mereka untuk segera membawa jiwa-jiwa manusia yang tersesat itu... Mereka bersegera mencari siapa saja yang tidak sedang dalam keadaan Bersuci dan tidak sedang dalam keadaan Berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala... Ditambah lagi pada tanggal 9 maret itu sedang dalam memperingati Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu di seluruh Dunia..! Kebanyakan mereka melakukan ritual berdiam diri di dalam rumah dan melakukan pemanggilan ruh arwah leluhurnya...

Maka dari itu., Rasulullah Muhammad SAW. mengajurkan kepada seluruh umatnya untuk melaksanakan "Shalat Kusuf" ketika Gerhana Matahari itu terjadi... Karena ketika seseorang melaksanakan Shalat Gerhana di waktu terjadinya Gerhana tersebut., maka bangsa iblis tidak akan mampu menguasai Jiwa Manusia..!

Sabda Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam tentang Gerhana.;
Dari sahabat al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu 'anhu., bahwa Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

{إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ, وَلاَ لَحِيَاتِهِ, فَإِذَا رَأَيْتُمُو هُمَا فَادْ عُوا اللهَ وَصَلُّوا حَتَّى تَنْكَشِفَ}

”Sesungguhnya Matahari dan Bulan adalah Dua Ayat (tanda) di antara Ayat-Ayat Allah... Apabila kalian melihat (gerhana) Matahari dan Bulan., maka Berdoalah kepada Allah dan Sholatlah hingga tersingkap kembali.” (HR. Bukhari no.1043, Muslim no.915)

Hadits Baginda Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam di atas itu., menunjukkan kepada kita bahwa Gerhana bukanlah sekedar Fenomena Alam biasa..!

Gerhana itu merupakan Fenomena Alam yang memang Allah Subhanahu wa Ta'ala kehendaki itu menjadi salah satu (tanda) Kebesaran-Nya di alam semesta ini... 

Pada saat terjadi Gerhana itulah Iman manusia di Uji untuk meneguhkan Keyakinannya bahwa atas kejadian Gerhana ini ada Tanda Kebesaran Allah Subhanahu wa Ta'ala di dalamnya...

Maka tatkala terjadi Gerhana., hendaklah umat manusia segera Ingat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meminta Perlindungan dari-Nya, segeralah menyadari bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala sedang Menguji Keimanan kita... 

Dari sini., Jelaslah bagi kita kesalahan kebanyakan orang yang justru menjadikan fenomena Gerhana tersebut bagian dari hiburan modern belaka..! Dan sesungguhnya mereka itulah termasuk dalam Golongan orang yang Tersesat..!!!

Matahari dan Bulan merupakan Dua Makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang sangat akrab dalam pandangan kita... Peredaran dan silih bergantinya yang sangat teratur merupakan Ketetapan aturan Penguasa Jagad Semesta ini...

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya) :
 ”Matahari dan Bulan (beredar) menurut perhitungan.”  (Ar-Rahman : 5)

Maka semua yang menakjubkan dan luar biasa pada Matahari dan Bulan itu menunjukkan akan Keagungan dan Kebesaran serta Kesempurnaan Pencipta-Nya...

Sampaikan berita ini pada saudara-saudara kita yang ada di daerah yang terkena Gerhana Matahari Total., agar supaya disaat kejadian Gerhana pergi dan berkumpul di masjid-masjid untuk melaksanakan "Shalat Kusuf" secara berjamaah hingga selesai... Dan bersyukurlah kepada-Nya. 

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala selalu menjaga kita dari Keburukan dan Tipu-daya syetan..!

Allohumma Aamiin...

LINK eBOOK TERPOPULER:


Friday, 19 February 2016

Hidupku Cerminan dari Sholatku

PortalRenungan.
Alhamdulillah kita masih diberikan kesehatan sehingga masih bisa melaksanakan ibadah kepada Allah SWT.

Berikut ini sedikit gambaran tentang ibadah kita dengan perilaku hidup kita.

📖 Barangsiapa terbiasa menunda sholat, maka ia harus siap tertunda dalam segala urusan kehidupannya : nikah, pekerjaan, keturunan, kesehatan, kemapanan, petunjuk dan lain-lain.

Hasan al-Bashri berkata :
أَيُّ شَيْءٍ يَعِزُّ عَلَيْكَ مِنْ دِينِكَ إِذَا هَانَتْ عَلَيْكَ صَلَاتُكَ وَأَنت أول مَا تسْأَل عَنْهَا يَوْم الْقِيَامَة
.
"Apa yang berharga dari agamamu jika sholatmu saja tidak berharga bagimu? Padahal pertanyaan pertama yang akan ditanyakan kepadamu pada hari kiamat adalah tentang sholat."

📖 Seperti apa kamu mampu memperbaiki sholatmu, seperti itulah kamu akan mampu memperbaiki hidupmu.

📖 Tidakkah kamu tahu bahwa sholat itu bergandengan dengan kesuksesan?
"Hayya 'alas sholah ... hayya 'alal falaah ..." artinya : "Marilah melakukan sholat, marilah meraih kesuksesan."

📖 Bagaimana mungkin kamu minta kesuksesan kepada Allah, sedangkan kamu tidak menunaikan hakNya?
استغفرالله العظيم.

📖 Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang mendirikan sholat tepat pada waktunya. Semoga kita selalu mendapat Ridho & Pertolongan-Nya , Aamiin Aamiin Ya Robbal Aalamiin......

📝 Semoga Menjadi Ilmu yang Barokah dan Bermanfaat, Aamiin.

Thursday, 14 January 2016

Allah adalah Pelindung Orang-orang Saleh

Portal.Renungan.
Bismillãhirrahmãnirrahiim,
Pada materi tadabbur kali ini menegaskan bahwa Allah adalah pelindung orang-orang saleh. Setan telah menyatakan akan selalu menyesatkan dan menggoda manusia untuk berbuat dosa dengan memalingkan manusia dari petunjuk Allah yaitu Al Qur'an.

Allah Al Waly telah memberi petunjuk agar orang-orang mukmin senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan.

📖 Ayat dan Terjemah QS. Al-A'raaf : 196 - 206

إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ  ﴿الأعراف: ١٩٦﴾

196. Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Quran). Dia melindungi orang-orang saleh


وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَكُمْ وَلا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ  ﴿الأعراف: ١٩٧﴾

197. Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak sanggup menolong dirinya sendiri.


وَإِنْ تَدْعُوهُمْ إِلَى الْهُدَى لا يَسْمَعُوا وَتَرَاهُمْ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ وَهُمْ لا يُبْصِرُونَ  ﴿الأعراف: ١٩٨﴾

198. Dan jika kamu menyeru mereka (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, mereka tidak dapat mendengarnya. Dan kamu lihat mereka memandangmu padahal mereka tidak melihat.


خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ  ﴿الأعراف: ١٩٩﴾

199. Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.


وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ  ﴿الأعراف: ٢٠٠﴾

200. Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah.(354) Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

===354. Membaca A’ūzu billāhi minasy-syaițānir-rajīm.


إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ  ﴿الأعراف: ٢٠١﴾

201. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).


وَإِخْوَانُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ فِي الْغَيِّ ثُمَّ لا يُقْصِرُونَ  ﴿الأعراف: ٢٠٢﴾

202. Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu setan-setan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).


وَإِذَا لَمْ تَأْتِهِمْ بِآيَةٍ قَالُوا لَوْلا اجْتَبَيْتَهَا قُلْ إِنَّمَا أَتَّبِعُ مَا يُوحَى إِلَيَّ مِنْ رَبِّي هَذَا بَصَائِرُ مِنْ رَبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ  ﴿الأعراف: ٢٠٣﴾

203. Dan apabila engkau (Muhammad) tidak membacakan suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, “Mengapa tidak engkau buat sendiri ayat itu?” Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. (Al-Quran) ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”


وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ  ﴿الأعراف: ٢٠٤﴾

204. Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.(355)

===355. Jika dibacakan Al-Qur’an kita diwajibkan mendengar dan memperhatikan sambil berdiam diri, baik di dalam salat maupun di luar salat, kecuali dalam salat berjamaah, makmum boleh membaca surat Al-Fātihah sendiri atau mendengarkan saja ketika imam membaca ayat-ayat Al-Qur’an.


وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ  ﴿الأعراف:٢٠٥﴾

205. Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.


إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ  ﴿الأعراف: ٢٠٦﴾

206. Sesungguhnya orang-orang yang ada di sisi Tuhanmu tidak merasa enggan untuk menyembah Allah dan mereka menyucikan-Nya dan hanya kepada-Nya mereka bersujud. (356)

===356. Ini adalah salah satu ayat sajdah yang disunnahkan kita untuk bersujud setelah pembacaannya, atau mendengarnya baik di dalam salat ataupun di luar salat maupun di luar salat. Sujud ini dinamakan sujud tilawah.


💡 Tadabbur 💡

Ayat 196-206 meneruskan kisah dakwah Rasul Saw. kepada kaum musyrikin yang tidak bisa berpikir ilmiah. Rasul Saw. menjelaskan kepada mereka: Sesungguhnya Penolong saya adalah Allah, bukan patung-patung itu. Dia akan menolong orang-orang yang saleh. Patung-patung yang kalian mintakan pertolongan tidak akan pernah mampu menolong dirinya, apalagi menolong kalian. Jika kalian ajak mereka kepada petunjuk, mereka tidak akan mengerti, bahkan melihat saja tidak bisa. Melihat kebodohan kaum musyrikin itu, Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw. agar menjadi pemaaf dan berpaling dari kaum jahiliyah itu.

Jika setan menggoda, maka bacalah: Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk, karena Allah itu Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Orang-orang yang bertakwa cepat mendeteksi godaan setan untuk berbuat dosa. Saat godaan itu muncul, mereka segera ingat pada Allah dan mereka segera bertobat. Adapun orang-orang kafir dan fasik, membantu setan dalam menyesatkan manusia. Mereka mendorong Rasulullah saw. untuk menulis wahyu sendiri. Lalu Rasulullah menjelaskan bahwa beliau hanya mengikuti wahyu. Al-Qur’an ini bukti-bukti nyata dari Allah, sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum mukmin. Ciri-ciri mereka adalah banyak berzikir dan beribadah pada Allah.

↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭
📚 Mushaf Tadabbur
👤 Ustd Fathuddin Ja'far, MA
🏡 Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)
↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭

💐💐🌾🌾💐💐🌾🌾

Thursday, 7 January 2016

Allah Swt memberikan Manusia ketenangan dan ketentraman lahir dan batin

Portal.Renungan.
Bismillãhirrahmãnirrahiim,
Manusia memerlukan ketenangan dan ketentraman lahir dan batin dan Allah Swt memberikan jalan keluar bagi kebutuhan ini, yaitu dalam rumah tangga melalui hubungan suami-istri.

Terhadap segala hak yang kita miliki, kita tidak boleh lupa daratan atau menyombongkan diri, karena itu adalah titipan dan milik Allah.

📖 Ayat dan Terjemah QS. Al-A'raaf : 188 - 195

قُلْ لا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلا ضَرًّا إِلا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ ﴿الأعراف: ١٨٨﴾َ

188. Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku kecuali apa yang dikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Aku hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ فَلَمَّا أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ ﴿الأعراف: ١٨٩﴾َ

189. Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan daripadanya Dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, (istrinya) mengandung kandungan yang ringan (beberapa waktu). Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya (suami-istri) bermohon kepada Allah, Tuhan mereka (seraya berkata), “Jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentunya kami akan selalu bersyukur.”

فَلَمَّا آتَاهُمَا صَالِحًا جَعَلا لَهُ شُرَكَاءَ فِيمَا آتَاهُمَا فَتَعَالَى اللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ﴿الأعراف: ١٩٠﴾َ

190. Maka setelah Dia memberi keduanya seorang anak yang saleh, mereka (352) menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya itu. Maka Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.

===352. Orang-orang musyrik menjadikan sekutu bagi Tuhan dalam menciptakan anak itu dengan arti bahwa anak mereka pandang sebagai hamba pula bagi berhala yang mereka sembah. Karena itulah mereka menamakan anak-anak mereka dengan Abdul Uzza, Abdul Manat, Abdusy Syam, dan sebagainya.

أَيُشْرِكُونَ مَا لا يَخْلُقُ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ ﴿الأعراف: ١٩١﴾َ

191. Mengapa mereka mempersekutukan (Allah dengan) sesuatu (berhala) yang tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun? Padahal (berhala) itu sendiri diciptakan.

وَلا يَسْتَطِيعُونَ لَهُمْ نَصْرًا وَلا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ ﴿الأعراف: ١٩٢﴾َ

192. Dan (berhala) itu tidak dapat memberi pertolongan kepada penyembahnya, dan kepada dirinya sendiri pun mereka tidak dapat memberi pertolongan.

وَإِنْ تَدْعُوهُمْ إِلَى الْهُدَى لا يَتَّبِعُوكُمْ سَوَاءٌ عَلَيْكُمْ أَدَعَوْتُمُوهُمْ أَمْ أَنْتُمْ صَامِتُونَ ﴿الأعراف: ١٩٣﴾َ

193. Dan jika kamu (Wahai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka atau berdiam diri.

إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ عِبَادٌ أَمْثَالُكُمْ فَادْعُوهُمْ فَلْيَسْتَجِيبُوا لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ ﴿الأعراف: ١٩٤﴾َ

194. Sesungguhnya mereka (berhala-berhala) yang kamu seru selain Allah adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah mereka lalu biarkanlah mereka memperkenakan permintaanmu, jika kamu orang yang benar.

أَلَهُمْ أَرْجُلٌ يَمْشُونَ بِهَا أَمْ لَهُمْ أَيْدٍ يَبْطِشُونَ بِهَا أَمْ لَهُمْ أَعْيُنٌ يُبْصِرُونَ بِهَا أَمْ لَهُمْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا قُلِ ادْعُوا شُرَكَاءَكُمْ ثُمَّ كِيدُونِ فَلا تُنْظِرُونِ ﴿الأعراف: ١٩٥﴾َ

195. Apakah mereka (berhala-berhala) mempunyai kaki untuk berjalan, atau mempunyai tangan untuk memegang dengan keras,(353) atau mempunyai mata untuk melihat, atau mempunyai telinga untuk mendengar? Katakanlah (Muhammad), “Panggillah (berhala-berhalamu) yang kamu anggap sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)ku, dan jangan kamu tunda lagi.

===353. Kata Yabțisyūn di sini artinya dengan keras, maksudnya menampar, merusak, memukul dengan kasar, dsb.

💡 Tadabbur 💡

Ayat 188-195 menjelaskan bahwa Allah memerintahkan Rasul Muhammad saw. untuk mengajak manusia berpikir ilmiah agar mereka bisa memahami Islam dengan baik. Memahami kebenaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw. itu bukan dengan cara mengetes beliau tentang waktu terjadi kiamat dan hal-hal yang gaib lainnya. Muhammad Saw. tidak akan tahu, karena hanya Allah yang mengetahuinya. Bahkan untuk menentukan manfaat dan menolak mudarat dari dirinya saja tidak bisa. Semuanya berdasarkan Kehendak Allah semata.

Muhammad saw. hanya seorang rasul Allah yang ditugaskan memberikan kabar gembira dan kabar takut pada manusia. Mengapa manusia tidak percaya kepada Allah, atau percaya tapi menyekutukan-Nya? Dialah yang menciptakan semua manusia ini berasal dari seorang diri, yakni Adam dan dari Adam itu Allah ciptakan pasangannya. Sistem penciptaan seperti ini menyebabkan kaum lelaki merasakan ketenangan jiwa bersama pasangan mereka. Setelah mereka berhubungan badan, lalu sang istri hamil. Mereka pun merindukan seorang anak yang saleh agar mereka bersyukur. Namun, setelah Allah anugerahkan anak, mereka menjadikan anak itu sekutu bagi Allah.

Manusia juga suka menyekutukan Allah dengan berhala-berhala yang tidak dapat menciptakan apa-pun dan berhala itu mereka ciptakan sendiri. Berhala itu juga tidak bisa memberi manfaat atau mudarat, apalagi petunjuk. Ia tetap bisu, diminta atau tidak. Tuhan kaum musyrikin itu adalah makhluk juga sama dengan mereka, tidak akan bisa memenuhi permintaan mereka, tidak bisa berjalan, memukul, melihat dan mendengar. Tipu daya kaum musyrikin itu tidak akan berguna dalam melumpuhkan ajaran-ajaran Islam yang sangat mulia dan ilmiah itu.

↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭
📚 Mushaf Tadabbur
👤 Ustd Fathuddin Ja'far, MA
🏡 Komunitas Tadabbur Al-Quran (KontaQ)
↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭↭

Thursday, 17 December 2015

Bersyukur untuk Bahagia (Bag 2)

PortalRenungan.
Bagaimana kabarnya Saudaraku di hari ini..? Alhamdulillah, semoga kita dalam keadaan sehat wal'afiyat dan selalu bersemangat untuk menjalankan aktifitas di hari ini. Aamiin. 

Melanjutkan tulisan yang lalu "BERSYUKUR untuk BAHAGIA (Bag 1) ",  dan kita telah sampai pada tulisan berikut ini. 

Jadi mau bahagia??. ya..BERSYUKURLAH... BERSYUKUR dengan apa apa yang kita miliki dan apa apa yang tidak kita     miliki, kita tidak akan selalu mendapatkan apa apa yang kita inginkan kan, maka berbahagialah dengan apa apa yang kita miliki“ 

Mengutip  sebuah  syair lagu "Jagalah hati, jangan kau kotori, Jagalah hati lentera  hidup  ini  "  Jangan biarkan  lentera ini tertutup dedaunan atau kotoran  sekecil  apapun  bentuknya  , karena cahanya akan terhalangi atau nampak  menjadi  redup. Jangan  menutupi  hati  kita, dengan sebuah pikiran buruk, walau  cuma  seujung  kuku. Yukk...Kita SYUKURI apa yang sudah kita miliki, sebagai modal untuk meMULIAkanNYA...Karena hidup adalah : WAKTU  yang  dipinjamkan, dan Harta adalah Amanah yang dipercayakan...semua itu akan di mintai pertanggung jawaban,

Bersyukurlah atas nafas yang masih kita miliki... Bersyukurlah atas keluarga yang kita miliki... Bersyukurlah atas pekerjaan yang kita miliki...  Bersyukur dan selalu bersyukur di dalam segala hal. Insya ALLAH, Jiwa ini akan tetap Sejuk walau berada di tempat panas, Akan tetap Manis walau ada di tempat yang begitu Pahit, akan tetap Tenang walau di tengah badai yang begitu hebat....

Kita  kadang  fokus  pada apa apa yang tidak kita miliki, terus aja mikirin kapan  yah  punya  uang  banyak, kapan yah punya motor baru, kapanyah dapat fasilitas  lebih  dari  kantor, kapan yah punya ini dan itu punya juga gitu-gitu aja koq,  “jadi  maksud  Aa  gak  boleh  punya angan angan gitu ya A” bukan gak boleh,  tapi  ketika  semua  fokus  hanya  tertuju  ke angan-angan itu akan membuat  kita  gak bahagia, uring uringan, gak tenang, kosong lah, hampalah hidup  …  kira  kira pantas gak kita begitu, mikirin yang gak mikirin kita, mending  mensyukuri apa yang kita punya kan,? di tambah dengan kerja keras, usaha  maksimal untuk mencapai tujuan kehidupan kita. Punya uang sedikit yah gak apa-apa yang penting masih bisa  sedekah  sehari  Rp.10.000,-  cuma  bisa makan tempe hari ini yah gak apa-apa,  orang  yang makan daging setiap hari juga belum tentu bahagia koq gak punya istri/suami seperti bintang  film  juga  gak  apa apa, biasa ajalah, toh jadi istrinya/suaminya juga  belum  tentu  bahagia  bukan? heheheh… gak lah, jangan menggantungkan bahagia  pada  manusia, nanti kecewa !!! sip
Bodoh gak sih ketika kita menjual bahagia kita untuk memikirkan semua  yang  tidak  kita miliki sementara yang kita pikirkan seperti mobil, uang,  blackberry  dan  si ganteng/si cantik itu gak mikirin kita koq, jadi  mulai sekarang luruskan  pengertian  bahwa  bahagia  adalah bukan yang berada diluar  sana  tapi  yang berada didalam sini, didalam sepotong daging bernama  HATI  yang  ketika  ia  bahagia  maka  bahagialah  seluruh  raga  ini  

“Tapi  hidup  kan gak selalu bahagia Aa, kadang sedih boleh kan?” boleh lah kita  manusia  toh,  tapi  sedih  kan hanya sewaktu waktu,.. sedih apa sih? kehilangan  kekasih  kan  gak setiap hari kita kehilangan kekasih kan? masa sedihnya  sepanjang  hidup difitnah  orang?  direndahkan  orang disepelekan?  gak  dianggap?  dimaki atasan? kan gak setiap hari juga hal itu terjadi paling hanya satu dua kali sehari, eh salah maksudnya sebulan atau bahkan setahun atau dapat nilai tidak sesuai harapan, menyangka di beri  "B"  eh  malah dapet "S" atau  sebaliknya,   masa  gak  bahagia  terus  karena  mikirin itu, mending diterima  dengan  hati senang, maafkan dan lupakan, ALLAH maha tahu apa dan bagaimana  sesungguhnya  dari  semua  kejadian, gitu aja koq repot 

Bersegeralah berlomba dalam kebaikan di mulai dari sekarang.

Thursday, 10 December 2015

Bersyukur untuk Bahagia (Bag. 1)

PortalRenungan.
Saudaraku yang budiman dan baik hati.
Bagaimana kabarnya di hari ini..? Alhamdulillah, semoga kita dalam keadaan sehat wal'afiyat dan selalu bersemangat untuk menjalankan aktifitas di hari ini. Aamiin.


Alhamdulillah saya bisa kembali menarikan jari jemari ini diatas tuts hitam ini untuk merangkai hikmah yang bertebaran tak bertepi disetiap jengkal kehidupan.


Berbahagialah  bagi  mereka  yang masih memiliki rasa cinta, tentunya cinta karena  ALLAh,  karena  cinta  yang  karena  ALLAH  akan membuat kita mampu melihat  tanpa mata … mendengar tanpa telinga … berbicara tanpa kata. " dan marilah  kita  pupuk  cinta  yang telah ALLAH berikan ini untuk memuja-Nya, memuji-Nya,  membuat-Nya  bahagia, sehingga kita diperkenankan kembali bisa bertemu dengan Nya di surga-Nya, Aamiin...

Catatan  mingguan  kali  ini  saya ingin mengajak diri ini untuk BERSYUKUR. Ngomong  ngomong  nih " Apa sebetulnya yang kita cari dalam hidup ini?". Di saat  kita  hidup  di gunung kita merindukan​ pantai, Di saat kita hidup di pantai  kita  merindukan ​ gunung,  Di  saat kemarau kita tanya kapan hujan datang? Di waktu musim hujan kita tanya kapan kemarau datang?, Di saat diam di  rumah  kita pengennya pergi, dan setelah pergi kita pengennya pulang ke rumah...Waktu   tenang   kita   cari   keramaian...Waktu  ramai  cari  kita ketenangan...

Dulu  disaat  belum  bekerja  kita ngeluh ingin bekerja, saat sudah bekerja kita  ingin istirahat bekerja. Ketika masih bujang mengeluh kepengen nikah, Sudah  berkeluarga,  mengeluh belum punya anak, setelah punya anak mengeluh biaya  hidup  dan  pendidikan... Ternyata SESUATU tampak indah karena belum kita  miliki...Jadi Kapankah kebahagiaa​n akan didapatkan​ kalau kita hanya selalu  memikirkan ​ apa  yang  belum ada, tapi mengabaikan​ apa yang sudah kita miliki...

Yukk  kita BERSYUKUR dengan rahmat  ALLAH yang sudah kita miliki. Coba kita renungkan,  "Mungkinkah  selembar  daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas  ini??..Menutupi  telapak tangan saja sulit, gerutu hati salah seorang pembaca.Tapi kalo daun kecil  ini  nempel  di mata kita, maka tertutupla​h “BUMI" dengan Daun itu. Iya, Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun, maka kitaakan  melihat  keburukan dimana-mana dan bumi inipun akan tampak buruk atau sebaliknya.

Dulu saya pikir bahagia itu adalah semua yang berada diluar diri saya, ketika saya naek ojeg ke kantor maka saya berpikir pasti bahagia ke kantor bawa motor sendiri atau mobil sendiri apalagi kalau COP yah, ternyata ...., dulu saya pikir pasti bahagia banget deh pake BlackBerry atau Apple ketika HP saya hanya HP standard, ternyata ....., dan bodohnya saya juga pernah berpikir pasti bahagia punya istri yang cantik seperti artis-artis Hollywood, dan ternyata....

Ternyata  bahagia itu akan sirna seiring dengan kita memiliki apa yang kita pikir  bisa  membuat kita bahagia, ah sungguh semua sumber kebahagiaan yang berasal  dari  LUAR  diri  adalah  SEMU,  ada umurnya dan akan cepat sekali berlalu. Kebahagiaan adalah sebuah kondisi tanpa syarat harus punya ini dan itu, Kita tidak perlu menyaratkan memiliki apapun untuk berbahagia karena ”


Kita  sudah  memilih  untuk bahagia apapun yang akan terjadi, dalam kondisi apapun”   jadi  pastikan  kita  akan merasa bahagia walaupun tidak memiliki uang  banyak didompet, walaupun hidup ini tidak seperti yang kita rencakan, idamkan,  impikan.  Semua  itu  tidak  akan  mengganggu,  karena kita tidak menempatkan  kebahagiaan  diluar  sana. Bahagia ada didalam diri ini, bukan tergantung  dengan  benda, dengan manusia lain sekalipun, Bagaimana? setuju gak dengan pendapat saya?


Mari kita perhatikan firman ALLAH SWT berikut ini ,:
أَنَّهُ هُوَ أَغْنَى وَأَقْنَى
“dan Dia-lah yang memberikan kekayaan dan kecukupan.” (QS. An-Najm:48).

Sungguh ALLAH tidak memberikan kemiskinan kepada kita tapi kita sendirilah yang menciptakan kemiskinan itu. Dan saat ini kemiskinan menjadi sebuah penyakit akut yang menjangkiti suatu negeri yang disebabkan karena ulah tangan manusia. Hati Hati jangan jangan kita juga tertular nih,...

Betapa  banyak  orang  yang  hidupnya pas-pasan namun ia memiliki kehidupan hati  yang  kaya  dan selalu merasa cukup atas segala yang mereka dapatkan. Begitupun sebaliknya betapa banyak orang yang kaya namun memiliki kehidupan hati  yang  miskin sehingga  ia  terus  berusaha memperkaya diri dan tidak pernah merasa cukup atas segala yang diperolehnya. Bagi  siapapun  yang merasa  hidup  di  garis kemiskinan harusnya ia tetap bersyukur,  bertakwa,  bertawakkal  dan terus berusaha menjemput rezekinya. dan  bagi  siapapun  yang  merasa  hidup di garis kekayaan harusnya ia juga tetap  bersyukur  dan sadar akan setiap harta yang dimilikinya ada hak atas orang lain juga. Semoga  kita  semua  terhindar dari jiwa yang tak pernah puas dan hati yang tak pernah cukup.

Jadi mau bahagia??. ya..BERSYUKURLAH...
BERSYUKUR dengan apa apa yang kita miliki dan apa apa yang tidak kita miliki, kita tidak akan selalu mendapatkan apa apa yang kita inginkan kan, maka berbahagialah dengan apa apa yang kita miliki“  

Thursday, 3 December 2015

Hormati dan hargailah keluarga Kita

PortalRenungan.

Astaghfirullah...Astaghfirullah...Wa atuubu IlaiK Ya Alloh....!!! Ampuni hamba Ya Alloh.

Suatu hari saya bersenggolan dengan seseorang yang tidak saya kenal. “Oh, maafkan saya,” reaksi spontan saya. Ia juga berkata: “Maafkan saya juga.” Orang itu dan saya berlaku sangat sopan. Kami pun berpisah dan mengucapkan salam.

Namun cerita jadi lain, begitu sampai di rumah. Pada hari itu juga, saat saya sedang menelphone salah satu kolega terbaik saya, dengan bahasa sangat lembut dan santun untuk meraih simpati kolega saya itu, tiba2 anak lelaki saya berdiri diam-diam di belakang saya. Saat saya berbalik,
hampir saja membuatnya jatuh. "Minggir!!! Main sana, ganggu saja!!!" teriak saya dengan marah. Ia pun pergi dengan hati hancur dan merajuk.

Saat saya berbaring di tempat tidur malam itu, dengan halus, Tuhan berbisik, "Akan kusuruh malaikat menyabut nyawamu dan mengambil hidupmu sekarang, namun sebelumnya, aku akan izinkan kau melihat lorong waktu sesudah kematianmu. Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan. Tetapi dengan anak yang engkau kasihi, engkau perlakukan dengan sewenang-wenang, akan kuberi lihat setelah kematianmu hari ini, bagaimana keadaan atasanmu, kolegamu, sahabat dunia mayamu, serta keadaan keluargamu"
Lalu aku pun melihat, hari itu saat jenazahku masih diletakkan di ruang keluarga, hanya satu orang sahabat dunia mayaku yg datang, selebihnya hanya mendoakan lewat grup, bahkan jg ada yg tdk komentar apapun atas kepergianku, dan ada yg hanya menulis 3 huruf singkat, 'RIP'.
Lalu teman-temanku sekantor, hampir semua datang, sekejap melihat jenazahku, lalu mereka asik foto-foto dan mengobrol, bahkan ada yg asik membicarakan aibku sambil tersenyum-senyum. Bos yg aku hormati, hanya datang sebentar, melihat jenazahku dalam hitungan menit langsung pulang. Dan kolegaku, tidak ada satupun dari mereka yang aku lihat.
Lalu kulihat anak-anakku menangis dipangkuan istriku, yang kecil berusaha menggapai2 jenazahku meminta aku bangun, namun istriku menghalaunya. istriku pingsan berkali-kali, aku tidak pernah melihat dia sekacau itu. Lalu aku teringat betapa sering aku acuhkan panggilannya yg mengajakku mengobrol, aku selalu sibuk dengan hpku, dengan kolega2 dan teman2 dunia mayaku, lalu aku lihat anak2ku.. Sering kuhardik dan kubentak mereka saat aku sedang asik dengan ponselku, saat mereka ribut meminta ku temani. Oh Ya Allah.. Maafkan aku.

lalu aku melihat tujuh hari sejak kematianku, teman-teman sudah melupakanku, sampai detik ini aku tidak mendengar aku mendapatkan doa mereka untukku, perusahaan telah menggantiku dengan karyawan lain, teman-teman dunia maya masih sibuk dengan lelucon2 digrup, tanpa ada yg mbahasku ataupun bersedih terhadap ketiadaanku di grup mereka.
Namun, aku melihat istriku masih pucat dan menangis, airmatanya selalu menetes saat anak2ku bertanya dimana papah mereka? Aku melihat dia begitu lunglai dan pucat, kemana gairahmu istriku?
Oh Ya Allah Maafkan aku..

Hari ke 40 sejak aku tiada.
Teman FB ku lenyap secara drastis, semua memutuskan pertemanan denganku, seolah tidak ingin lagi melihat kenanganku semasa hidup, bosku, teman2 kerja, tdk ada satupun yang mengunjungiku kekuburan ataupun sekedar mengirimkan doa.
Lalu kulihat keluargaku, istriku sudah bisa tersenyum, tapi tatapannya masih kosong, anak2 masih ribut menanyakan kapan papahnya pulang, yang paling kecil yang paling kusayang, masih selalu menungguku dijendela, menantikan aku datang.

Lalu 15 tahun berlalu.
Kulihat istriku menyiapkan makanan untuk anak2ku, sudah mulai keliatan guratan tua dan lelah diwajahnya, dia tidak pernah lupa mengingatkan anak2 bahwa ini hari jumat, jangan lupa kekuburan papah, jangan lupa berdoa setiap sholat, lalu aku membaca tulisan disecarik kertas milik putriku malam itu, dia menulis.. "Seandainya saja aku punya papah, pasti tidak akan ada laki2 yang berani tidak sopan denganku, tidak akan aku lihat mamah sakit2an mencari nafkah seorang diri buat kami, oh Ya Allah.. Kenapa Kau ambil papahku, aku butuh papahku Ya Allah.." kertas itu basah, pasti karena airmatanya..
Ya Allah maafkanlah aku.. 

Sampai bertahun2 anak2 dan istriku pun masih terus mendoakanku setelah sholat, agar aku selalu berbahagia diakherat sana.

Lalu seketika,, aku terbangun.. Dan terjatuh dari dipan.. Oh Ya Allah Alhamdulillah.. Ternyata aku cuma bermimpi..

Pelan-pelan aku pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, masih aku lihat airmata disudut matanya, kasihan sekali, terlalu kencang aku menghardik mereka..
“Anakku, papah sangat menyesal karena telah berlaku kasar padamu.“Si kecilku pun terbangun dan berkata, “Oh papah, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.”
“Anakku, aku mencintaimu juga. Aku benar-benar mencintaimu, maafkan aku anakku” Dan kupeluk anakku. Kuciumi pipi dan keningnya.
Lalu kulihat istriku tertidur, istriku yang sapaannya sering kuacuhkan, ajakannya bicara sering kali aku sengaja berpura2 tidak mendengarnya, bahkan pesan2 darinya sering aku anggap tak bermakna, maafkan aku istriku, maafkan aku.

Air mataku tak bisaku bendung lagi.
Apakah kita menyadari bahwa jika kita mati besok pagi, perusahaan di mana kita bekerja akan dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Teman2 akan melupakan kita sebagai cerita yang sudah berakhir, beberapa masih menceritakan aib2 yang tidak sengaja kita lakukan. Teman2 dunia maya pun tak pernah membahas lagi seolah, aku tidak pernah mengisi hari2 mereka sebagai badut di grup.
Lalu aku rebahkan diri disamping istriku, ponselku masih terus bergetar, berpuluh puluh notifikasi masuk menyapaku, menggelitik untuk aku buka, tapi tidak.. tidak.. Aku matikan ponselku dan aku pejamkan mata, maaf.. Bukan kalian yang akan membawaku ke surga, bukan kalian yang akan menolongku dari api neraka, tapi ini dia.. Keluargaku.. 
keluarga yang jika kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka.

Friday, 20 November 2015

🕸Ketika Mengalami Mimpi Buruk

PortalRenungan.



Sahabat, mungkin kita semua sering mengalami mimpi. Dan terkadang mimpi tersebut adalah mimpi yang buruk yang membuat hati ini gelisah, gundah, dan terkadang membuat kita khawatir dan was-was, takut-takut mimpi tersebut menimpa dalam kehidupan nyata kita berupa kejadian-kejadian yang tidak mengenakan. Bahkan sering kali kita pun kemudian menceritakan mimpi tersebut kepada orang lain.

Lalu bagaimana seharusnya ketika mimpi buruk tersebut hinggap dalam tidur kita? Tentu saja agama Islam yang sempurna ini tidak luput telah memberi petunjuk bagi kita ketika mengalami mimpi yang tidak mengenakan.

Tentang masalah ini terdapat beberapa hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskannya. Di antaranya,

إِذا رَأَى أَحَدُكُمْ الرُؤْيَا يَكْرَهُهَا، فَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلَاثًا وَلْيَسَتَعَّذْ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ ثَلَاثًا، وَلْيَتَحَوَّلْ عَنْ جَنْبِهِ الَّذِي كَانَ عَلَيْهِ

☘"Jika salah seorang dari kalian bermimpi dengan sesuatu yang dibenci hendaklah meludah ke kirinya tiga kali, dan hendaknya memohon perlindungan kepada Allah dari setan tiga kali, dan mengubah posisi tidurnya dari posisi semula.” (HR. Muslim)

وإن رأى ما يكره فليتفل عن يساره ثلاثا وليتعوذ بالله من شر الشيطان وشرها، ولا يحدث بها أحدا فإنها لن تضره

“Ketika kalian mengalami mimpi buruk, hendaknya meludah ke kiri tiga kali, dan memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan dan dari dampak buruk mimpi. Kemudian, jangan ceritakan mimpi itu kepada siapapun, maka mimpi itu tidak akan memberikan dampak buruk kepadanya.” (HR. Muslim)

فَإِنْ رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُ فَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ وَلاَ يُحَدِّثْ بِهَا النَّاسِ

“Bila seseorang dari kalian melihat perkara yang dibencinya dalam mimpinya maka hendaklah ia bangkit dari tempat tidurnya (untuk berwudhu) lalu mengerjakan shalat dan jangan ia ceritakan mimpinya itu kepada manusia.” (HR. Muslim)

Dari hadits-hadits nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di atas terdapat petunjuk bagi seorang mukmin, dan kita yakin bahwa sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Bisa disimpulkan bahwa hal-hal yang bisa kita lakukan ketika kita mengalami mimpi buruk adalah sebaik berikut:

✅ Meludah (ringan) ke kirinya tiga kali.
✅ Minta perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan dan kejelekan mimpinya, tiga kali.

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشَرِّهَا

A'uudzubillaahi min syarrisysyaithooni wa syarrihaa
"Aku berlindung kepada Allah dari kejahatan setan dan dari dampak buruk mimpi"

✅ Tidak membicarakan mimpinya kepada orang lain.
✅ Membalikkan tubuhnya (mengubah posisi tidur).

Sebarkan jika Anda menyukai tulisan ini, insya Alloh pahala besar menanti Anda.

Friday, 16 October 2015

Amalan di Bulan Dzulhijah

PortalRenungan.



Berikut ini beberapa amalan di Bulan Dzulhijah.
1. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah Amal ini adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya. 

Salah satunya sabda Nabi ﷺ 

العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة

“Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga”.

2. Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut, Atau Pada Sebagiannya, Terutama Pada Hari Arafah. Tidak disangsikan lagi bahwa puasa adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya. 

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ  bersabda :

ما من عبد يصوم يوماً في سبيل الله ، إلا باعد الله بذلك اليوم وجهه عن النار سبعين خريف

“Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun”. [Hadits Muttafaqun ‘Alaih].

3. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari Tersebut. Sebagaimana firman Allah Ta’ala.

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

“…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan …”. [al-Hajj/22 : 28].

Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma.

فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

“Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid”. [Hadits Riwayat Ahmad].

Ucapannya :

الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر ولله الحمد

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah”.

4. Taubat Serta Meninggalkan Segala Maksiat Dan Dosa. Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. 

5. Banyak Beramal Shalih. Berupa ibadah sunat seperti : shalat, sedekah, jihad, membaca Al-Qur’an, amar ma’ruf nahi munkar dan lain sebagainya. 

Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan jiwanya.

6. Disyariatkan Pada Hari-Hari Itu Takbir Muthlaq Yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied. 

7. Berkurban Pada Hari Raya Qurban Dan Hari-Hari Tasyriq. Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta’ala menebus putranya dengan sembelihan yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ :

وقد ثبت أن النبي صلى الله عليه وسلم ضحى بكبشين أملحين أقرنين ذبحهما بيده وسمى وكبّر ووضع رجله على صفاحهما

“Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu”. [Muttafaqun ‘Alaihi].

8. Dilarang Mencabut Atau Memotong Rambut Dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berkurban. Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu ‘anha bahwa Nabi ﷺ  bersabda.

إذا رأيتم هلال ذي الحجة وأراد أحدكم أن يضّحي فليمسك عن شعره وأظفاره

“Jika kamu melihat hilal bulan DzulHijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya”.

Dalam riwayat lain :

فلا يأخذ من شعره ولا من أظفاره حتى يضحي

“Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban”.

Hal ini, mungkin, untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.

وَلا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّه

“….. dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan…”. [al-Baqarah/2 : 196].

Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa rambutnya yang rontok.

9. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan Mendengarkan Khutbahnya. 

10. Selain Hal-Hal Yang Telah Disebutkan Diatas. Hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan,  memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar mendapat ridha-Nya.

Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. Dan shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya.