Friday, 9 December 2016

Memberi untuk Berbagi

PortalRenungan.



Jangan berpikir dalam memberi karena sesungguhnya yang kita berikan itulah harta yang sejati, sebab harta bukan yang bisa kita kumpulkan, tapi apa yang bisa memberikan untuk kebaikan.

Banyaknya harta bukan penentu kebaikan, tapi keberkahan pada harta itulah kebaikan, karena barakah artinya bertambahnya kebaikan, itulah harta yang hakiki.

(QS Al Baqarah : 274)
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

(QS.Al Baqarah:276)
Allah memusnahkan RIBA & menyuburkan SEDEKAH. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, & selalu berbuat dosa.

(QS Al Baqarah :280 )
Dan jika (orang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

“Barangsiapa meringankan sebuah kesusahan (kesedihan) seorang mukmin di dunia, Allah akan meringankan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan seseorang yang dalam keadaan sulit, Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutup ‘aib seseorang, Allah pun akan menutupi ‘aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699) 

Keutamaan seseorang yang memberi utang terdapat dalam hadits yang mulia yaitu pada sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam: Barangsiapa memudahkan urusan seseorang yang dalam keadaan sulit, Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. 

(QS.An Nisaa':8)
Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, ANAK YATIM & ORANG MISKIN, maka BERILAH MEREKA DARI HARTA ITU harta itu (sekedarnya) & ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.

(QS An Nisaa' :39 )
Apakah kemudaratannya bagi mereka, kalau mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menafkahkan sebahagian rezeki yang telah diberikan Allah kepada mereka? Dan adalah Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.

(QS An Nisaa' 114)
Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

Ingin mendapatkan
atau langsung isi form berikut

Berhati-hatilah Menapaki Kehidupan

PortalRenungan.



Berhati-hati menjadi perisai diri kala mengarungi perjalanan yang akan bertepi. Hingga Hasan Al Bisri memberikan sebuah nasihat.... "Masalah kita di akhirat kelak itu lebih berat dibanding masalah kita yang ada di dunia".

Saatnya kita kembali menata hati dan tabiat agar perangai nampak elok di mata kerabat dan sahabat. Bersikap baik menjadi keharusan hingga cinta manusia bisa kita rasakan. Semua mempunyai nilai di hadapan Allah SWT dan menjadi perhitungan kelak di Yaumul Mizan.

Dalam kitab Al Mughirah ada sebuah nasihat yang indah.... "Sebesar apa cintamu pada Allah sebesar itulah cinta manusia terhadapmu.  Setakut apa diri ini kepada Allah SWT sesegan itulah manusia kala bersikap kepadamu."

Bersikap baik salah satu kunci untuk kita meraih kemuliaan. Kenyamanan kita dalam kebersamaan menempuhi perjalanan bisa jadi gambaran kehidupan kita di kemudian. Cintailah saudara kita sepenuh hati kita agar mereka menjadi saksi untuk kita ketika tak ada lagi yang bisa kita bawa selain amal yang sudah dikumpulkan...

Semoga kita menjadi pribadi yang hati-hati. Pribadi yang saling mencintai sepenuh hati karena Ilahi. Bukan pribadi yang penuh benci lantaran emosi diri yang tiada terkendali.
Supaya layak menikmati reuni di Jannah nanti.

Aamiin ya Rabb.

Oleh: Rochma Yulika 


Thursday, 8 December 2016

Mencari Surga dengan Kerja

PortalRenungan.

"Untuk apa bekerja?" Bila ada yang menjawab: untuk mendapat gaji, salahkah? Tidak. Justru Rasulullah menyalahkan para majikan yang memperkerjakan seseorang tapi enggan memberikan hak pekerja: gaji. 

Dalam Shahih Bukhari disebutkan sabda Nabi shallallahu `alaihi wa sallama; Bahwa di antara musuh Nabi kelak pada hari kiamat adalah orang yang memperkerjakan orang lain, tapi setelah selesai tugasnya, si pekerja tidak diberikan gajinya.

Apakah hanya gaji yang menjadi tujuan? Pernah saat mengajar di depan kelas, saya bertanya kepada para mahasiswa. Bila kelak kalian bekerja, apa tujuan anda? Jawabannya beragam yang bermuara pada: mencari uang dan mengembangkan profesi. Tapi, ada yang menarik. Dari sekitar 35 mahasiswa ada satu orang yang menjawab: Ibadah.

Bekerja adalah ibadah. Logika ibadah dalam kerja hanya dimiliki oleh Islam. Kerja profesi tidak diukur dengan standar materi. Berbeda dengan masyarakat kapitalis yang cenderung materialis, mekanisme kerja tidak bisa dilepaskan dengan materi. Bahkan materi menjadi ukuran kesuksesan.

Ukuran kerja sebagai ibadah adalah mardhatillah dan mahabbatullah. Apakah kerja profesi yang ditekuni mampu mengundang ridha dan cinta Allah? Itulah Syumuliyatu al ibadah (ibadah dalam makna yang integral). Itulah makna pengabdian seutuhnya, 

”Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Al An`am: 162)

Bagaimana agar kerja menjadi ibadah dan berbuah surga? Dalam buku Al Ibadah fi al Islam disebutkan bahwa kerja yang bersifat duniawi, profesi, dan materi akan menjadi ibadah apabila memenuhi lima hal:

- Pertama, pekerjaan itu masyru` (legal) dalam pandangan Islam. Adapun profesi dan pekerjaan yang tidak selaras dengan Islam bahkan yang bertentangan dengan Islam, tidak dianggap ibadah. Karena Allah itu baik dan hanya menerima yang baik.

- Kedua, pekerjaan itu diiringi dengan niat yang baik. Niat menjaga kehormatan diri. Niat memenuhi kebutuhan keluarga. Niat memberi manfaat bagi umat. Dan niat memakmurkan bumi.

- Ketiga, pekerjaan itu ditunaikan dengan sebaik mungkin, profesional atau itqan. Karena Allah menyukai hamba yang bekerja dengan itqan.

- Keempat, menjaga batas dan aturan Allah dalam pekerjaan dan profesi yang ditekuni. Tidak berbuat dhalim. Tidak mengkhianati mitra. Tidak menipu. Dan tidak melanggar hak orang lain.

- Kelima, kesibukan kerja dan menekuni profesi tidak membuat diri melupakan kewajiban kepada Allah. Meskipun sibuk bekerja, ia tetap berdizikir, ia tetap shalat bila waktunya tiba, tetap berzakat saat hartanya mencapai nishab.

Itulah kerja yang tergolong ibadah dan berbuah surga bi idznillah.

Dengan harapan terkabulnya doa Nabi: “Ya Allah, berkahilah umat-ku di waktu pagi mereka ....”(HR. Ibnu Majah, Shahih)

Oleh: Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA.

Berhati-hatilah dalam Menjaga Hati

PortalRenungan.


Maka berhati-hatilah menjaga hati. Ia bagai angin kala tenang, bertiup sepoi-sepoi akan hadirkan kesejukan. Namun bila bertiup kencang bahkan berputar arah maka akan porak-porandalah kehidupan.

Perubahannya, gejolaknya, letupannya tidak butuh waktu lama untuk menjadi seperti apa. Apakah akan menjadi hati yang muthma’inah atau hati yang lawwamah.

Apakah hati kita selalu bersih hingga mampu untuk menjadi cermin bagi kita. Atau membiarkan hati kita kotor hingga tak ada cahaya yang bisa menampakkan bayangan kala kita becermin.

Inilah seni menata hati. Inilah pilihan yang ada di hadapan kita. Tinggal bagaimana kita menyikapi segala yang ditawarkan. Karena tawaran yang ada cukup membuat kita sulit untuk mengelak dan seolah ada magnet yang sangat kuat yang bisa menarik kita ke dalam cengkeramannya.

Kadang kita harus terluka dalam pertarungan itu. Sedemikian dahsyatnya godaan itu hingga kadang tersandung, tersungkur, bahkan terjerembap. Tak sedikit energi yang kita keluarkan untuk melawannya, melawan pertentangan dalam diri.

Adanya daya tarik menarik yang kuat antara harapan dan kenyataan yang dihadapi. Bahkan kala habis energi kita untuk melawannya, habis pula diri kita dan hancurlah masa depan kita. Masa depan dunia kita apalagi akhirat kita.

Bila hati terbuai pesona dunia atau mendendam pada deritanya dan kita tak kuasa membendungnya, hanya cahaya-Nya yang kita harapkan hadir pasti, bila bukan karena penjagaan-Nya hati kita sesungguhnya rapuh dan mudah hancur berkeping-keping. Derai air mata pun tak mampu menjadi gambaran derita jiwa yang berjuang menghadapi kenyataan.

Dalam hati yang tersandung tak ada duka yang abadi, Saudariku, semua pasti kan berlalu. Semua di dunia hanya sementara. Sedih dan gembira, duka dan tawa, nestapa dan bahagia. Semua kan datang silih berganti.

Inilah fenomena kehidupan yang tak satu orang pun melewatkan. Maka bersabarlah. Dan badai pun pasti berlalu. Namun bila badai tak kunjung berlalu, nikmatilah badai itu dan menarilah di bawah pusarannya.

Dalam hati yang tersandung. Bila air mata enggan menyusut, pergilah bersujud. Bila gulana jiwa tak mampu tertahan dalam rasa, berdoalah pada yang Mahakuasa. Masih ada istighfar bila kita tak mampu untuk tegar. Masih ada tahmid bila hati kita masih terasa sakit. Masih ada tasbih bila hati kita masih terasa perih. Dan masih ada tahlil bila kita merasa terkucil. Bersabar dan ikhlas menjadikan semua yang hadir tampak indah.

Wahai Muslimah tangguh.... Dari sekian banyak penyebab hati menjadi tersandung adalah fitnah dunia. Fitnah di sini artinya ujian, cobaan.

Seperti Allah bahasakan dalam Al-Qur`an Surat Ali ‘Imran [3]:14, “Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.”

Oleh: Rochma Yulika.




Wednesday, 7 December 2016

Ingat Mati atau Ingat Hidup

PortalRenungan.



انا لله و انا اليه راجعون 
Belakangan menjadi sering sekali mendengar berita ulama juga kerabat, meninggal dunia.

Khalifah `Umar bin ‘Abdul Aziz berkata;
“Apakah tidak engkau lihat bahwa dirimu mempersiapkan perbekalan untuk orang yang pergi kepada Allah setiap pagi atau petang dan engkau kubur ia di bawah tanah, sementara ia meninggalkan sahabat-sahabat dan karib kerabatnya serta meninggalkan harta dan miliknya selama-lamanya?”

Saudara syurgaku...
Sesungguhnya... diri selalu dalam keadaan berbahaya, karena kematian tiada batas waktu yang diketahui.

Terkadang seorang insan keluar dari rumahnya dan tidak kembali kepadanya (karena mati), terkadang insan duduk di atas kursi dan tidak dapat bangun lagi (karena meninggal), terkadang insan tidur di atas kasurnya, akan tetapi ia malah dibawa dari kasurnya ke tempat pemandian (karena meninggal). 

Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yg nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".
[QS. Al-Jumu`ah:8]

Sebuah perkara yang menghantar diri untuk menggunakan sebaik-baik anugerah usia, berbuat baik, berlomba mendekat pada amalan menuju Rabb serta menyegerakan diri bertaubat atas alpa dan lalai diri.

"Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling (dari akhirat)."
[QS Al-Anbiya : 1]

Kembali, Kembalilah...
Menuju fokus diri yang sesungguhnya.
Menghadap kepada Rabb.
Hingga saat datang ajal, 
Diri dalam keadaan terbaik.
Berjumpa Rabb dalam keadaan lapang dan bercahaya.

"Wahai manusia! Sungguh, janji Allah itu benar, maka janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah." [QS Al-Fatir :5]

Percayalah, HIDUP INGAT MATI itu lebih membahagiakan daripada MATI INGAT HIDUP.

Oleh : Fauziah Harlest Sari

Tuesday, 6 December 2016

Jagalah Lisan Kita Wahai Perindu Surga

PortalRenungan.

"Sesungguhnya di dunia ini ada taman-taman Surga. Barangsiapa yang tidak memasuki taman Surga dunia, maka ia tidak bisa memasuki Surga Akhirat".

Sebuah ungkapan Ibnu Taimiyah yang sangat fenomenal mengenai Taman Surga tersebut menarik untuk dicermati...

Apakah taman Surga dunia itu?

Hadist dari Imam Ahmad ini mungkin bisa menjadi jawaban “…Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah apakah yang dimaksud taman-taman Surga itu? Beliau menjawab “Yaitu halaqah-halaqah dzikir (majelis ilmu)".

Sahl bin Sad berkata: Rasulullah saw bersabda : "Siapa yang menjamin untukku apa yang ada diantara dua janggutnya dan dua kakinya maka aku menjamin untuknya Surga." (HR. Bukhari)

Diantara perkataan, ada yang buruk dan ada yang lebih buruk, ada yang keji dan ada yang lebih keji, ada yang baik dan ada yang lebih baik...

"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: Hendaklah mereka mengucapkan yang lebih baik. Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan diantara mereka". (al-Isra:53)

Diantara kewajiban utama kita dalam urusan lisan ini ialah menggunakannya dalam da'wah kepada kebaikan, amar ma'ruf, nahi munkar, mendamaikan persengketaan serta menyerukan kebaikan dan taqwa...

Mari kita simak terjemah ayat-ayat AlQur'an berikut ini...

"Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan ummat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang maruf dan mencegah yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung". (Ali Imran:104)

"Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi shadaqah, atau berbuat maruf atau mengadakan perdamaian diantara manusia". (an-Nisa:114)

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan taqwa." (al-Mujadilah:9)

Saatnya kita merenungkan...
Sudah sejauh manakah kita menjaga lisan kita dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah Swt....?

Mari kita ingatkan diri sendiri untuk pandai² menjaga lisan dari perkataan yang tidak berfaedah...

Terkhusus kepada semua saudariku muslimah....
Bukankah Rasul mengatakan, penghuni neraka adalah kebanyakan wanita....? Kenapa bisa begitu....? Kenapa laki laki tidak disebut... -padahal bisa jadi mereka juga menghuni neraka ya... namun Rasul tidak menekankan kepada mereka.

Kenapa ya... Kok wanita yg disebut-sebut oleh Rasulullah...?

Ternyata jawaban sederhananya adalah...
Karena wanita itu.. sangat tidak pandai menjaga lisan..

Seorang ilmuwan, telah membuktikan perkataan Rasulullah tersebut melalui risetnya. Ia mengemukakan bahwa , seorang wanita, terlahir dengan kromosom XX didalam gennya, karakteristik kromosom XX ini adalah selalu ingin mengutarakan sekecil apapun masalah yang ada difikirannya . Oleh karenanya, wanita paling rentan untuk selalu banyak bicara (baca: ngerumpi).

Selalulah mengingatkan kaum wanita, untuk selalu menggunakan lisannya kepada hal2 bermanfa'at...

Islam sangat istimewa.
Untuk itulah islam hadir ditengah-tengah kita semua.
Dengan ajarannya yang syumul.

Islam mengatur bagaimana seseorang harus berbicara.
Ada adab disana... ini sering terjadi di dunia nyata ya, karena dunia online kita bisa menata bahasa.

Ada lisan yang harus senantiasa kita jaga dari hal-hal yg bertentangan dengan adab tersebut...

Oleh karenanya, untuk melihat karakter seseorang, salah satu caranya bisa dengan melihat dan memperhatikan bagaimana ia berbicara, akhlaqnya bisa terlihat.

Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya kebanyakan dosa anak Adam berada pada lidahnya". (HR. Thabrani, Ibnu Abu Dunya, al-Baihaqi)

Berikut ini akan kita bahas afatul lisan dari yang paling tersembunyi sampai yang paling berbahaya :

1. Berbicara sesuatu yang tidak perlu

Rasulullah SAW bersabda : “Di antara ciri kesempurnaan Islam seseorang adalah ketika ia mampu meninggalkan sesuatu yang tidak ia perlukan” HR At Tirmidziy

Ucapan yang tidak perlu adalah ucapan  yang seandainya anda diam tidak berdosa, dan  tidak akan membahayakan diri maupun orang lain.
Penyakit ini disebabkan oleh keinginan kuat untuk mengetahui segala sesuatu.
Terapinya adalah dengan menyadarkan bahwa waktu adalah modal yang paling berharga. Jika tidak dipergunakan secara efektif maka akan merugikan diri sendiri.

2. Fudhulul-Kalam ( Berlebihan dalam berbicara)

Perbuatan ini dikategorikan sebagai perbuatan tercela. Ia mencakup pembicaraan yang tidak berguna, atau bicara sesuatu yang berguna namun melebihi kebutuhan yang secukupnya.

 Firman Allah :
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh  bersedekah, berbuat ma’ruf, atau perdamaian di antara manusia.” ( QS.4:114.)

Rasulullah SAW bersabda : “Beruntunglah orang yang dapat menahan kelebihan bicaranya, dan menginfakkan kelebihan hartanya “ (HR. Al Baghawiy.)

3. Al Khaudhu fil bathil (Melibatkan diri dalam pembicaraan yang batil)

Pembicaraan yang batil adalah pembicaraan ma’siyat, seperti menceritakan tentang perempuan, perkumpulan selebritis, dsb, yang tidak terbilang jumlahnya.

4.  Al Jidal (Berbantahan dan Perdebatan)

Perdebatan yang tercela adalah usaha menjatuhkan  orang lain  dengan menyerang dan mencela pembicaraannya, menganggapnya bodoh dan tidak akurat.

5. Al Khusumah (pertengkaran)

Jika orang yang berdebat menyerang pendapat orang lain untuk menjatuhkan lawan dan mengangkat kelebihan dirinya. Maka al khusumah adalah sikap ingin menang dalam berbicara (ngotot) untuk memperoleh hak atau harta orang lain, yang bukan haknya.

6. Taqa’ur fil-kalam (menekan ucapan)

Taqa’ur fil-kalam maksudnya adalah menfasih-fasihkan ucapan dengan mamaksakan diri bersyaja’ dan menekan-nekan suara, atau penggunaan kata-kata asing.

7. Berkata keji, jorok dan caci maki

8.  La’nat (kutukan)
Penyebab munculnya kutukan pada sesama manusia biasanya adalah satu dari tiga sifat berikut ini, yaitu : kufur, bid’ah dan fasik.

9. Ghina’ (nyanyian) dan Syi’r (syair)

Syair adalah ungkapan yang jika baik isinya maka baik nilainya, dan jika buruk isinya buruk pula nilainya. Hanya saja tajarrud ( menfokuskan diri) untuk hanya bersyair adalah perbuatan tercela.

Bersyair secara umum bukanlah perbuatan terlarang jika di dalamnya tidak terdapat ungkapan yang buruk. Buktinya Rasulullah pernah memerintahkan Hassan bin Tsabit untuk bersyair melawan syairnya orang kafir.

10. Al Mazah (Sendau gurau)

11. As Sukhriyyah (Ejekan) dan Istihza’( cemoohan)

12. Menyebarkan rahasia

13. Janji palsu

14. Bohong dalam berbicara dan bersumpah

15. Ghibah (Bergunjing)

16. Namimah (adu domba)

17. Perkataan yang berlidah dua
18. Menyanjung
19. Kurang cermat dalam berbicara (asal bunyi)
20. Melibatkan diri secara bodoh pada beberapa pengetahuan dan pertanyaan yang menyulitkan

Ketika syaithan tidak mampu mencegahmu dari beramal baik, maka ia akan berusaha menghancurkan amalmu melalui niat dan lisan yang tak terjaga.

Wallahu A'lam bishawab.


Monday, 5 December 2016

Renungan Pagi, Kisah Seekor Siput

PortalRenungan.
Ada seekor siput selalu memandang sinis terhadap katak. Suatu hari, katak yang kehilangan kesabaran akhirnya berkata kepada siput:

"Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan, sehingga Anda begitu membenci saya?"

Siput menjawab:
"Kalian kaum katak mempunyai empat kaki & bisa melompat ke sana ke mari, tapi saya mesti membawa cangkang yang berat ini, merangkak di tanah, jadi saya merasa sangat sedih"

Katak menjawab:
"Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing-masing, hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami (katak)"

Dan seketika, ada seekor elang besar yang terbang ke arah mereka, siput dengan cepat memasukkan badannya ke dalam cangkang, sedangkan katak dimangsa oleh elang...

Siput terharu..., Akhirnya baru sadar..., ternyata cangkang yang di milikinya bukan merupakan suatu beban..., tetapi adalah kelebihannya...

Nikmatilah kehidupanmu... Tidak perlu dibandingkan dengan orang lain. Kehidupan kita ini hanyalah sawang sinawang. Rejeki tidak selalu berupa emas, permata,mutiara atau uang yang banyak, bukan pula saat kita di rumah mewah & pergi bermobil. Rejeki sebenarnya adalah jiwa dan hati yang tenang... 

Karena ketenangan dan kebahagiaan itu amat sangat mahal..."Karena bukan kebahagiaan yang menjadikan kita ber-SYUKUR... Tetapi ber-SYUKURlah yang akan menjadikan hidup kita bahagia.

Baarakallahu Fiikum.
Semoga bermanfaat

Sunday, 4 December 2016

Sabarlah, Ujian ini hanya Sebagian Kecil Cinta Allah Padamu

PortalRenungan.
Alhamdulillah sampai dengan hari ini kita masih diberikan kekuatan untuk menjalani kehidupan dunia ini. Ya kita harus sabar menjalani setiap langkah kehidupan ini.

Itulah kenapa sabar memiliki banyak tantangan. Banyak manusia mengatakan "Apasih sabar-sabar, ente kan ga ngalamin apa yang ane hadapi."

Sabar...
Sabar itu memiliki keutamaan yang sangat besar namun sulit di lakukan. Kenapa sulit?. Karena ganjarannya adalah surga. Dan tahapannya yang luar biasa: *Sabar aja*, *Sabar dulu*, *Sabar lagi.*

"...Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai  orang-orang yang sabar.
[QS. Ali 'Imran: Ayat 146]

"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,
[QS. Al-Baqarah: Ayat 155]

"Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."
[QS. Al-Baqarah: Ayat 157]

Dan orang yang sabar karena mengharap keridaan TuhanNya, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).
[QS. Ar-Ra'd: Ayat 22]

Dengan sikap sabar, kita selalu bersama Allah, pahala tanpa batas dan kedudukan yang mulia.

Seharusnya hal ini menjadikan kita seseorang yang berkeinginan kuat dan semangat untuk mewujudkan kesabaran itu sendiri, yakni kesabaran yang tiada batas. Maka miliki surga yang paling atas.

Perbanyaklah rasa syukurmu, maka nikmatilah kesabaran mu.

Semoga kita tidak menjadi KUFUR NIKMAT dengan terlalu MELEBIH-LEBIHKAN keluh kesah terhadap ujian ALLAH...

Wallahu a'lam bishowab

Oleh : Rayen el Shirazy

Saturday, 3 December 2016

Bagaimanakah Caranya Agar Bisa Meraih Cinta Allah?

PortalRenungan.
Alhamdulillah kita masih bisa menghirup udara segar dunia yang fana ini. Semoga Allah selalu mencintai kita semua.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ إِنِّي أُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِي فِي السَّمَاءِ فَيَقُولُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ. (رواه البخاري)

Artinya:
"Sesungguhnya apabila Allah azza wa jalla mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil malaikat Jibril dan berkata: “Wahai Jibril, aku mencintai orang ini maka cintailah dia!” Maka Jibrilpun mencintainya, lalu Jibril mengumumkannya kepada seluruh penduduk langit dan berkata: “Wahai penduduk langit, sesungguhnya Allah mencintai orang ini, maka cintailah dia oleh kalian semua, maka seluruh penduduk langit pun mencintainya. Kemudian orang itu pun dicintai oleh segenap makhluk Allah di muka bumi.” (HR. Bukhari)

Tentu kita semua berharap agar dicintai Allah. Akan tetapi bagaimanakah caranya agar kita bisa meraih cinta Allah..?

Di dalam Madaarij As-Saalikin, Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah menyebutkan 10 sebab yang dapat mendatangkan kecintaan Allah.

Pertama:
قراءةُ القرآن بالتدبر والتفهّم لمعانيه وما أُريدَ به

Membaca Al-Qur'an dengan penuh tadabbur serta berusaha memahami makna-maknanya dan maksud yang terkandung di dalamnya.

Kedua:
التقرب إلى الله بالنوافل بعد الفرائض

Mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan amalan-amalan sunnah sesudah amalan-amalan wajib.

Ketiga:
دوام ذكره على كل حال باللسان والقلب والعمل والحال فنصيبه من المحبة على قدر نصيبه من هذاالذكر.

Senantiasa berdzikir mengingat Allah dalam setiap kondisi, baik dengan lisan, hati, perbuatan maupun keadaan. Karena kadar kecintaan tergantung pada seberapa besar kadar dzikir tersebut.

Keempat:
إيثارُ محابّه على محابّك عند غلَبَات الهوى، والتسَنُّمُ إلى محابّه وإن صَعُبَ المرتقى.

Mengutamakan segala yang dicintai Allah daripada apa yang engkau cintai ketika hawa nafsu berkuasa. Selalu berusaha mencintai segala yang dicintai-Nya meski harus melewati berbagai rintangan

Kelima:
مطالعة القلب لأسمائه وصفاته

Hati senantiasa menelaah dan merenungi nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya.

Keenam:
مشاهدة برِّه وإحسانه وآلائه ونعمه الباطنة

Mengakui berbagai kebaikan dan nikmat-Nya, baik yang bersifat lahir maupun batin.

Ketujuh:
انكسار القلب بكليته بين يدي الله تعالى

Tunduknya hati dengan segenap jiwa di hadapan Allah ta'ala.

Kedelapan:
الخلوة به وقت النزول الإلهي لمناجاته وتلاوة كلامه، والوقوف بالقلب والتأدب بأدب العبودية بين يديه، ثم ختم ذلك بالاستغفار والتوبة.

Menyendiri bersama-Nya saat Dia turun (pada sepertiga malam terakhir) dengan bermunajat kepada-Nya, membaca kitab-Nya, menghadirkan hati dan bersikap dengan adab penghambaan dihadapan-Nya. Kemudian menutup bacaannya tersebut dengan istighfar dan taubat.

Kesembilan:
مجالسة المحبين الصادقين، والتقاط أطايب ثمرات كلامهم كما ينتقى أطايب الثمر، ولا تتكلَّم إلا إذا ترجَّحتْ مصلحة الكلام، وعلمتَ أنَّ فيه مزيدًا لحالك ومنفعةً لغيرك.

Senanantiasa duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dengan jujur. Memetik buah yang baik dari ucapan mereka. Dan tidak berbicara kecuali tampak jelas adanya maslahat dalam pembicaraan tersebut, serta mengetahui bahwa dalam pembicaraan tersebut ada manfaat bagi dirimu dan orang lain.

Kesepuluh:
مباعدةُ كلِّ سببٍ يحولُ بينَ القلب وبينَ اللهِ عزَّ وجلَّ.

Menjauhi semua sebab yang menjadi penghalang antara hati dengan Allah.

(Selengkapnya lihat Madarij As-Salikin: 3/17-18).

Disamping itu, berdo'alah kepada Allah dengan do'a nabiyullah Daud alaihissalam yang berbunyi:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِيْ يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أََحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِيْ وَأَهْلِيْ وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu. Dan aku memohon kepada-Mu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih kucintai daripada diriku._

Oleh: Ustadz Aan Chandra Thalib, حفظه الله تعالى

Friday, 2 December 2016

Allah Menjawab Al-Fatihah Kita

PortalRenungan.
Alhamdulillaahi robbil 'aalamin. Allah masih memberikan kesehatan kepada kita semua. 

Saudaraku. Banyak sekali orang yang tegesa-gesa ketika membaca Al-Fatihah di saat shalat, tanpa spasi, dan seakan-akan ingin cepat menyelesaikan shalatnya.

Padahal di saat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah, ALLAH menjawab setiap ucapan kita.

Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah SWT ber-Firman:
"Aku membagi al-Fatihah menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk Hamba-Ku."

Artinya, tiga ayat di atas Iyyaka Na'budu Wa iyyaka nasta'in adalah Hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan Hamba-Nya.

Ketika Kita mengucapkan "AlhamdulillahiRabbil 'alamin"
Allah menjawab: "Hamba-Ku telah memuji-Ku."

Ketika kita mengucapkan "Ar-Rahmanir-Rahim"
Allah menjawab: "Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku."

Ketika kita mengucapkan "Maliki yaumiddin".
Allah menjawab: "Hamba-Ku memuja-Ku."

Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in”.
Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan Hamba-Ku.”

Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzinaan’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhooliin.” 

Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku. Akan Ku penuhi yang ia minta.” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi)

Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat.
Rasakanlah jawaban indah dari Allah karena Allah sedang menjawab ucapan kita.

Selanjutnya kita ucapkan "Aamiin" dengan ucapan yang lembut, sebab Malaikat pun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita.

Barangsiapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dengan para Malaikat, maka Allah akan memberikan Ampunan kepada-Nya.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud)

Sahabat jika artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan , sampaikan walau satu ayat

Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam; "Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada. (HR. Muslim).

Thursday, 1 December 2016

Manusia Akan Dibangkitkan Bersama Komunitasnya Saat di Dunia

PortalRenungan.
Manusia akan dibangkitan bersama komunitasnya saat di dunia.

 بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Ketika Umar bin Al Khottob rodhiallahu 'anhu memahami firman Allah :

ﻭَﺇِﺫَا ٱﻟﻨُّﻔُﻮﺱُ ﺯُﻭِّﺟَﺖ

"Dan apabila ruh-ruh dipertemukan."
(QS. At Takwir : 3)

Beliau menafsirkannya bahwa :

"Kelak dihari Kiamat setiap manusia akan dibangkitkan Allah ﷻ bersama dengan komunitasnya (kelompok yang mereka akrabi) saat   hidup didunia."

Oleh karena itu sebagai orang beriman kita harus selalu memperhatikan dengan komunitas atau majlis yang seperti apa kita bergabung, karena walau sekedar sebagai teman pergaulan saja, semua akan memiliki konsekwensi yang sangat besar kelak di hari kiamat.

Jika saat ini kita telah memiliki komunitas yang kegiatannya penuh dengan semangat membangun ketaqwaan kepada Allah bersama dengan orang-orang yang Shaleh, hal itu merupakan anugrah besar Allah ﷻ. Syukuri dan terus pertahankanlah.

Pastikan diri kita telah menjadi bagian dari suatu majlis atau komunitas yang cinta Al Qur'an dan cinta Dakwah Islam, kemudian bersabarlah serta berusahalah hingga kita terus selalu bersama mereka.

Dan jagalah diri kita agar tidak termasuk orang yang dibangkitkan bersama  calon penghuni neraka yakni para ahli syirik dan maksiat, karena saat didunia kita akrab dengan mereka dan menjadikan mereka sebagai pemimpin.

  وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Oleh: Ustadz Abdul Aziz Abdur Ra'uf,

Saturday, 26 November 2016

Siapa yang ikut Numpang di Kendaraanmu? Malaikat atau Syaithon?

PortalRenungan.
Saudaraku… Setiap kita pasti pernah bekendaraan baik pribadi atau umum… Sementara perjalanan / safar didalamnya terdapat bagian adzab (dari keletihan dan bahaya-bahaya yang mengancam) sebagaimana yang di kabarkan oleh Rasulullah shallalahu ‘Alaihi wasallam.

Sudah barang tentu tatkala kita safar kita ingin nyaman dan selamat… Maka selain dengan kita mempersiapkan kendaraan yang baik dan bekal yang cukup, kitapun berharap perjalanan kita di ridhai dan dijaga Allah dan di temani oleh Malaikat-Malaikat-Nya…

BAGAIMANA CARANYA..?? … SIMAKLAH KABAR KEKASIH KITA…

Dari Uqbah bin Amir _Radhiyallhu ‘anhu_, dari Nabi _Shallallahu ‘Alayhi Wasallam_ bersabda :

*مامن راكب يخلو فى مسيرة بالله و ذكره إلا ردفه ملك، ولا يخلو بشعر و نحوه إلا كان ردفه شيطان.*

“Tidak ada seorangpun Pengendara yang dalam perjalanannya karena Allah dan disertai dengan dzikir, maka yang menjadi penumpangnya adalah malaikat. Sedangkan pengendara yang dalam perjalanannya disertai dengan Sya’ir (nyanyian) dan lainnya (termasuk musik), maka yang menjadi penumpangnya adalah setan.”

📚 (HR. Thabrani dalam Majmu Al-Kabir, no. 895. disahihkan oleh Albani dalam Shahih Aljami, no. 5706).

Maka saat melakukan perjalanan lakukan hal-hal berikut:

✅jangan lupa doa naik kendaraan, do’a safar bila perjalanan jauh.
✅jadikan suara Al Qur’an sebagai teman perjalananmu.
✅anda bisa menyimak Radio Islam.

Semoga manfaat dan semoga setiap perjalanan kita di lindungi Allah dan di temani malaikat…

Oleh: Ustadz Abu Ismail Fachruddin Nu’man, حفظه الله 


Friday, 4 November 2016

Bagaimanakah Dengan Sholatku?

PortalRenungan.
Allah swt berfirman di dalam Al-Qur'an; 

قد افلح المؤمنون. الذين هم في صلاتهم خاشعون.

"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman. Yaitu orang-orang yang khusyu' dalam sholatnya."

Dan Allah SWT juga berfirman: 

فَوَيلٌ لِلمُصلِّينَ.الذِينَ هُم عَن صَلاَتِهم سَاهونَ.

"Maka celakalah bagi orang-orang yang sholat. Yaitu orang-orang yang lalai dari sholatnya."

Mau menjadi golongan yang manakah kita? Orang mukmin yang beruntung atau orang yang celaka.⁉

Semua tergantung dengan cara sholat kita.

Berkata Imam Hasan Al Bashri r.a., "Tiap sholat yang dilakukan dengan hati lalai, maka lebih cepat mendatangkan siksaan Allah."

Dikisahkan ada seorang pedagang yang kehilangan sekantung gandum.  Lalu ia bertanya kepada budaknya, "Tahukah kau kepada siapa aku telah memberikan gandumku?" Si Budak menggeleng. Kemudian datanglah waktu sholat. Di tengah-tengah melakukan sholat, tiba-tiba si pedagang ingat dengan gandumnya tadi. Seusai sholat ia pun berkata kepada budaknya, "Aku ingat! Aku telah memberikan gandum tersebut kepada fulan. Datangilah ia sekarang!" Budak yang sholeh itu menjawab, "Wahai tuan, didalam sholatmu engkau mencari sekantung gandum ataukah engkau mencari Allah??" 

Hadirkan hati ketika sholat! Hilangkan segala bisikan dan was-was. Perhatikanlah kita menghadap dan bermunajat kepada siapa...

Sumber: Kitab Dalilus Sailiin.

Friday, 21 October 2016

Doa setiap hari untuk meminta Ridha Allah

PortalRenungan.
Alhamdulillah kita masih di berikan nafas oleh Allah di pagi hari ini. Yuk kita ber-DO'A untuk semuanya sebagai permohonan kita kepada Allah dan mendapatkan Ridha Nya.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

"Yaa ALLAH, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, Rizqi yang Halal, Amal yang Diterima".

"Yaa ALLAH, kami Bersyukur kepadaMu karena telah Menjaga tidur kami, dan Membangunkan kami kembali di pagi ini. Engkau telah ijinkan kami kembali memulai hari yang indah ini".

"Kami mohon Pagi ini untuk Berbagi dengan orang-orang di sekeliling kami. "Jadikanlah mereka Nyaman berada didekat kami."

"Jadikanlah hari ini penuh Keindahan, Keindahan dengan rahmatMu yang Berlimpah."

"Berikanlah Hati kami Kedamaian, Ketenangan dan.. Keikhlasan."
"Berikanlah kami Kejernihan pikiran, sehingga dapat dengan bijak dan sabar menyikapi segala UjianMu".

"Yaa Rabbana ...
"Jadikanlah apa yang kami lakukan hari ini sebagai amalan untuk bekal kami menghadapMu kelak".

"Yaa Rabbana ...
"Tegarkanlah Hati dan badan ini untuk tetap berjalan dalam naungan CahayaMu,"

"Hilangkan Kelelahan Kejenuhan dalam diri kami sehingga kami bisa memberi yang terindah bagi Keluarga, Sahabat, dan Saudara kami semua,"

"Yaa Allah ...
"Berikanlah, KasihMu, RahmatMu, PerlindunganMu, CahayaMu untuk Saudara-saudara kami Tersayang yang  Membaca untaian do'a ini".

"Berkahilah umurnya, Berilah kesehatan padanya, Angkatlah Penyakitnya, Murahkanlah Rizqi padanya".

"Selamat Beraktivitas"
"Semoga apa-apa yang kita kerjakan hari Ini mendapat Ridha dan Berkah dari Allah Ta'ala...".

*آمين.. آمين.. آمين يَآرَبْ العالمين*

Friday, 23 September 2016

Keutamaan Sholat Berjamaah Tepat Waktu di Masjid

PortalRenungan.
Semoga Allah memberikan kesehatan, kecukupan, ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal dan baik serta penuh keberkahan, kemampuan untuk selalu menjalankan amal baik yang diridhoi Allah, dan semoga Allah menghindarkan kita semua dari hal-hal buruk yang menyesatkan... Aamiin...

Berikut ini merupakan "Solusi Cerdas Muslimin" dari Nasehat hebat dari seorang Ustad dalam sebuah kajian:

Ustad : Mas.. misal ni, rumah antum di Jogja dan antum kerja di Jogja kalo atasan antum menawarkan pindah kantor, gak usah jauh-jauh deh ke Klaten aja trus gaji antum dijanjikan naik 2 kali lipat mau gak..? 

Jamaah : mau banget ustad...

Ustad : Naah sekarang kalo Allah ni yang menawarkan antum dengan tawaran begini: 
"Wahai hambaKu sholatlah kalian berjamaah di masjid tepat waktu, nanti Aku lipat gandakan pahala sholatmu 27 kali, dan dari setiap langkah kakimu menuju ke Masjid akan Aku gugurkan dosa-dosamu, dan akan Aku angkat derajatmu, dan akan Aku berikan solusi dari seluruh masalahmu, dan akan Aku mudahkan dan cukupkan urusan duniamu dan akan Aku berikan kamu kemenangan" 
maukah antum menerima tawaran dari Allah tersebut...? 

Jamaah: ada yang terdiam, ada yang bilang mau, ada yang menangis.

Ustad : "Jika dengan dengan tawaran ganjaran sehebat ini anda belum juga tergerak untuk ke masjid, lantas dgn cara apalagi Allah menawarkan ke anda..?" 
"Seringkali untuk urusan dunia kita lebih memilih yang banyak ganjarannya. Sedangkan untuk urusan akherat kita lebih memilih yang sedikit ganjarannya".

"Jadilah muslim yang cerdas brother... cerdas dalam memilih... Mintalah perlindungan dan pertolongan Allah dengan RahmatNya sehingga engkau dimudahkan dalam beribadah.."

Insya Allah kita  selalu diberikan Hidayah.. Karena Hidayah Hak prerogatif Allah..
Aamiin..

Friday, 26 August 2016

Kesabaran dalam Watawaashaw bish-shabr

PortalRenungan.
Alhamdulillah kita masih diberi kesehatan sampai dengan hari ini.

Saudaraku, "Watawaashaw bish-shabr"  dalam surat al-'ashr ini berarti: "dan mereka saling berpesan untuk sabar". 

Maksudnya : Orang orang yang beriman itu mempunyai salah satu kebiasaan mulia yaitu : Saling menasehati agar mereka selalu bersabar dan semakin sabar. Mengapa demikian..? 
Inilah beberapa jawabannya :

1. Orang beriman memang sangat senang dinasehati dan menasehati, karena nasehat itu adalah kebutuhan iman...!
2. Salah satu materi nasehat yang utama ialah "sabar".., selalu sabar dan semakin sabar. Itu karena tak ada iman tanpa sabar. Itu karena tak ada iman tanpa ujian...
Dan ingat..., ujian itu selalu semakin berat...!
3. Sabar itu terbagi tiga : *Sabar beramal. *Sabar menjauhi dosa. *Sabar atas musibah. 
Ketiga tiganya adalah kebutuhan iman setiap saat...!
4. Sabar itu satu ikhtiar mulia untuk mendapatkan bantuan Allah...!
5. Dan sungguh..., Sabar itu membahagiakan kalau diamalkan secara benar dan baik...!!!

Semoga Allah SWT karuniai kita kesabaran dan keistiqomahan...!

Friday, 22 July 2016

Muhasabah Tinggalkan Dunia Raihlah Akhirat

PortalRenungan.
Alhamdulillah sampai detik ini kita masih bisa bernafas. Yang berarti Allah masih melindingi kita. Mari kita sejenak bermuhasabah diri.

Apabila Allah tidak menghendaki kita lagi, Allah akan sibukkan kita dengan urusan dunia. Allah akan sibukkan kita dengan urusan anak-anak. Allah akan sibukkan kita dengan urusan menjalankan perniagaan. Alangkah ruginya ..., karena kesemuanya itu akan kita tinggalkan.

Sekiranya kita mampu bertanya pada orang-orang yang telah pergi terlebih dulu menemui Allah SWT ... Jika mereka diberi peluang untuk hidup sekali lagi ... Sudah semestinya mereka memilih tidak lagi akan bertarung mati-matian untuk merebut dunia.  Sebagaimana sejatinya tujuan penciptaan manusia, yaitu untuk menyembah Allah dan hanya beribadah kepada-Nya.

Kita mungkin cemburu apabila melihat orang lain lebih dari kita; lebih dari segi penghasilan, pangkat, harta, rumah besar, mobil dan lain sebagainya.  Kenapa kita tidak pernah cemburu melihat ilmu orang lain yang lebih dari kita?

Kita tidak pernah cemburu melihat orang lain yang lebih banyak amalan dari kita. Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain bangun di sepertiga malam, solat tahajud dan bermunajat.

Namun, kadangkala kita malah cemburu apabila melihat orang lain ganti mobil baru dengan yang lebih mewah. Bahkan, jarang kita cemburu apabila melihat orang lain yang bisa khatam Al Qur'an sebulan dua kali.

Setiap kali menyambut hari ulang tahun, kita sibuk mau merayakan sebaik mungkin, tetapi kita telah lupa dengan bertambahnya umur kita... maka panggilan Illahi bertambah dekat... Kita patut bermuhasabah mengenai persiapan ke satu perjalanan yang jauh, yang tidak akan kembali untuk selama-lamanya. Hidup di dunia menentukan kehidupan yang kekal nanti di akhirat. 

Sesungguhnya mati itu benar. Alam kubur itu benar, Hisab itu benar, Mahsyar Allah itu benar, Surga dan neraka itu benar. Penyelesaian kepada masalah hidup adalah melalui iman dan amal. Iman sebesar zarrah,  Allah muliakan dengan surga.

So, tunggu apa lagi ...???

Oleh: Etty Hentihu
Email: trainingmotivasiodoj@gmail.com

Monday, 27 June 2016

Menunduklah, Karena Ramadhan Akan Segera Pergi

PortalRenungan.


Ramadhan nan mulia. Bulan yang di dalamnya terdapat keberkahan tak terhingga.  Bulan yang kedatangannya ditunggu-tunggu oleh manusia. Yang senang akan hadirnya bahkan diharamkan disentuh api neraka.

"Jika tiba bulan Ramadhan, maka dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu semua syaitan." [HR. Bukhari dan Muslim]

Layaknya menanti tamu agung yang amat dirindu.  Segala sesuatu disiapkan penuh suka cita. Berharap mampu membersamainya selama masa berkunjungnya. Memberikan suguhkan amal terbaik tanpa cela.

Sekarang, Ramadhan akan segera berlalu. Apa kabar hati dan iman kita? Sudahkah ia bergelut dengan ibadah yang dianjurkan ? Atau diri-diri kita masih lalai dengan dunia dan segala kenikmatan?.

Dunia memang semakin mempesona, menjanjikan berjuta kesenangan. Tapi sayang semuanya hanya fatamorgana. Semoga kita tak kian lalai dan terlena.

Dan itulah sifat dunia saudaraku. Dunia tidaklah abadi, karena ia memiliki batas waktu yang telah diatur. Kesempatan mahal untuk membersihkan diri, akan segera berlalu pergi. Apa yang sudah diri lakukan di hari-hari kemarin?

Ramadhan benar-benar akan segera pergi dan membawa segala amal sebulan ini.  Apakah amal kebaikan, atau justru amal keburukan. 

Ramadhan memang akan kembali. Karena ia ditakdirkan akan selalu berkunjung pada masanya. Tapi adakah jaminan kita akan diizinkan menyambutnya di masa yang akan datang?

Khawatirilah diri saudaraku... Jangan biarkan waktu sedikit lagi itu tak  berarti apa-apa bagimu. Mari tundukkan hati dan batin kita. Limpahkan segala perasaan hanya kepada Rabb saja. Maha suci Engkau ya Rabb, kami memohon ampunan hanya kepada-Mu.

Oleh : Afri Welly ft Maulida KAz

LINK eBOOK TERPOPULER:


Friday, 24 June 2016

Kisah Syahidnya Tiga Panglima Perang Mu’tah

PortalRenungan.



Terukir pula dalam sejarah, syair Abdullah bin Rawahah menjelang syahidnya :

Aku bersumpah, Wahai jiwaku
Masuklah engkau, masuklah ke medan perang
Atau kupaksakan padamu
Bila semua orang telah  berbaris berteriak , MAJU …!
Mengapa masih juga membenci surga ?
Sudah lama hidupmu dalam ketenangan
Engkau tidaklah lebih dari setetes mani tua.”

Bangunan Islam tegak pertama  kali melalui usaha Rasul yang mulia, dimulai dengan masuknya manusia pilihan  ke dalam dinul Islam satu demi satu, lalu mereka dihadapkan hidup di atas panasnya bara ujian dan di atas situasi yang sangat sulit. Dihadapannya batu penggiling yang menggiling dan melumat urat syaraf, dalam hidup dan nafas mereka. Mereka hidup di atas penderitaan dan kesulitan. Melalui situasi seperti inilah tergembleng mental elemen elemen pertama yang kuat yang menjadi penopang bagi tegaknya bangunan Islam yang pertama.

Rasul sebagai pemimpin dakwah tegak berdiri menyeru manusia agar meyakini tauhid, tauhid dengan segala jenisnya. Dia mendidik dan menggembleng para pengikutnya  bukan dengan cara teori dan kajian belaka, tapi mendidik dan menggembleng mereka meyakini prinsip tauhid secara amal melalui berbagai kejadian dan peristiwa. Dimana kejadian dan peristiwa yang mereka hadapi itulah yang menjadi ajang  untuk membuktikan keyakinan mereka terhadap prinsip tauhid.  Tak mungkin bagi generasi pertama yang menjadi sentral berhimpunnya umat Islam, diberi kekuasaan di atas dunia jika tidak  di gembleng lebih dulu dengan berbagai kesulitan, ujian dan cobaan. Oleh karena itu, ketika Imam As Syafi’i ditanya , “mana yang lebih layak bagi seorang hamba diberi kekuasaaan atau diuji?” maka beliau menjawab, “tidak akan mungkin dia diberi kekuasaan hingga dia diuji lebih dahulu.”

Cobaan, kemiskinan, kesengsaraan pun menghampiri dan menghimpit dada golongan muslim dan pemimpinnya, Muhammad SAW , sehingga hati mereka naik menyesak sampai ke tenggorokan, sampai sampai Rasul SAW yang begitu tegar pun berkata , “Bilakah pertolongan Allah tiba?”

Ya Allah, cobaan cobaan demikian berat itu sampai mendorong nabi SAW berkata , “Kapankah pertolongan Allah itu tiba?” … bagaimana dengan kita…?

Begitulah kondisi pengemblengan Rasulullah dengan para sahabatnya, banyak kisah yang dapat diambil ibrahnya, guna membekali keimanan yang harus kita jaga sebaik mungkin di akhir zaman ini.

Teguhnya keyakinan Tauhid yang terangkat oleh amal soleh menuju Rabb nya untuk menjawab ujian dan godaan syetan  yang mereka alami.  Kisah ini tercatat dalam sejarah perang mu'tah.

Saat itu Rasulullah SAW telah mengirimkan pasukannya ke Mu’tah dibawah komando Zaid bin Haritsah. Pesan beliau bila dia gugur hendaklah digantikan oleh Jafar bin Abu Thalib, dan kalau ia gugur maka diambil alih oleh Abdullah bin Rawahah, pasukan ketika itu berjumlah 3.000 orang, dan pasukan romawi kala itu berkisar 100.000 prajurit , suatu jumlah yang tak berimbang. Suatu jumlah secara matematis pastilah pasukan kaum muslimin akan hancur luluh lantak  , bayangkan 1:33 , berarti kalaupun pertempuran dianggap imbang/seri berarti setiap prajurit mukmin yang terbunuh atau tidak terbunuh haruslah bisa membunuh 33 orang musuh !!!

Rasulullah sendiri membayangkan perang yang akan dihadapi akan menjadi luar biasa dasyat, karena itu beliau sendiri mengantarkan pasukannya hingga sejauh mungkin, seolah olah beliau hantarkan pasukan yang tak pernah kembali lagi dengan beliau, mengantarkan sesuatu yang akan terpisah di alam dunia, beliau antarkan sampai ke area Taniyah Al Wada…

Beberapa hari kemudian, ketika pasukan ini tiba di suatu dusun bernama Ma’an, mereka mendengar berita bahwa pasukan romawi telah berada di Ma’ab di daerah Al Balqa dengan 100.000 prajurit.

Mendengar itu semua, ada ketakutan dan keraguan di antara pasukan, sehingga pasukan muslimin memaksa tinggal selama dua malam di Ma’an  , waktu persiapan tersebut digunakan untuk menyusun dan memikirkan langkah strategi  selanjutnya, karena lawan yang dihadapi sangat besar dan tangguh dalam jumlah dan peralatan perangnya.

Hingga diantara mereka ada yang mengusulkan, ”kita laporkan saja kepada Rasulullah SAW agar dikirimkan bantuan atau diturunkan perintah untuk kita laksanakan,”

Tapi melihat kondisi adanya indikasi keraguan akan kekuatan pasukan muslimin, berdirilah Abdullah bin Rawahah membangkitkan semangat pasukan , dan ia berujar ,

“Wahai kaumku, demi Allah , sesuatu yang tidak kalian senangi tapi saat ini kalian keluar untuknya hanyalah untuk mati syahid. Kita memerangi musuh bukan berdasarkan jumlah prajurit atau kekuatan senjata, kita tidak berperang kecuali demi agama , yang dengan ini Allah melimpahkan karuniaNya kepada kita. Oleh karena itu, mari kita hadapi mereka bersama sama. Perang ini akan memberi kita satu dari dua kebaikan, kemenangan atau kematian sebagai syuhada.”

Ketika perang pecah di Mu’tah, Rasulullah sedang duduk di mimbar. Sementara mata beliau sembab tergenang air mata. Tergambar di mata beliau pertempuran sengit di Syam itu rupanya, sehingga beliau berkata,

“ Zaid sedang membawa panji-panji kemudian setan datang merayunya agar cinta dunia dan takut mati. Dia memarahi dirinya, ”sekarang, saat datang ujian atas iman, engkau hendak menyukai dunia?! Lalu ia maju bertempur dengan ganas sampai menemui ajalnya.

Rasulullah kemudian melakukan sholat ghaib untuk Zaid, setelah itu beliau melanjutkan ceritanya, “beristighfarlah untuknya. Dia telah masuk surga sebagai syuhada.

Kini panji panji dipegang oleh Jafar bin Abu Thalib, setan kembali menggoda dengan cinta dunia, senang hidup, dan benci mati, lalu dia berkata,”sekarang di saat iman diuji di hati mukminin, engkau datang pula merayu rayu!” dia maju sampai gugur sebagai syuhada.

Rasulullah melakukan sholat ghaib baginya dan berkata, “Doakanlah saudaramu ini, dia masuk surga dengan sepasang sayap.”

Beliau melanjutkan , “Panji panji itu sekarang beralih ke tangan Abdullah bin Rawahah. Dia pun akhirnya gugur, lalu pergi ke surga dengan mundur.” Golongan Anshar cemas mendengar itu dan bertanya, “Mengapa demikian , ya Rasulullah?

“pada saat dia cedera, ia menyalahkan dirinya dan sempat putus asa. Tapi kemudian semangat juangnya kembali berkobar dan berjuang sampai syahid dan masuk surga.”

ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR  gemuruh menyambut kabar syahidnya para sahabat , saudara mereka sesama muslim memasuki surga tanpa hisab…. Suatu gambaran yang indah dan penuh haru, karena  para sahabat yang saat itu hadir didepan mimbar tersebut rindu sekali dan ingin sekali meraih surga seperti ketiga panglima perang yang dikabarkan oleh Rasul tercintanya.

Begitulah bila iman sudah meresap di dalam hati mereka, yang dihadapan mereka hanya indahnya surga, walau mereka masih didunia. Segala godaan dan ujian dunia mereka hempaskan, mereka buang jauh jauh godaan tersebut. Mereka tidak menimbang faktor dunia sebagai penentu langkah perjuangannya, dan mereka tidak mundur dan tidak berbalik melihat jumlah pasukan yang tidak imbang, atau bahkan karena disebabkan kurangnya dan habisnya logistik, mereka tidak lari kebelakang,  mereka tidak memikirkan kepentingan pribadi mereka sendiri, mereka bersatu kala ancaman datang kepada mereka. Mereka hanya ada satu harapan yaitu mereka ingin masuk surga.

Semoga kita yang  mengaku ingin berjuang untuk Islam tidak terbuai dengan banyaknya dunia yang kita miliki  sehingga tujuan dakwah menjadi menyimpang atau sebaliknya merasa lemah karena kurangnya atau habisnya logistik perjuangan sehingga meninggalkan jalan dakwah…

Semoga Allah berikan ketegaran dan kesabaran dalam menjalani pahit manisnya jalan dakwah ini yang penuh liku dan mengikuti jejak para Nabi, para sahabat, dan para mujahid dakwah hingga akhir zaman  menuju surgaNya Allah… 

Semoga Ramadhan tahun ini menjadi momen yang membahagiakan untuk berhijrah untuk menjadi pribadi yang indah... 

Aamiin


Ebook Panduan Mendidik Anak
Atau bisa langsung order di sini

Friday, 17 June 2016

Allahlah yang Menilai Perbuatan dan Amal Manusia

PortalRenungan.
Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah karena sampai dengan detik ini kita masih diberikan kehidupan, yang berarti Allah masih memberikan kepada kita waktu untuk berbuat kebaikan.

Berikut ini ada sebuah kisah yang bisa memacu semangat kita untuk berbuat baik, walaupun sekecil apapun kebaikan tersebut. Karena hanya Allah yang Maha Tahu amal mana yang Allah terima.

Dahulu......, ada seorang lelaki yang beribadah selama 60 tahun lamanya. Lalu ia terfitnah oleh seorang wanita, dan berzina dengannya selama 6 hari.  Lalu ia sadar dan bertaubat. 

Ia pun pergi meninggalkan tempat ibadahnya, lalu ia singgah di sebuah masjid, dan tinggal di sana selama tiga hari tidak ada makanan. 

Suatu ketika, ada orang yang memberinya roti. Ketika ia hendak memakannya, ia melihat dua orang yang amat membutuhkan. Ia pun memotong roti tersebut dan memberikannya kepada keduanya. Sementara ia tidak makan. 

Maka Allah memerintahkan malaikat untuk menimbang antara amalannya selama 60 tahun dan zinanya selama 6 hari. Ternyata lebih berat zina selama 6 hari. Lalu Allah memerintahkan menimbang zinanya 6 hari dengan dua potong roti yang ia berikan kepada orang yang membutuhkan tersebut. Ternyata timbangannya lebih berat dua potong roti.

Kisah ini diriwayatkan oleh Nadlr bin Syumail dari perkataan ibnu Mas'ud dan ibnu Abu Nuaim meriwayatkan juga kisah yang sama dari Abu Musa Al Asy'ari dengan sanad yang shahih.

Wahai saudaraku, lihatlah dalam kisah diatas ibadah 60 tahun dikalahkan oleh zina 6 hari..
tidakkah menjadi takut hati kita untuk berbuat maksiat kepada Allah?.

Wahai saudaraku, lihatlah juga ternyata berinfak di saat kita butuh, nilainya menurut Allah melebihi ibadah selama 60 tahun.

Namun tentunya itu tidaklah mudah, karena jiwa amat mencintai harta. Kecuali orang yang Allah berikan kekuatan padanya.

Mudah-mudahan kisah diatas menginspirasi kita untuk selalu berbuat baik, walaupun menurut kita perbuatan tersebut kecil nilainya, tetapi bisa jadi besar nilainya menurut Allah.

Amin ya Rabbal 'alamin

Share, yuk! Semoga saudara-saudara kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal-amal kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Friday, 20 May 2016

Siapakah Golongan Orang yang akan di Do'akan Malaikat?

PortalRenungan.
Alhamdulillah kita masih bisa merasakan kenikmatan yang Allah berikan. Berikut ini tulisan mengenai golongan-golongan yang didoakan oleh malaikat:

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa; Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena tidur dalam keadaan suci."
(HR. Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu sholat.
"Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu sholat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya; Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia."
(HR. Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim: 469)

3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam sholat berjamaah.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan."
(HR. Imam Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dari Barra' bin 'Azib)

4. Orang yang menyambung shaf sholat berjamaah (tidak membiarkan kosong di dalam shaf).
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf."
(HR. Imam Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

5. Para malaikat mengucapkan "aamiin" ketika seorang Imam selesai membaca Al-Fatihah.
"Jika seorang Imam membaca; ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh-dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian "aamiin", karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu."
(HR. Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 782)

6. Orang yang duduk di tempat sholatnya setelah melakukan sholat.
"Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat sholat di mana ia melakukan sholat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata; Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia."
(HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 8106)

7. Orang-orang yang melakukan sholat shubuh dan ashar secara berjama'ah.
"Para malaikat berkumpul pada saat sholat shubuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu sholat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga sholat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, "Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?", mereka menjawab; kami datang sedangkan mereka sedang melakukan sholat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan sholat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat."
(HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 9140)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata;  "aamiin" dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan."
(HR. Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim: 2733)

9. Orang-orang yang berinfak.
"Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, "Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak", dan lainnya berkata, "Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit (bakhil)".
(HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 1442 dan Shahih Muslim: 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk di saat sahur untuk puasa "sunnah".
(HR. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath-Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
" Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh."
(HR. Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al-Musnad: 754)

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.*
"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain."
(Al-Hadits dari Abu Umamah Al-Bahily).

Semoga kita bisa mendapatkan keuntungan ini di dunia maupun di akhirat..
Aamiin.

Semoga Bermanfaat.

Friday, 22 April 2016

Bersyukur dan Nikmatilah Apa Yang Ada Pada Diri Kita Hari Ini

PortalRenungan.
Suatu hari di sebuah universitas terkenal. Sekelompok alumnus bertamu di rumah dosen senior, setelah bertahun-tahun mereka lulus. Setelah mereka semua menggapai kesuksesan, kedudukan yang tinggi serta kemapanan ekonomi dan sosial.

Setelah saling menyapa dan berbasa-basi, masing-masing mereka mulai mengeluhkan pekerjaannya. Jadwal yang begitu padat, tugas yang menumpuk dan banyak beban lainnya yang seringkali membuat mereka stress.

Sejenak sang dosen masuk ke dalam. Beberapa saat kemudian, beliau keluar sambil membawa nampan di atasnya teko besar berisikan kopi dan berbagai jenis cangkir.

Ada cangkir-cangkir keramik tiongkok yang mewah. Cangkir-cangkir kristal. Cangkir-cangkir melamin. Dan cangkir-cangkir plastik. 

Sebagian cangkir tersebut luar biasa indahnya. Ukirannya, warnanya dan harganya yang waahh.. Namun ada juga cangkir plastik yang biasanya berada di rumah orang-orang yang amat miskin.

Sang dosen berkata, “Silahkan.. masing-masing menuangkan kopinya sendiri”.

Setelah setiap mahasiswa memegang cangkirnya, sang dosen berkata,

“Tidakkah kalian perhatikan bahwa hanya cangkir-cangkir mewah saja yang kalian pilih? Kalian enggan mengambil cangkir-cangkir yang biasa?

Manusiawi sebenarnya, saat masing-masing dari kalian berusaha mendapatkan yang paling istimewa. Namun seringkali itulah yang membuat kalian menjadi gelisah dan stress.

Sejatinya yang kalian butuhkan adalah kopi, bukan cangkirnya.

Akan tetapi kalian tergiur dengan cangkir-cangkir yang mewah. Terus perhatikanlah, setelah masing-masing kalian memegang cangkir tersebut, kalian akan terus berusaha mencermati cangkir yang dipegang orang lain!

Andaikan kehidupan adalah kopi, maka pekerjaan, harta dan kedudukan sosial adalah cangkir-cangkirnya.

Jadi, hal-hal itu hanyalah perkakas yang membungkus kehidupan. Adapun kehidupan (kopi) itu sendiri, ya tetap itu-itu saja, tidak berubah.

Saat konsentrasi kita tersedot kepada cangkir, maka saat itu pula kita akan kehilangan kesempatan untuk menikmati kopi.

Karena itu ku nasehatkan pada kalian, jangan terlalu memperhatikan cangkir, akan tetapi nikmatilah kopinya…”.

Sejatinya, inilah penyakit yang diderita manusia. Banyak orang yang tidak bersyukur kepada Allah atas apa yang ia miliki, setinggi apapun kesuksesannya. Sebab ia selalu membandingkannya dengan apa yang dimiliki orang lain.

Setelah menikah dengan seorang wanita cantik yang berakhlak mulia, ia selalu berfikir bahwa orang lain menikah dengan wanita yang lebih istimewa dari istrinya.

Sudah tinggal di rumah sendiri, namun selalu membayangkan bahwa orang lain rumahnya lebih mewah dari rumah sendiri.

Ia bukannya menikmati kehidupannya beserta istri dan anak-anaknya. Tapi justru selalu memikirkan apa yang dimiliki orang lain, seraya berkata, “Aku belum punya apa yang mereka punya”.

📚Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengingatkan,

" ﻣَﻦْ ﺃَﺻْﺒَﺢَ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺁﻣِﻨًﺎ ﻓِﻲ ﺳِﺮْﺑِﻪِ، ﻣُﻌَﺎﻓًﻰ ﻓِﻲ ﺟَﺴَﺪِﻩِ، ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻗُﻮﺕُ ﻳَﻮْﻣِﻪِ؛ ﻓَﻜَﺄَﻧَّﻤَﺎ ﺣِﻴﺰَﺕْ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ "

"Barangsiapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya dan memiliki makanan untuk hari itu; seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya". (HR. Tirmidzi dan dinilai hasan oleh al-Albani)

✒Seorang bijak berpetuah,

“Alangkah anehnya kebanyakan manusia! Mereka korbankan kesehatan untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Setelah terkumpul, gantian mereka gunakan harta tersebut untuk mengembalikan kesehatannya yang telah hilang!

Mereka selalu gelisah memikirkan masa depan, namun melupakan hari ini. Akibatnya, mereka tidak menikmati hari ini dan tidak pula hidup di masa datang.

Mereka senantiasa melihat apa yang dimiliki orang lain, namun tidak pernah melihat apa yang dimilikinya sendiri. Akibatnya, ia tidak bisa meraih apa yang dimiliki orang lain dan tidak pula bisa menikmati milik sendiri.

Mereka diciptakan untuk satu tujuan, yakni beribadah. Dunia diciptakan untuk mereka gunakan sebagai sarana beribadah. Namun justru sarana tersebut malah melalaikan mereka dari tujuan utama”.

🌹Maka, mari kita nikmati kopi kehidupan tersebut, apapun cangkirnya…😊

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍﻧْﻈُﺮُﻭﺍ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﻦْ ﻫُﻮَ ﺃَﺳْﻔَﻞَ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻨْﻈُﺮُﻭﺍ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﻦْ ﻫُﻮَ ﻓَﻮْﻗَﻜُﻢْ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺃَﺟْﺪَﺭُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺗَﺰْﺩَﺭُﻭﺍ ﻧِﻌْﻤَﺔَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢ

Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Lihatlah orang yang ada di bawah dari kalian, jangan melihat yang ada di atas kalian, karena yang demikian lebih mendorong untuk tidak mengurangi nikmat Allah atasmu."

*Kisah Secangkir Kopi*
[Ustadz Abdullah Zaen, MA]